Tingkatkan Pendidikan Vokasi dengan Gandeng Mitra dari Swiss

Tingkatkan Pendidikan Vokasi dengan Gandeng Mitra dari Swiss

Tingkatkan Pendidikan Vokasi dengan Gandeng Mitra dari Swiss
Tingkatkan Pendidikan Vokasi dengan Gandeng Mitra dari Swiss

Tingkatkan Pendidikan Vokasi dengan Gandeng Mitra dari Swiss.

 

Langkah memperkuat kualitas dan jangkauan pendidikan vokasi di Indonesia, Sinar Mas menggandeng lembaga yang memiliki rekam jejak terbaik di ranah vokasi.

Kemitraan penandatanganan MoU pun dilaksanakan antara Poltek Simas Berau bersama SITECO (Swiss International Technical Connection), Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) bersama SITECO , Universitas Prasetiya Mulya bersama IMI (International Management Institute).

“Kemitraan ini membuat kami mendapatkan model pendidikan dual system

terbaik yang dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan vokasi yang kami kelola di Indonesia,” ujar Presiden Komisaris Berau Coal, G. Sulistiyanto saat mendampingi Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyaksikan penandatanganan dalam press release yang dikirimkan pada Suara.com.

Menurut Sulistiyanto yang juga Managing Director Sinar Mas, pihaknya telah berinisiatif menerapkan pendekatan dual system agar dapat menjaring sumber daya manusia, khususnya potensi setempat, dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan dan karakteristik pilar bisnis.

“Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong

keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi dan kecakapan dalam menghasilkan sumber daya siap kerja. Sistem ini melibatkan sektor industri turut dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dengan pembelajaran 30 persen dan 70 persen praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri terkait,” katanya.

Bermitra dengan lembaga pendidikan dan organisasi nirlaba pengembangan kurikulum asal Swiss dilandasi bahwa negara ini salah satu yang terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya dalam penerapan dual system.

 

Baca Juga :

KPAI: Pendidikan Agama Tak Perlu Dihapus, Tapi Diperbaiki

KPAI: Pendidikan Agama Tak Perlu Dihapus, Tapi Diperbaiki

KPAI Pendidikan Agama Tak Perlu Dihapus, Tapi Diperbaiki
KPAI Pendidikan Agama Tak Perlu Dihapus, Tapi Diperbaiki

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti

memandang pendidikan agama di sekolah tidak perlu dihapuskan, tetapi sebaiknya metode pembelajarannya diubah.

Sebelumnya praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono menganjurkan agar pendidikan agama di sekolah dihapuskan.

“KPAI menyayangkan polemik penghapusan pelajaran agama di sekolah atas usulan seseorang yang bernama Darmono yang dimuat dalam salah satu media online telah membuat situasi memanas,” kata Retno di Jakarta, (8/7/2019).

“Padahal, sepanjang pengawasan KPAI, pemerintah pusat melalui Lukman Hakim selaku

Menteri Agama dan Muhajir Efendi selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah beberapa kali memberikan pernyataan resmi bahwa pemerintah tidak akan menghapus pelajaran agama di sekolah,” sambungnya.

Usulan Darmono soal penghapusan pendidikan agama di sekolah bukanlah tanpa dasar. Menurutnya saat ini pendidikan agama di sekolah malah dimanfaatkan untuk alat politik. Pendidikan yang seharusnya memberikan ilmu tentang persatuan bangsa sedari dini, malah dikhawatirkan Darmono malah berujung dengan radikalisme. Hal itu lantaran adanya perbedaan pemberian pendidikan agama sesuai dengan agama masing-masing, sehingga seolah-olah agama itu menjadi identitas.

Mengungkit soal pendidikan agama di sekolah yang dikritisi Darmono,

Retno melihat pandangan Darmono itu artinya pendidikan agama yang ada di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

Retno menganggap pendidikan agama di Indonesia memang hanya difokuskan kepada persoalan teoritis namun kurang dalam mengimplementasikan ke dalam makna atau arti yang bisa dipraktikan oleh murid pada lingkungan sehari-hari.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/The_Joy_and_Convenience_of_Online_Home_Shopping

Inisiator KBQT, Bahruddin: Belajar Itu Proses Qiroah, Tidak Hanya Baca Teks

Inisiator KBQT, Bahruddin: Belajar Itu Proses Qiroah, Tidak Hanya Baca Teks

Inisiator KBQT, Bahruddin Belajar Itu Proses Qiroah, Tidak Hanya Baca Teks
Inisiator KBQT, Bahruddin Belajar Itu Proses Qiroah, Tidak Hanya Baca Teks

Menimba ilmu di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) Kalibening Salatiga, siswa tidak hanya menghadapi buku, menghadap papan tulis, atau mendengarkan ceramah guru selama tujuh jam setiap hari. Namun, pembelajaran kepada anak lebih ditekankan kepada proses qiroah, atau membaca dan menganalisa sesuatu yang ada di sekeliling mereka.

Konsep itulah yang menjadi dasar Bahruddin saat menginisiasi berdirinya KBQT.

Menurutnya, pendidikan harus lebih berpusat kepada anak dan melihat konteks kehidupan setempat. Artinya, tidak hanya terpaku kepada bacaan dan buku panduan saja. Hal ini menurutnya bisa membuat anak didik semakin kreatif dan mampu belajar secara efektif.

Suara.com pada Sabtu (15/6/2019) lalu berkesempatan datang langsung ke resource center KBQT yang berada di Jalan R Mas Said Nomor 12 Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Di sana tengah berlangsung halal bi halal, sekaligus musyawarah kelas antara pendamping, wali murid dan anak, untuk menghadapi tahun ajaran baru yang segera dimulai 1 Juli mendatang.

Berikut petikan wawancara Suara.com dengan inisiator KBQT Salatiga, Bahruddin:

Bagaimana sejarah awal KBQT didirikan di Kalibening Salatiga?

Cikal bakalnya dari sebuah serikat tani yang pada tahun 1999 sudah berdiri di Kalibening,

Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Kantor sekretariatnya di rumah saya (Jalan R Mas Said No 12) yang kini menjadi lokasi Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT).

Nama perkumpulan petani itu Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah. Arti dari qaryah thayyibah sendiri yakni desa yang indah. Bagi kami, paguyuban petani merupakan kelembagaan civil society di level desa. Untuk itu, kami mencoba mengagendakan banyak program, yang muaranya pemberdayaan desa ini menjadi yang mandiri dan berdaya.

Indikatornya, ketika desa menyelenggarakan pendidikan, (harusnya) mereka belajar tentang

desanya sendiri. Sebab ini (yang) menjadi problem saat berbicara pemberdayaan desa. Warganya sendiri kalau ada yang pintar, pasti menghilang; makin pintar makin jauh menghilangnya. Ini problem yang mendasar. Ada orang desa sekolah, sukses, langsung menghilang ke Jakarta, ke kota-kota lain, hingga luar negeri. Pulang mudik saja tidak ada urusan dengan pemberdayaan.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/How_to_structure_a_Short_Story

Indosat Ooredoo Donasikan Komputer ke PBNU untuk Perkuat Pendidikan Indonesia

Indosat Ooredoo Donasikan Komputer ke PBNU untuk Perkuat Pendidikan Indonesia

Indosat Ooredoo Donasikan Komputer ke PBNU untuk Perkuat Pendidikan Indonesia
Indosat Ooredoo Donasikan Komputer ke PBNU untuk Perkuat Pendidikan Indonesia

Indosat Ooredoo kembali menegaskan dukungannya untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia,

dengan menggandeng organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini diwujudkan melalui pemberian bantuan komputer kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Chris Kanter, Direktur Utama Indosat Ooredoo menjelaskan bahwa kerjasama dalam bentuk dukungan program pendidikan tersebut dilakukan karena kesamaan visi untuk bersama mengembangkan dan memajukan pendidikan di Indonesia.

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian dari Indosat Ooredoo

melalui salah satu pilar CSR-nya, yaitu pilar pendidikan, untuk terus mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujar Chris Kanter.

Indosat Ooredoo memiliki dua pilar program CSR yaitu Pendidikan dan Pengembangan Komunitas (Community Develepment).

“Indosat Ooredoo berharap pemberian CSR donasi komputer ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mendukung program pengembangan pendidikan dalam organisasi PBNU,” ucapnya.

Chris Kanter menambahkan pemberian CSR donasi komputer itu juga sejalan dengan

semangat perusahaan untuk memajukan ekosistem digital di Indonesia. Indosat Ooredoo percaya bahwa teknologi digital, khususnya Information and Communication Technologies (ICT), saat ini menjadi faktor pendorong untuk melakukan inovasi dan peningkatan produktivitas dalam berbagai aspek.

“Seiring hal tersebut, Indosat Ooredoo telah bertransformasi menjadi leading digital telco yang tidak hanya berfokus pada layanan jaringan tetapi juga menguatkan sektor solusi ICT yang dapat mendukung perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional, termasuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia” katanya.

 

Baca Juga :

Tutup Tahun 2018, Vivo Indonesia Umumkan Pencapaiannya

Tutup Tahun 2018, Vivo Indonesia Umumkan Pencapaiannya

Tutup Tahun 2018, Vivo Indonesia Umumkan Pencapaiannya
Tutup Tahun 2018, Vivo Indonesia Umumkan Pencapaiannya

Menutup tahun 2018, Vivo mengumumkan sejumlah pencapaian produk di pasar smartphone Indonesia.

Selama tahun 2018 ini, Vivo telah meluncurkan sejumlah smartphone anyarnya.

Mulai dari seri flagship hingga menengah diluncurkan Vivo di tahun 2018 ini. Seri V seperti Vivo V9, V9 6GB, V11 Pro dan V11 disambut baik oleh masyarakat Indonesia.

“Vivo berkomitmen untuk terus menghadirkan produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Sepanjang 2018, Vivo menghadirkan serangkaian kejutan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan konsumen Indonesia yang terus mendukung perjalanan vivo,” ujar Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia melaui keterangan resminya.

Layar luas dan desain notch masih menjadi trend smartphone di tahun 2018 ini.

Vivo menghadirkan layar Ultra All Screen seperti pada seri Vivo V9 yang diluncurkan pada Maret 2018 lalu dengan menyisakan poni atau notch untuk penempatan kamera dan audio. Porsi notch juga semakin minim dalam beberapa smartphone vivo seperti seri Vivo V11 Pro dan Vivo V11.

Masih di tahun ini, Vivo juga sukses menghadirkan pemindai sidik jari di dalam layar atau Screen Touch ID pertama di Indonesia pada Vivo V11 Pro. Berdasarkan laporan dari HIS Markit berjudul “Display Fingerprint Technology & Market Report 2018, pengapalan smartphone yang menggunakan sensor pemindai sidik jari di layar diperkirakan akan mencapai sekitar 9 juta unit hingga akhir 2018.

Diperkirakan pada tahun 2019, angkanya akan meningkat drastis menjadi 100 juta unit

di seluruh dunia. Ini tentu saja menunjukkan prediksi bahwa teknologi pemindai sidik jari di dalam layar akan menjadi sebuah standar dalam industri smartphone global. Dengan ini, Vivo berhasil menjadi pelopor teknologi fingerprint di dalam layar.

 

Sumber :

https://www.giantbomb.com/profile/danuaji88/blog/titanium-backup-pro/144598/

Google Fit Tambah Tantangan Bulanan Tepat di Tahun Baru

Google Fit Tambah Tantangan Bulanan Tepat di Tahun Baru

Google Fit Tambah Tantangan Bulanan Tepat di Tahun Baru
Google Fit Tambah Tantangan Bulanan Tepat di Tahun Baru

Google mengumumkan inisiatif baru untuk pengguna Google Fit.

Untuk merayakan tahun baru dan untuk menghormati banyak orang yang membuat resolusi, Google akan menawarkan tantangan kebugaran bulanan pada aplikasi Google Fit dengan harapan mereka akan membantu pengguna Google Fit tetap dalam jalur.

Saat ini, Anda bisa membuka aplikasi Google Fit dan mendaftar

untuk tantangan 30 hari yang akan dimulai pada 1 Januari. Aplikasi ini akan menawarkan penyemangat sepanjang bulan dan untuk membantu mendorong tantangan ini, Google telah mengumpulkan bantuan dari 36 akun influencer YouTube dan Instagram dari 9 negara di seluruh dunia.

Dalam postingan di blog resmi, Google menawarkan beberapa cara untuk

tetap aktif selama bulan-bulan musim dingin: naik-turun di jalan bersalju, sekop salju, parkir lebih jauh, bermain ski atau papan luncur salju, atau memutari kelas.

Tantangan pertama berfokus pada mendapatkan lebih banyak Poin Jantung. Hasilkan satu Heart Point per menit untuk aktivitas “sedang” seperti jalan cepat atau dapatkan dua Heart Point per menit untuk aktivitas yang lebih keras seperti berlari atau bersepeda.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/409878/top-eleven-2020-apk-mod.html

EVOS Targetkan Emas di Ajang SEA GAMES

EVOS Targetkan Emas di Ajang SEA GAMES

EVOS Targetkan Emas di Ajang SEA GAMES
EVOS Targetkan Emas di Ajang SEA GAMES

Esport kini mulai dipertandingkan di ajang SEA GAMES Manila

pada Desember mendatang, membuat EVOS menargetkan mendali emas untuk Indonesia.

Melalui SEA GAMES, Valdo Sebagai asisten pelatih mengatakan optimis dalam merebut mendali emas pada ajang tersebut. Kemenangan yang pernah di raih pada turnamen MSC di Filipina turut mendukung kemenangan selanjutnya bagi Indonesia dalam ajang SEA GAMES.

Persiapan para atlet telah dilakukan sejak dini, seperti latihan bermain game selama 10 jam perhari hingga diaturnya waktu tidur tiap atlet EVOS.

Baca juga: EVOS Buka Flagship Store Pertamanya

Point kecocokan antar pemain juga sangat diperhatikan EVOS.

Hal ini dikatakan Michael Wijaya selaku CMO Esport, turut mendukung kesuksesan kerja sama tim Esport itu sendiri.

Michael juga mengatakan bahwa semua persiapan telah dilakukan secara terjadwal dengan baik oleh manajernya.

Persiapan yang dilakukan EVOS di Surabaya itu mendapatkan seleksi yang sangat ketat, seperti akan adanya penseleksian dari 40 peserta tim Mobile Legend menjadi 10 peserta saja.

“Dari 10 orang akan dipilih 7 orang saja setelah menjalani uji coba

dengan peserta negara lainnya” tutur Asisten Pelatih Valdo.

Baca juga: EVOS Esport Sabet Gelar Juara PINC 2019

Lebih lanjut Michael juga mengatakan EVOS tengah mengikuti kompetisi untuk bisa masuk ke tim Pelatnas.

 

Baca Juga :

Investree Kembali Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST005

Investree Kembali Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST005

Investree Kembali Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST005
Investree Kembali Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST005

Investree resmi menawarkan kembali produk investasi Sukuk Tabungan Seri ST005

bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dengan tema “Investasi Cinta Negeri”, ST005 hadir sebagai alternatif investasi syariah yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan bagi individu Warga Negara Indonesia (WNI) dengan masa penawaran 10 hari kerja yaitu 8-21 Agustus 2019.

Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree mengatakan bahwa melalui ST005, perusahaan mengajak seluruh masyarakat khususnya Lender Investree untuk berinvestasi demi mewujudkan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang berkelanjutan sebagai bukti kecintaan kita terhadap negeri ini. Apalagi momentumnya pas bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Satu hal yang penting, investasi ST005 dapat menjadi pilihan mendiversifikasikan portofolio

di Investree selain dengan mendanai pinjaman atau membeli reksa dana. Kami optimis akan semakin banyak generasi milenial yang berpartisipasi dalam “Investasi Cinta Negeri” ini karena ST005 dapat dipesan 100% online dengan nominal terjangkau yaitu Rp 1 juta dan aman karena dijamin oleh Pemerintah,” jelasnya.

Dengan tingkat imbalan minimal mengambang (floating with floor) sebesar 7,40% pa,

ST005 memiliki tenor 2 (dua) tahun dengan pemesanan yang terjangkau yaitu Rp1 juta. Selain itu, investor akan memperoleh keuntungan lainnya seperti aman karena dijamin oleh Pemerintah, pemesanan mudah 100% online, serta berlaku pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) maksimal 50% dari minimal pemesanan Rp2 juta tanpa biaya pelunasan setelah 12 bulan kepemilikan.

Imbalan akan dibayarkan setiap bulan oleh Penerbit dengan tingkat imbalan yang disesuaikan setiap 3 (tiga) bulan pada tanggal penyesuaian imbalan dan didasarkan pada suku bunga acuan yakni dari BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,75% ditambah spread tetap sebesar 165 bps (1,65%) sampai dengan jatuh tempo.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Counterpoint: Top 5 Brand Smartphone di Indonesia Q2 2019

Counterpoint: Top 5 Brand Smartphone di Indonesia Q2 2019

Counterpoint Top 5 Brand Smartphone di Indonesia Q2 2019
Counterpoint Top 5 Brand Smartphone di Indonesia Q2 2019

Memasuki Agustus, sejumlah lembaga riset mulai mengeluarkan laporan terbaru.

Khusus di pasar ponsel, perusahaan analisis industri global Counterpoint baru saja merilis laporan angka penjualan smartphone di Indonesia.

Menurut laporan Counterpoint, penjualan smartphone di Indonesia tumbuh 6% year-on-year (YoY) selama Q2 2019 didorong oleh promosi selama Bulan Ramadan baik di saluran online dan offline.

Selama periode tiga bulan April hingga Juni 2019, lima vendor teratas di Indonesia menurut Counterpoint adalah Samsung (27%), Xiaomi (21%), Oppo (17%), Vivo (9%) dan Realme (8%).

Samsung masih menjadi jawara di tanah air. Dibandingkan periode sama tahun lalu, pangsa pasar vendor Korea Selatan itu hanya menciut 1 poin.

Bertolak belakang dari jawara, sang penantang dari China Xiaomi

malah naik 2 poin dibandingkan kuartal kedua tahun 2018.

Sementara Oppo masih bertengger di posisi sama dengan raihan pasar yang juga sama. Kemudian ada Vivo yang meski berada di peringkat sama (#4) namun marketnya memuai 3 poin.

Secara mengejutkan, merek baru Realme berhasil menjadi Top 5 brand smartphone di Indonesia dengan raihan pangsa pasar 8%, menjadikannya berada di jajaran lima besar merek smartphone dalam waktu kurang dari satu tahun.

Josef Wang, Marketing Director Realme SEA mengatakan, “Ini adalah hasil yang sangat menggembirakan bagi kami, karena kerja keras kami dalam waktu kurang dari setahun di Indonesia membuahkan hasil yang manis. Tidak mudah bagi kami untuk mencapai Top 5 brand smartphone di Indonesia, perlu penelitian yang sangat intensif untuk mengetahui kebutuhan anak muda Indonesia dari sebuah smartphone dan semangat “Dare to Leap” kami dalam menghadirkan smartphone yang penuh inovasi, memiliki teknologi terbaru, desain elegan dan harga terjangkau pada saat bersamaan.”

Mengomentari hasil laporan Counterpoint, Parv Sharma, Counterpoint Research

Analyst mengatakan, merek smartphone Tiongkok adalah alasan bertumbuhnya pasar smartphone di Indonesia. Empat dari lima merek smartphone teratas berasal dari Tiongkok. Pangsa pasar gabungan mereka lebih dari 55%. Realme, merek smartphone yang diluncurkan di Indonesia pada Q4 2018, menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dengan strategi harga yang agresif.

“Dalam tiga kuartal, Realme telah meraih pangsa pasar 8%, sehingga mendapatkan urutan ke lima brand smartphone berdasarkan volume. Portofolio Realme yang lebih ramping dengan fokus penjualan online yang agresif dan proposisi value for money telah membantunya mendapatkan pangsa pasar dalam waktu singkat. Namun, Realme juga memperluas pangsanya di segmen offline untuk tumbuh lebih lanjut,” papar Parv Sharma.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

IDC: Top 5 Vendor Smartphone di Eropa Q1 2019

IDC: Top 5 Vendor Smartphone di Eropa Q1 2019

IDC Top 5 Vendor Smartphone di Eropa Q1 2019
IDC Top 5 Vendor Smartphone di Eropa Q1 2019

Lama tak terdengar, HTC kini meluncurkan dua smartphone barunya yakni HTC

U19e dan Desire 19+. Kedua smartphone ini sama-sama mengusung segmen menengah.

HTC U19e
HTC U19e

HTC U19e memiliki layar OLED 6 inci beresolusi 1080×2160 pixel. Ponsel ini disematkan kamera belakang ganda dengan lensa utama 12MP (f/1.8) dan lensa telefoto 20MP (f/2.6 2x).

Sementara kamera selfienya beresolusi 24MP (f / 2.0) 24MP. Disertakan pula kamera 2MP dengan Iris scanner untuk membuka kunci ponsel. Sebagai tambahan fitur keamanan, didukung pula sensor sidik jari di bagian belakang.

Baca juga: Ponsel Misterius HTC Tampakan Diri di AnTuTu

Dapur pacunya, disokong chipset Snapdragon 710. Hanya ada satu konfigurasi yakni RAM 6GB

dan ROM 128GB.

HTC U19e hadir dalam warna Extraordinary Purple and Modest Green. Ponsel ini akan tersedia di Taiwan pada 12 Juni dengan harga TWD 14.900 atau setara Rp 6,7 juta.

HTC Desire 19+
HTC Desire 19+

HTC Desire 19+ hadir dalam dua konfigurasi yakni 4GB/64GB dan 6GB/128GB. Dapur pacunya disokong chipset MediaTek Helio P35.

Layar HD + 6,2 inci dibentangkan di ponsel ini. Di atas layar, terdapat waterdrop

sebagai wadah kamera selfie 16MP. Sementara kamera belakangnya didukung lensa utama 13MP, lensa ultrawide 8MP, dan depth sensor 5MP.

Baca juga: Belum Jera, HTC Bakal Rilis Smartphone Baru

Dayanya ditopang baterai berkapasitas 3.850mAh. HTC Desire 19+ akan mulai dijual di Taiwan pada awal Juli mendatang.

HTC Desire 19+ varian 4GB/64GB akan dipasarkan TWD 9.990 atau setara Rp 4,5 juta. Sedangkan varian 6GB/128GB dibanderol seharga TWD 10.990 atau setara Rp 5 juta.

 

Baca Juga :