Percaya Diri

Percaya DiriPercaya Diri

Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam persentasi bisnis adalah rasa percaya diri yang kuat dari pembicara ketika menyampaikan persentasi bisnis.

Gemetar

Tangan dan lutut gemetaran bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut, itu merupakan suatu proses homeostatic dari badan yang membuang kelebihan energy. Janganlah mencoba mengendalikan proses ini dengan mencengkram mimbar atau memasukkan tangan kedalam saku karena akan semakin memperparah masalah. Gunakan kelebihan energy tersebut secara positif dengan melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens. Biarkan gerakan-gerakan itu terjadi secara wajar.

Bicara Terputus-putus

Jika saat presentasi bisnis seorang pembicara kehilangan urutan pemikiran atau terputus-putus, sebaiknya lepaskan kontak mata dengan audiens, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan nafas secara perlahan-lahan, sambil melihat catatan-catatan kecil. Selanjuntnya, fokuskan perhatian pada apa yang sedang disampaikan

 

Recent Posts

Metode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-Metode Alternatif LokasiMetode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-metode tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Metode pemeringkat faktor (kualitatif)

Metode pemeringkat faktor adalah sebuah metode penentuan lokasi yang mementingkan adanya objektivitas dalam proses mengenali biaya-biaya yang sulit untuk di evaluasi. Keenam tahapannya adalah :

  1. Mengembangkan daftar-daftar faktor terkait
  2. Menetapkan bobot setiap faktor
  3. Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor
  4. Meminta manajer menentukan skor untuk setiap faktor
  5. Mengalikan faktor tersebut dengan bobot setiap faktor dan menentukan jumlah total
  6. Membuat rekomendasi yang didasarkan padaskor laba maksimal.
  1. Analisis Titik Impas Lokasi

Analisis titik impas lokasi adalah penggunaan analisis biaya volume produksi untuk membuat suatu perbandingan ekonomis diantara alternatif lokasi yang ada.  Ketiga tahapannya adalah :

  1. Tentukan biaya tetap dan variabel untuk tiap lokasi
  2. Pot biaya untuk setiap lokasi
  3. Pilih lokasi yang biaya totalnya lebih rendah.
  4. Metode Pusat Gravitasi

Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya  distribusi. Metode ini memperhitungkan jaraklokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman untuk menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi.

Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah container dikirim.



                              X1 . L1 +  X2 . L2 + . . . . . . . . . + Xn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

Dan,

                              Y1 . L1 +  Y2 . L2 + . . . . . . . . . + Yn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

  1. Model Transpotasi

Tujuan model transportasi adalah menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik pemasok (sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) sedemikian rupa sehingga meminimalkan biaya produksi dan transportasi total. Setiap perusahaan dengan suatu jaringan titik pasokan dan permintaan menghadapi permasalahan yang sama.

Walaupun teknik pemrograman linear dapat digunakan untuk  menyelesaikan jenis masalah ini, algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien telah di kembangkan untuk aplkasi transportasi. Model transportasi memberikan solusi awal yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal dicapai.

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

 

 Kebijakan mempercepat pembangunan

 Kebijakan mempercepat pembangunan

Semenjak akhir perang dunia kedua, seperti sudah dinyatakan, berbagai Negara membangun telah berusaha untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi agar taraf kemakmuran masyarakatnya dapat ditingkatkan. Beberapa Negara telah mencapai pembangunan dan perkembangan kemakmuran yang cukup besar. Walau bagaimanapun terdapat juga Negara-negara yang belum mampu memperkembangkan ekonominya. Kestabilan politik dan ekonomi merupakan syarat paling penting yang perlu dipenuhi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Disamping itu, kebijakan pembangunan pemerintah dan pendekatan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan sumber-sumber yang tersedia, sangat penting peranannya di dalam usaha untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Berdasarkan kepada pengalaman pembangunan di berbagai Negara, analisis berikut menguraikan kebijakan-kebijakan yang selalu dijalankan untuk mempercepat pertumbuhan dan pemangunan ekonomi.

  1. Kebijakan Diversifasi kegiatan ekonomi

Kebijakan Diversifikasi adalah kebijakan pemerintah untuk membangun perekonomian dengan cara mengembangkan kegiatan ekonomi di sektor yang baru dan lebih modern seperti sektor pertambangan dan industri pengolahan, dan mengembangkan penanaman komoditi ekspor seperti kelapa sawit dan karet.

Negara berkembang yang miskin dan rendah pendapatan per kapitanya biasanya merupakan Negara pertanian tradisional yang sangat rendah tersebut. Dengan demikian, untuk memajukan ekonominya, Negara berkembang perlu melakukan pembaruan dalam corak kegiatan ekonomi masyarakat.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodernkan kegiatan ekonomi yang ada. Untuk mencapai tujuan ini, dalam kegiatan pertanian yang tradisional perlulah usaha-usaha dilakukan untuk membuat pembaruan agar produktivitas semakin meningkat. Memperkenalkan input yang lebih modern seperti menyediakan bibit yang tinggi produktivitasnya, memperkenalkan input modern yang lain dan memperkenalkan cara penanaman dan pemeliharaan tanaman yang lebih baik, perlu dilakukan.

Langka yang lebih penting adalah mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat transformasi kegiatan ekonomi dari yang bersifat tradisional kepada kegiatan ekonomi yang modern. Didalam persoalan ini langkah yang penting adalah mendorong perkembangan sector manufaktor. Ekonomi yang semakin maju akan memerlukan berbagai jenis barang industry. Perkembangan ekonomi juga akan memerlukan barang konsumsi yang lebih banyak yang biasanya dihasilkan oleh sector industry. Seterusnya sector ini dapat didorong untuk mengekspor produksinya ke Negara lain. Dalam era globalisasi kegiatan mengekspor barang indnustri akan menjadi bertambah penting.

Sumber :

https://icbbumiputera.co.id/ini-tiga-fitur-utama-miui-9/

 Kaidah-Kaidah Pranata Sosial Islam

 Kaidah-Kaidah Pranata Sosial Islam

Tidak semua pemecahan masalah hokum atas berbagai kehidupan manusia di dunia ini dirinci secara jelas dan tegas dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullaah Saw. Oleh karena itu lewat pendekatan linguistic (al-qawaaid al-lughawiyyah) para ahli ushul berusaha menetapkan kaidah-kaidah hokum. Al-Qur’an dan Sunnah yang berbahasa Arab akan dapat dipahami kandungan hokum-hukumnya dengan pemahaman yang sahih (valid) dengan memperhatikan bahasa Arab dan cara-cara pemahamannya. Pendekatan linguistic itu saja tidaklah memadai dan tidak cukup membantu memahami kaidah hokum. Oleh karena itu, berkenaan dengan persoalan ini para ahli ushul menetapkan kaidah-kaidah hokum yang dikenal dengan istilah al-qawaaid al-tasyri’iyyah. Para imam madzhab dalam mengistinmbatkan suatu hokum memiliki kerangka pikir tertentu yang dapat dijadikan sebagai aturan pokok, sehingga hasil ijtihadnya dapat dievaluasi secara obyektif oleh penerus-penerusnya. Kendati demikian kemampuan imam madzhab tidaklah sama, ketidaksamaan itu adakalanya dilatarbelakangi oleh kondisi serta lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu ia mencoba membahas generalisasi pokok-pokok pikirannya melaluli kaidah-kaidah dasar sebagai acuan dalam beristinbat. Melalui kaidah-kaidah dasar tersebut dapat diketahui titik relevansi antara satu ijtihad dengan ijtihad lainnya. Aturan-aturan pokok inilah yang disebut dengan al-qawaid al-fiqhiyyah.

Kajian fiqh sangatlah luas, oleh karena itu perlu adanya kristalisasi berupa kaidah-kaidah fiqhiyyah yang sifatnya universal. Kaidah-kaidah ini berfungsi sebagai klarifikasi terhadap masalah-masalah furu’menjadi beberapa kelompok, dan tiap-tiap kelompok itu merupakan kumpulan dari masalah-masalah yang serupa. Dengan berpegang pada kaidah-kaidah ini para mujtahid merasa lebih mudah dalam mengeluarkan hokum bagi suatu masalah.

Kaidah-kaidah yang dibentuk oleh para ulama pada dasarnya berpangkal dan menginduk kepada lima kaidah pokok. Kelima kaidah pokok inilah yang melahirkan bermacam-macam kaidah yang bersifat cabang. Sebagian ulama menyebut kelima kaidah pokok tersebut dengan istilah al-qawaid al-khams (kaidah-kaidah yang lima). Kelima kaidah tersebut:

  1. Setiap perkara tergantung pada niatnya.
  2. Kemadharatan harus dihilangkan.
  3. Adat dapat dipertimbangkan menjadi hokum.
  4. Kesulitan (kesempitan) dapat menarik kemudahan.
  5. Keyakinan tidak dapat hilang oleh keraguan.[7]

E         Bidang-Bidang Pranata Sosial Islam

Berkenaan dengan ketertiban masyarakat, adalah ummah bertujuan sebagai saksi bagi perwujudan perutusan Tuhan seperti yang tertera dalam Al-Qur’an atau terutama pelaksanaan ibadah dan amanah. Untuk melaksanakan ketertiban social berdasar pada semua ini, maka ahli-ahli fikih Islam telah menghimpun dan menyusun peraturan-peraturan Tuhan untuk menciptakan system yang disebut syari’ah atau Undang-Undang Suci Islam. Undang-undang ini dari segi sejarahnya telah diatur di bawah Lima kategori umum:

  1. Kepercayaan (I’tiqadat) yang terdiri dari enam pasal tentang kepercayaan Islam.
  2. Akhlak atau adab yang membahas tentang keutamaan-keutamaan atau kebaikan akhlak.
  3. Persembahan kepada Tuhan dan ibadah yang diuraikan dalam rukun Islam yang lima.
  4. Muamalah yang membicarakan tentang kewajiban individu dalam masyarakat dan meliputi perjanjian, jaminan, perkongsian dan perniagaan disamping hal-hal yang termasuk di bawah tajuk undang-undang perdata atau keluarga seperti perkawinan, mahar, talak, warisan, anak angkat, dan lain-lain.
  5. Hukuman (‘Uqubat) yang berhubungan dengan pencurian, perzinaan, saksi palsu, dan lain-lain.

    Recent Posts

Pengertian Pranata Sosial Islam

Pengertian Pranata Sosial Islam

Beberapa ahli sosiologi menterjemahkan pranata social dengan istilah yang beengatur tingkah laku manusia di masyarakat. Dengan demikian pranata social erat hubungannya dengan budaya manusia. Bagi ummat Islam tentu saja hal ini berasal dari ajaran dasar yaitu pengembangan dari al-Qur’an dan al-Hadits. Dilihat dari aspek kesejarahan maka pranata social dalam masyarakat Islam yang pernah menonjol adalah dalam bidang hukum, politik atau pemerintahan, peradilan, keamanan, kesehatan dan kesejahteraan.[1]

  1. Sumber Pranata Sosial Islam

Sumber Hukum Islam adalah Wahyu Allah Swt yang dituangkan di dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan hokum tidak banyak bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan ayat. Demikian pula bila dibandingkan dengan masalah yang harus diberi ketetapan hokum yang selalu muncul dalam kehidupan di dunia ini. Ayat-ayat al-Qur’an yang agak terinci hanya hokum ibadah dan hokum keluarga. Namun demikian secara umum Allah menerangkan bahwa semua masalah (pokok-pokoknya) terdapat dalam al-Qur’an. Allah Swt berfirman: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al-Kitab” (Q.S. Al-An’am/6: 38).[2]

Pada masa sahabat apabila mereka menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan mereka lebih dahulu berpegang pada nash al Qur’an kemudian al-Hadits. Namun apabila tidak ditemui pemecahannya mereka berijtihad untuk menemukan hukumnya. Dalam berijtihad mereka berpegang pada pengalaman dalam bidang syariat, pergaulan mereka dengan Nabi dan rahasia-rahasia yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Terkadang mereka menetapkan hokum dengan qiyas yaitu mengqiyaskan sesuatu yang ada nashnya. Terkadang pula hokum ditetapkan sesuai dengan kemaslahatan dan menolak kemudharatan. Dengan demikian para sahabat memperkaya bahkan mengembangkan hokum Islam. Memang terdapat perbedaan pemahaman antara para mujtahid dalam memahami yang tersurat atau tersirat dalam al-Qur’an dan al-Hadits, lebih-lebih ketika Islam telah meluas dan ummat Islam mengenal berbagai intuisi, pemikiran dan budaya dimana Islam berkembang. Ketika masing-masing pemahaman itu mendapat pengikut maka lahirlah apa yang dinamakan madzhab dalam fiqh. Madzhab itu muncul dan berkembang dalam perjalanan sejarah Islam ketika kondisi social, politik dan ekonomi menuntut keberadaannya. Dalam literature Islam tentang madzhab dalam fiqh yang pertamakali dikenal adalah yang beridentifikasi dengan kota tempat tinggal mujtahid/ pimpian madzhab. Maka dikenallah madzhab Kuffah, Madinah dan Syiria. Sangat sulit untuk menentukan kapan madzhab itu muncul, keberadaannya bertahap, tumbuh dengan perlahan-lahan menurut kebutuhan situasi dan kondisinya dan menurut catatan sejarah, tidak seorang mujtahid yang sengaja atau mengaku dirinya membentuk madzhab. Dikalangan ulama/mujtahidin dalam ijtihadnya terdapat perbedaan-perbedaan, mereka masing-masing mempunyai dasar yang mereka pegangi, kemudian pendapatnya itu tersebar ke mana-mana dan dianut oleh masyarakat kaum muslimin.[3]

Sumber :

https://wisatalembang.co.id/xiaomi-berencana-tambah-layanan-purnajual/

 Faktor-Faktor internal

 Faktor-Faktor internal

Penyebab utama berubahnya krisis rupiah menjadi suatu krisis ekonomi paling besar yang pernah dialami Indonesia tahun 1998 adalah karena buruknya fundamental ekonomi nasional. Sedangkan lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional lebih disebabkan oleh kondisi politik, sosial, dan keamanan di dalam negeri yang kenyataannya sejak reformasi dicetuskan pada Mei 1998 hingga saat ini belum juga pulih sepenuhnya, bahkan cenderung memburuk menjelang pemilihan presiden 2004.

Sejak krisis dari dulu hingga saat ini, fundamental ekonomi sudah menunjukkan adanya perbaikan, walaupun prosesnya berlangsung lambat dan oleh karena itu masih jauh dari kondisi yang baik atau kuat. Misalnya, perkembangan tingkat inflasi selama 1998-2001 menunjukkan adanya perbaikan, walaupun cenderung memburuk kembali akhir 2002 dan diperkirakan akan relatif sama pada 2003. Laju pertumbuhan ekonomi sudah kembali positifwalaupun masih lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan rata-rata per tahun selama 1980-an hingga 1997. Cadangan devisa meningkat terus, yang sebagian kecil bersumber dari hasil ekspor dan sisanya dari pinjaman luar negeri. Namun, rasio ULN terhadap PDB dan ketergantungan ekonomi nasional terhadap impor masih tinggi, bahkan cenderung meningkat. Juga sektor perbankan dan sektor riil, khususnya industri manufaktur dan konstruksi masih belum pulih.

Selain itu, faktor-faktor internal ekonomi lainnya yang sangat menentukan prospek perekonomian nasional2003 antara lain adalah kondisi perbankan, realisasi RAPBN 2003, terutama yang menyangkut beban pembayaran bunga utang pemerintah dan pengeluaran stimulus tragedi Bali, hasil pertemuan CGI yang sempat ditunda akibat tragedi Bali, kebijakan ekonomi pemerintah terutama dalam bidang fiskal dan moneter, serta perkembangan ekspor nasional.

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/

Fungsi, Daftar, dan Kurva Permintaan

Fungsi, Daftar, dan Kurva Permintaan

  1. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan hubungan antara kuantitas yang diminta dan semua faktor yang mempengaruhi kuantitas tersebut. Permintaan ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga barang lain/saingan, selera, pendapatan, jumlah penduduk dan faktor lain. Selain dapat diidentifikasi, keterkaitan antara permintaan dan faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:

 

Keterangan :

Qdx = Jumlah produk X yang diminta

Px = Harga barang X

Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang substitusi dan Barang komplementer)

t = Selera/taste

Y = Pendapatan/Yield

Pop = Jumlah Penduduk/ Populasi

Dalam kaitannya dengan hukum ekonomi, pada masalah permintaan sebagian besar analisisnya menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga merupakan faktor dominan dalam permintaan, sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, selera, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk dianggap tetap.

  1. Daftar Permintaan

Sebagaimana uraian di atas, kita mengenal permintaan individu/ perseorangan tertentu dan permintaan pasar yang sebenarnya merupakan penjumlahan secara horizontal dari permintaan-permintaan individu yang ada di pasar. Berikut ini contoh Daftar/Skedul permintaan akan telur per bulan dalam kg dari permintaan individu dan permintaan pasar (dengan asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua permintaan individu yaitu Individu A dan Individu B):

Tabel 1. Permintaan akan telur per bulan dari Individu dan Pasar

Recent Posts

Metode Pemasaran

Metode Pemasaran

Usaha ini akan berjalan langsung di bawah tangan kami secara langsung, tentunya dengan bantuan warung-warung atau suwalayan  yang kami percayakan. Sesudah produk yang kami usulkan ini jadi, kami akan menitipkan langsung kepada suatu warung-warung dan suwalayan tertentu. Ini kami lakukan dengan sistem bagi, jadi kami menitipkan barang dan hasil penjualanya akan kami bagi sesuai dengan kesepakatan. Ini adalah cara pertama yang kami lakukan guna mempercepat lakunya produk kami di pasaran.

Disisi lain, kami akan berusaha menjajakan produk minuman kamu ke desa desa lain agar cepat di kenal oleh masyarakat, dengan begitu kami akan mudah menjual produk kami yang baru di rintis ini. Walaupun produk kami inikurang mendapat perhatian lebih dari masyarakat.Sumber :

https://namabayi.co.id/iphone-x-kantongi-sertifikasi-fcc/

Acak (Random)

Acak (Random)

Pada pola sebaran ini peluang suatu individu untuk menempati sesuatu situs dalam area yang di tempati adalah sama, yang memberikan indikasi bahwa kondisi lingkungan bersifat seragam. Keacakan berarti pula bahwa kehadiran individu lainnya. Dalam sebaran statistik, sebaran acak ini ditunjukkan oleh varians (s2) yang sama dengan rata-rata (x).

  1. Teratur (Seragam, unity):

Pola sebaran ini terjadi apabila diantara individu-individu dalam populasi terjadi persaingan yang keras atau ada antagonisme positif oleh adanya teritori terjadi penjarakan yang kurang lebih merata. Pola sebaran teratur ini relatif jarang terdapat di alam. Lewat pendekatan statistik, pola sebaran teratur ini di tunjukkan oleh varians (s2) yang lebih kecil dari rata-rata (x).

  1. Mengelompok (Teragregasi, Clumped)

Merupakan pola sebaran yang relatif paling umum terdapat di alam pengelompokan itu sendiri dapat terjadi oleh karena perkembangbiakan, adanya atraksi sosial dan lain-lain. Lewat pendekatan statistik, pola sebaran menelompok ini varians (s2) yang lebih besar dari rata-rata (x).

Dari ketiga kategori ini, rumpun/berkelompok adalah pola yang paling sering diamati di lam dan merupakan gambaran pertama dari kemenangan dalam keadaan yang disukai lingkungan. Pada tumbuhan penggerombolan disebabkan oleh reproduksi vegetatif, susunan benih lokal dan fenomena lain. Dimana benih-benih cenderung tersusun dalam kelompok. Pada hewan-hewan tingkat tinggi, agregasi dapat disebabkan oleh pengelompokan sosial. Penyebaran seragam sering terjadi di alam baik diantara hewan-hewan tingkat rendah dimana adanya seekor hewan tidak memberikan pengaruh terhadap adanya hewan lain dengan jenis yang sama. Pada tumbuhan, penyebaran acak seperti ini adalah umum dimana penyebaran benih disebabkan angin (Michael, 1994).

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/kaspersky-bantah-dipakai-untuk-retas-komputer-intel-as/

Tembus pasar dunia, 18 UKM

Tembus pasar dunia, 18 UKM

Tembus pasar dunia, 18 UKM
Tembus pasar dunia, 18 UKM

Dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas

dan jangkauan pasar internasional, pengusaha UMKM Bali mengikuti pameran Lifestyle Vietnam 2014. Sebelumnya, mereka mendapat pelatihan dan pendampingan dari Bali Export Development Organization (BEDO).

Manager BEDO Jeff Kristianto mengungkapkan, saat ini pasar serta konsumen untuk produk home décor & home textile semakin kompetitif. Karena itu, pameran ini merupakan salah satu barometer tren home décor & home textile Asia dan diadakan setahun sekali di kota Ho Chi Minh.

“Tahun ini fokusnya sustainable design yang terwujud dalam proses pembuatannya, desain dan materialnya,” ujar dia dalam rislinya, Rabu (16/4/2014).

Untuk itu, bagi mereka yang memiliki bisnis

dalam bidang ini harus memiliki persiapan matang agar dapat memenuhi dan melampaui harapan konsumen serta kompetitif dengan produk sejenis lainnya.

Menurutnya, pameran yang berlangsung pada 18-21 April. Sebanyak 18 pengusaha UMKM yang terpilih telah mengikuti serangkaian aktivitas dan program semenjak Oktober tahun lalu.

 

Mereka mengikuti seleksi berdasarkan audit ekspor

, kunjungan ke perusahaannya langsung, evaluasi selama mengikuti lokakarya. Konsumen kini makin cerdas dan berpengalaman, memiliki informasi yang baik dan tidak lagi hanya mencari harga rendah.

 

Selain itu, mereka ingin membeli dan memiliki produk

yang menyiratkan sesuatu tentang mereka, memberi atribut kebanggaan dan membuat perasaan yang nyaman.

Diketahui, BEDO bersama CBI dan DGNED Kementerian Perindustrian RI dalam tiga tahun terakhir menjembatani dan memfasilitasi para pengusaha kecil dan menengah agar memiliki daya saing untuk menembus pasar dunia.

Pengusaha kecil dan menengah yang memiliki usaha produk home décor & home textile mengikuti serangkaian program pelatihan hingga membawa hasilnya ke pameran dagang (trade show) seperti di Eropa.

Sumber : https://merekbagus.co.id/