Tak Ada Penarikan Guru PNS

Tak Ada Penarikan Guru PNS

Tak Ada Penarikan Guru PNS
Tak Ada Penarikan Guru PNS

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menaruh perhatian

terhadap isu penugasan guru PNS di sekolah swasta. Setelah Kemendikbud berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB, diputuskan tidak ada penarikan guru PNS di sekolah swasta. Keterangan itu disampaikan Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi.

Dia menjelaskan, pemerintah memiliki kuota untuk CPNS guru baru sehingga bisa ditambahkan buat mengisi kebutuhan di sekolah swasta. Menurut dia, di sejumlah daerah sekolah swasta kekurangan guru. Karena itu, pemerintah daerah harus menempatkan guru PNS di sekolah swasta.

”Contohnya di Papua, sekitar 90 persen guru di sekolah swasta itu guru PNS

,” jelasnya di kantor Kemendikbud kemarin.

Dia tidak memungkiri adanya pemda yang sudah menarik guru-guru PNS dari sekolah swasta. Kementerian PAN-RB akan memberikan arahan soal kebijakan kepegawaian itu.

Dikatakan, sekolah swasta pada dasarnya memiliki hubungan saling membutuhkan dengan pemerintah. Di satu sisi, sekolah swasta membantu pembukaan akses pendidikan yang tidak terjangkau pemerintah. Karena itu, pemerintah perlu membantu untuk menyediakan guru PNS di sekolah swasta.

”Khususnya untuk guru-guru PNS di SMK,” jelas Didik. Sebab, saat ini komposisi SMK s

wasta jauh lebih besar bila dibandingkan dengan SMK negeri. ”Sekolah swasta itu ikut mencerdaskan bangsa. Pemerintah tidak boleh melupakan jasa itu,” ucap dia.

Sejatinya urusan penugasan guru PNS di sekolah swasta sampai saat ini belum klir. Sebab, patokan penugasan PNS sampai sekarang mengacu pada UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Di dalam UU ASN, dinyatakan bahwa PNS bertugas di institusi milik pemerintah pusat maupun daerah. Dengan begitu, guru PNS juga seharusnya bertugas di sekolah negeri.

Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan menuturkan, penugasan guru PNS di sekolah swasta terkait dengan pembahasan pelayanan publik dan penataan SDM aparatur. Dia berharap di dalam sebelas rancangan peraturan pemerintah (RPP) turunan UU ASN ada aturan tegas tentang tugas guru PNS. ”Kalau memang guru PNS dibutuhkan di sekolah swasta, harus diatur di dalam RPP,” timpalnya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Garuda Nusantara Pelopor UNBK Swasta

Garuda Nusantara Pelopor UNBK Swasta

Garuda Nusantara Pelopor UNBK Swasta
Garuda Nusantara Pelopor UNBK Swasta

CIMAHI – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017/2018 j

adi momok menakutkan bagi SMA/SMK, terutama mereka yang fasilitas komputernya masih mini. Hal itu karena tahun ini seluruh SMA/SMK wajib melaksanakan UNBK.

Kepala SMK TI Garuda Nusantara, Arip Setiawan mengatakan UNBK merupakan terobosan sistem pendidikan nasional, mendidik anak mandiri. ”Karena setiap anak pengerjaan soalnya berbeda sehingga tidak mungkin bisa nyontek, pengawasan ringan sehingga sekolah terbantu. Pokoknya EEP (Efektip Efisien dan Produktip, Red.),” ujar Kepala SMK TI Garuda Nusantara, Arip Setiawan.

”Alhamdulillah SMK TI Garuda Nusantara yang merupakan pelopor pelaksanaan UNBK swasta. Tahun 2014 mendapat penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan bantuan alat-alat berupa 30 komputer, 5 laptop dan 5 server,” tambah Arip di kantornya Jalan Sangkuriang Cimahi, Rabu (1/2).

Arip juga mengungkapkan, saat itu memang agak berat karena harus menyediakan laboratorium

komputer dengan jumlah sepertiga peserta UNBK. ”Tapi karena sekolah kami memang lebih banyak jurusan IT. Komputer adalah harga mati. Kini ketika seluruh SMK wajib UNBK bagi kami biasa saja,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya pun siap membantu SMK, SMA atau SMP lain yang akan bergabung ikut ujian di sekolahnya. Kini peserta UNBK di sekolahnya 585 siswa maka harus tersedia minim 200 komputer.

”SMK TI Garuda Nusantara memiliki 350 komputer jadi UNBK tidak masaalah, bahkan ujian semeste

r atau yang lainnya. Kami biasa UNBK sehingga siswa dapat menggunakan HP-nya dari rumah ketika ulangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata Arip, system UNBK memang tidak menentukan kelulusan. Hasil UNBK ditambah nilai raport dan ujian sekolah dibagi 3. Meskipun begitu sistem pendidikan dan pengajaran di sekolah harus terjaga sebab kalau nilai UNBK 2, tentu sulit anak lulus.

”Kini sekolah negeri dan swasta bersaing, manajemen, fasilitas, disiplin dan kualifikasi guru sangat menentukan sebuah sekolah mendapat kepercayaan masyarakat. Di awal tahun, masyarakat akan menilai sekolah mana yang pantas tempat anaknya belajar” Pungkas Arip Setiawan. (bun/ign)

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Inilah Beberapa Hal Yang Membuatmu Terbebas Dari Kekangan

Inilah Beberapa Hal Yang Membuatmu Terbebas Dari Kekangan

Setiap hal yang kita lakukan pasti selalu saja dapat beragam komentar dari orang orang di sekeliling kita, baik itu positif ataupun negatif, kedua akan sama sama baik tergantung bagaimana kita merespon dari komentar komentar tersebut.

Begitu pula yang negatif, sisi baiknya bisa menjadi motivasi buat kita supaya menjadi lebih baik kedepannya tapi komentar negatif juga bisa menjadi toxic dalam pikiran kita sehingga menjadikan kita tidak bisa menghargai diri kita sendiri. Ada beberapa hal nih buat mengatasi komentar negatif supaya menanggapinya dengan baik:

1. Bersyukur dengan apa yang kamu miliki
Hal pertama saat kamu mendengar komentar negatif adalah bersyukur, karena masih banyak yang peduli dengan mu untuk melakukan hal lebih baik, walaupun menerimanya tidak mudah akan tetapi dengan bersyukur bisa menenangkan diri kamu.

Bersyukur juga atas yang telah kamu lakukan untuk pencapaian saat ini meskipun belum sempurna tapi kamu telah melakukan yang terbaik buat hidupmu.

Bersyukur dengan hal yang telah kamu miliki, saat kita melihat keatas itu hanya sebagai motivasi untuk langkah kamu selanjutnya akan tetapi kamu juga harus melihat kebawah untuk hal hal yang syukuri

2. Ingat! Hidupmu juga perlu bahagia

Percaya hidupmu bukan seperti yang orang lain kata kan, karena bahagia kita yang tentukan dan yang kita rasakan bukan yang mereka katakan.

Hidup mu jauh lebih bahagia mungkin kamu tak menyadarinya karena kamu selalu melihat kebahagiaan yang terjadi pada orang lain sehingga kebahagiaan mu sendiri tertutupi oleh rasa kebahagiaan orang lain yang tidak dapat kamu rasakan.

Mungkin sesaat tampak biasa saja tapi coba kamu bayangkan jika kehilangan hal yang kamu miliki saat ini, maka kamu akan merasakan betapa bahagia nya hidup mu saat ini dengan apa yang kamu miliki.

3. Tidak semua orang dilahirkan sama

Kata-kata yang terlontar dari orang lain bisa saja karena mereka pernah merasakan diposisi mu sebelumnya atau bahkan belum sama sekali merasakan akan tetapi telah mengejudge diri kamu, tanpa mereka sadari.

Jangan biarkan komentar itu terpenjara dalam pikiran mu, yang harus kamu ingat setiap orang di lahirkan tidak sama, kehidupan mu berbeda dengan mereka, lingkungan mu, kebiasaan mu, sifat mu itu tidak sama.

Walaupun mereka berbicara dan merasakan pernah di posisi mu tapi sebenarnya itu tidak benar benar sama. Hanya dirimu sendirilah yang mengerti dan memahami posisi mu saat ini.

4. Fokus dengan kelebihanmu

Seperti point sebelumnya, setiap orang dilahirkan tidak sama. Kita, baik aku kamu atapun dia memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri.

Kamu boleh mencoba berbagai macam hal dan berusaha sekeras yang kamu bisa untuk sama seperti mereka. Tetapi, jika gagal jangan terus menyalahkan dirimu sendiri, bisa jadi bukan itu lah benar benar kamu inginkan atau hanya sekedar rasa ingin tau.

Cobalah untuk mencari tau apa kelebihan mu dan fokuslah membangun dari kamu, karena kamu itu luar biasa dan setiap orang itu berbeda.

5. Enjoy your life~

Mendengarkan apa yang orang lain katakan akan membuat lelah dirimu sendiri karena kamu selalu berusaha melakukan untuk apa yang mereka katakan dan melupakan apa yang kamu inginkan.

Saat ini berhentilah untuk terus menyenangkan hati setiap orang karena pada dasarnya tidak semua orang menyukai apa yang kita lakukan.

Maka nikmatilah setiap hal yang buat mu bahagia tanpa merugikan orang lain karena hidupmu terlalu berharga dari setiap ucapan orang lain tentang hidup.

Jadi jangan terlalu memikirkan apa persepsi orang lain tentang kamu, jika kamu rasa itu terbaik maka lakukanlah, apapun hasilnya kamu sendiri yang menjalani. Ini hidup mu dan jangan biarkan hidup mu tumbuh di penuhi oleh apa yang orang lain katakan.

Baca Juga : 

Tanda – Tanda Anak Cerdas yang Harus Diketahui Orang Tua

Tanda – Tanda Anak Cerdas yang Harus Diketahui Orang Tua

Memahami karakter anak semenjak dini memang menjadi sebuah aspek yang paling penting sebab dengan mengetahui karakter anak semenjak dini bisa menjadikan anak tumbuh dengan baik dan mendapatkan edukasi yang cocok karakter anak mulai TK hingga dengan perguruan tinggi.

Anda pun harus tahu tentang laksana apa pola anak kita dalam menerima edukasi sejak di umur dini. Apakah anak Anda tergolong orang yang gampang menerima edukasi yang kita ajarkan semenjak kesatu kali interaksinya atau tidak? Semua ini mesti ditelaah oleh orang tua semenjak dini agar nantinya orang tua tidak bingung dalam menyerahkan pendidikan atas anak – anaknya. Mengenai anak memang terdapat yang cerdas dan terdapat yang kurang. Tentunya pendidikan dua-duanya akan bertolak belakang perkembangan. Bagi anak – anak yang cerdas, sebetulnya mulai dari kecil terdapat tanda – tandanya bila kita perhatikan. Seperti apa tanda – tanda anak cerdas yang mesti diketahui oleh orang tua?

Tanda – Tanda Anak Cerdas

Konsentrasi yang intens
Anak – anak memang pada lazimnya akan mengalami kendala untuk berkonsentrasi dan akan konsentrasi pada sebuah hal. Akan namun anak yang cerdas dapat berkonsentrasi dengan intens dalam masa-masa yang lama serta pun dapat menuntaskan pekerjaan tanpa tidak sedikit terpengaruh pun dengan situasi yang terdapat di sekitarnya.

Daya ingat yang kuat
Anak yang cerdas memang seringkali memiliki memori yang powerful atas sekian banyak macam informasi yang barangkali pernah disaksikan atau pernah didengar. Dan nantinya dengan daya ingat ini anak pun akan lebih gampang dalam mengetahui dan pun menangkap latihan yang terdapat di sekolah. Kemudian selain tersebut soal daya ingat pun akan berfungsi dalam membina rasa percaya diri dan rasa berdikari pada diri anak.

Memiliki kosa kata yang tinggi
Kecerdasan yang dipunyai oleh seorang anak pun akan ditandai dengan penguasaan kosa kata yang tinggi. Dan mereka pun dapat memakai kosa kata yang susah dengan tepat serta dapat menyampaikan suatu kalimat dengan lengkap. Bahkan didalam penelitian pun akan dapat mengejar bahwa anak – anak dengan kosa kata lisan yang baik akan ingin menjadi tanda anak yang cerdas di sekolahnya.

Memperhatikan rinci
Anak yang cerdas pun ditandai dengan kemampuannya menyimak suatu detail. Biasanya anak yang cerdas bakal sangat menyimak suatu rinci yang barangkali detail tersebut sebetulnya tidak diacuhkan oleh orang lain.

Tertarik dengan tidak sedikit hal
Pada lazimnya anak yang cerdas memang akan mengindikasikan kebersangkutanannya dengan tidak sedikit hal. Mereka tidak bakal tertarik pada permukaan saja sebab mereka juga hendak mengeksplorasi minat secara lebih dalam lagi.

Demikian kiranya tidak banyak informasi yang kami bisa berikan guna Anda mengenai Tanda – Tanda Anak Cerdas. Semoga informasi diatas menjadi suatu informasi yang berfungsi dan menginspirasi.

Sumber : http://www.lochruadh.org/?id=exit&link=www.pelajaran.co.id

Strategi Penerapan Pendidikan Moral Bagi Siswa

Strategi Penerapan Pendidikan Moral Bagi Siswa

Tak melulu cerdas saja namun moral pun sangat penting dipunyai oleh semua siswa. Kecerdasan tanpa moral laksana padi tanpa buah. Tak mengandung dan tak bakal ada gunanya. Begitu pun dengan murid cerdas namun tidak bermoral pasti tak bakal ada kiprah positif atas dirinya. Karena tersebut sebenarnya kunci suksesnya sebuah pendidikan ialah pendidikan moral guna siswa.

Mengenai edukasi moral tersebut, pasti saja sekolah punya kontribusi yang sangat urgen dalam menyerahkan pendidikan moral guna siswa. Strategi penerapan edukasi moral yang terbaik mesti dijalankan oleh lembaga pendidikan supaya mendapatkan generasi edukasi yang cerdas dan bermartabat. Seperti apa strategi penerapan edukasi moral untuk murid yang menjadi paling tepat dilakukan? Berikut anda akan ulas informasi lengkapnya di bawah ini!

Strategi Penerapan Pendidikan Moral Bagi Siswa

Keteladanan
Memberikan misal dan pun teladan untuk anak memang dinilai sebagai sebuah strategi yang paling efektif dalam mengerjakan pembentukan moral anak. Nantinya strategi ajaran yang sering dilaksanakan pihak orang tua, guru dan pun orang dewasa pun sama. Dan seringkali pun akan memunculkan pembangkangan atas pertumbuhan anak – anaknya nanti.

Dan yang sebaliknya pun terjadi dimana saat kita mengajarkan sesuatu nilai moral dan pun etika disertai misal dan pun bukti nyata malah ini bakal dapat lebih mengindikasikan hasil yang signifikan nantinya. Dan orang tua pun akan menyaksikan perkembangan yang baik guna ke depan dari anak – anaknya. Cara pemberian nilai moral disertai misal juga sebetulnya perlu dilaksanakan oleh seorang guru dalam mendidik siswanya di sekolah.

Pembiasaan diri
Kebiasaan demi kelaziman unik serta positif yang dilaksanakan didalam suatu keluarga, lingkungan sekolah dan pun masyarakat memang butuh dikembangkan secara benar – benar berkesinambungan. Nantinya kelaziman ini pun akan mengarah pada pembentukan moral anak ke depannya.

Misalkan saat pemberian hukuman untuk anak atau murid yang melakukan kekeliruan sebagai bukti dari adanya tanggung jawab atas tingkah laku yang bisa merugikan diri sendiri atau pun orang lain. Nantinya aspek pemberian penghargaan secara verbal atau pun secara non verbal untuk siswa pun dapat dibiasakan.

Peraturan tata tertib sekolah
Didalam family memang mempunyai aturan dan tata tertib tertentu pun harus ditaati sampai-sampai nantinya anak terbiasa juga supaya bisa patuh dan taat pada masing-masing aturan dan tata undang – undang yang berlaku. Bahkan di lembaga sekolah pun pasti sudah mempunyai peraturan dan perundang – undangan yang berlaku. Hukuman dan pun sanksi yang diserahkan kepada murid yang melanggar pun mesti bersikap mendidik dan turut menyerahkan efek kesadaran diri pada murid yang bersangkutan.

Semoga apa yang kami berikan diatas mengenai Strategi Penerapan Pendidikan Moral Bagi Siswa menjadi suatu informasi yang berfungsi dan menginspirasi. Terapkan strategi edukasi moral dan ayo dapatkan generasi penerus yang terbaik.

Sumber : http://www.liveonrent.com/ads.php?ad=http%3A//www.pelajaran.co.id

Hanya Anda Yang Bisa Mengubah Diri Sendiri

Hanya Anda Yang Bisa Mengubah Diri Sendiri

Hanya Anda Yang Bisa Mengubah Diri Sendiri
Hanya Anda Yang Bisa Mengubah Diri Sendiri

Pada suatu hari, di sebuah perusahaan besar, ada pengumuman besar yang tertulis pada pintu-pintu kantor. “Ada salah satu pegawai yang telah menghambat kemajuan kantor, dan dia telah meninggal kemarin. Kami mengundang Anda pada upacara pemakaman yang akan diadakan di ruang olahraga lantai dasar.” Semua orang merasa sedih karena mereka telah kehilangan rekan kerja, tetapi mereka juga penasaran siapakah orang yang telah menghambat kemajuan kantor. Setelah pengumuman dibaca hampir semua pegawai, ruang olahraga penuh disesaki pegawai yang ingin melihat siapa pegawai yang dimaksud. Beberapa petugas keamanan bahkan harus menjaga keramaian itu. Salah satu pegawai berhasil mendekati peti mati dan membuka bagian penutup peti. Ketika peti dibuka, tidak ada siapapun di dalam peti mati. Hanya ada sebuah cermin di bagian bawah peti yang memantulkan bayangan siapapun yang melihatnya. Tak hanya ada cermin di dalam sana, ada sebuah kertas yang bertuliskan: “Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengubah hidup Anda sendiri. Anda adalah satu-satunya orang yang bisa menebar kebahagiaan, pencapaian dan kesuksesan. Anda satu-satunya orang yang dapat menolong diri Anda sendiri. Hidup Anda tidak akan berubah saat bos Anda berubah. Hidup Anda tidak akan berubah jika istri Anda berubah. Hidup Anda tidak akan berubah jika perusahaan berubah.” “Hidup Anda berubah pada Anda mengubahnya, karena hidup Anda akan jalan di tempat walaupun sebanyak apapun orang lain di sekitar Anda berubah.

Baca Juga : 

Simpan Permata, Dan Buang Batu Buruk

Simpan Permata, Dan Buang Batu Buruk

Simpan Permata, Dan Buang Batu Buruk
Simpan Permata, Dan Buang Batu Buruk

Saat aku mulai mengenal kampung tempatku tinggal, kakek Otto sudah begitu populer. Dia tinggal sebatang kara saja, namun tidak pernah terlihat menganggur ataupun kesepian. Di pagi hari, aku biasa melihat kakek Otto pergi ke pasar sementara aku pergi ke sekolah. Sore harinya, kakek terlihat di beranda rumah sedang mengerjakan sesuatu, seringkali ditemani beberapa pemuda atau para tua-tua kampung sambil bercengkrama entah tentang apa. Kabarnya kakek Otto punya seorang anak laki-laki. Beliau sendiri terkadang menyisipkan cerita tentang anaknya saat berbincang. Anak yang sangat baik, suka membantu kakek Otto mengerjakan banyak hal sejak usianya sangat belia. Dari mengurus rumah hingga menjalankan bengkel kecil Otto, si anak selalu terlibat. Bahkan saat sudah bisa bekerja sendiri, kakek Otto mengaku beberapa barang berharga miliknya adalah pemberian dari anaknya. Kerap kali orang-orang menanyakan di mana sekarang anak itu, dan mengapa tidak pernah berkunjung. Kakek Otto hanya menjawab dia tidak ingin merepotkan anaknya, karena itu dia menghindari kontak dengannya. Melihat keceriaan kakek, tidak ada orang yang memikirkan hal ini lebih jauh. Suatu hari, kedatangan seorang pria di rumah kakek Otto menarik perhatian para tetangga. Bukan saja karena kakek Otto selama ini tidak pernah kedatangan tamu dari luar kampung, tapi juga penampilan tamu itu sangat acak-acakan. Kakek Otto hanya tersenyum ramah pada orang-orang yang memandang mereka dengan rasa ingin tahu. Belakangan semua orang tahu itu adalah anak kakek Otto yang selalu dibangga-banggakan. Namun para tetangga termasuk ayah dan ibuku mulai keheranan ketika beberapa kali mendengar keributan dari rumah kakek Otto. Apalagi si anak juga tidak pernah keluar rumah untuk berbaur dengan warga kampung. Warga kerap kali mendapati si anak berkata dengan kasar pada kakek Otto dan bermuka masam. Untung saja suasana tidak enak itu hanya berlangsung sekitar satu bulan, anak kakek Otto kembali menghilang. Warga pun tidak bisa menahan keingintahuannya, mereka memberondong kakek Otto dengan banyak pertanyaan tentang anaknya. Namun warga harus kecewa karena jawaban kakek Otto tetap saja positif dan membanggakan anaknya. Ketika ditanya mengapa anaknya tiba-tiba pulang, kakek Otto berkata bahwa dia merindukan ayahnya; mengapa perlakuannya sangat buruk, kakek Otto menyangkal, dia bilang anaknya hanya lelah dan selama satu bulan ini dia telah memperlakukan kakek Otto dengan sangat baik. Seorang warga yang tidak tahan lagi akhirnya berkata dengan jujur bahwa anak kakek Otto terlihat tidak menyenangkan dan heran sekali kakek Otto masih bisa mengatakan sesuatu yang positif tentang anak itu. Akhirnya kakek Otto pun membocorkan sedikit rahasianya. “Anakku dulu adalah seorang yang baik, hingga dia tahu bahwa aku bukan ayah kandungnya, dan dia sebenarnya anak dari saudagar kaya. Menghadapi kerasnya hidup, dia mulai bertanya-tanya mengapa dirinya tidak pernah dibiarkan untuk tahu dan sedikit mengharap keberuntungan dari ayah kandungnya itu. “Namun aku memilih untuk mengingat hal-hal baik dan manis yang pernah ada. Itu membuat hidupku terasa lengkap. Tidak ada gunanya mengingat segala keburukan karena tidak ada jika tidak ada yang bisa dilakukan lagi, dan kepahitan itu hanya akan menggerogoti hatimu.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Pasir dan Mutiara

Pasir dan Mutiara

Pasir dan Mutiara
Pasir dan Mutiara

Ada seorang anak muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Tanpa pengalaman, berbekal ijazah dan impian yang besar, dia mulai menapakkan langkah, mencoba terjun ke masyarakat dengan mencari pekerjaan. Dia mengirim banyak surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Sayang, harapannya tak sesuai kenyataan. Penolakan demi penolakan justru diterimanya. Tapi, saat diterima pun, ternyata pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Saat dia pindah ke perusahaan lain, dan kemudian berpindah lagi, keadaan pun tidak jauh berbeda. Kekecewaannya berulang lagi. Ia merasa kecewa pada perusahaan, kecewa pada diri sendiri, dan kecewa pada penerimaan orang lain terhadap dirinya yang tidak sesuai dengan harapannya. Semua itu menyebabkan dia semakin hari merasa semakin stres, dan akhirnya berniat mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. Untuk mewujudkan niatnya, dia memilih lautan sebagai tempat untuk bunuh diri. Setibanya di tepi laut yang berombak besar, segera niatnya dilaksanakan. Dia pun berlari mengejar ombak dan melemparkan dirinya ke dalam gelombang air pasang yang siap menelan tubuhnya. Tetapi usahanya gagal! Beberapa kali ia mencoba, juga gagal lagi. Saat itu, ada pria setengah baya yang kebetulan melihat ulah si pemuda dan segera menghampirinya. Orang itu lantas bertanya kepadanya, “Hei anak muda, kenapa engkau mau mengakhiri hidupmu dengan jalan pintas seperti ini?” Dengan muka sedih dan kepala tertunduk, si pemuda menjawab, “Hidupku sungguh tidak berarti. Aku gagal! Aku kecewa pada perusahaan tempatku bekerja. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku juga kecewa pada masyarakat yang meremehkan dan memandang rendah diriku. Untuk apa lagi aku hidup seperti ini?” “Anak muda, caramu berpikir itu salah! Pantas kamu mengambil jalan pintas seperti ini. Lihatlah ini,” bapak itu berkata sambil tangannya mengambil sejumput pasir dan kemudian melemparkan ke depan. Pasir itu pun segera terserak bersama pasir yang lain. Setelah itu, dia berkata, “Pungutlah pasir yang saya lempar tadi.” “Ah, mana mungkinpasir itubisa saya pungut lagi,” jawab si pemuda keheranan, tak tahu apa maksud bapak itu menyuruhnya seperti itu. Melihat pemuda itu tampak tak mengerti maksud perintahnya, bapak itu kemudian ganti mengambil suatu benda dari kantong sakunya dan berkata, “Sekarang, pungutlah mutiara ini.” Paman itu lantas melemparkannya mutiara dari kantongnya, sama seperti pasir tadi. Dengan segera dipungutlah mutiara itu oleh si pemuda. Mudah sekali! “Nah anak muda, dirimu saat ini, sama seperti butir pasir di pantai, tidak berbeda dengan pasir-pasir yang lainnya. Kalau kamu ingin diakui keberadaanmu dan memperoleh perhargaan dari orang lain, maka jadilah seperti mutiara ini. Tetapi, untuk bisa menjadi mutiara, perlu waktu dan perjuangan yang tidak ringan. Maka, berhentilah mengeluh dan menyalahkan orang lain. Belajar dan poleslah diri dengan sungguh-sungguh dan jadilah mutiara di kemudian hari.” Si pemuda spontan menjabat erat tangan bapak itu, “Terima kasih Pak, saya memang salah. Sekarang saya sadar dan mengerti. Saya berjanji akan berubah dan memoles diri dengan keras untuk menjadi mutiara sejati.” Maka, si pemuda segera bergegas, ingin memulai harinya yang baru dengan semangat untuk jadi mutiara yang berharga. Kerabat Imelda….Saat kita sadar dan mengerti bahwa meraih kesuksesan itu membutuhkan proses dan perjuangan, maka mentalitas kita akan semakin kuat. Dengan keberanian, ketekunan, dan keuletan, kita siap menghadapi setiap rintangan yang muncul, untuk meraih kesuksesan dan kehidupan yang jauh lebih bernilai. Mutiara yang indah lahir dari proses alam yang cukup lama. Demikian juga diri kita. Untuk menjadi orang yang dihargai, disegani, dan dihormati, juga perlu pengorbanan dan proses yang berliku dan memakan waktu lama. Tapi, dengan satu tujuan yang pasti, kerja keras, tekad baja, kita akan benar-benar menjadi mutiara yang berharga bagi diri sendiri dan orang lain. Tidak ada sukses tanpa perjuangan. Tidak ada keberhasilan tanpa diiringi peluh keringat dan kerja keras. Maju terus dan poles diri dengan semangat pantang menyerah! Raih kesuksesan dengan langkah pasti!

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Cara Bantu Anak Mengatasi Terlambat Membaca

Cara Bantu Anak Mengatasi Terlambat Membaca

Ketika anak sudah menginjak usia sekolah, banyak sekali orang tua mulai mengajarkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung pada anak. Tak jarang mereka menjadi khawatir ketika anak terlambat membaca, belum mengetahui hitungan, atau tidak mau mencatat seperti teman-teman sebayanya.

Berbagai benak negatif bermunculan, mungkinkah si kecil merasakan suatu kelainan tertentu? kita tidak butuh panik, ini yang butuh Anda lakukan saat si kecil terlambat membaca:

Memahami Tahapan Belajar Membaca pada Anak

Ada 3 langkah yang bisa Anda jadikan acuan dalam mengawasi perkembangan anak belajar membaca. Tahap kesatu, ketika anak umur 3 tahun. Pada etape ini, seharusnya anak telah belajar mengenal dan menilik sedikitnya 15 alfabet.

Tahap kedua, saat anak menginjak usia 4 tahun. Pada etape ini, Anda bisa mulai mengajari menyimak dan menilik kosakata yang gampang pada si kecil. Misal, melafalkan namanya sendiri, melafalkan papa atau mama, dan mengenali benda-benda sekitar. Anda bisa melatihnya dengan kartu bergambar.

Tahap ketiga, keterampilan membaca si kecil meningkat ketika dia berusia 5 tahun. Pada etape ini seharusnya dia mulai dapat membaca 2-3 suku kata dengan alfabet yang bervariasi. Sebagai contoh, bermain, belajar, berenang, dan sejumlah suku kata lain.

Mengenal Penyebab Anak Terlambat Membaca

Ketika anak terlambat membaca, penyebabnya bisa bermacam-macam, di antaranya:

– Kurangnya stimulasi.
– Sulit mengidentifikasi teknik pengucapan sebuah huruf dengan benar.
– Sulit membedakan sejumlah jenis huruf yang bentuknya serupa.
– Kesulitan dalam mempelajari kosakata baru.
– Adanya riwayat terlambat bicara dalam keluarga.

Mengasah Kemampuan Membaca pada Anak

Kemampuan membaca, masuk dalam tipe kepintaran linguistik. Kecerdasan ini bisa distimulasi semenjak bayi, dengan teknik mengajaknya bicara, membacakan kitab dengan suara nyaring, atau mengajaknya bernyanyi. Aktivitas berikut yang nantinya bakal membangun kelaziman si kecil guna tertarik pada kitab gambar, kitab cerita, simbol, dan huruf.

Lancar menyimak adalahkomponen utama dalam edukasi si kecil. Namun, saat anak terlambat membaca, tidak boleh keburu marah dulu, ya, Bunda. Karena masing-masing anak mempunyai perkembangan yang berbeda-beda. Terus dukung si kecil guna belajar menyimak dengan nyaman dan menyenangkan. Dengan demikian, minat bacanya bakal tumbuh dan berkembang secara perlahan.

http://www.red-ring.com/rssnewsitem.php?urltodisplay=https://www.pelajaran.co.id

IGI: Batalkan 36 Kepsek SMA

IGI: Batalkan 36 Kepsek SMA

IGI Batalkan 36 Kepsek SMA
IGI Batalkan 36 Kepsek SMA

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Jawa Barat mengkritisi pengangkatan 36 kepala SMA

dan SMK yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pada Juni 2018 lalu. IGI menilai jika pengangkatan itu telah menyalahi aturan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dan sarat akan kepentingan politik tertentu.
Cucu Sukmana
Ketua Ikatan Guru Indonesia Jabar

Ketua IGI Jawa Barat, Cucu Sukmana menyebutkan pihaknya telah melayangkan protes d

engan mengirimkan Surat Permohonan Pembentukan Tim Investigasi ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Dirjen GTK Kemendikbud, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Irjen Kemendikbud.

”Harapannya, tentu Kemendikbud segera menurunkan Inspektorat sebagai Tim Investigasi, untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Termasuk Pak Pj Gubernur Jawa Barat diharapkan menindaklanjuti juga,” ujar Cucu Sukmana ke Jabar Ekspres dihubungi melalui telepon genggamnya kemarin (3/8).

Cucu menyebutkan beberapa poin yang janggal diantaranya calon yang diangkat Kadisdik

dan Gubernur Jabar itu, ternyata tak memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah). Padahal seharusnya, sebut dia, sesuai dengan aturan untuk pengangkatan kepala sekolah harus memiliki NUKS. Apabila tidak memilik, hal itu menurutnya tidak memenuhi persyaratan.

Tak hanya itu, sebelum pengangkatan kepala sekolah itu pun tak ada proses seleksi secara terbuka. Para calon yang sebelumnya tidak lulus ditunjuk langsung.

”Sebenarnya dari sisi kualifikasi jelas belum memenuhi syarat karena calon yang diangkat ternyata peserta yang tidak lolos pada proses seleksi tahun sebelumnya,” terangnya.

Fakta lain, dikatakan Cucu, ada beberapa kepala sekolah yang diangkat baru mendapatkan Surat Keterangan Mutasi dari Kantor Cabang Dinas (KCD) masing-masing wilayah. Padahal, sesuai aturan KCD tak memiliki wewenang tersebut. ”Proses pengangkatan 36 kepala sekolah tersebut tidak melalui proses persiapan Diklat oleh para calon kepala sekolahnya. Jadi, disatu sisi IGI menyoroti kecurigaan indikasi jual beli jabatan. Juga kemarin, pada saat pengangkatan kebetulan suasana Pilkada. Sehingga, sangat wajar publik menaruh curiga besar terhadap pengangkatan 36 kepala sekolah tersebut,” katanya.

 

Baca Juga :