INDEGENOUS FORCES 

INDEGENOUS FORCES INDEGENOUS FORCES 

  Yang dimaksud dengan kekuatan dari dalam adalah kekuatan yang ada dalam masyarakat  itu sendiri untuk berkembang. Ini sangat penting untuk terjadinnya perkembangan. Jadi harus ada kehendak untuk menaikan tingkat hidup masyarakat tersebut. Kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar masyarakat  dapat mendorong dan memberikan fasilitas-fasilitas  pada kehendak untuk berkembang, namun kekuatan dari luar hanya merupakan pelengkap, dan tidak bisa menggantikan kekuatan-kekuatan yang  berasal dari masyarakat itu sendiri. Bantuan luar negri belum tentu menjamin terus berkembangnya perekonomian tersebut. Pendeknya, sebelum kehendak untuk berkembang  maka dorongan-dorongan atau stimulasi-stimulasi dari luar  tidak membawa banyak perkembangan.  Lagi pula bantuan luar negri yang berupa investasi  asing akan cenderung dimanfaatkan modalnya  kearah sumber-sumber alam untuk pasar dunia.  Dan belum tentu hal ini menguntungkan, masyarakat setempat. Karena itu untuk menghindari hal-hal yang merugikan, prakarsa dan pengaturan lembaga-lembaga masyarakat untuk perkembangan harus tumbuh dari dalam masyarakat itu sendiri.

  1. MOBILITAS  FAKTOR FAKTOR PRODUKSI

Ketidaksempurnaan pasar (Market Inperections) akan sangat membatasi penggeseran factor-factor produksi dari penggunaan yang lebih produktif. Untuk mengatasi ini maka market inperection harus ditiadakan, sehingga  factor-factor pruduksi dapat digunakan  sepenuhnya. Adapun caranya yaitu:

  1. Mengganti bentuk bentuk organisai social dan ekonomi
  2. Memberikan kesempatan-kesempatan  untuk menaikan produktifitas pada tinkat teknik yang ada
  3. Peningkatan teknologi
  4. Penjualan produk dan pasar capital diperluas
  5. Keadaan monopoli harus dikurangi
  6. Kredit dipermudah bagi petani dan pedagang kecil.[1]

Jadi harus ada pengarahan pada penggunaan semua sumber-sumber produksi secara efisien. Untuk perkembangan ekonomi perlu menepatkan usaha usaha  dan capital dalam tiga bentuk:

  1. Menaikan jumlah barang kapital.
  2. Menaikan  kualitas penduduk sebagai produsen.
  3. Menaikan  tingkat usaha produktif.

Recent Posts

Siklus Keuangan Publik

Siklus Keuangan PublikSiklus Keuangan Publik

Negara juga merupakan faktor produksi yang penting. Dengan pengeluarannya, Negara meningkatkan produksi, dan dengan pajaknya Negara membuat produksi menjadi lesu.

  1. a)

    Pengeluaran Pemerintah

Bagi Ibn Khaldun, sisi pengeluaran keuangan publik sangatlah penting. Pada satu sisi, sebagian dari pengeluaran ini penting bagi aktivitas ekonomi. Tanpa infrastruktur yang disiapkan oleh Negara, mustahil terjadi populasi yang besar. Tanpa ketertiban dan kestabilan politik, produsen tidak memiliki insentif untuk berproduksi.

Oleh karenanya, semakin banyak yang dibelanjakan oleh pemerintah, semakin baik akibatnya bagi perekonomian.

  1. b)Perpajakan

Uang yang dibelanjakan oleh pemerintah berasal dari penduduk melalui pajak. Pemerintah dapat meningkatkan pengeluarannya hanya jika pemerintah menaikkan pajaknya, tapi tekanan fiskal yang terlalu tinggi akan melemahkan semangat kerja orang. Akibatnya, timbul siklus fiskal. Pemerintah harus menasionalisasi perusahaan-perusahaan, karena produsen tidak memiliki insentif laba untuk menjalankannya.

 

Sumber :

https://desaingrafis.co.id/

Teori Siklus

Teori SiklusTeori Siklus

Bagi Ibn Khaldun, produksi bergantung kepada penawaran dan permintaan terhadap produk. Namun penawaran sendiri tergantung kepada jumlah produsen dan hasratnya untuk bekerja, demikian juga permintaan tergantung pada jumlah pembeli dan hasrat mereka untuk membeli.

Variabel penentu bagi produksi adalah populasi serta pendapatan dan belanja Negara, keuangan publik.

1)        Siklus Populasi

Produksi ditentukan oleh populasi. Semakin banyak populasi, semakin banyak produksinya. Demikian pula, semakin besar populasi semakin besar permintaannya terhadap pasar dan semakin besar produksinya.

Namun populasi sendiri ditentukan oleh produksi. Semakin besar produksi, semakin benyak permintaan terhadap tenaga kerja dipasar. Hal ini menyebabkan semakin tinggi gajinya, semakin banyak pekerja yang berminat untuk masuk ke lapangan tersebut, dan semakin besar kenaikan populasinya. Akibatnya, terhadap suatu proses kumulatif dari pertumbuhan populasi dan produksi, pertumbuhan ekonomi menentukan pertumbuhan populasi dan sebaliknya.

 

Sumber :

https://businessnews.id/

Prinsip Tauhid (Keesaan Tuhan)

Prinsip Tauhid (Keesaan Tuhan)Prinsip Tauhid (Keesaan Tuhan)

Prinsip tauhid dalam ekonomi islam sangat esensial sebab prinsip ini mengajarkan kepada manusia agar dalam hubungan kemanusiaan (hubungan horizontal), sama pentingnya dengan hubungan dengan Allah (hubungan vertikal) dalam arti manusia dalam melakukan aktivitas ekonominya didasarkan pada keadilan sosial yang bersumber kepada Al-Qur’an. Lapangan ekonomi (economic court) tidak lepas dari per hatian dan pengaturan islam. Islam melandaskan ekonomi sebagai usaha untuk bekal beribadah kepada-Nya. Dengan kata lain, tujuan usaha dalam Islam tidak semata-mata untuk mencapai keuntungan atau kepuasan materi (hedonism) dan kepentingan diri sendiri (individualis), tetapi juga kepuasan spiritual yang berkaitan erat dengan kepuasan sosial atau masyarakat luas. Dengan demikian, yang menjadi landasan ekonomi islam adalah tauhid ilahiyyah.

  1. Prinsip Perwakilan (Khilafah)

Manusia adalah Khilafah (wakil) Tuhan di muka bumi. Manusia telah dibekali dengan semua karakteristik mental dan spiritual serta materi untuk memungkinkan hidup dan mengemban misinya secara efektif. Posisi manusia sebagai khilafah dapat dilihat dalam berbagai ayat Al-Qur’an, berikut ini:

  1. QS. Al-Hadid (57):7: “berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamuj menguasainya.[6] Maka orang-orang yang beriman diantara kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar”.

Recent Posts

Pengertian Ekonomi Islam

Pengertian Ekonomi IslamPengertian Ekonomi Islam

Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai sebuah studi tentang pengelolaan harta benda menurut perspektif Islam. Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan peraturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaiman dirangkum dalam rukun Islam dan rukun iman. Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan social yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

  1. Prinsip – prinsip Ekonomi Islam

Secara garis besar prinsip–prinsip ekonomi Islam, yaitu sebagai berikut :[1]

  1. Dalam ekonomi islam, berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia. Manusia harus memenfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia, yaitu untuk diri sendiri dan orang lain. Namun yang terpenting adalah bahwa kegiatan tersebutakan dipertanngung jawabkannya di akhirat nanti.
  2. Islam mengakui kepemilikan pribadi atas batas-batas tertentu,  termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi.  Pertama ,kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat, dan kedua, islam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah, apalagi usaha yang menghancurkan masyarakat.

Sumber :

https://menitpertama.id/

Fungsi Ekonomi Islam

Fungsi Ekonomi Islam

Fungsi Ekonomi Islam
Fungsi ekonomi Islam dalam kegiatan ekonomi adalah:
Merealisasikan pertumbuhan ekonomi dengan mengikutsertakan seluruh komponen

bangsa.

Sistem ekonomi Islam memainkan peranan penting dalam menyusun rencana pertumbuhan ekonomi yang proaktif dan jauh dari penyelewangan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan syariah, baik berupa bank, asuransi, pegadaian, maupun BMT (Baitul Maal wat Tamwil) akan mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Keuntungan yang diperoleh di dunia diperoleh melalui bagi hasil yang diperoleh, sedangkan keuntungan di akhirat adalah terbebas dari unsur riba yang diharamkan oleh Allah.
Mewujudkan kesatuan ekonomi bagi seluruh dunia Islam demi mewujudkan kesatuan politik yang amar ma’ruf nahi mungkar.

Sumber :

https://tokopediaaplikasi.id/

 

Institusi pendidikan pada masa Turki Usmani

Kondisi Sosio-Pendidikan Islam

Institusi pendidikan pada masa Turki Usmani mula-mula didirikan oleh Sultan Orkhan (1326-1359). Sistem pengajaran yang dikembangkan adalah menghapal matan-matan meskipun murid tidak mengerti maksudnya, seperti menghapal matan al-Jurumiah, matan alfiyah dan lain-lain. Sedangkan ilmu pengetahuan keislaman seperti fiqh, tafsir, ilmu kalam dan lain-lain yang tidak mengalami perkembangan.
Sementara itu semakin lama, timbullah pembaharuan pendidikan Islam disebabkan kekalahan-kekalahan kerajaan Usmani dalam peperangan dengan Eropa. Langkah pertama yang diambil adalah melakukan pengiriman duta-duta ke Eropa untuk mengamati keunggulan Barat. Selanjutnya hasil dari pengamatan tersebut disampaikan kepada Sultan. Salah satu implikasi dari adanya penelitian tersebut muncul ide dari Sultan untuk mendirikan sekolah Teknik Militer yang mengajarkan taktik, strategi, serta teknik militer.
Selain militer, Turki mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara mendirikan percetakan Istambul pada tahun 1727 M. Sebagai cara mempermudah akses buku-buku pengetahuan, mencetak buku-buku tentang ilmu kedokteran, ilmu kalam, ilmu pasti, astronomi, sejarah, fiqih, hadits dan tafsir. Selain itu, pada tahun 1717 M, telah didirikannya lembaga penerjemah buku-buku dalam berbagai ilmu pengetahuan kedalam bahasa Turki.

4. Kondisi Sosio-Keagamaan

Beberapa Sultan Usmani memegang dua kekuasaan, yaitu Pertama, kekuasaan yang mengurusi masalah-masalah keduniaan atau pemeritahan yang disimbolkan dengan gelar sultan dan Kedua, kekuasaan yang mengurusi masalah keagamaan yang disimbolkan dengan gelar khalifah. Oleh karena itu, dalam bidang keagamaan penguasa sangat terikat dengan syariat Islam. Ulama memiliki otoritas tinggi dalam negara dan masyarakat.
Selain itu, paham Sufisme digandrungi oleh umat Islam dan berkembang pesat. Madrasah-madrasah yang ada diwarnai oleh nuansa sufistik dengan dijadikannya sebagai zawiyah-zawiyah untuk mengadakan riyadhah, merintis jalan untuk menuju Tuhan dibawah bimbingan Mursyid.

B. Bentuk-Bentuk Peradaban Dinasti Turki Usmani

1. Bidang Seni Arsitektur dan Ilmu Pengetahuan
Di bidang seni arsitektur, pada masa ini dikenal arsitektur yang masyhur yaitu Mu’amar Sinan, seorang ahli tata kota dan interior. Sinan bahkan telah mendesain 21 unit bangunan di 8 kota. Satu diantara hasil karyanya yang megah adalah Al-‘Imarat Al-Madaniyati . Wacana tersebut membuktikan bahwa bertapa besarnya perhatian penguasa terhadap kemampuan arsitektur Islam masa itu. Hampir semua penguasa Dinasti Usmaniah memiliki intensitas yang cukup tinggi dalam pengembangan seni arsitektur Islam, terutama dalam bentuk pembangunan masjid.
Pada masa pemerintahan dinasti ini, perkembangan seni arsitektur banyak dipengaruhi dan berasimilasi dengan kebudayaan lokal. Fenomena ini terjadi karena para arsitek Muslim belum dapat melepaskan diri dari pengaruh arsitektur bangunan tradisional Byzantium. Bahkan dalam pelaksanaannya, para penguasa juga mengikutsertakan para arsitektur Yunani, Romawi dan Byzantium dalam merencanakan pelaksanaan pembangunan masjid, tata kota, serta bangunan material lainnya. Hanya saja, meskipun demikian warna dan nilai arsitektur yang dikembangkan dikemas sesuai dengan nilai-nilai Islam sehingga terlihat jelas nuansa dan misi keislamannya.

Recent Posts

Kerajaan Turki Usmani memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM PADA MASA TURKI USMANI

Kondisi-Kondisi yang Mempengaruhi Perkembangan Peradaban Turki Usmani

1. Kondisi Sosial Politik
Kerajaan Turki Usmani memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Masyarakat yang berada dalam wilayahnya tentu jumlahnya banyak pula. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dalam kacamata sosial politik, kerajaan Turki Usmani merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Pesia, mereka banyak menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tata krama dalam kehidupan istana. Organisasi pemerintahan dan kemiliteran mereka dapatkan dari Bizantium. Sedang dari Arab, mereka mendapatkan ajaran tentang prinsip ekonomi dan kemasyarakatan.
Kebesaran Turki Usmani dicapai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II yang bergelar al-Fath, gelar ini diperoleh karena ia berhasil menaklukan Konstantinopel pada 28 Mei 1453 M. Dengan jatuhnya Konstantinopel yang kemudian beralih nama menjadi Istanbul merupakan saksi sejarah akan kebesaran kerajaan Usmani.
Pada masa Sultan Salim I (1512-1520) kemajuan semakin pesat, ia berhasil menaklukan Persia dan Mesir. Dan mencapai puncak keemasanya pada abad ke-16 dibawah pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qonuni yang bergelar “Sultan Agung” (1520-1566). Wilayah kekuasaan kerajaan Usmani pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni meliputi tiga benua, yaitu Benua Asia meliputi Asia Kecil, Armenia, Irak, Suria, Hijaz serta Yaman. Benua Afrika meliputi Mesir, Libia, Tunis, serta Al-jazair, dan Benua Eropa meliputi Bulgaria, Yunani, Yugoslapia, Albania, Hongaria dan Rumania.
2. Kondisi Ekonomi
Daerah-daerah yang dikuasai oleh Kerajaan Usmani merupakan bekas kekuasaan umat Islam sebelumnya. Salah satu hasilnya ialah terintegrasinya daerah-daerah yang ditaklukan ke dalam satu kesatuan sosial politik yang disebut dunia Islam. Selanjutnya dunia Islam merupakan suatu kawasan ekonomi yang terpadu dalam suatu jaringan secara bersama-sama. Jaringan tersebut membentang dari Timur Tengah, Afrika, Laut Tengah ke wilayah-wilayah Eropa. Dengan demikian pada masa pemerintahan Usmani muncul pusat-pusat perdagangan, seperti Mesir, Syiria, Persia, Sudan, Yaman dan kota-kota lainnya.
Kemudian salah satu sektor yang dikembangkan Dinasti Usmani untuk mengisi pundi-pundi keuangan negara adalah dengan memberlakukan pembayaran pajak khususnya dari negara-negara taklukan yang wilayahnya cukup luas. Disamping itu, sumber pemasukan atau devisa negara diperoleh dari kharaj yang diambil dari penduduk non Muslim dan termasuk juga pajak lintas laut.
Maka dari itu, kondisi ekonomi dan keuangan turut memberikan andil bagi perkembangan peradaban Islam di kerajaan Turki Usmani baik yang bersifat ofensif-ekspansif (untuk memperluas wilayah kekuasaan), defensive (mempertahankan diri dari serangan luar) maupun yang bersifat prefentif (untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan dari dalam).


Sumber: https://bengkelharga.com/

Sri Lanka Moor

Komunitas Muslim di Sri Lanka

Komunitas Muslim di Sri Lanka terbagi menjadi tiga kelompok etnis utama, yaitu Sri Lanka Moor, Muslim India, dan Melayu. Ketiga komunitas tersebut memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda. Sebutan Moor diberikan oleh penguasa colonial Portugis yang menggunakan kata Moro untuk mengidentifikasi orang Arab pada umumnya. Moro membentuk hampir 92% dari total Muslim di Negara itu. Sebagian besar menganut mazhab Syafi’i. nenek moyang mereka berasal dari para pedagang Arab yang telah menetap di Sri Lanka antara abad 8-15 M. Muslim Arab tiba di Sri Lanka sekitar abad 7-8 M, meskipun para pedagang Arab ada yang sudah mengenal Sri Lanka pada masa pra-Islam.
Kedatangan Muslim dari India selama abad 19-20 M turut memberi kontribusi terhadap keberagaman Islam di Sri Lanka. Khususnya, Muslim Pakistan dan India Selatan yang mengenalkan ajarah Syiah dan mazhab Hanafi ke pulau ini. Mayoritas dari mereka berasal dari Tamil Nadu dan Kerala. Komunitas Ahmadiyah juga masuk ke Sri Lanka pada 1915. Namun, komunitas Muslim lain menganggap Ahmadiyah sebagai agama non-Muslim yang terpisah. Mayoritas Muslim Sri Lanka tetap Suni.
Tak kalah penting lagi adalah keberadaan komunitas Muslim Melayu. Orang-orang mulai datang ke Sri Lanka pada abad ke-13 lewat ekspansi seorang raja dari Semenanjung Melayu. Sebagian imigran Melayu awalnya adalah tentara, yang dikirim pemerintah colonial Belanda dan memutuskan untuk menetap di pulau itu. Imigran lain adalah kaum eksil dan anggota keluarganya yang diasingkan ke Sri Lanka dan tidak kembali lagi ke tanah airnya.

C. Konflik antaragama di Sri Lanka

– Bentrok Antara Muslim Sri Lanka Dengan Buddha. Bentrok ini terjadi karena adanya tuduhan Budha terhadap Muslim yang memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi abauddhis. Dalam peristiwa bentrok ini setidaknya tiga warga Muslim terbunuh pada bentrokan dengan penganut Budha garis keras di selatan Sri Lanka. Warga tersebut tewas akibat luka tembak di dekat Masjid kota Aluthgama yang merupakan daerah konflik sectarian terparah beberapa tahun belakangan. Sri Lanka didominasi oleh penganut Budha, persentase Muslim hanya sebesar 10%. Bentrok terjadi selama beberapa jam, dihiasi dengan aksi saling lempar batu dan botol. Menurut saksi mata, kelompok garis keras Bodu Bala Sena turun ke jalan, meneriakkan seruan anti Islam, menarik warga Islam dari bis dan melempari rumah para warga Muslim.
– Pada 7 Maret 2018 lalu, di Sri Lanka terjadi kerusuhan. Para perusuh menyerang masjid dan membakar pertokoan milik warga Muslim di distrik Kandy, Sri Lanka Tengah. Ratusan aparat gabungan militer dan polisi diterjunkan di Kandy dan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan perusuh. Teror yang dialami Muslim di Sri Lanka bukan hanya terror secara lansung namun juga melalui media social yang isinya menyerukan serangan kepada umat Muslim di Facebook.
Bentrokan antara pemeluk Budha etnis Sinhalese dan Islam di Kandy, Sri Lanka, sejak 5 Maret 2018 menewaskan tiga orang. Selain itu puluhan rumah, masjid, toko, serta kendaraan, dibakar dan dirusak. Banyak versi menyebutkan tentang penyebab bentrokan bernuansa SARA ini. Ada laporan yang menyebutkan bahwa pemicunya adalah umat Islam merusak situs atau tempat yang disucikan umat Budha di Sri Lanka, tetapi laporan itu dibantah keras oleh kelompok Muslim. Ada pula yang menyebutkan sebelumnya Muslim membunuh seorang warga Budha di Kandy. Ada juga penyebab lain yaitu, ketidaksukaan etnis Sinhalese atas kehadiran para pencari suaka Muslim Rohingya dari Myanmar yang melarikan diri dari kampong halaman mereka akibat kekerasan militer.
Namun para analisis lebih cenderung dengan alasan ketimpangan social antara Muslim dengan etnis Sinhalese. Para Muslim memegang peran penting dalam perekonomian di Kandy. Bisnis yang mereka jalani sukses sehingga memicu kecemburuan di kalangan Sinhalese. Hal ini terlihat dari banyaknya toko-toko milik Muslim yang menjadi sasaran amukan etnis Sinhalese, dibakar atau dirusak.
Sinhalese merupakan etnis mayoritas di Sri Lanka yang berjumlah 70% dari total penduduk Negara itu yang mencapai 21 juta jiwa. Umumnya, etnis Sinhalese merupakan pemeluk Budha. Senentara populasi Muslim sekitar dua juta jiwa atau 10% dari jumlah penduduk di Sri Lanka.
Di antara pemeluk Budha dan Islam, ada etnis Tamil yang populasinya mencapai 13%. Warga Tamil umumnya adalah pemeluk Hindu. Etnis Tamil pernah melakukan pemberontakan kepada pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan. Kesepakatan damai baru dicapai pada 2009.


Sumber: https://ngegas.com/

Jenis Kelinci Budidaya

Kelinci pada umumnya dipelihara karena dua alasan yaitu untuk budidaya dan ternak. Tidak ada batasan yang jelas mengenai jenis kelinci yang akan dibudidayakan dan yang termasuk dalam hewan ternak. Untuk membedakan apa yang umumnya dilihat dari produktivitas daging, bulu dan kulitnya. Silakan lihat instruksi dasar untuk kelinci.

Kelinci pedaging jenis ini biasanya disimpan untuk diambil dagingnya, sehingga harus memiliki sifat tumbuh cepat, langsing, dan berkembang pesat. Orang lain yang ingin mengambil tujuan membudidayakan bulu terutama untuk bahan baku woll di Indonesia masih langka. Jenis kelinci yang digunakan biasanya berbulu tebal, seperti kelinci angora.

Selain itu, ada juga budidaya kelinci khusus untuk diambil kulitnya. Gunakan kelinci yang memiliki warna bagus, bulu lembut dan kuat, elastisitas kulit bagus, dan permukaan tubuh lebar. Dari segi budidaya, secara umum di Indonesia termasuk jenis kejar-kejaran. Budidaya kelinci untuk mengambil wool dan kulit masih langka karena permintaan industri wool dan kulit kelinci masih terbatas. Namun tidak salah untuk mengetahui jenis kelinci yang ditanam. Kelinci jenis ini banyak dijumpai di Indonesia.

Jenis kelinci mengayuh

a. Raksasa Flemish
Sesuai dengan namanya, kelinci jenis ini memiliki berat mencapai 10 kg. Balapan tiang flemish dewasa umumnya memiliki berat 6 kg. Sekarang sangat sulit mendapatkan ras raksasa murni di Indonesia. Usaha penangkaran kelinci raksasa menggunakan persilangan yang tidak termasuk jenis murni. Ciri fisik tubuh buta raksasa dengan telinga lebar. Warna bulunya cukup berbeda dari putih, hitam, biru, kuning (flawn), abu-abu muda, abu-abu tua, dan coklat tua.

b. Kulit Putih Selandia Baru
Kelinci Putih Selandia Baru
New Zealand White berusia 2 bulan (Foto: alamtani)

Bertentangan dengan namanya, kelinci jenis ini bukan berasal dari New Zealand, melainkan dari Amerika. Diperoleh dari melintasi monster flemish. Beratnya bisa mencapai 5,5 kg dan jika dirawat dengan baik bisa bertahan hingga 10 tahun. Jumlah rata-rata anak dalam satu kali kelahiran adalah 10-12. Trah ini cocok untuk dipelihara sebagai inang kelinci. Warna bulu albino putih dengan mata merah. Kelinci lokal atau kelinci jawa. Jenis ini umumnya diolah di Indonesia.

c. Dwarf Netherland
Seperti namanya “Dutch kedil”, kelinci jenis ini berukuran kecil dan tumbuh dengan lambat. Kelinci-kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh Belanda dan dipelihara sebagai ternak di peternakan kolonial. Setelah Belanda, masyarakat kita berkembang pesat. Sebenarnya jenis ini tidak cocok untuk usaha pembibitan kelinci, namun penyebarannya sudah menyebar di Indonesia.

Jenis kelinci yang menghasilkan kulit

a. Satin
Ras ini berasal dari Amerika Serikat. Berat badan setelah lebih dari 8 bulan bisa mencapai 4-5 kg. Jumlah anak per kelahiran adalah 7-10. Kelinci satin jenis ini memiliki tulang dan cakar yang kuat. Ia memiliki tubuh yang panjang dengan kepala besar dan leher pendek. Hingga postur tubuhnya terlihat kokoh dan kuat. Satin memiliki warna bulu mulai dari putih, biru, coklat, ivory, black dan california (tubuh putih dengan moncong, telinga, jari kaki dan ekor hitam).

b. Rex
Perlombaan ini cukup baru dengan harta karun yang mendetail. Dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1980-an sebagai kelinci hias. Namun karena memiliki keunggulan dikejar-kejar maka jenis ini banyak menggunakan kelinci broiler. Brex rex brex paling baik dilakukan di tempat yang sejuk dan sejuk dengan suhu maksimum sekitar 5-15oC. Beratnya sekitar 3,6 kg dan dagingnya enak. Kelebihan kelinci rex jenis ini adalah lembut dan mengembang, tidak mudah rontok. Sehingga kulitnya cocok untuk diambil.