Agar Alat Mobil Tidak Digigit Tikus Jauhi Parkir di Tempat ini

Mobil Tidak Dipakai Selama PSBB, Jauhi Parkir di Tempat ini Agar Tidak Digigit Tikus. Untuk menangkal penyebaran virus corona (COVID-19) pemerintah sudah mengimbau guna berkerja di lokasi tinggal atau work from home. Imbuan ini lantas diperkuat dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seiring dengan telah resmi diberlakukannya regulasi PSBB di sebanyak wilayah di Indonesia, menciptakan mobilitas masyarakat menurun. Kondisi ini pastinya akan menciptakan mobil favorit menjadi jarang digunakan. Imbasnya jarak tempuh mobil juga ingin lebih kecil dikomparasikan mobil yang tidak jarang kali digunakan.

Namun saat mobil jarang digunakan, parkirlah di lokasi yang tidak mengundang fauna terutama hewan pengerat guna bersarang. Jika di lokasi tinggal tidak mempunyai lahan parkir, carilah tempat yang mempunyai lingkungan bersih.

Berdasarkan keterangan dari Wahyu Hari Pamuji, mekanik senior di antara bengkel di Pondok Cabe, Jakarta, hindari parkir terlampau lama di pinggiran drainase air atau selokan dan lokasi sampah. Sebab lokasi ini menjadi lokasi kesayangan tikus.

“Hampir 95 persen permasalahan mobil digigit dan disarangin tikus yang saya tangani tersebut parkirnya di sekitar tempat sampah, dan di pinggir selokan yang kotor. Kadang yang sehari parkir telah digigit, lagipula yang berhari-hari. Saya pernah nemui permasalahan mobil terdapat anak-anak tikus. Jadi hindari tempat-tempat itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, tikus senang dengan lokasi hangat, yang seringkali ada pada bagian-bagian mobil. Tempat itu seringkali di unsur mesin, transmisi, antara shockbreaker, antara dudukan support, dan saringan udara. Tempat lainnya ialah di unsur tangki bensin.

Saat menangani mobil pelanggan di bengkel, Wahyu klerap mengejar kejadian digigit tikus di bagian-bagian itu. Contoh permasalahan yang ia temui ialah Avanza-Xenia tidak jarang sekali kabel mundur digigit.

“Biasanya ada lokasi yang bikin nangkring, bikin bersarang dan kebetulan terdapat kabel di sana yang jadi penghalang, dan dia tahu kabel tersebut lunak. Digigitlah,” jelasnya. Indikasi dari kerusakan sebab gigitan tikus antara lain ialah sekring yang sering kali putus.

“Kalau dia putus, lalu anda ganti tetap putus, tidak boleh pernah mendongkrak nilai sekring (ampere, tidak boleh ganti sekirng ampere lebih besar). Yang bahaya andai masuk lokasi kabel harnes,” kata dia.

Untuk menghindari tikus bersarang di mobil Wahyu menganjurkan pemilik mobil dapat menempatkan kapur barus di tempat-tempat tersebut. Saran lainnya ialah menempatkan buah matoa. Sumber : https://medium.com/@kamfang.gamming/complete-tips-for-buying-a-used-car-that-is-100-guaranteed-6ee539d808b2

Berbahayakah Semprot Disinfektan guna Bodi Motor?

Berbagai upaya dilaksanakan masyarakat untuk mengurangi penyebaran Corona Covid-19. Salah satunya dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Tak melulu di rumah, pun kerap disebarkan di jalan umum. Dan tak tidak banyak pula kendaraan yang terpapar semprotan langsung, khususnya pemakai motor.

Apakah ini aman?

Apalagi banyak sekali cairan tersebut berisi alkohol dan klorin. Beberapa sumber yang kami lihat menyebut, Anda dapat mengalami iritasi andai larutan tadi tentang kulit, mata atau lapisan berlendir pada tubuh. Lantas apakah larutan tersebut juga akan memengaruhi kualitas cat bodi motor?

Secara peruntukan, bahan-bahan ini memang baiknya dipakai di permukaan benda saja. Dalam urusan ini bodi motor yang barangkali terpapar virus dan bakteri. Meski mempunyai kandungan asam lumayan tinggi, nyatanya tidak menyerahkan efek negatif.

“Sebenarnya tidak dominan terhadap bodi motor. Karena disinfektan kan tetap dibaur dengan air,” kata Iwan Gunawan dari Divisi Painting Custom Mekar Motor.

Menurutnya tidak bakal memberikan akibat buruk, lagipula buat motor dengan jenis cat glossy. “Tinggal lap saja dengan memakai lap basah. Sebenarnya ada tidak banyak perhatian, khususnya buat empunya cat bodi doff. Memang tidak terdapat efeknya. Lebih untuk tidak enak disaksikan saja sebab akan hadir bintik-bintik bila sudah kering. Setelah disemprot, usahakan segera dilap. Tapi pastikan dulu tidak terdapat debu atau kotoran menempel supaya bodi tidak baret. Kalau inginkan lebih aman, bilas saja dengan air bersih mengalir,” cerah Iwan untuk OTO, Jumat (17/4).

Cara laksana ini juga dapat Anda kerjakan setelah bepergian. Tak terdapat salahnya menyemprotkan disinfektan pada sejumlah bagian motor. Toh, teknik ini juga dilaksanakan oleh diler sah yang meluangkan layanan servis kunjung. Paling utama ialah area setang, khususnya handle grip.

Pasalnya unsur inilah yang bersentuhan langsung dengan telapak tangan. Risiko terpapar lumayan besar. Belum lagi bila Anda tidak menggunakan sarung tangan, lantas tanpa sengaja menyentuh muka, hidung atau mulut yang dapat menjadi pintu masuk bakteri maupun virus.

Ada baiknya juga dibuntuti dengan menyemprotkan cairan disinfektan di unsur lain. Semisal ruang penyimpanan di bawah setang (pada skutik) atau jok. Karena bagian-bagian itulah yang bersinggungan langsung dengan tubuh Anda.

Jika dirasa kurang, tak terdapat salahnya membasuh bersih motor dengan shampo khusus. Untuk mengawal kualitas cat tetap baik, Iwan pun menyarankan pemakaian produk poles. Itu bagus untuk menjaga kualitas cat bodi motor.

“Tidak usah terlampau sering, paling tidak seminggu sekali. Dan bila tidak digunakan, usahakan parkir di lokasi yang memakai atap. Atau menggunakan cover bila terpaksa membubuhkan motor di lokasi terbuka,” pungkasnya.

Sumber : https://s.id/hc5Ak