Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

Motivasi secara sederhana dapat diartikan “motivating” yang berarti bahwa pimpinan suatu organisasi berada ditengah-tengah bawahannya, dengan demikian dapat memberikan bimbingan, intruksi, nasehat, dan koreksi jika diperlukan (Siagian, 1985:129). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri manusia yang menyebabkan ia melakukan suatu pekerjaan  (Wursanto, 1987: 132).

Chung dan Megginson menyatakan bahwa, motivasi dirumuskan sebagai perilaku yang ditujukkan pada suatu sasaran, berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan motivasi yang berhubungan dengan kepuasan pekerja dan performasi pekerjaan”.[1] Jadi performansi disini  adalah fungsi dari motivasi kerja dan kemampuan.

Motivasi selalu menjadi perhatian utama dari para manajer, karena motivasi berhubungan erat dangan keberhasilan seseorang, organisasi, atau masyarakat dalam mencapai tujuannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi menggunakan semua kemampuan yang dimilikinya, dan bertujuan untuk mendapatkan hasil kerja yang sesuai dengan keinginan.

  1. Motivasi dan Kepuasan

Sering istilah motivasi dan kepuasan digunakan secara bergantian. Sebenarnya ada perbedaan antara keduanya. kepuasan dan ketidak-puasan seseorang dengan pekerjaannya itu bersifat subjektif, yang merupakan hasil kesimpulan dan didasarkan pada suatu perbandingan mengenai apa yang diterima oleh pegawai dari pekerjaannya. Kepuasaan kerja biasanya diketahui berdasarkan hasil penyelidikan terhadap pegawai.

Kesediaan atau motivasi seorang pegawai untuk bekerja biasanya ditunjukkan oleh aktifitas yang terus-menerus, dan yang berorientasikan tujuan. Jadi yang dimaksud pegawai yang bermotivasi adalah pegawai yang perilakunya diarahkan kepada tujuan organisasi dan aktivitas-aktivitasnya tidak mudah terganggu oleh gangguan-gangguan kecil.

Sedangkan pegawai yang tidak bermotivasi, adalah mereka yang tergolong dalam hal dibawah ini:

  1. Perilaku pegawai tidak memperlihatkangoal directed(berorientasikan tujuan)
  2. Perilaku pegawai tidak diarahkan pada tujuan yang bernilai bagi organisasi
  3. Pekerja tidak komitmen terhadap tujuan, yang berakibat  mudah terganggu dan menuntut pengawasan yang tinggi.[2]

    Recent Posts

 Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi

 Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi

l  Tahap pertama: melihat kemungkinan daerah-daerah mana yang dapat ditentukan sebagai daerah-daerah alternative.

l  Tahap kedua: melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri dalam menentukan lokasi pabrik

l  Tahap ketiga: mempertimbangkan dan menilai masyarakat-masyarakat dari daerah-daerah yang pada tahap kedua telah dipilih untuk lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan.[7]

Berikut contoh cara menentukan dan memilih lokasi suatu usaha bisnis, untuk memudahkannya harus diberi “scoring” atau nilai dengan angka 1-10. Makin kecil nilai “scoring” berarti makin jelek kondisinya dan sebaliknya bila makin tinggi, berarti makin baik kondisinya.

KESIMPULAN

Tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menetukan lokasi suatu perusahaan atau tempat usaha sebaik mungkin agar dapat beroperasi atau menjalankan proses produksi dengan lancar, biaya operasi yang rendah, kemampuan bersaing perusahaan dan memungkinkan perluasan dimasa yang akan datang. faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan dalam perusahaan lokasi perusahaan adalah sebagai berikut : Lingkungan Masyarakat, kedekatan dengan pasar, tenaga kerja, kedekatan dengan bahan mentah (supplier), fasilitas dan biaya transportaasi, sumber daya (alam) lainnya.

Sedangkan Tekhnik-tekhnik dalam  menentukan lokasi usaha antara lain dengan menggunakan metode kualitatif, Analisis titik impas lokasi, Metode Pusat Gravitasi dan Model Transpotasi. Sedangkan tahap-tahap dalam pemilihan lokasi adalah sebagai berikut : Tahap pertama: melihat kemungkinan daerah-daerah mana yang dapat ditentukan sebagai daerah-daerah alternative. Tahap kedua: melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri dalam menentukan lokasi pabrik. Tahap ketiga: mempertimbangkan dan menilai masyarakat-masyarakat dari daerah-daerah yang pada tahap kedua telah dipilih untuk lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

 Fungsi Pasar Valuta Asing

 Fungsi Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional :

a). Mempermudah penukaran valuta

asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem “clearing”. Pasar valuta asing memberikan jasa kliring bagi para pengusaha atau individu. Para turis biasanya menemukan pasar ini di banyak bandar udara., di mana tempat penukaran mata uang asing yang dilengkapi dengan papan petunjuk tingkat nilai tukar yang sedang berlaku.

b). Memungkinkan dilakukannya “hedging”. Seorang pedagang melakukan hedging apabila ia pada saat yang sama melalukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda, untuk menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs. Hedging dapat dilakukan di pasar berjangka (forward market). Sebagai contoh : seorang importir dari Indonesia membeli mobil dari USA seharga US$7,000 dengan pembayaran 4 bulan yang akan datang. Kurs pada saat itu, misalnya US$ 1 = Rp.9.000, sehingga harga mobil tersebut dalam mata uang rupiah adalah Rp.63.000.000. Apabila kurs berubah menjadi US$ 1 = Rp.9.300, maka harga mobil menjadi Rp.65.100.000, dengan demikian importir harus membayar lebih banyak. Untuk menghindari kerugian karena harga mobil yang meningkat, maka importir dapat melakukan hedging di pasar berjangka. Caranya, importir menghubungi bank di Indonesia untuk membeli mobil seharga US$7,000 dengan penyerahan 4 bulan yang akan datang dengan kurs yang disetujui saat itu US$ 1 = Rp.9,000. Kurs tersebut disebut kurs berjangka (forward exchange rate). Perbedaan kurs berjangka dengan kurs spot menggambarkan adanya perbedaan tingkat bunga di Indonesia dan USA.

            Selanjutnya bank di Indonesia yang dihubungi importir akan berusaha membeli US$ pada pasar spot dan kemudian menyimpannya selama 4 bulan di USA. Atas tindakan bank tersebut, ia (bank di Indonesia) akan memperoleh bunga dari bank di USA. Apabila tingkat bunga di USA lebih rendah dari pada di Indonesia, importir harus membayar perbedaannya. Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA lebih tinggi, maka perbedaannya oleh bank tersebut diberikan kepada importir. Misalnya, importir memerlukan US$7,000 untuk 4 bulan dengan kurs spot US$ 1 = Rp.9.000. Jika tingkat bunga simpanan di USA 4 % dan di Indonesia 5 %, maka bank di Indonesia yang menjual US$7,000 forward kepada importir akan meminta Rp.63.000.000 (kurs spot) ditambah dengan 1 % kerugian tingkat bunga karena uang dollar disimpan di USA. Total harga US$7,000 adalah Rp.63.000.000 + Rp.630.000 = Rp.63.630.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 63.630.000/7.000 = Rp.9.090, yakni 1 % discount terhadap kurs spot (US$ = Rp.9.300).

            Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA 4 % dan di Indonesia 3 %, maka harga total US$7,000 forward akan menjadi = Rp.63.000.000 – Rp.630.000 = Rp.62.370.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 62.370.000/7.000 = Rp.8.910, yakni 1 % premium terhadap kurs spot ( US$ 1 = Rp.9.300).

c). Dapat melakukan arbitrage. Ratio antara kurs forward dengan kurs spot menggambarkan perbedaan dalam tingkat bunga. Apabila terdapat perbedaan, tindakan arbitrage (tindakan menjual/membeli valuta asing di negara yang kursnya tinggi/rendah untuk memperoleh keuntungan karena perbedaan kurs di kedua negara akan menghilangkan perbedaan tersebut. Tindakan arbitrage akan cenderung menyamakan kurs valuta asing di berbagai negara. Tindakan arbitrage akan berhenti apabila keuntungan yang diperoleh karena adanya perbedaan tingkat bunga diimbangi dengan kerugian yang sama dari pasar valuta asing jangka (forward market). Hal ini biasa disebur dengan “interest parity”.

 

Sumber :

https://promo-honda.id/indonesia-paling-agresif-dalam-aplikasi-mobile/

Langkah-Langkah Pemimpin dalam Mengambil Keputusan

Langkah-Langkah Pemimpin dalam Mengambil Keputusan

Masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin terikat pada suatu tempat, situasi, orang dan waktu tertentu. Masalah dalam pengambilan keputusan senantiasa dihubungkan dengan tujuan yang jelas. Jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berdasarkan intensitas masalah yang dapat digolongkan menjadi masalah yang sederhana dan masalah yang komplek.

Pengambilan keputusan antara lain juga diartikan sebagai suatu tehnik memecahkan suatu masalah dengan mempergunakan tehnik-tehnik ilmiah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ada 7 langkah yang perlu diambil oleh seorang pemimpin dalam usaha memecahkan masalah dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah. Langkah-langkah itu adalah (Siagian SP, 1973):

  1. Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi, dengan perkataan lain mendefinisikan masalah yang dihadapi itu dengan setepat-tepatnya;
  2. Mengumpulkan fakta dan data yang relevant
  3. Mengolah fakta dan data tersebut
  4. Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh
  5. Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan matang
  6. Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan
  7. Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah diambil. [7]

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pengambilan keputusan pada hakekatnya adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah . Pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan –tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. pengambilan keputusan sebagai tugas terpenting dan terutama bagi seorang pemimpin yang baik, bukan merupakan tugas mudah dan bahwa apabila seorang ingin diakui sebagai seorang pemimpin yang baik maka orang tersebut sepanjang karirnya harus teratur dan berkesinambungan dengan kemampuan mengambil keputusan. Dengan kata lain pengambilan keputusan adalah suatu teknik untuk memecahkan suatu masalah denagn mempergunakan teknik-teknik  ilmiah.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana tugas itu dapat dilakukan secara efektif, dan proses memfasilitasi usaha individu dan kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin dalam memimpin organisasi mempunyai macam-macam gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpin itu adalah : gaya kepemimpinan otoriter, demokratis dan bebas.

Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin, sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.  Pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin.

Recent Posts

 Peranan Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

 Peranan Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin, sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin. Pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:

  1. Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif.
  2. Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajer memperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data, manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya.
  3. Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk mengatasi masalah.

Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh karena itu banyak pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.

Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :

sumber :

https://ijateng.id/hewan-peliharaan-juga-bisa-alergi-makanan/

Asas-Asas Pranata Sosial Islam

Asas-Asas Pranata Sosial Islam

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita bahwa Allah yang Maha Kuasa terlibat dalam penciptaan, dan bahwa tak ada wujud diwaktu manapun yang tak memerlukan Allah.[4] Termasuk adanya akal menyebabkan manusia mengenal generalitas berbagai hal serta garis-garis utama kebenaran dan kebatilan. Tetapi dalam hal-hal mendetai dan halus ia memerlukan tuntunan lain. Akal tidak mempunyai kemampuan untuk melihat semua detail. Misalnya, semua orang bijaksana tahu bahwa keadilan adalah baik, dan kedzaliman adalah buruk. Tetapi mereka tak dapat membedakan detail-detail kasus keadilan dan kedzaliman untuk menentukan dimana tepatnya keadilan dan kedzaliman itu. Hal ini dapat sampai pada suatu titik dimana kebenaran dipandang sebagai kebatilan, dan keadilan sebagai kedzaliman. Allah Yang Maha bijaksana yang menciptakan manusia untuk mencapai kesempurnaan secara sukarela tidak membiarkannya tanpa tuntunan semacam itu. Allah telah menimpali kekurangannya dalam pemahaman dan pengenalan dengan wahyu dan kenabian (nubuwwah).[5]

Tuntunan tersebut ada tuntunan umum dan tuntunan khusus. Tuntunan umum yakni tuntunan yang meliputi kaum mukmin dan kaum kafir, yang bajik maupun yang durhaka. Sedangkan tuntunan khusus yakni tuntunan yang hanya untuk kaum mukmin, dimana orang kafir tidak berhak atasnya. Tuntunan khusus hanya meliputi orang-orang yang secara ikhlas beribadah kepada Allah Swt.

Untuk memperoleh tuntunan khusus Ilahi dan sekaligus terangkul dalam kewalian khusus Allah kita harus menghargai nikmat Allah, membuang egoism dan menggantikannya dengan takwa. Ini tak tercapai dengan slogan semata, tak akan didapat dengan melaksanakan shalat belaka. Untuk itu hati manusia harus diserahkan kepada Allah dan motif amal perbuatan haruslah suci. Semangat keakuan dan kelompok harus dihapus dari kehidupannya; maksud dan tujuannya haruslah hanya demi kesempurnaannya. Ia harus menghasratkan tuntunan Allah bagi dirinya dan orang lain dan tidak menghendaki apapun selain keridlaan Allah Swt.

Sumber :

https://bogorchannel.co.id/toshiba-jual-bisnis-semikonduktor-ke-bain-capital/

[6]

Faktor-Faktor Eksternal

Faktor-Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap prospek perekonomian Indonesia adalah prospek perekonomian dan perdagangan dunia 2003. IMF dalam laporannya bulan September 2002 memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan volume perdagangan dunia 2003 akan masing-masing sekitar 3,7% dan 6,1%. Prospek perekonomian dan perdagangan dunia sangat dipengaruhi oleh prospek perekonomian di AS, Jepang, dan masyarakat Eropa (EU). Menurut prediksi IMF (WEO), sebelum intervensi AS ke Irak, PDB riil AS 2003 akan tumbuh 2,6%, sedikit di atas perkiraan 2002, yakni 2,2% (ini jauh lebih baik dibandingkan realisasi pertumbuhan 2001 yang hanya 0,3% akibat tragedi WTC). Sedangkan ekonomi Jepang dan ME akn tumbuh masing-masing hanya 1,1% (angka ini jauh lebih baik daripada perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang 2002 – 0,5% dan realisasi 2001 – 0,3%) dan 2,3% tahun 2003 (sedikit meningkat dibandingkan perkiraan 2002 1,1%). Sementara, BPS memprediksi perekonomian AS dan Jepang 2003 bisa tumbuh antara 1% hingga 3%.

Faktor eksternal lainnya yang juga harus diperhitungkan dalam memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia 2003 adalah kondisi politik global, terutam efek-efek dari perang AS – Irak dan krisis senjata nuklir Korea Utara. Jika pembentukan pemerintahan baru di Irak berjalan mulus dan Irak bisa kembali berfungsi secara normal (termasuk bisa kembali melakukan ekspor minyaknya), maka perkiraan sebelumnya bahwa perang AS – Irak tersebut akan berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, terutama lewat efek harga minyak dan penurunan ekspor serta penundaan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke wilayah Timur Tengah tidak akan terjadi. Sedangkan, efek dari krisis Korea Utara jika berubah menjadi perang besar jelas akan mengganggu arus perdagangan dan investasi di Asia Tenggara dan Timur khususnya dan dunia pada umumnya.

APBD sebagai fungsi kebijakan fiscal

APBD sebagai fungsi kebijakan fiscal

Sebagai cerminan kebijakan fiskal, APBD memiliki 3 (tiga) fungsi utama, yaitu:

  1. Fungsi alokasi, Fungsi alokasi mengandung arti bahwa APBD harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja/mengurangi pengangguran, mengurangi pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. APBD harus dialokasikan sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan.
  2. Fungsi distribusi, Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan APBD harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Jika fungsi distribusi APBD berjalan dengan baik, maka APBD dapat mengurangi ketimpangan dan kesenjangan dalam berbagai hal.
  3. Fungsi stabilisasi. Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa APBD merupakan alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian daerah.
  4. APBD sebagai fungsi investasi daerah

Dalam pandangan manajemen keuangan daerah, APBD merupakan rencana investasi daerah yang dapat meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, APBD harus disusun sebaik mungkin agar dapat menghasilkan efek ganda (multiplier effect) bagi peningkatan daya saing daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkesinambungan.

  1. APBD sebagai fungsi manajemen pemerintahan daerah

Sebagai fungsi manajemen pemerintahan daerah, APBD mempunyai fungsi sebagai pedoman kerja, alat pengendalian (control), dan alat ukur kinerja bagi pemerintah daerah. Dengan kata lain, dipandang dari sudut fungsi manajemen pemerintah daerah, APBD memiliki fungsi perencanaan, otorisasi, dan pengawasan. Dalam penjelasan PP Nomor 58/2005, fungsi perencanaan, otorisasi, dan pengawasan didefinisikan sebagai berikut:

Sumber :

https://weshop.co.id/apa-itu-teknologi-penapisan/

 Pengertian Globalisasi

 Pengertian Globalisasi

Globalisasi artinya sedunia atau sejagad, maka gobalisasi dapat di artikan suatu sistem atau tatanan yang mengglobal atau mendunia sehingga seseorang atau negara tidak mungkin untuk mengisolasi diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi.

Dengan era globalisasi berarti sudah tidak ada batas ruang, tempat dan waktu terhadap suatu informasi dan peristiwa. Peristiwa- peristiwa yang terjadi suatu negara akan dapat diketahui dengan cepat oleh bangsa dan negara lain. Unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke suatu negara baik yang positif maupun yang negatif. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan teknologi dan komunikasi. Misalnya informasi dapat melalui radio,televisi, internet, dan sebagainya sehingga informasi-informasi dapat di ketahui dan masuk kerumah-rumah masyarakat dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.

Pengertian globalisasi menurut para pakar sebagai berikut :

1.      Menurut Anthony Giddens, globalisasi adalah penguatan hubungan seluruh dunia yang jauh dari lingkungan sebagaimana jalan yang bercabang di bentuk dari peristiwa yang menjadi beberapa mil jauhnya, dan sebaliknya

2.      Menurut Peter Dickens, globalisasi yaitu muncul ketika manusia kehilangan-kehilangan batas-batas yang menghalanginya dalam membangun persekutuan untuk berbagi alasan, kepentingan, dan tujuan, yaitu untuk tujuan kebajikan maupun untuk tujuan kejahatan.

3.      Menurut joseph stiglitz, globalisasi adalah bahwa kita tidak bisa mengisolasikan diri kita dari yang sedang terjadi di tempat lain di dunia.

B.     Proses Globalisasi

Proses globalisasi terjadi melalui tiga tahap, yaitu di awali dari modernisasi di benua Eropa, tahap kolonialisasi Bangsa Barat, dan tahap perdagangan bebas.

1.      Masa modernisasi di Benua Eropa

Perkembangan globalisasi di awali dari modernisasi  Eropa yang mendorong terjadinya revolusi industri pada abad pertengahan. Pada masa itu Eropa mengalami proses modernisasi di segala bidang. Industri berkembang pesat sejalan dengan penemuan-penemuan alat-alat produksi modern. Perkembangan industri ternyata malahirkan masalah-masalah baru, yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan bahan baku yang jumlahnya sangat terbatas dan bagaimana memasarkan produk yang dihasilkan industri tersebut.

2.      Masa kolonialisme dan imperialisme

Globalisasi ekonomi pada masa koloalisme Eropa lima abad lalu bertujuan utuk mendapatkan kekeyaan di belahan dunia yang sebelumnya tidak terjangkau. Cristobal Colon, yang kemudian di kenal dengan nama Cristopher Columbus, berlayar mengarungi lautan menuju wilayah Asia yang di beritakan berlimpah dengan kekayaan alam dan semesta. Untuk membiayai perjalanan itu, ia mendapat dukungan dana dari Raja dan Ratu spayol. Upaya mencari wilayah baru untuk memperoleh kekayaan bagi negara semacam itu terus berlanjut dan di ikuti oleh penjelajah-penjelajah yang lain.

3.      Masa perdagangan bebas dunia

Globalisasi ekonomi yang sudah berakar sejak berabad-abad yang lalu terus berevolusi. Titik perkembangan yang signifikan terjadi pada tahun 1947 saat di mulai berlakunya dan di lembagakannya perjanjian umum tentang tarif dan perdagangan atau GATT.

Pada tahun 1995 berhasil di sepakati untuk membentuk WTO. Keanggotaan WTO terus berkembang sampai dengan bulan Februari 2005 anggotanya mancapai 148 negara dengan bidang cakupan yang lebih luas, yaitu menyangkut liberalisasi lalu lintas barang dan jasa(GATS).

Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama dan lain-lain. Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak adalah lembaga yang sedang menjadi perhatian masyarakat, lembaga kemasyarakatan yang mendapat penelitian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi sumber atau saluran utama dari perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perubahan dari lembaga kemasyarakatan membawa akibat pula pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang lain. Kerena lembaga kemasyarakatan merupakan suatu sistem yang terintegrasi.

Perubahan pada lembaga kemasyarakatan akan berpengaruh terhadap pola-pola, fungsi dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Contohnya pengaruh budaya liberalisme, apabila pengaruh ini terlaksana maka akan terjadi perubahan yang mendasar pada lembaga pemerintah. Misalnya dengan menerapkan demokrasi liberal.

Recent Posts

Pemantauan dan Penilaian Perkesmas

Pemantauan dan Penilaian Perkesmas

Pemantauan dan Penilaian Perkesmas

Pemantauan dilaksanakan secara periodik setiap bulan oleh kepala Puskesmas dan Bidan koordinator Perkesmas. Hasil pemantauan terhadap pencapaian indikator kinerja menjadi masukan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja bidan berikutnya, peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan penilaian dilaksanakan minimal setiap akhir tahun dan hasilnya digunakan untuk masukan dalam penyusunan perencanaan kegiatan Perkesmas pada tahun berikutnya. Untuk memudahkan pemantauan dan penilaian kinerja Perkesmas maka dilakukan penyajian hasil dengan menggunakan tabel, grafik balok/garis atau grafik Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Penilaian dilakukan setahun sekali meliputi semua aspek baik input, output, outcome sebagai masukan penyusunan rencana kegiatan Perkesmas tahun berikutnya. Untuk memudahkan pemantauan dan penilaian kinerja Perkesmas maka dilakukan penyajian hasil dengan menggunakan tabel, grafik balok/garis atau grafik Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).

Penilaian dilakukan setahun sekali meliputi semua aspek baik input, output, outcome sebagai masukan penyusunan rencana kegiatan Perkesmas tahun berikutnya.

  1. Identifikasi Masalah.

Menurunya derajat kesehatan masyarakat dalam rangka kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas} diakibatkan oleh meningkatnya angka kesakitan pada keluarga sasaran khususnya keluarga rawan, keluarga yang rentan terhadap masalah kesehatan. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor, antara lain :

1)         Meningkatnya suatu penyakit di masyarakat.

2)         Kurangnya kegiatan perawatan Kesehatan Masyarakat oleh petugas.

3)         Kurang akuratnya data yang tersedia

4)         Lingkungan yang tidak sehat dan bersih.

Selanjutnya dapat diidentifikasi masalah yang berhubungan langsung dengan masalahutama tersebut di atas adalah kurangnya kegiatan perawatan Kesehatan Masyarakat oleh petugas yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

1)         Kurangnya kerjasama lintas program terkait.

2)         Kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

3)         Kurangnya kemampuan/keterampilan petugas (bidan dan pada bidan)

4)         Kurangnya motivasi petugas.

  1. Sasaran.

Dengan adanya identifikasi masalah diatas, maka penulis dapat mengemukakan sasaran yang ingin dicapai dalam rangka menuju pemecahan masalah . Adapun sasaran yang dimaksud adalah seperti di bawah ini. Terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam rangka kegiatan Perkesmas diakibatkan dari tercapainya penurunan angka kesakitan pada keluarga rawan yang rentan terhadap masalah kesehatan. Penurunan angka kesakitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1)         Tertanggulanginya suatu penyakit di masyarakat

2)         Terwujudnya peningkayan kegiatan Perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas (bidan dan bidan).

3)         Tersedianya keakuratan data.

4)         Terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih.

Sedangkan yang menyebabkan terwujudnya peningkatan kegiatan Perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas adalah :

1)         Terwujudnya peningkatan kerjasama lintas program terkait.

Dengan sudah dilaksanakannya pelatihan petugas Perawatan kesehatan masyarakat. Petugas dari perogram terkait sudah memahami dan mengerti tentang pelaksanaan dari Program Puskesmas. Bahwa program Puskesmas sangat mendukung untuk program puskesmas lainnya tertutama dalam pencapaian cakupan program Kesehatan Ibu dan Anak dan program Pemberantasan Penyakit menular temasuk Imunisasi.Program KIA dan Imunsasi adalah program primadona. Untuk program KIA dalam hal pencapaian cakupan K.1 dan K.4, sedangkan untuk pelayanan program Imunisasi petugas Puskesmas melakukan pembinaan pada keluarga DO (Drop Out).Dari program Gizi petugas Puskesmas membantu dalam hal pembinaan kelarga yang mempunyai bayi, anak balita, yang berat badannya berada dibawah garis merah (Balita BGM) dan ibu hamil /ibu nifas yang kekuranan enegi sera membantu dalam hal pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT). Untuk program pemberantasan Penyakit Menular (P2M) petugas Puskesmas membantu memberikan bimbingan serta tindak lanjut untuk kasus-kasus penyakit menular maupun tidak menular.

2)         Tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/