Kendala-Kendala Melobi Pejabat

Kendala-Kendala Melobi Pejabat

Kendala-Kendala Melobi Pejabat
Kendala-Kendala Melobi Pejabat
  • Setelah mendapat mandate dari rakyat, pemegang kekuasaan pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif acapkali cara berpikirnya berubah
  • Para pejabat publik berada dalam situasi seperti seorang pedagang, yang pasti akan memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya
  • Pejabat publik keberadaannya tak lepas dari latar belakang kelompok atau partainya
  • Para pejabat dalam mengambil keputusan kerap kali tidak didasarkan pertimbangan sendiri melainkan sering meminda nasihat dari orang disekitarnya
  • Para pejabat publik seringkali dalam pekerjaannya terikat oleh aturan protokoler dan birokrasi yang seringkali rumit yang berakibat terbuangnya waktu
  • Para pejabat publik disamping terikat oleh kegiatan protokoler dan seremonial juga sebaliknya pasti ada kejenuhan atas rutinitas tersebut, sehingga juga membutuhkan ruang publik yang lebih bernuansa non-formal

Baca Juga :

Mitos dan Fakta Kuliah Online

Sebelum Memutuskan, Inilah Mitos dan Fakta Kuliah Online Yang Perlu Diketahui

Bagi kamu yang baru lulus SMA, kuliah online mungkin bukan pilihan utama kamu. Rasanya, kuliah reguler (yaitu mendatangi kelas di kampus seperti layaknya mahasiswa) masih menjadi pilihan utama. Apalagi, kamu juga ingin mencicipi pengalaman berkuliah dan berorganisasi di kampus. Hitung-hitung sebagai sarana networking di kemudian hari. Banyak yang masih percaya bahwa hanya inilah cara kamu dapat bersosialisasi selama masa kuliah.

Lalu, bagaimana dengan kuliah online? mungkin kamu baru akan terpikir untuk memilih kuliah online setelah lulus D3 atau S1. Misalnya saja saat ini kamu sudah bekerja, namun masih ingin kuliah S2. Sayangnya, saat ini kamu mengalami kesulitan untuk membagi waktu antara bekerja dengan kuliah. Tidak hanya kemacetan lalu lintas yang menjadi hambatan. Jadwal kerja yang sesekali diselingi oleh lembur hingga business trip ke luar kota dan ke luar negeri juga menjadi penyebab kamu berpotensi lebih sering membolos kuliah. Karena kuliah yang kamu pilih bisa dilakukan secara online, maka kamu pun percaya jadwalmu tidak akan mudah terganggu karenanya. Tapi, benarkah selalu demikian?

Mitos Seputar Kuliah Online yang Selama Ini Kamu Dengar

Mendengar kata kuliah online, apa saja yang mungkin saat ini terbayang di benakmu? Mungkin beberapa pendapat ini sudah sering sekali kamu dengar. Makanya, tidak heran kalau kamu berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk mengambil kuliah online. Mari kita cek satu-persatu.

Kuliah online berarti tidak bersosialisasi dengan teman kampus

Selama ini, bayangan kamu adalah hanya duduk berhadapan dengan laptop atau ponsel pintar di tanganmu. Meskipun banyak mahasiswa lain yang mengambil jurusan yang sama, kadang kamu praktis kuliah langsung dari kamar kamu. Enaknya sih, tidak perlu mandi dan berganti baju, selama koneksi internet memadai. Bisa sambil makan lagi, meski tidak ada teman sebangku di sampingmu.

Kualitas pengajaran rendah

Karena banyaknya materi gratisan yang dapat kamu temukan di internet, asumsi ini lazim sekali untuk kuliah online. Bahkan, semakin mahal dan sulit materi kuliah ditemukan, maka semakin berkualitas jadinya.

Kamu bisa membagi waktu dengan pekerjaanmu

Seperti yang sudah disebutkan tadi, kuliah sambil bekerja merupakan tantangan tersendiri. Bila rela kehilangan akhir pekan dengan mendatangi kelas khusus karyawan di kampus, tidak masalah. Namun bila tidak, maka kuliah online adalah solusinya. Paling kamu hanya harus ke kampus saat ujian atau urusan administrasi.

Perusahaan tidak mau menerima lulusan kuliah online

Ini juga salah satu ketakutan umum yang dirasakan mereka yang menempuh jalur kuliah online. Akreditasinya bagaimana? Apakah perusahaan mau mempertimbangkan kamu, meskipun tidak kuliah dengan cara biasa?

Kuliah online rawan menyontek

“Ah, ‘kan tidak ada yang mengawasi ini.” Mungkin begitu pikirmu saat sedang mengerjakan esai atau tugas lainnya. Daripada capek-capek berpikir, mendingan plagiat saja tulisan yang sudah ada. Paling hanya diubah-ubah sedikit sebelum di-email ke dosen yang bersangkutan.

Biaya untuk kuliah online jauh lebih murah

Mitos ini beredar akibat asumsi satu arah: kamu tidak perlu ke tempat kuliah dan tidak ada biaya administrasi terkait biaya bangunan dan urusan struktural kampus. Tinggal klik dari kamarmu dan mulailah kuliah.

Kuliah online jauh lebih mudah daripada kuliah reguler
Anggapan ini nyaris sama dengan asumsi bahwa kuliah online dapat lebih membantumu membagi waktu. Selain karena kadang kamu bebas mengunduh materi-materi yang diberikan, ada beberapa mata kuliah yang waktunya cukup fleksibel, alias tidak harus “hadir” di kelas online pada saat itu juga.

Fakta Seputar Kuliah Online yang Perlu Kamu Tahu

Bila sosialisasi adalah pilihan, harusnya tidak masalah dengan jalur kuliah kamu

Kenapa harus takut bahwa dengan kuliah online, kamu tidak akan bisa bersosialisasi dengan teman kampusmu? Tidak semua mata kuliah berupa pengajaran satu arah (yaitu dengan video). Ada yang berupa kelas live chat, online discussion, hingga forum mahasiswa tempat kamu bisa berdiskusi dengan teman-teman sejurusan. Bahkan, bila ada yang tinggal satu kota denganmu, kenapa tidak janjian saja untuk bertemu dan belajar bersama? Bukankah sosialisasi adalah pilihan?

Kualitas pengajaran sama saja dengan kuliah biasa dan bahkan bisa lebih

Kata siapa kualitas pengajaran kuliah online lebih rendah daripada kuliah biasa? Konsultan dari Berkeley justru tidak sependapat. Mengingat kuliah dengan cara ini dapat melampaui hambatan jarak dan waktu, banyak juga teman-teman kamu yang mengambil jurusan kuliah di luar negeri, padahal mereka masih di Indonesia atau sebaliknya. Bila programnya memang ada dan sangat mendukung cita-citamu, kenapa tidak diambil saja?

Membagi waktu antara kuliah online dengan pekerjaanmu tergantung caramu

Mentang-mentang kuliah online, banyak yang kemudian terlena dan lupa menghadiri kelas atau mengerjakan tugas. Padahal, absensimu akan tetap dicatat dan IPK-mu juga tetap akan bermasalah. Membagi waktu antara kuliah online dengan pekerjaanmu juga tergantung caramu. Misalnya: mendahulukan yang deadline-nya lebih mendesak. Intinya adalah disiplin dan tahu prioritas.

Ada juga perusahaan yang mempertimbangkan lulusan kuliah online

Selama akreditasi kampus yang menyediakan kuliah online bagus, kenapa tidak? Ada juga perusahaan yang menerima lulusan kuliah jalur ini, dengan pertimbangan kemampuan mereka bekerja di dalam tim dan akreditasi kampus yang menyediakan kuliah online tersebut. Jadi, siapa takut? Bahkan, bisa saja perusahaan lebih terkesan bila kamu bisa kuliah online di universitas bergengsi di luar negeri, namun kamu masih di Indonesia.

Sekarang sudah banyak software anti-plagiarisme

Bagi kamu yang masih percaya bahwa kuliah online berarti bisa menyontek, salah besar. Dengan software khusus untuk mendeteksi plagiarisme, niat kamu untuk mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas sudah terbaca. Justru dengan kuliah seperti ini, kamu dituntut untuk harus lebih disiplin dan jujur.

Biaya untuk kuliah online justru bisa jauh lebih mahal

Oke, mungkin kamu merasa tidak perlu ke kampus dan berasumsi bahwa kampus tersebut tidak punya gedung tetap. Meskipun demikian, biaya maintenance untuk teknologi dan informasi kampus tersebut juga masih sangat dibutuhkan. Jadi, jangan berasumsi bahwa kuliah online pasti lebih murah dari kuliah yang biasa, ya.

Kuliah online bisa jauh lebih susah daripada kuliah reguler

Pada kenyataannya, kuliah online bisa jauh lebih susah daripada kuliah reguler. Apalagi bila kampus atau institusi yang mengadakannya sudah berakreditasi tinggi. Bila kampusnya juga di luar negeri dan sudah terkenal? Wah, mana mungkin kuliahnya mudah. Selain itu, kamu juga dituntut harus bisa lebih mandiri dan disiplin. Misalnya: tidak menunda-nunda menyelesaikan tugas.

Nah, sudah tahu ‘kan, bedanya mitos dengan fakta seputar kuliah online yang perlu kamu tahu? Sekarang tinggal tergantung pilihanmu. Bila kamu termasuk kalangan profesional yang ingin menambah skill kamu di dunia kerja, kuliah online bisa kamu pilih. Sambil bekerja, kamu membagi waktu dengan menghadiri kelas-kelas online dan mengerjakan tugas. Selain itu, kamu juga bisa kok, mencari info seputar kuliah dengan jalur ini dan menambah skill.

Baca Juga:

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan
Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.

Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..?

Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah.

Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Baca Juga :

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Fakta Unik Wanita (buat para cowok)

Fakta Unik Wanita (buat para cowok)

Fakta Unik Wanita (buat para cowok)
Fakta Unik Wanita (buat para cowok)

Di balik sifat manisnya, wanita pun memiliki karakter aneh dan lucu yang melingkupi dirinya. Simak rahasianya lewat paparan ini.

Wanita kadang bisa sangat menakutkan

Pastinya sudah pada taukan yang namanya kaum Hawa itu sangat identik dengan kecantikan, kelembutan, seksi, dan menarik. Tapi pernah gak ngebayangin sisi lain mereka di luar sifat tersebut? Ya, faktanya wanita memang bisa sangat gila (pengalaman pribadi, hehe…). Maksudnya sangat gila, kadang mereka juga bisa berbuat sangat menyeramkan (hiiiii…) apa lagi kalau para kaum Adam berhasil membuatnya kecewa dan tersinggung. Makanya, para cowok mesti tau bagaimana agar sisi yang lain itu tidak kelur. Tapi kalau pada gak percaya, silahkan buktiin sendiri sob. Ya selingkuh kecil-kecilan gitu, dijamin anda akan mengalami invasi menakutkan.

Wanita selalu membawa tas mereka

Pria mungkin tidak pernah menyadari hal ini, tetapi wanita selalu membawa tas atau dompet bersama mereka kemanapun (dan itu sudah ane buktiin sob, soalnya cewek ane gitu). Mereka merasa canggung jika tidak membawa apa-apa di tangan mereka. Dan pria benar-benar tidak tahu apa yang wanita miliki di dalam tasnya. Makanya kita jangan terlalu pengen tau apa yang mereka bawa, menurut pengalaman sayasih bisa terjadi perang dunia ke 13 kalau berani gitu, tapi kenapaya di pos pemeriksaan hotel atau bioskop, mereka malah santai-santai aja?

Wanita tidak pernah memiliki apa pun untuk dipakai
Berikan mereka uang, maka dalam hitungan menit, wanita akan cepat mendapatkan sesuatu untuk dibelanjakan. Dan wanita masih mengeluh bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk dikenakan. Faktanya adalah sebagian besar pakaian atau aksesori dalam lemari wanita hanya merasa cocok untuk digunakan satu atau tidak pernah dipakai sama sekali. (Tul gak ya? kayaknya emang gitusih).

Wanita tidak mandi setiap hari
Tidak semua wanita mandi setiap hari, tidak peduli berapa banyak mereka mengakui kebersihan dan kesehatan. Mereka mengandalkan deodoran dan parfum untuk wangi. (yang ini juga kayaknya bener deh…)

Wanita itu banyak makan
Ketika pria ada di sekitarnya, wanita seolah-olah makan sedikit. Tapi ketika dibiarkan sendiri, mereka bisa menghabiskan pizza ukuran penuh. (gak juga kaliya, soalnya cewek biasanya susah banget di ajak makan. Apa lagi kalau dia yang bayarin).

Wanita lebih menyukai serial televisi
Pria tahu sebagian besar serial televisi terlihat begitu bodoh dan lucu, tapi wanita sangat menyukainya. Mungkin mereka hanya ingin merasa bahwa ada orang-orang lebih buruk daripada mereka. Sekarang pria harus tahu, mengapa film sinetron begitu terkenal. Dan jika pengen di sukai wanita, terlihat luculah. Karena konon katanya pria lucu dan konyol lebih disukai para wanita. (kata wanita, “wah, lucunih, lumayan buat gantungan kunci.” Trus dia pangil teman-temannya, “Hai teman-teman… liatnih, gantungan kunciku lucukan…?”)

Setelah berhubungan seks, wanita masih suka dicium
Pria selalu merasa lelah dan lebih memilih tidur setelah berhubungan seks, namun tidak dengan wanita. Mereka justru masih suka berbicara, main-main, dan mencium satu sama lain. Untuk menginginkan hubungan seks yang hebat, pria harus memperhatikan hal ini. (Lo yang ini ane belum tau sob, biarkan waktu yang menjawabnya, hehehe…)

Di luar fakta di atas, masih banyak fakta lucu dan aneh selain yang dijabarkan di atas, seperti :
Perempuan khawatir tentang penampilan mereka saat berhubungan seks. (eksis bangetya)
Wanita suka tawar-menawar, meskipun mereka tidak suka berbelanja. (wanitatuh suka belanja dah gitu suka nawar habis-habisan)
Sekitar 70 persen wanita lebih suka cokelat daripada seks. (jadi cowok berbadan coklat, bakal sangat mengairahkan baginya, wekwekwek…)
Wanita tidak ingin ada wanita lain memakai gaun yang sama dengan mereka. (kan malu, sama-sama pakai baju 5 ribuan)
Wanita lebih cepat dewasa daripada pria. (makanya cowok lebih awet muda, hahaha. Apa iya?)
Wanita bisa menghabiskan sepanjang hari di depan cermin. (sambil masak, nyetrika, main game, tidur, mandi, dst… Soalnya rumahnyatuh cermin semua)
Wanita tidak perlu bercinta sesering pria. Seks bagi wanita lebih mengenai tentang emosi. (gue hajar looo. bug bug bug…)

Baca Juga : 

Faktor Kebutuhan Alasan Direkrutnya Banpol Satpol PP

Faktor Kebutuhan Alasan Direkrutnya Banpol Satpol PP

 

Satuan Polisi Pamong Praja

Proses seleksi dan perekrutan tenaga banpol untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor sedianya akan dilakukan tahun 2016 lalu. Lantaran terbentur beberapa regulasi, maka pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan di tahun 2017 ini.

Sekretaris Daerah

Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat saat membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon banpol, tenaga kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada Satpol PP Kota Bogor tahun 2017 di Panjang Jiwo Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor Selasa (14/3/2017).

Oleh karena itu, menurut Sekda, mengapa perekrutan tenaga banpol yang dilakukan Pemerintah (Pemkot) Bogor itu harus dipahami dengan jelas. Sebab, katanya, adanya kebutuhan yang ditambah dengan Perda Kota Bogor Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kota Bogor

“Bahwa kita bermimpi Kota Bogor ini dibawah kepemimpinan Wali Kota Bima Arya ingin mewujudkan sebagai kota yang nyaman, beriman, dan transparan. Untuk dapat merealisasikannya, maka dibuatlah berbagai regulasi. Ini tidak lain supaya nyaman dan aman,” jelas Sekda.

Untuk penegakan berbagai peraturan itulah, masih kata Sekda, semua bertumpu pada tugas semua pihak khususnya Satpol PP sebagai institusi penegak Peraturan Daerah Perda). Apalagi rasio antara luas wilayah, jumlah penduduk, dan petugas yang ada sudah tidak seimbang.

Pemkot Bogor

“Maka Pemkot Bogor berupaya menambah jumlah tenaga di Satpol PP. Oleh karena itu, saya mengingatkan dan berpesan kepada para calon banpol yang lolos hingga tahap seleksi ini untuk dapat menjaga betul kepercayaan dan kesempatan emas ini untuk mengabdikam diri kepada pemerintah dalam melayani masyarakat,” pesan Sekda.

 

Artikel terkait :

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus
Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Pemprov DKI Jakarta mengganti aturan ruangan merokok

Dengan keharusan merokok di luar gedung. Walaupun di luar gedung, Pemprov DKI juga tetap harus membuat aturan soal area khusus.

“Intinya merokok itu dilokalisir. Jangan karena merokok harus di luar gedung, terus pengunjung sembarangan merokok mentang-mentang sudah di luar gedung,” kata Ketua YLKI Soedaryatmo ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2010).

 

Menurut Soedaryatmo

pelaksanaan aturan ruangan khusus merokok memang lemah dalam pengawasan. Antara satu mal dan mal lain, satu gedung dan gedung lain, berbeda pelaksanaannya. Ada yang ketat, namun ada juga yang longgar.

“Memang ada problem pengawasan merokok. Kalau pengelola mal punya komitmen, satpamnya bisa menegur pengunjung,” jelasnya.

 

Jika Pemprov DKI membuat aturan merokok harus di luar gedung

YLKI setuju saja. Namun tetap harus ada area di luar gedung itu yang menandakan itu tempat untuk merokok. Sehingga orang tetap tidak merokok sembarangan, walau di luar gedung.

“Lokasinya ditentukan, misalnya di dekat pintu masuk. Supaya orang tetap gampang kalau mau keluar masuk gedung. Nanti sebelum masuk gedung, rokoknya dimatikan,” katanya.

Pemprov DKI mengeluarkan Peraturan Gubernur No 88/2010 tentang Perubahan Pergub No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Ruangan khusus merokok ditiadakan, namun orang merokok harus di luar gedung.

Baca Juga : 

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika
Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Ada seorang brahmana

yang bernama Jaratkaru,  dimana jarat berarti suka mengalah dan karu berarti, suka berbelas kasih, tempat berlindung bagi yang sedang dalam ketakutan, oleh karena itu ia sangat disegani, karena sifatnya tersebut. mengalah.

Jaratkaru

adalah putera seorang Bikhu (= pendeta) yang mempunyai tapa yang luar biasa, seorang Bikhu yang suka memungut padi-padi yang terserak dan terbuang di jalan. Padi-padi itu kemudian dibersihkannya. Sampai akhirnya padinya menjadi banyak dan kemudian dimasaknya padi-padi itu, untuk disajikan kepada Bhatara (= dewa-dewa) dan para tamu. Begitulah tapa orang tuanya yang demikian tangguh, tahan akan penderitaan, tidak bergaul dengan perempuan, tahan menderita dalam bertapa.

Jaratkaru juga

merupakan seorang pertapa yang besar. Setelah memiliki kekuatan mantra yang sangat hebat, Jaratkaru dapat pergi ke segala alam, dapat mengunjungi segala tempat asing sesuai dengan yang hendak dia datangi dan dapat berjalan di atas air. Setelah semakin jauh perjalanannya, sampailah dia ke Ayatanasthana, yaitu suatu tempat yang terletak diantara surga dan neraka, tempatnya arwah menunggu (untuk) mendapatkan surga-neraka.
Pada saat dia berada di Ayatanasthana, ada satu arwah yang digantung pada sebatang bambu, dengan posisi kepala di bawah dan kaki terikat di atas. Di bawahnya terdapat jurang yang sangat dalam yang menuju ke alam neraka. Jika bambu itu patah, maka ia akan jatuh ke tempat itu (alam neraka).
Pada bambu yang dipergunakan untuk menggantung arwah tersebut terdapat seekor tikus yang tinggal di lobang bambu tersebut. Setiap hari dia menggigiti bambu tersebut. Hal itu terlihat jelas oleh Jaratkaru, sehingga tanpa disadarinya mengalirlah air matanya. Karena besarnya rasa belas kasihnya, ia merasakan betapa hatinya hancur luluh melihat arwah yang digantung terbalik di ujung bambu itu serta diikat kakinya. Arwah tersebut menyerupai seorang Bikhu dengan berambut terjalin serta berpakaian dari kulit pohon. 

Jaratkaru berpendapat

sangatlah tidak pantas bila dia menghadapi kesengsaraan yang sedemikian itu. Arwah itu sangat menderita, tidak makan seperti daun yang tergantung, yang kekeringan karena kemarau, yang berayun-ayun oleh karena angin keras. Demikianlah keadaan arwah itu.
Jaratkaru pun bertanya kepada arwah tersebut: “Siapakah tuan dan mengapa tuan tergantung di sebatang bambu yang hampir patah oleh gigitan tikus, dan hampir jatuh ke jurang yang tidak diterukur dalamnya. Keadaan tuan yang sedemikian itu membuat hati hamba sangat sedih, sehingga hamba menaruh belas kasih dan hendak menolong tuan. Ketahuilah bahwa hamba bertapa sejak masih kanak-kanak serta menimbun beratnya tapa hamba, sehingga menghantar hamba sampai ke sini dan melihat tuanku yang sangat menderita.
Seberapa besarkah pahala dari tapa hamba yang harus hamba berikan, supaya tuan dapat pulang ke surga dan berhenti menghadapi kesengsaraan ini? Seperempatkah atau setengahkah yang harus hamba berikan agar tuanku mendapatkan surga”.
Perkataan Jaratkaru tersebut terdengar oleh arwah itu dan menjawablah arwah tersebut dengan sangat dingin bagaikan hati yang disiram oleh air hidup:
“Engkaukah itu, yang bertanya kepadaku? Baiklah akan kuberitahukan semua keadaanku. Itu semua terjadi karena garis keturunankuakan putus. Karena itulah akupun  terputus dari Pitraloka (= alam arwah para leluhur) dan bergantung-gantung pada sebatang bambu yang seolah-olah (hampir) jatuh ke alam neraka. 
Sebenarnya aku mempunyai satu keturunan. Namanya Jaratkaru. Tetapi dia moksa juga. Ia hendak meluputkan segala sesuatu yang membelenggu manusia, tidak beristri, dan menjadi murid brahmana yang suci.  
Karena ia tidak beristri, maka garis keturunanku pun akan terputus. Dan jika hal itu terjadi, maka akibatnya adalah kebinasaanku. Semula aku senang melihat anakku sedemikian, terutama oleh pekerjaan tapa yang istimewa. Tetapi hal yang sedemikianlah yang terjadi saat sekarang ini, yaitu dengan tidak adanya keturunanku, maka, pada dasarnya tidak ada perbedaan antara aku dengan orang yang melakukan perbuatan dosa, sama-sama menghadapi kesengsaraan”.
”Beginilah yang dapat engkau lakukan jika engkau berbelas kasihan kepadaku. Bikhu itu bernama Jaratkaru, mitalah belas kasihan kepadanya. Suruhlah supaya dia beranak, agar supaya aku dapat pulang ke Pitraloka. Beritahukanlah kepadanya bahwa aku mengalami kesengsaraan yang luar biasa, agar supaya hatinya dapat berbelas kasihan”.

Pada saat arwah itu berbicara

maka semakin deraslah air mata Jaratkaru mengalir. Hatinya terasa seperti diiris-iris dengan sembilu melihat bapaknya menghadapi keadaan yang sedemikian itu, ia berkata: “Tuan…, Hambalah yang bernama Jaratkaru, keturunanmu yang tamak akan tapa, yang mengingini kedudukan sebagai murid brahmana. Hamba mengira, sekarang ini tapa hamba belum selesai, padahal sebenarnya telah mencapai kesempurnaan. 
Jadi sekarang, mengenai jalan tuan pulang ke surga, janganlah tuanku khawatirkan. Biarlah hamba berhenti sebagai murid brahmana, dan mencari istri, sehingga hamba dapat memperoleh keturunan utnuk meneruskan garis keturunan tuan. Tetapi hamba menghendaki isteri yang senama dengan nama hamba, agar tidak ada halangan bagi perkawinan hamba. Jikalau hamba telah mempunyai anak, biarlah hamba dapat menjadi murid brahmana lagi. Tuan…, tenangkanlah hati tuanku”, demikianlah kata Jaratkaru.
Kemudian berjalanlah dia mencari istri yang senama dengan dirinya. Pada saat dia mengembara mencari istri, Maharaja Janameja baru saja beristrikan Bhamustiman. Setelah sepuluh daerah (= desa) dijelajahinya, dia masih belum mendapatkan istri yang senama dengannya. Dia pun menjadi bingung karena tidak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya untuk mendapatkan seorang istri, agar bapaknya keluar dari kesengsaraan.
Kemudian masuklah dia ke hutan yang sunyi, menangis dan memanggil segala dewa, segala makhluk raksasa, katanya: ”Hai semua raksasa, para makhluk hidup yang menjadi penjelmaanmu, hamba bernama Jaratkaru, seorang brahmana yang hendak mencari istri. Berilah hamba istri yang senama dengan hamba, yaitu yang bernama Jaratkaru, supaya hamba mendapat anak, sehingga orang tuaku dapat memperoleh surga.
Demikianlah tangis Jaratkaru. Tangisan Jaratkaru itu terdengar oleh telinga para naga (= ular), meskipun mereka tidak tahua asal suara tangisan tersebut. Tangisan dan keinginan Jaratkaru kemudian dilaporkan oleh para naga kepada Basuki. Maka disuruhlah para naga ini oleh Basuki untuk mencari seorang brahmana yang bernama Jaratkaru tersebut. 
Karena Basuki memiliki adik peremuan yang bernama sama dengan Jaratkaru agar brahmana itu menikahi adiknya, sang Nagagini (naga perempuan) tersebut dan dapat mempunyai anak dari adiknya yang akan diberikan kepadanya, yang merupakan ular betina yang bernama Jaratkaru. Kelahiran anak tersebut diharapkan akan dapat membebaskan mereka (= ular-ular tadi) dari korban ular. Itulah maksud Basuki (menyuruh ular-ular itu pergi mencari seorang brahmana bernama Jaratkaru).
Jadi, ketika terdengar oleh mereka tangis Jaratkaru, gembiralah mereka dan memberitahukan kepada Basuki supaya mengundang Jaratkaru dan diberikan kepada adiknya. Tertariklah hatinya kepada Jaratkaru. Dibawa pulanglah ia (= Jaratkaru) oleh Basuki, dan dikawinkannyalah dia serta dinikahkanlah dia dengan upacara yang meriah. Selama dia (= Jaratkaru) duduk di tempat duduk, berkatalah Jaratkaru kepada istrinya:
“Saya akan mengadakan perjanjian dengan engkau. Jika engkau mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan kepadaku, apalagi melakukan perbuatan yang tidak pantas, maka aku akan meninggalkan engkau”.
Demikianlah kata Jaratkaru kepada istrinya. Mereka pun hidup bersama. Dan setelah beberapa lama mereka hidup bersama, mengandunglah si naga perempuan Jaratkaru. Terlihatlah tanda kehamilan itu oleh si suami. Maka mulailah muncullah dalam kepikirannya, ”inilah saatnya aku akan meninggalkan isteriku”. Maka ia minta kepada istrinya untuk menungguinya saat ia tidur. Ia mohon untuk menaruh kepalanya dan tidur dipangkuan istrinya, katanya: Pangkulah olehmu kepalaku waktu tidur”. 
Dengan hati-hati si istri memangku kepada si suami. Sangat lama dia tidur, hingga waktu senja, waktu sembahyang. Teringatlah si naga perempuan Jaratkaru, katanya: “Sekarang adalah waktu sorenya para dewa. Waktu ini tuan brahmana harus membuat doa. Sebaiknya dia dibangunkan. Jikalau menunggu sampai dia terbangun, pastilah dia akan marah, karena dia sangat takut kalau sampai suaminya  terlambat sembahyang karena itu bagi dia merupakan tugas agama kepada para dewa.” 
Lalu dibangunnyalah sang suaminya:
“Hai tuanku Maha Brahmana, bangunlah tuanku! Sekarang waktu telah senja, tuanku, waktu untuk mengerjakan tugas agama. Bunga telah tersedia serta bau-bauan dan padi.”
Demikianlah katanya sambil mengusap wajah sang suami. Kemudian bangunlah Jaratkaru. Sungguh diluar dugaan, ternyata dari mata Jaratkaru keluar cahaya kemarahan yang luar biasa dan mukanya memerah karena marah.
Katanya: “Cih! Engkau naga perempuan yang sangat jahat, engkau sebagai istri menghinaku.  Sampai hati engkau mengganggu tidurku. Tidak layak lagi tingkah lakumu sebagai istri. Oleh karena itu aku akan meninggalkan engkau sekarang ini.”
Demikianlah, Jaratkaru kemudian meninggalkan sang istri. Karena kasihnya yang sangat besar kepada suaminya, ikutlah si naga perempuan, dan lari memeluk si suami:
“Hai tuanku, maafkan hamba tuanku! Bukan maksud hamba menghina tuanku, saat hamba membangunkan tuanku. Hamba hanya mengingatkan saat sembahyang tuan, tiap senja. Salahkah itu, apakah aku harus menyembah tuanku. Seyogyanyalah engkau kembali … tuan yang terhormat. Karena jika hamba telah melahirkan, anak itu akan menghapuskan korban ular bagi saudara-saudaraku, dan tuanku dapat membuat tapabrata lagi.”
Demikianlah kata si naga perempuan meminta belas kasih. Jaratkaru menjawab: “Memang, adalah suatu yang pantas jika engkaumengingatkan hamba untuk memuja dewa ketika senja tiba. Tetapi hal itu tidak dapat mengubah kataku untuk meninggalkan engkau. Aku tidak akan tersesat. Itu kehendakku. Janganlah engkau kuatir. Asti, itulah (nama) anak itu. Anak itu akan menolong engkau kelak dari korban ular. Tenangkanlah hatimu”.
Kemudian pergilah Jaratkaru. Dia tidak dapat ditahan lagi. Si naga perempuan memberitahukan kepada Basuki akan kepergian si suami. Dia memberitahukan semua ucapan Jaratkaru dan memberitahukan bahwa perutnya ada isinya. Bersuka citalah Basuki mendengar itu semua. 
Setelah beberapa lama, lahirlah anak laki-laki dengan tubuh sempurna. Dinamailah anak itu Astika, karena si bapak mengucapkan “asti”. Anak tersebut dipeliharalah oleh Basuki, dididik serta diasuh menurut segala apa yang diharuskan bagi brahmana, dirawat dan diberi kalung brahmana. Dengan lahirnya Astika, maka arwah yang menggantung di ujung bambu itu dapat melesat pulang ke Pitraloka, menikmati pahala tapanya, yaitu tapa yang luar biasa. Patuhlah Astika, sehingga dapat membaca Weda. Diijinkannyalah dia untuk mempelajari segala sastra, mengikuti ajaran Bhrgu. 
Demikianlah cerita tentang Astika. Dia adalah orang yang membuat naga Taksaka terhindar dari korban ular maharaja Janamejaya.
Baca Artikel Lainnya:

Alami Stres ketika Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Kidal

Alami Stres ketika Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Kidal

Berdasarkan keterangan dari penelitian, 10 persen dari populasi dunia ialah kidal. Hal tersebut mengakibatkan sedikit kendala dalam hidup orang kidal, terutama sebab mayoritas warga dunia beraktivitas memakai tangan kanan.

Di samping itu, tidak sedikit pula mitos yang beredar mengenai orang kidal. Misalnya, orang kidal lebih pintar dalam bidang matematika dan ingin mempunyai umur yang lebih pendek. Tapi, mana yang benar dan mana yang salah, ya? Berikut keterangan lengkapnya, seperti dikutip laman Health.

Penyebabnya tidak saja genetik

Ahli belum tahu penyebab utama mengapa orang dapat kidal. Tapi, mereka mempercayai bahwa 25 persen dari permasalahan kidal diakibatkan oleh genetik atau riwayat keluarga. Namun, kemungkinannya masih lebih kecil ketimbang urusan yang diakibatkan oleh genetik lainnya, contohnya seperti tinggi badan.

Dipengaruhi oleh stres sekitar kehamilan

Dalam sebuah riset di Inggris, pada ibu hamil yang merasakan stres berat, janin yang dikandungnya ingin lebih tidak jarang menyentuh wajahnya memakai tangan kiri ketimbang tangan kanan. Berdasarkan keterangan dari ahli, urusan tersebut ialah pertanda kesatu bahwa ia bakal tumbuh menjadi anak kidal.

Baca Juga :