Asas-Asas Pranata Sosial Islam

Asas-Asas Pranata Sosial Islam

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita bahwa Allah yang Maha Kuasa terlibat dalam penciptaan, dan bahwa tak ada wujud diwaktu manapun yang tak memerlukan Allah.[4] Termasuk adanya akal menyebabkan manusia mengenal generalitas berbagai hal serta garis-garis utama kebenaran dan kebatilan. Tetapi dalam hal-hal mendetai dan halus ia memerlukan tuntunan lain. Akal tidak mempunyai kemampuan untuk melihat semua detail. Misalnya, semua orang bijaksana tahu bahwa keadilan adalah baik, dan kedzaliman adalah buruk. Tetapi mereka tak dapat membedakan detail-detail kasus keadilan dan kedzaliman untuk menentukan dimana tepatnya keadilan dan kedzaliman itu. Hal ini dapat sampai pada suatu titik dimana kebenaran dipandang sebagai kebatilan, dan keadilan sebagai kedzaliman. Allah Yang Maha bijaksana yang menciptakan manusia untuk mencapai kesempurnaan secara sukarela tidak membiarkannya tanpa tuntunan semacam itu. Allah telah menimpali kekurangannya dalam pemahaman dan pengenalan dengan wahyu dan kenabian (nubuwwah).[5]

Tuntunan tersebut ada tuntunan umum dan tuntunan khusus. Tuntunan umum yakni tuntunan yang meliputi kaum mukmin dan kaum kafir, yang bajik maupun yang durhaka. Sedangkan tuntunan khusus yakni tuntunan yang hanya untuk kaum mukmin, dimana orang kafir tidak berhak atasnya. Tuntunan khusus hanya meliputi orang-orang yang secara ikhlas beribadah kepada Allah Swt.

Untuk memperoleh tuntunan khusus Ilahi dan sekaligus terangkul dalam kewalian khusus Allah kita harus menghargai nikmat Allah, membuang egoism dan menggantikannya dengan takwa. Ini tak tercapai dengan slogan semata, tak akan didapat dengan melaksanakan shalat belaka. Untuk itu hati manusia harus diserahkan kepada Allah dan motif amal perbuatan haruslah suci. Semangat keakuan dan kelompok harus dihapus dari kehidupannya; maksud dan tujuannya haruslah hanya demi kesempurnaannya. Ia harus menghasratkan tuntunan Allah bagi dirinya dan orang lain dan tidak menghendaki apapun selain keridlaan Allah Swt.

Sumber :

https://bogorchannel.co.id/toshiba-jual-bisnis-semikonduktor-ke-bain-capital/

[6]

Pengertian Pranata Sosial Islam

Pengertian Pranata Sosial Islam

Beberapa ahli sosiologi menterjemahkan pranata social dengan istilah yang beengatur tingkah laku manusia di masyarakat. Dengan demikian pranata social erat hubungannya dengan budaya manusia. Bagi ummat Islam tentu saja hal ini berasal dari ajaran dasar yaitu pengembangan dari al-Qur’an dan al-Hadits. Dilihat dari aspek kesejarahan maka pranata social dalam masyarakat Islam yang pernah menonjol adalah dalam bidang hukum, politik atau pemerintahan, peradilan, keamanan, kesehatan dan kesejahteraan.[1]

  1. Sumber Pranata Sosial Islam

Sumber Hukum Islam adalah Wahyu Allah Swt yang dituangkan di dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan hokum tidak banyak bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan ayat. Demikian pula bila dibandingkan dengan masalah yang harus diberi ketetapan hokum yang selalu muncul dalam kehidupan di dunia ini. Ayat-ayat al-Qur’an yang agak terinci hanya hokum ibadah dan hokum keluarga. Namun demikian secara umum Allah menerangkan bahwa semua masalah (pokok-pokoknya) terdapat dalam al-Qur’an. Allah Swt berfirman: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al-Kitab” (Q.S. Al-An’am/6: 38).[2]

Pada masa sahabat apabila mereka menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan mereka lebih dahulu berpegang pada nash al Qur’an kemudian al-Hadits. Namun apabila tidak ditemui pemecahannya mereka berijtihad untuk menemukan hukumnya. Dalam berijtihad mereka berpegang pada pengalaman dalam bidang syariat, pergaulan mereka dengan Nabi dan rahasia-rahasia yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Terkadang mereka menetapkan hokum dengan qiyas yaitu mengqiyaskan sesuatu yang ada nashnya. Terkadang pula hokum ditetapkan sesuai dengan kemaslahatan dan menolak kemudharatan. Dengan demikian para sahabat memperkaya bahkan mengembangkan hokum Islam. Memang terdapat perbedaan pemahaman antara para mujtahid dalam memahami yang tersurat atau tersirat dalam al-Qur’an dan al-Hadits, lebih-lebih ketika Islam telah meluas dan ummat Islam mengenal berbagai intuisi, pemikiran dan budaya dimana Islam berkembang. Ketika masing-masing pemahaman itu mendapat pengikut maka lahirlah apa yang dinamakan madzhab dalam fiqh. Madzhab itu muncul dan berkembang dalam perjalanan sejarah Islam ketika kondisi social, politik dan ekonomi menuntut keberadaannya. Dalam literature Islam tentang madzhab dalam fiqh yang pertamakali dikenal adalah yang beridentifikasi dengan kota tempat tinggal mujtahid/ pimpian madzhab. Maka dikenallah madzhab Kuffah, Madinah dan Syiria. Sangat sulit untuk menentukan kapan madzhab itu muncul, keberadaannya bertahap, tumbuh dengan perlahan-lahan menurut kebutuhan situasi dan kondisinya dan menurut catatan sejarah, tidak seorang mujtahid yang sengaja atau mengaku dirinya membentuk madzhab. Dikalangan ulama/mujtahidin dalam ijtihadnya terdapat perbedaan-perbedaan, mereka masing-masing mempunyai dasar yang mereka pegangi, kemudian pendapatnya itu tersebar ke mana-mana dan dianut oleh masyarakat kaum muslimin.[3]

Sumber :

https://wisatalembang.co.id/xiaomi-berencana-tambah-layanan-purnajual/

Faktor-Faktor Eksternal

Faktor-Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap prospek perekonomian Indonesia adalah prospek perekonomian dan perdagangan dunia 2003. IMF dalam laporannya bulan September 2002 memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan volume perdagangan dunia 2003 akan masing-masing sekitar 3,7% dan 6,1%. Prospek perekonomian dan perdagangan dunia sangat dipengaruhi oleh prospek perekonomian di AS, Jepang, dan masyarakat Eropa (EU). Menurut prediksi IMF (WEO), sebelum intervensi AS ke Irak, PDB riil AS 2003 akan tumbuh 2,6%, sedikit di atas perkiraan 2002, yakni 2,2% (ini jauh lebih baik dibandingkan realisasi pertumbuhan 2001 yang hanya 0,3% akibat tragedi WTC). Sedangkan ekonomi Jepang dan ME akn tumbuh masing-masing hanya 1,1% (angka ini jauh lebih baik daripada perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang 2002 – 0,5% dan realisasi 2001 – 0,3%) dan 2,3% tahun 2003 (sedikit meningkat dibandingkan perkiraan 2002 1,1%). Sementara, BPS memprediksi perekonomian AS dan Jepang 2003 bisa tumbuh antara 1% hingga 3%.

Faktor eksternal lainnya yang juga harus diperhitungkan dalam memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia 2003 adalah kondisi politik global, terutam efek-efek dari perang AS – Irak dan krisis senjata nuklir Korea Utara. Jika pembentukan pemerintahan baru di Irak berjalan mulus dan Irak bisa kembali berfungsi secara normal (termasuk bisa kembali melakukan ekspor minyaknya), maka perkiraan sebelumnya bahwa perang AS – Irak tersebut akan berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, terutama lewat efek harga minyak dan penurunan ekspor serta penundaan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke wilayah Timur Tengah tidak akan terjadi. Sedangkan, efek dari krisis Korea Utara jika berubah menjadi perang besar jelas akan mengganggu arus perdagangan dan investasi di Asia Tenggara dan Timur khususnya dan dunia pada umumnya.

Faktor-Faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Faktor-Faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di dalam teori-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari input-input produksi seperti L, K, T, BB, Kw, dan E. Akan tetapi, faktor-faktor ini lebih krusial dalam menentukan prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sedengkan pertanyaaan apakah ekonomi Indonesia 2004 akan tumbuh lebih baik, lebih buruk atau relatif sama dengan pertumbuhan 2003, adalah bicara soal prospek pertumbuhan ekonomi jangka pendek, yang berarti lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor jangka pendek.

Menurut perkiraan IMF, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka pendek (2003) cukup optimis, sekitar 4,5% (naik dari realisasi pertumbuhan 2002 3,75%). Namun, dibandingkan negara-negara lainnya di Asia, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak termasuk yang paling tinggi (tabel 2.7). Perkiraan tersebut dibuat awal tahun 2002, jadi sebelum terjadinya tragedi Bali pada Oktober 2002 yang sempat membuat pesimis para pelaku bisnis mengenai prospek perekonomian Indonesia pasca tragedi tersebut. Jika peristiwa tersebut diperhitungkan sebagai suatu faktor jangka pendek yang berpengaruh, hasil prediksi IMF tersebut tentu akan berbeda, karena memang dalam kenyataannya peristiwa tersebut sempat mempengaruhi roda perekonomian nasional yang dapat dilihat dari jatuhnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pemerintah Indonesia sendiri merevisi target pertumbuhan ekonomi 2003 dari semula 5% (dalam RAPBN 2003) menjadi 4% setelah bom Bali. Menurut BPS, pada triwulan I dan II 2003 dampak peledakan bom di Bali masih akan terasa. Namun, kalau pemerintah melakukan banyak stimulus (termasuk penambahan anggaran pembangunan dalam RAPBN 2003 pasca bom Bali) untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan ekonomi domestik dan ekspor, ditambah lagi dengan situasi dalam negeri bisa benar-benar kondusif, aman, dan ada kepastian hukum/usaha yang membuat iklim investasi baik, dan lingkungan eksternal mendukung sepenuhnya, maka bukan tidak mungkin target tersebut bisa tercapai. BPS sendiri memprediksi perekonomian Indonesia tahun 2003 bisa tumbuh antara 4%-5%.

 

Sumber :

https://rianablog.com/di-sydney-antrean-iphone-8-hanya-30-orang/

 Aliran mu’tazilah

 Aliran mu’tazilah

Mu’taziah adalah salah satu aliran pemikiran dalam islam yang banyak terpengaruh dengan filsafat barta sehingga berkecenderungan menggunakan rasio sebagai dasar argumentasi. Golongan ini muncul karena mereka berbeda pendapat dengan golongan khawarij dan murjiah tentang pemberian status kafir kepada yang berbuat dosa besar. Doktrin ajarannya adalah :

  1. Al Tauhid (keesaan Tuhan)

Inti akidah mahzab mereka dalam membangun keyakinan tentang mustahilnya melihat Allah di akhirat nanti, dan sifat sifat Allah itu adalah subtansi dzatnya sendiri serta Al qur’an adalah makhluq.

  1. Al-‘adl (keadilan Tuhan)

Tuhan tidak memerintahkan sesuatu kecuali menurut apa yang dikehendaki-Nya ia hanya menguasai kebaikan kebaikan yang diperintahkna-Nya dan tidak tahu menahu(bebas) dari keburukan-keburukan yang dilarang-Nya. Al- wa’d wa Al-wa’id(janji dan ancaman)

Bahwa wajib bagi Allah untuk memenuhi janji-Nya bagi perilaku kebaikan agar dimasukan ke dalam surga,dan melaksanakan ancamannya bagi pelaku dosa besar (walaupun di bawah syirik) agar dimasukan kedalam neraka, kekal abadi didalamnya. Dan tidak boleh bagi Allah untuk menyelisihnya.

Sumber :

https://mlwcards.com/ceo-uber-gelar-perundingan-konstruktif-dengan-otoritas-transportasi-london/

Aliran Aliran Ilmu Kalam

Aliran Aliran Ilmu Kalam

  1. Aliran al khawarij

Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar. Kata ini dipergunakan oleh kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r.a. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim (arbitrase) dari kelompok Mu’awiyyah yang dikomandoi oleh Amr ibn Ash dalam Perang Shiffin ( 37H / 657 ).

Kaum khawarij menganggap bahwa nama kharaja yang terdapat dalam QS An nisa’ ayat 100 yang merunjuk pada seseorang yang keluar dari rumahnya untuk hijrah di jalan Allah dan Rosulnya.

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ

يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dapat disimpulkan bahwa pokok pikiran dari aliran al khawarij ini adalah sebagai berikut :

  1. Orang Islam yang melakukan dosa besar adalah termasuk Kafir;
  2. Orang yang terlibat dalam perang jamal yakni perang antara Ali dan Aisyah dan pelaku arbitrase antara Ali dan Mua’awiyyah dihukum kafir, dan
  3. Khalifah menurut mereka tidak harus keturunan Nabi dan suku qurais
  4. Aliran Mur’jiah

Kata murji’ah dari kata bahasa Arab arja’a, yarji’u yang berarti menunda atau menangguhkan. Aliran ini disebut murji’ah karena dalam prinsipnya mereka menunda penyelesaian persoalan konflik politik antara Ali bin Abi thalib, Mu’awiyah bin Abi sufyan, dan khawarij ke hari perhitungan di akhirat nanti. Murji’ah muncul sebagai aliran setelah terjadinya peristiwa takhmin, bersama sama dengan khawarij, tetapi mereka menyatakan mengundurkan diri dari barisan perang siffin . Murji’ah memiliki 4 ajaran pokok:

  1. Menunda hukuman atas Ali, Muawiyyah, Amr bin Ash dan Abu musa  AL Asy’ari yang terlibat dalam takhmin dan menyerahkannya kepada Allah di  hari kiamat kelak.
  2. Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar
  3. Meletakkan(pentingnya) imam dari awal
  4. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa untuk memperoleh ampunan dan rahmat Allah.
  5. Aliran syi’ah

Syi’ah berasal dalam bahasa Arab, yang menurut etimonoligi artinya pembela dan pengikut seseorang dan juga bermakna kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. Syi’ah didirikan oleh pendukung setia Ali bin Abi thalib setelah terjadi peristiwa Tahkim, muslim syi’ah yaitu orang yang percaya bahwa keluarga Muhammad(para imam syi’ah) berpendapat bahwa Ali bin Abi thalib adalah penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad.

  1. Tauhid yaitu Allah itu maha esa
  2. Al Adl bahwa Allah itu Maha adil
  3. An Nubuwwah yaitu menyakini para nabi sebagai pembawa berita dari tuhan kepada umat manusia

 

Sumber :

https://aziritt.net/mengenal-esim-kartu-sim-di-google-pixel-2/

Pengertian Permintaan

Pengertian Permintaan

Pengertian permintaan dalam bahasa sehari-hari sedikit berbeda dengan pengertian permintaan dalam ekonomi. Pengertian sehari-hari permintaan sering hanya diartikan sebagai jumlah barang yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen. Dalam pengertian ekonomi permintaan diartikan lebih jauh lagi yaitu tidak sekedar keinginan (want) dari konsumen, melainkan permintaan terhadap sejumlah barang akan berarti jika memang konsumen menuntut untuk dipenuhinya keinginan tersebut atau sampai pada taraf kebutuhan (need yaitu keinginan yang menuntut untuk segera dipenuhi), berarti perlu didukung oleh daya beli.

Dari uraian diatas, maka secara sederhana permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Secara lengkap permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris paribus). Kondisi waktu tertentu tersebut dapat 1 (satu) jam, 1 (satu) hari, 1 (satu) tahun atau periode waktu lainnya.

Sedangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan suatu barang sebenarnya disamping harga barang itu sendiri, kita perlu memperhatikan harga dan ketersediaan barang yang berkaitan (bisa barang substitusi dan barang komplementer), pendapatan konsumen, dan selera/preferensi konsumen terhadap barang tersebut.

2.2.      Macam-Macam Permintaan

Macam-macam permintaan dapat dibedakan atas daya beli konsumen yaitu :

  1. Permintaan Potensial (Potential Demand)

Permintaan potensial adalah permintaan yang hanya mendasarkan pada keinginan dan tanpa atau belum didukung oleh daya beli. Keinginan tanpa daya beli hanya mengarah pada kemauan, tetapi tidak pada permintaan.

  1. Permintaan Efektif (Effective Demand)

Permintaan Efektif adalah permintaan yang disertai dengan kekuatan untuk membeli atau daya beli.

            Macam-macam permintaan dapat dibedakan dari jumlah pemintanya yaitu:

  1. Permintaan Individual/Pribadi

Permintaan individual adalah permintaan yang datang dari perseorangan atau individu. Permintaan ini dipengaruhi oleh nilai yang dikaitkan dengan perolehan dan penggunaan barang jasa yang bersangkutan serta kemampuan untuk memperolehnya.

  1. Permintaan Pasar

Permintaan Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata-mata merupakan gabungan) dari permintaan-permintaan individual/pribadi yang ada di pasar tersebut.

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/astronom-temukan-es-di-mars/

Cara kerja pada percobaan ini adalah

Cara kerja pada percobaan ini adalah

  1. Pengambilan Sampling dengan Metode Plot Acak Berganda :
  2. Dipilih areal komunitas yang akan diamati, kemudian setiap kelompok memilih tempat yang berbeda sebagai titik awal pengamatan.
  3. Ditentukan ukuran plot yang akan digunakan yaitu 30 cm x 30 cm.
  4. Kemudian Plot disebar pada area pengamatan secara acak dan setiap pengambilan satu kali sampling dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali replikat.
  5. Dihitung semua jumlah individu jenis (khusus hewan) pada petak sampel tersebut.
  6. Kemudian, data yang diperoleh dicatat per petak, untuk selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan Indeks Morisita.
  7. Pengambilan Sampling dengan Metode Plot Sistematik Berganda :
  8. Dipilih areal komunitas yang akan diamati, kemudian setiap kelompok memilih tempat yang berbeda sebagai titik awal pengamatan.
  9. Ditentukan ukuran plot yang akan digunakan yaitu 30 cm x 30 cm.
  10. Kemudian Plot disebar pada area pengamatan secara sistematis (teratur) dan setiap pengambilan satu kali sampling dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali replikat.
  11. Dihitung semua jumlah individu jenis (khusus hewan) pada petak sampel tersebut.
  12. Kemudian, data yang diperoleh dicatat per petak, untuk selanjutnya dilakukan perhitungan perhitungan pola penyebaran populasi dengan menggunakan Indeks Morisita.

    Recent Posts

Parameter Utama Populasi adalah (Prayogi, 2011)

Parameter Utama Populasi adalah (Prayogi, 2011)

  1. Natalitas

Merupakan kemampuan populasi untuk bertambah atau ntukmeningkatkan jumlahnya, melalui produsi individu baru yang dilahirkan atau ditetaskan dari teliu melalui aktifitas perkembangan. Laju natalitas: jumlah individu baru per individu atau per betina per satuan waktu. Ada dua aspek yang berkaitan dengan natalitas ini antara lain :

  1. Fertilitas, tingkat kinerja perkembangbiakan yang direalisasikan dalm populasi, dan tinggi rendahnya aspek ini diukur dari jumlah telur yang di ovovivarkan atau jumlah anak yang dilahirkan.
  2. Fekunditas, tingkat kinerja potensial populasi itu untuk menghasilkan individu baru.
  3. Mortalitas

Menunjukkan kematian individu dalam populasi. Juga dapat dibedakan dalam dua jenis yakni:

  1. mortalitas ekologik = mortalitas yang direalisasikan yakni,matinya individu dibawah kondisi lingkungan tertentu.
  2. mortalitas minimum(teoritis), yakni matinya individu dalam kondisi lingkungan yang ideal, optimum dan mati semata- mata karena usia tua.
  3. Emigrasi, imigrasi dan migrasi

Ketiga istilah diatas bersangkut paut dengan perpindahan.

  1. Emigrasi : perpindahan keluar dari area suatu populasi.
  2. Imigrasi : perpindahan masuk ke dalam suatu area populasi dan  mengakibatkan meningkatkan kerapatan
  3. Migrasi : menyangkut perpindahan (gerakan) periodik berangkat dan kembali dari populasi.

Dalam mengkaji pertumbuhan populasi, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah dalam lingkaran hidup dari organisme terdapat fase lahir, pertumbuhan, dewasa, tua dan kemudian mati. Dalam ekologi Boden Heimer (1938) membagi umur hewan dalam tiga periode, yaitu fase preduktif, dimana hewan mengalami pertumbuhan yang cepat tetapi belum mampu berproduksi, fase reproduksi, dimana hewan mampu bereproduksi, fase post reproduksi, dimana hewan tidak mampu lagi bereproduksi yaitu pada umur tua. Dengan demikian struktur umur/ratio umur dalam suatu populasi dapat menunjukkan suatu populasi apakah sedang mengalami pertumbuhan yang cepat, stabil, atau sedang mengalami penurunan (Setiadi, 1989).

Sumber :

https://lakonlokal.id/medsos-sudah-seperti-dunia-nyata-harus-ada-aturan/

Acak (Random)

Acak (Random)

Pada pola sebaran ini peluang suatu individu untuk menempati sesuatu situs dalam area yang di tempati adalah sama, yang memberikan indikasi bahwa kondisi lingkungan bersifat seragam. Keacakan berarti pula bahwa kehadiran individu lainnya. Dalam sebaran statistik, sebaran acak ini ditunjukkan oleh varians (s2) yang sama dengan rata-rata (x).

  1. Teratur (Seragam, unity):

Pola sebaran ini terjadi apabila diantara individu-individu dalam populasi terjadi persaingan yang keras atau ada antagonisme positif oleh adanya teritori terjadi penjarakan yang kurang lebih merata. Pola sebaran teratur ini relatif jarang terdapat di alam. Lewat pendekatan statistik, pola sebaran teratur ini di tunjukkan oleh varians (s2) yang lebih kecil dari rata-rata (x).

  1. Mengelompok (Teragregasi, Clumped)

Merupakan pola sebaran yang relatif paling umum terdapat di alam pengelompokan itu sendiri dapat terjadi oleh karena perkembangbiakan, adanya atraksi sosial dan lain-lain. Lewat pendekatan statistik, pola sebaran menelompok ini varians (s2) yang lebih besar dari rata-rata (x).

Dari ketiga kategori ini, rumpun/berkelompok adalah pola yang paling sering diamati di lam dan merupakan gambaran pertama dari kemenangan dalam keadaan yang disukai lingkungan. Pada tumbuhan penggerombolan disebabkan oleh reproduksi vegetatif, susunan benih lokal dan fenomena lain. Dimana benih-benih cenderung tersusun dalam kelompok. Pada hewan-hewan tingkat tinggi, agregasi dapat disebabkan oleh pengelompokan sosial. Penyebaran seragam sering terjadi di alam baik diantara hewan-hewan tingkat rendah dimana adanya seekor hewan tidak memberikan pengaruh terhadap adanya hewan lain dengan jenis yang sama. Pada tumbuhan, penyebaran acak seperti ini adalah umum dimana penyebaran benih disebabkan angin (Michael, 1994).

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/kaspersky-bantah-dipakai-untuk-retas-komputer-intel-as/