Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di Indonesia, yang dapat berdiri akibat kecerdikan Raden Wijaya. Karena selagi bala tentara Kubilai Khan mampir ke tanah Jawa, ia pakai untuk menyerang Jayakatwang di Kediri. Semula, bala tentara Mongol itu hendak menghukum Kertanegara yang tidak rela tunduk kepada Kubilai Khan. Sekali bertindak, dua sasaran terpenuhi: kekalahan Kertanegara dapat terbalaskan dan bala tentara Kubilai Khan terpedaya. Tahun 1293, Raden Wijaya dirajakan di Majapahit bersama gelar Kertarajasa Jayawardhana.

a. Kehidupan Politik

Ada lebih dari satu bisnis yang dilaksanakan oleh Kertarajasa Jayawardhana untuk mewujudkan pemerintahan Majapahit yang kuat. Selain membangun Majapahit sebagai pusat pemerintahan dan mengawini keempat putri Kertanegara, ia juga membagi kekuasaan kepada orang-orang yang berjasa kepadanya. Misalnya Ranggalawe jadi Adipati Tuban, Sora jadi penguasa Daha, atau Nambi jadi patih hamangkubumi di istana. Meskipun begitu, di di dalam negeri juga berlangsung pemberontakan, baik terhadap era Kertarajasa, Jayanegara, maupun Tribuana Tunggadewi. Salah satu pemberontakan terbesar adalah Pemberontakan Kuti yang berlangsung tahun 1319. Pemberontakan ini kelanjutannya dapat dipadamkan oleh Gajah Mada bersama pasukan Bhayangkari. Keberhasilan Gajah Mada inilah yang terhubung jalan baginya untuk jadi tokoh perlu di Kerajaan Majapahit.

Puncak kegemilangan Kerajaan Majapahit berlangsung selagi Hayam Wuruk jadi raja bersama gelar Rajasanegara dan Hayam Wuruk jadi mahapatih. Ekspansi politik dilaksanakan Gajah Mada bersama dasar sumpah Amukti Palapa. Seluruh Nusantara berada di dalam kekuasaan Majapahit, bahkan sampai ke Semenanjung Malaka. Kerajaan Majapahit pun menjelma jadi negara kerajaan maritim sekaligus negara kerajaan agraris. Kedaulatan negara dijaga bersama armada laut yang kuat di bawah pimpinan Mpu Nala. Sementara itu, untuk menjalin hubungan bersama negara-negara tetangga, dilaksanakan diplomasi mitrekasatata yaitu kawan dekat sehaluan yang dapat hidup berdampingan secara damai.

b. Kehidupan Sosial Budaya
Meskipun Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar yang ada di Jawa, tapi di dalamnya juga hidup agama Buddha dan Islam. Menurut Ma Huan, kehidupan masyarakat berlangsung rukun dan damai. Kerukunan itu tersirat di di dalam kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, ” Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma mangrua ”. Untuk menjamin kehidupan keagamaan, dibentuklah dewan Dharmadhyaksa Kasaiwan (agama Syiwa Buddha), Dharmadhyaksa Kasogatan (agama Buddha). Dampak pengaturan kehidupan keagamaan selanjutnya adalah timbulnya toleransi antarpemeluk agama.

Sebagai kerajaan yang besar, Majapahit dapat membangun begitu banyak ragam bidang kehidupan. Sisa-sisanya dapat kita temukan sekarang. Misalnya area pemandian atau petirtaan, gapura seperti candi bentar dan bajang ratu, candi Penataran (seni bangunan), patung perwujudan Raden Wijaya sebagai Syiwa dan Wisnu, patung Tribhuwana (seni patung), kitab Arjunawiwaha, kitab Kutaramanawa, kitab Ranggalawe, kitab Sorondaka (seni sastra).

c. Kehidupan Ekonomi
Negara Kerajaan Majapahit bercorak agraris, dikarenakan kegiatan lebih dari satu besar penduduknya bertumpu terhadap sektor pertanian. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain beras dan rempah-rempah. Selain pertanian, kehidupan perekonomian Kerajaan Majapahit juga di menjalankan kegiatan perdagangan. Pelabuhan yang digunakan antara lain Tuban, Gresik, dan Surabaya bersama komoditas garam, lada, intan, cengkih, pala, kayu cendana, dan gading. Hanya saja, pedagang Majapahit bertindak sebagai pedagang perantara.


Baca Juga :

KPK Beri Penghargaan kepada Siswa Jujur

KPK Beri Penghargaan kepada Siswa Jujur

KPK Beri Penghargaan kepada Siswa Jujur
KPK Beri Penghargaan kepada Siswa Jujur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari Rabu (22/4) memberikan penghargaan

kepada sejumlah siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta karena bersikap jujur, dan diyakini memiliki dasar sikap anti-korupsi. Mereka mendapatkan bocoran soal Ujian Nasional tetapi tidak mau memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Pauline Arifin, staf bagian Fungsional Pendidikan pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK hari Rabu (22/4) pekan ini mendatangi sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta. Ia memberikan penghargaan kepada Muhammad Tsaqif Wismadi dan 4 temannya berupa plakat dan pin bertuliskan “Jujur Itu Hebat”.

Menurut Pauline, penghargaan itu diberikan kepada para siswa tersebut karena mereka berani

bersikap jujur dan integritas yang merupakan nilai dasar dari sikap anti korupsi. Penghargaan itu, menurut Pauline, untuk mendorong lebih banyak orang Indonesia bersikap jujur dan dengan lantang menyuarakan kejujuran.

“Keberanian adik-adik SMAN-3 untuk menyatakan dan menyuarakan dengan lantang keadilan dan kebenaran bahwa mereka punya kesempatan untuk menggunakan soal-soal UN (Ujian Negara) yang bocor itu tetapi mereka memilih untuk tidak menggunakan itu. Dan mereka tetap menjalankan UN itu dengan jujur, dan itu adalah nilai dasar untuk anti korupsi. Korupsi di negara kita ini masih merajalela karena banyak orang baik belum berani menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan dengan lantang. KPK ingin mendorong semua elemen masyarakat menyuarakan keadilan, menyuarakan kebenaran dan menyuarakan sikap integritas,” katanya.

Muhammad Tsaqif Wismadi, tentang sikapnya itu, mengaku bahwa sikap jujur

merupakan pilihan terbaik karena teman-teman di sekitarnya bersikap jujur. Ia tidak rela usaha teman-temannya belajar menjadi sia-sia karena ada teman yang lain bersikap tidak jujur, yaitu menggunakan bocoran soal ujian. Tsaqif dan teman-temannya mendapatkan informasi melalui media sosial tentang adanya soal-soal Ujian Negara SMA 2015 yang dibocorkan oleh oknum dari pihak percetakan dengan mengunggah soal-soal tersebut di internet. Tetapi Tsaqif dan teman-teman tidak menggunakan bocoran soal itu tetapi memilih melaporkan kepada pihak sekolah.


Sumber: https://businessnews.id/aktivis-desak-apple-hapus-permainan-perang-narkoba-filipina/

Sejarah Berdirinya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Sejarah Berdirinya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Berdirinya Badan Pemeriksa Keuangan

Suprastruktur ketatanegaraan Republik Indonesia

Dalam Suprastruktur ketatanegaraan Republik Indonesia tidak terlepas dari peran lembaga-lembaga independen yang juga membentu mempengaruhi dan mengawasi berjalannya roda pemerintahan di Indonesia. Salah satunya yaitu Badan Pemeriksa Keuangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan BPK. Secara historis dapat kita lihat bahwa berdasarkan Surat Penetapan amanat UUD Tahun 1945 telah dikeluarkan Pemerintah No.11/OEM tanggal 28 Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan, pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara di Kota Magelang.

Pada waktu itu Badan Pemeriksa Keuangan hanya mempunyai 9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pertama adalah R. Soerasno. Untuk memulai tugasnya, Badan Pemeriksa Keuangan dengan suratnya tanggal 12 April 1947 No.94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di Wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara, dan untuk sementara masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang lama yang berlaku bagi pelaksanaan tugas Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan Hindia Belanda).

Penetapan Pemerintah No.6/1948 tanggal 6 Nopember 1948

Dalam Penetapan Pemerintah No.6/1948 tanggal 6 Nopember 1948 tempat kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan dipindahkan dari Magelang ke Yogyakarta. Karena saat itu Negara Republik Indonesia yang ibukotanya di Yogyakarta tetap mempunyai Badan Pemeriksa Keuangan sesuai pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945, ketuanya diwakili oleh R. Kasirman yang diangkat berdasarkan SK Presiden RI tanggal 31 Januari 1950 No.13/A/1950 terhitung mulai 1 Agustus 1949.

Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Piagam Konstitusi RIS tanggal 14 Desember 1949, maka dibentuk pula Dewan Pengawas Keuangan (berkedudukan di Bogor) yang merupakan salah satu alat perlengkapan negara RIS. Dewan Pengawas Keuangan RIS berkantor di Bogor menempati bekas kantor Algemene Rekenkamer (BPK Hindia Belanda) pada masa pemerintah Netherland Indies Civil Administration (NICA).

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dengan kembalinya bentuk Negara menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, maka  Dewan Pengawas Keuangan RIS yang berada di Bogor sejak tanggal 1 Oktober 1950 digabung dengan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUDS 1950 dan berkedudukan di Bogor yang namanya lebih dikenal dengan Dewan Pengawas Keuangan RIS. Personalia Dewan Pengawas Keuangan RIS diambil dari unsur Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta dan dari Algemene Rekenkamer di Bogor.

Untuk lebih memantapkan tugas BPK RI, ketentuan yang mengatur BPK RI dalam UUD Tahun 1945 telah diamandemen. Sebelum amandemen BPK RI hanya diatur dalam satu ayat (pasal 23 ayat 5) kemudian dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 sampai sekarang dikembangkan menjadi satu bab tersendiri (Bab VIII A) dengan tiga pasal (23E, 23F, dan 23G) dan tujuh ayat.

Untuk menunjang tugasnya, BPK RI didukung dengan seperangkat Undang-Undang di bidang Keuangan Negara, yaitu:

  • UU No.17 Tahun 2003 Tentang keuangan Negara
  • UU No.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara
  • UU No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

Sumber: https://menitpertama.id/mencoba-kamera-ganda-xiaomi-mi-a1/

Demokrasi Parlementer di Indonesia

Demokrasi Parlementer di Indonesia

Demokrasi Parlementer di Indonesia

Demokrasi parlementer (liberal) adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi daripada badan eksekutif. Kepala pemerin-tahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer, presiden menjabat sebagai kepala negara.

Ciri-ciri dari demokrasi parlementer adalah sebagai berikut:

  1. Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja
  2. Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan Undang-Undang
  3. Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa)untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen
  4. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif
  5. Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif
  6. Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif
  7. Kontrol terhadap negara, alokasi sumberdaya alam dan manusia dapat terkontrol
  8. Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh berjuang, unuk memperjuangkan dirinya

            Di Indonesia, sistem parlementer ini berlangsung pada tahun 1950 sampai tahun 1959, ketika Indonesia. mengunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) sebagai landasan kontitusional.

2.3 Kehidupan Politik pada Masa Demokrasi Parlementer

            Kehidupan politik pada masa Demokrasi Parlementer tidak stabil, sehingga program pembangunan tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Salah satu penyebab ketidakstabilan tersebut adalah sering bergantinya pemerintahan yang betugas sebagai pelaksana pemerintahan. Kondisi Indonesia di masa Demokrasi Parlementer sangatlah rentan karena kinerja kabinet-kabinet sering mengalami deadlock dan ditentang oleh parlemen. Hal itu terjadi karena adanya kelompok oposisi yang kuat sehingga mengakibatkan timbulnya konflik kepentingan dalam proses perumusan dan pembuatan kebijakan Negara.

            Berikut ini ketujuh kabinet yang pernah berkuasa pada masa Demokrasi Parlementer di Indonesia:

  1. Kabinet Natsir  (7 September 1950-21 Maret 1951): Kabinet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin Masyumi.
  2. Kabinet Soekiman  (27 April 1951-23 Februari 1952): Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI. Dipimpin oleh Soekiman Wiryosanjoyo.
  3. Kabinet Wilopo  (3 April 1952-3 Juni 1953): Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya, dipimpin oleh Wilopo
  4. Kabinet Ali Sastroamijoyo  ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 ):Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU, dipimpin oleh Ali Sastroamijoyo
  5. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956): Kabinet ini dipimpin oleh Burhanuddin Harahap.
  6. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957): Kabinet ini merupakan koalisi antara tiga partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU. Dipimpin oleh Ali Sastroamijoyo.
  7. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 ): Kabinet ini merupakan zaken kabinet yatu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dibentuk karena kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-Undang Dasar pengganti UUDS 1950 serta terjadinya perebutan kekuasaan politik. Dipimpin oleh Ir. Juanda.

            Kehidupan politik di masa demokrasi parlementer juga diwarnai dengan gagalnya konstituante dalam membuat undang-undang yang baru bagi Indonesia. Konstituante adalah sebuah lembaga yang dibentuk untuk membentuk UUD baru dan juga untuk menanggulangi segala permasalahan dalam negeri yang sedang tidak stabil. Faktor-faktor untama yang menjadi penyebab gagalnya konstituante adalah terdapatnya sikap mementingkan kepentingan golongan atau partai politik yang berada di dalam konstituante. Pada saat itu, terdapat tiga poros kekuatan partai politik utama yang menempati kursi konstituante dan pemerintahan, yaitu kekuatan partai Islam, kekuatan partai Nasionalis, dan kekuatan partai Komunis. Di antara ketiga kekuatan utama itu, tidak terdapat konsensus yang baik untuk merancang undang-undang dasar sehingga selalu menemui jalan buntu. Selain itu terdapat pula berbagai peristiwa politik yang merembet pada konflik kepentingan masing-masing kelompok politik di dalam tubuh konstituante.


Baca Juga :

Demokrasi adalah

Demokrasi adalah

Demokrasi adalah

Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani “demokratia” yang terdiri dari dua kata, yaitu demos = rakyat dan kratos/kratein = kekuatan / pemerintahan.

           Ada beberapa definisi demokrasi menurut para ahli, berikut beberapa contohnya:

  1. Abraham Lincoln : Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
  2. Giovanni Sartori: Demokrasi adalah suatu sistem dimana tak seorang pun dapat memilih dirinya sendiri, tak seorang pun dapat mengindentifikasikan dia dengan kekuasaannya, kemudian tidak dapat juga untuk merebut dari kekuasaan lain dengan cara-cara tak terbatas dan tanpa syarat.
  3. Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila: Demokrasi adalah suatu pola pemerintahan dalam mana kekuasaan untuk memerintah berasal dari mereka yang diperintah. Atau demokrasi adalah pola pemerintahan yang mengikutsertakan secara aktif semua anggota masyarakat dalam keputusan yang diambil oleh mereka yang berwewenang.

Demokrasi sebagai meliputi unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Adanya partisipasi masyarakat secara aktifd dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  2. Adanya pengakuan akan supremasi hokum ( daulat Hukum)
  3. Adanya pengakuan akan kesamaan di antara warga negara
  4. Adanya kebebasan, di antaranya; kebebasan berekpresi dan berbicara/berpendapat, kebebasan untuk berkumpul dan berorganisasi, kebebasan beragama dan berkeyakinan, kebebasan untuk menggugat pemerintah, kebebasan untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum, kebebasan untuk mengurus nasib sendiri.
  5. Adanya pengakuan akan supremasi sipil atas militer

Istilah demokrasi bertolak dari suatu pola pikir bahwa:

  1. Manusia diperlakukan dan ditempatkan dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Keinginan, aspirasi, dan pendapat individu dihargai dan mereka diberikan hak untuk menyampaikan keinginan, aspirasi, harapan, dan pendapatnya.
  2. Salah satu hak asasi manusia adalah kebebasan untuk mengejar kebenaran, keadilan, dan kebahagiaan. Kebebasan dan keadilan ini melandasi keinginan, ide, atau gagasan demokrasi.
  3. Sesuatu yang diputuskan bersama akan memiliki kadar ketepatan dan kebenaran yang lebih menjamin
  4. Di dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan timbul selisih paham dan kepentingan antarindividu, sehingga perlu suatu cara untuk mengatur bagaimana mengatasinya

Sumber: https://deevalemon.co.id/huawei-dorong-mahasiswa-surabaya-kembangkan-smart-city/

Pengaruh Internet Terhadap Perilaku Masyarakat

Pengaruh Internet Terhadap Perilaku Masyarakat

Pengaruh Internet Terhadap Perilaku Masyarakat

2.3.1        Pengaruh terhadap kepribadian manusia baik wanita maupun laki-laki.

Kehadiran internet telah merubah dunia kerja, dari tekanan pada kerja otot ke kerja otak.. Implikasinya adalah perbedaan perilaku pria dan wanita semakin mengecil. Kini semakin banyak pekerjaan kaum pria yang dijalankan oleh kaum wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.

Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya. Selain itu semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan perusahaan dan sekaligus menjadi pemilik perusahaan. Di Indonesia selama 54 tahun merdeka belum pernah ada wakil presiden wanita, kini di tahun 1999 Indonesia sudah memilikinya. .

Peran wanita dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat 75 persen dari keputusan yang menyangkut kesehatan dalam keluarga diputuskan oleh wanita. Wanita membeli 50 persen dari mobil yang terjual di Amerika. Bahkan Toyota melaporkan bahwa 60 persen pembeli mobil mereka adalah kaum wanita. Sekitar 80 persen dari belanja keperluan konsumen sehari-hari dibelanjakan oleh kaum wanita.

Hal yang tidak kalah menariknya adalah semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan yang tadinya pekerjaan yang dominan dilakukan kaum pria. Kalau semula pekerjaan membeli ban baru untuk mobil umumnya dilakukan pria, kini ban mobil yang terjual di USA sekitar 45 persen dibeli oleh kaum wanita. Peralatan sport yang laku di USA 40 persen berasal dari pembeli wanita. Hal lain yang menonjol adalah 75 persen pakaian pria dibeli oleh wanita, dan seperempat dari mobil truk yang laku di USA dibeli oleh wanita (Aburdene & Naisbitt, 1993).

Internet juga dapat digunakan sebagai ajang permainan , seperti game online. Berbagai permainan dapat diakses dan dimainkan melalui internet. Kini internet sudah menjadi pusat hiburan.

2.3.2        Pengaruh terhadap perkembangan seksualitas.

Selain dapat digunakan untuk berpacaran melalui progam internet relay chatting (IRC), internet dapat pula digunakan untuk mengakses gambar dan film porno. Walaupun gambar porno dan cerita porno dapat diperoleh dari berbagai sumber, kehadiran internet semakin menyemarakkan perolehan pronografi tersebut. Banyak pakar yang berpendapat bahwa rangsangan seksual yang diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual (lihat Conger, 1975).

2.3.3        Pengaruh terhadap pola interaksi manusia.

Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet ( warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.


Sumber: https://etrading.co.id/pesatnya-teknologi-harus-diimbangi-keamanan-siber/

Peralatan dan Perlengkapan Pameran

https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/setnov-kecelakaan-tagar-savetianglistrik-jadi-trending-topic/Peralatan dan Perlengkapan Pameran

Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran kelas atau sekolah adalah sebagai berikut :

1.      Sketsel atau panil, digunakan untuk meletakkan karya seni dua dimensi, seperti lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan.

2.      Level, digunakan untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang penting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.

3.      Meja dan kursi, digunakan untuk buku tamu dan kursi digunakan untuk para undangan pada saat acara pembukaan pameran.

4.      Tata lampu atau pencahayaan, penataan pencahayaan perlu ditata sedemikian rupa agar berfungsi sebaikbaiknya demi penerangan terhadap karya yang dipamerkan. Tingkat pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang dan atau terlalu redup. Pencahayaan terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah pencahayaanyang tepat juga sangat membantu keindahan karya.

5.      Dekorasi ruangan, dibuat untuk mempercantik ruangan pameran, terlebih untuk pameran yang diadakan di dalam gedung (in door).

6.      Katalog, dapat dibuat berbentuk brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi yang ditampilkan dalam pameran. Katalog memuat kata sambutan, jenisjenis karya, data peserta pemeran beserta hasil karyanya (bisa juga diikuti foto).

7.      Brosur, digunakan untuk sarana informasi dan promosi tentang adanya kegiatan pameran yang ditulis secara singkat tetapi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas yang umumnya terdiri atas beberapa halaman dalam bentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan untuk disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.

8.      Buku tamu atau buku kesan dan pesan, diletakkan di meja dekat pintu masuk pengunjung dan pintu keluar. Dalam buku tamu berisi kolom catatan yang diisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.

9.      Sound system, diperlukan pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun pengunjung.

F.     Penataan Karya Seni Rupa

Pada penempatan karya sekaligus ruangannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya, yaitu sebagai berikut.

1.      Penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

2.      Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.

3.      Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh diletakkan di lantai.

4.      Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.

5.      Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.

Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikm

Sumber :

Setnov kecelakaan, tagar #SaveTiangListrik jadi trending topic

Apa yang Dimaksud Dengan Gurindam

Apa yang Dimaksud Dengan Gurindam

Apa yang Dimaksud Dengan Gurindam

Gurindam adalah karya sastra lama yang berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari 2 baris tiap baitnya. Baris pertama pada gurindam merupakan baris syarat, masalah, persoalan atau perjanjian dan baris kedua merupakan jawaban atau akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama.

Gurindam sangat berbeda dengan pantun. Gurindam hanya memiliki 2 larik pada satu bait pantun sedangkan pantun memiliki 4 baris dalam tiap bait. Di dalam gurindam, kalimat antar larik/baris saling berkaitan. Sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat majemuk utuh yang memiliki hubungan sebab akibat.

Ciri-Ciri Gurindam

  1. Gurindam terdiri dari dua baris tiap baitnya.
  2. Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata.
  3. Tiap baris memiliki hubungan sebab akibat.
  4. Tiap baris memiliki rima atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
  5. Isi atau maksud dari gurindam ada pada baris kedua.
  6. Isi gurindam biasanya berupa nasehat-nasehat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

Baca Juga :

Macam-Macam puisi

Macam-Macam puisi

Jenis - jenis puisi

Puisi dapat dibedakan menjadi 2 jenis.

  1. Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat dengan aturan – aturan.

Aturan – aturan dalam puisi lama :

  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama

Ciri puisi lama:

  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
  1. Puisi baru

Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat dengan suatu aturan – aturan, sehingga penulisnya dapat lebih bebas dalam menentukan suku kata, rima, dan barisnya.

Ciri-ciri Puisi Baru:

  • Bentuknya rapi, simetris;
  • Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  • Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  • Sebagian besar puisi empat seuntai;
  • Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Contoh puisi baru :

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

di antara gudang, rumah tua, pada cerita

tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut

menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang

menyinggung muram, desir hari lari berenang

menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak

dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

menyisir semenanjung, masih pengap harap

sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


Sumber: https://penirumherbal.co.id/konsumen-indonesia-aktif-cari-promosi-dan-diskon/

Unsur – unsur puisi

Unsur – unsur puisi

Unsur - unsur puisi

Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi

  1. Struktur fisik puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari:

  • Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan di akhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
  • Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  • Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
  • Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata konkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
  • Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile,personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
  • Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.
  1. Struktur batin puisi

Struktur batin puisi terdiri dari :

  • Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
  • Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  • Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  • Amanat/tujuan/maksud (intention); yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca

Sumber: https://ironmanfactory.com/ahok-sosok-yang-paling-banyak-dicuitkan-tahun-ini/