Jenis Kelinci Budidaya

Kelinci pada umumnya dipelihara karena dua alasan yaitu untuk budidaya dan ternak. Tidak ada batasan yang jelas mengenai jenis kelinci yang akan dibudidayakan dan yang termasuk dalam hewan ternak. Untuk membedakan apa yang umumnya dilihat dari produktivitas daging, bulu dan kulitnya. Silakan lihat instruksi dasar untuk kelinci.

Kelinci pedaging jenis ini biasanya disimpan untuk diambil dagingnya, sehingga harus memiliki sifat tumbuh cepat, langsing, dan berkembang pesat. Orang lain yang ingin mengambil tujuan membudidayakan bulu terutama untuk bahan baku woll di Indonesia masih langka. Jenis kelinci yang digunakan biasanya berbulu tebal, seperti kelinci angora.

Selain itu, ada juga budidaya kelinci khusus untuk diambil kulitnya. Gunakan kelinci yang memiliki warna bagus, bulu lembut dan kuat, elastisitas kulit bagus, dan permukaan tubuh lebar. Dari segi budidaya, secara umum di Indonesia termasuk jenis kejar-kejaran. Budidaya kelinci untuk mengambil wool dan kulit masih langka karena permintaan industri wool dan kulit kelinci masih terbatas. Namun tidak salah untuk mengetahui jenis kelinci yang ditanam. Kelinci jenis ini banyak dijumpai di Indonesia.

Jenis kelinci mengayuh

a. Raksasa Flemish
Sesuai dengan namanya, kelinci jenis ini memiliki berat mencapai 10 kg. Balapan tiang flemish dewasa umumnya memiliki berat 6 kg. Sekarang sangat sulit mendapatkan ras raksasa murni di Indonesia. Usaha penangkaran kelinci raksasa menggunakan persilangan yang tidak termasuk jenis murni. Ciri fisik tubuh buta raksasa dengan telinga lebar. Warna bulunya cukup berbeda dari putih, hitam, biru, kuning (flawn), abu-abu muda, abu-abu tua, dan coklat tua.

b. Kulit Putih Selandia Baru
Kelinci Putih Selandia Baru
New Zealand White berusia 2 bulan (Foto: alamtani)

Bertentangan dengan namanya, kelinci jenis ini bukan berasal dari New Zealand, melainkan dari Amerika. Diperoleh dari melintasi monster flemish. Beratnya bisa mencapai 5,5 kg dan jika dirawat dengan baik bisa bertahan hingga 10 tahun. Jumlah rata-rata anak dalam satu kali kelahiran adalah 10-12. Trah ini cocok untuk dipelihara sebagai inang kelinci. Warna bulu albino putih dengan mata merah. Kelinci lokal atau kelinci jawa. Jenis ini umumnya diolah di Indonesia.

c. Dwarf Netherland
Seperti namanya “Dutch kedil”, kelinci jenis ini berukuran kecil dan tumbuh dengan lambat. Kelinci-kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh Belanda dan dipelihara sebagai ternak di peternakan kolonial. Setelah Belanda, masyarakat kita berkembang pesat. Sebenarnya jenis ini tidak cocok untuk usaha pembibitan kelinci, namun penyebarannya sudah menyebar di Indonesia.

Jenis kelinci yang menghasilkan kulit

a. Satin
Ras ini berasal dari Amerika Serikat. Berat badan setelah lebih dari 8 bulan bisa mencapai 4-5 kg. Jumlah anak per kelahiran adalah 7-10. Kelinci satin jenis ini memiliki tulang dan cakar yang kuat. Ia memiliki tubuh yang panjang dengan kepala besar dan leher pendek. Hingga postur tubuhnya terlihat kokoh dan kuat. Satin memiliki warna bulu mulai dari putih, biru, coklat, ivory, black dan california (tubuh putih dengan moncong, telinga, jari kaki dan ekor hitam).

b. Rex
Perlombaan ini cukup baru dengan harta karun yang mendetail. Dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1980-an sebagai kelinci hias. Namun karena memiliki keunggulan dikejar-kejar maka jenis ini banyak menggunakan kelinci broiler. Brex rex brex paling baik dilakukan di tempat yang sejuk dan sejuk dengan suhu maksimum sekitar 5-15oC. Beratnya sekitar 3,6 kg dan dagingnya enak. Kelebihan kelinci rex jenis ini adalah lembut dan mengembang, tidak mudah rontok. Sehingga kulitnya cocok untuk diambil.

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa

 

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa atau yang sering disebut sebagai palagan Ambarawa memang menarik. Secara singkat, dapat diceritakan bahwa disebut Pertempuran Ambarawa karena memang terjadinya di kota Ambarawa. Pertempuran itu sebenarnya sudah diawali sejak Oktober 1945, di mana pada tanggal 20 Oktober 1945 tentara Sekutu mendarat di Semarang di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel

  1. Pertempuran Medan Area

Pada tanggal 24 Agustus 1945, antara pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda tercapai suatu persetujuan yang terkenal dengan nama civil Affairs Agreement. Dalam persetujuan ini disebutkan bahwa panglima tentara pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan atas nama pemerintah Belanda.

Dalam melaksanakan hal-hal yang berkenaan dengan pemerintah sipil, pelaksanaannya diselenggarakan oleh NICA dibawah tanggungjawab komando Inggris. Kekuasaan itu kelak di kemudian hari akan dikembalikan kepada Belanda. Inggris dan Belanda membangun rencana untuk memasuki berbagai kota strategis di Indonesia yang baru saja merdeka. Salah satu kota yang akan didatangi Inggris dengan “menyelundupkan” NICA Belanda adalah Medan.

Sumber :

https://rianablog.com/

Fungsi, Daftar, dan Kurva Permintaan

Fungsi, Daftar, dan Kurva Permintaan

  1. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan hubungan antara kuantitas yang diminta dan semua faktor yang mempengaruhi kuantitas tersebut. Permintaan ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga barang lain/saingan, selera, pendapatan, jumlah penduduk dan faktor lain. Selain dapat diidentifikasi, keterkaitan antara permintaan dan faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:

 

Keterangan :

Qdx = Jumlah produk X yang diminta

Px = Harga barang X

Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang substitusi dan Barang komplementer)

t = Selera/taste

Y = Pendapatan/Yield

Pop = Jumlah Penduduk/ Populasi

Dalam kaitannya dengan hukum ekonomi, pada masalah permintaan sebagian besar analisisnya menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga merupakan faktor dominan dalam permintaan, sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, selera, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk dianggap tetap.

  1. Daftar Permintaan

Sebagaimana uraian di atas, kita mengenal permintaan individu/ perseorangan tertentu dan permintaan pasar yang sebenarnya merupakan penjumlahan secara horizontal dari permintaan-permintaan individu yang ada di pasar. Berikut ini contoh Daftar/Skedul permintaan akan telur per bulan dalam kg dari permintaan individu dan permintaan pasar (dengan asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua permintaan individu yaitu Individu A dan Individu B):

Tabel 1. Permintaan akan telur per bulan dari Individu dan Pasar

Recent Posts

Komponen dan Pelaksanaan Team Game Tournament dalam Pembelajaran

Komponen dan Pelaksanaan Team Game Tournament dalam Pembelajaran

Ada lima komponen utama dalam TGT, yaitu:

1)      Penyajian kelas

            Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini , siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang diberikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

2)       Kelompok ( team )

            Kelompok biasanya terdiri atas empat sampai dengan lima orang siswa. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

3)      Game

Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapatkan skor.

Recent Posts

 

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana – Meski terdapat begitu banyak jenis ikan arwana di Asia, mereka adalah satu marga, yaitu Scleropages. Dengan demikian, ikkan-ikan tersebut mempunyai cara berkembang biak yang sama dan mudah disilangkan.
Budidaya Ikan Arwana ini dimulai dari memelihara indukan dalam satu bak pemeliharaan yang sekaligus digunakan sebagai pemijahan. Akan sulit membudidayakan ikan ini dengan cara menjodohkan ikan jantan dan betina sebelum dipelihara bersama dalam bak pemeliharaan.
Persiapan Induk Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
ParameterIkan Arwana (Sclerophages formosus):
Suhu pH Oksigen Umur Indukan Jumlah Telur
27-29C 6.8-7.5 >5 > 4 Tahun 20-100
Bak Pemijahan Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
  • Masukan sekitar 6 ikan arwana dalam kolam semen berukuran 5×5 meter dengan kedalaman 50 cm. Pasanglah jaring plastik mengelilingi kolam setidaknya setinggi 75 cm dari permukaan air untuk mencegah ikan melompat keluar.
  • Masukan beberapa akar kayu bakau untuk menciptakan kondisi alami di sudut kolam sebagai daerah memijah. Material batu dan pasir sebaiknya tidak digunakan karena akan menyebabkan luka pada ikan. Daerah memijah sebaiknya terlindungi dari cahaya langsung dan pastikan daerah tersebut bukan daerah yang ramai, berisik, atau tempat lalu lalang orang. Indukan dipelihara di kolam ini sampai ikan mencapai kematangan atau siuap kawin dan memijah.
Kualitas Air Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
  • Kondisi air harus dibuat semirip mungkin dengan lokasi ikan-ikan ini berasal. Biasanya pH berkisar antara 6.8 – 7.5 dan suhu 27-29 derajat celcius. Penggantian air harus dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sekitar 30-35% dari volume total. Ketinggian air dijaga sekitar 50-75 cm.
  • Pakan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
  • Pakan yang diberikan merupakan gabungan diet berupa pellet 32% protein dan beragam pakan hidup berupa ikan mas dan udang atau potongan daging dan kepiting.
  • Pakan diberikan sekitar 2% dari berat tubuh ikan setiap hari dengan dibagi menjadi 2 kali pemberian pakan.

Baca juga:

Pemijahan

Pemijahan

  • Setelah kolam pemijahan siap, induk ikan yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada pukul 10.00. Beberapa petani memasukkan induk Setelah kolam dipasang kakaban. Namun, tidak jarang pemasangan kakaban ini dilakukan sesudah induk dimasukkan.
  • Induk jantan dapat siap setiap scat, sedangkan induk betina membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum siap dipakai lagi. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang sering dilaksanakan biasanya perbandingan berat 1 : 1.
  • Sebagai standar, digunakan 5-8 kakaban yang masih bagus untuk setiap kg induk betina. Jumlah itu akan membengkak menjadi 10-15 kakaban bila kakabannya rusak. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina yang dipijahkan, harus disediakan kakaban terpasang sebanyak 25-40 buah.

4. Penetasan Telur

  • Telur-telur kemudian ditetaskan dalam hapa, yaitu kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 M X 1 M X 2 m yang terbuat dari kain trilin. Hapa ini direntangkan dalam kolam pemijahan atau kolam lain dengan patok bambu pada bagian tengah dan menempel pematang di bagian pinggirnya.
  • Banyaknya hapa disesuaikan dengan jumlah kakaban yang ada telurnya. Kakaban tersebut diatur di atas bambu batangan sepanjang 2 m. Di atas kakaban dipasang bambu belah yang berada di kiri-kanan bambu pertama yang dipasang di bawah kakaban. Kemudian, di atas bambu belah ini ditempatkan gedebok pisang untuk menenggelamkan kakaban lebih kurang 10 cm.
  • Pada saat penetasan telur, aliran air dijaga tetap stabil dan jangan sampai berhenti karena telur-telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.

 

5. Pendederan
  • Setelah 5 hari atau paling lambat seminggu semenjak telur menetas, benih ikan ini harus dipindahkan ke kolam pendederan.
  • Benih berumur 2 bulan kurang lebih berukuran 5-8 cm
  • Setelah 4-6 bulan, dari benih yang berukuran 5-8 cm akan dapat dipanen ikan mas yang berukuran 40-60, g/ekor. Ikan -ikan yang berukuran sebesar An biasanya cukup untuk dijadikan teman nasi yang nikmat, tanpa harus memotong-motongnya.
Demikianlah informasi kali ini yang berjudul Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas. Dan ada informasi lainya tentang Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana sebagai tambahan referensi untuk anda. Terima kasih

Konstruksi kolam

Konstruksi kolam

  • Kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian.
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor.
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi.
  • Sementara pintu pengeluaran air harus dibuat dengan sistem monik ataupun sifon yang memungkinkan air bagian bawah yang berkualitas kurang baik bersama kotoran-kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
  • Fungsi kolam pemijahan ikan mas ini hanya sebagai tempat mempertemukan induk jantan betina sehingga dapat dibuat dengan ukuran yang kecil, misalnya 3 m x 10 m atau 6 m x 10 m.
  • Kolam pemijahan ini harus dibuat pada tanah yang keras, tetapi bukan merupakan cadas hidup. Hal ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya Lumpur dasar bila kolam terisi air nantinya.
  • Dasar kolam yang terdiri dari tanah lunak yang cukup tebal akan menyebabkan pengeluaran air terganggu bila digali terlalu dalam karena dasar kolam lebih rendah dibandingkan pintu pengeluaran air.
  • Dasar kolam ini dapat dilapisi dengan kerikil yang agak tebal.
  • Dengan kolam yang tidak berlumpur, diharapkan pengeringan kolam dapat berjalan dengan lancar sehingga kegiatan pemijahan ikan mas ini tidak terhambat. Manipulasi lingkungan seperti pengeringan biasanya dilakukan setiap akan melakukan pemijahan.

 

2. Persiapan kolam

  • Sebelum pemijahan, biasanya kolam dikeringkan dan dijemur selama 2-3 hari bila panasnya terik. Namun, bila matahari sering tertutup awan, lamanya penjemuran kolam ini harus ditambahkan hingga 5-7 hari
  • Penjemuran kolam untuk ikan mas mutlak dilakukan. Dengan cara ini, akan timbul bau ampo atau sangit sehingga begitu dialirkan air baru, ikan terangsang untuk memijah.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengeringan dan penjemuran kolam ini:
a. Pertama dengan melakukan pembakaran merang padi atau daun pisang kering yang asapnya diusahakan masuk ke dasar kolam maupun pematang.
b. Semakin banyak daun pisang atau padi yang dibakar, akan semakin menjamin keberhasilan usaha penipuan terhadap ikan mas.
c. Cara kedua dengan melapisi dasar kolam yang tidak kering ini dengan tanah yang berasal dari kolong rumah.
d. Cara ini tentunya dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang masyarakatnya mempunyai rumah panggung.
e. Tanah dari kolong rumah ini dipindahkan ke kolam pemijahan.
f. Dengan kedua cara tersebut dapatlah kiranya dijadikan jalan keluar bila akan memijahkan ikan pada saat matahari sukar terlihat
Setelah kolam dijemur, air dimasukkan ke dalam kolam dengan terlebih dahulu melewati saringan yang dipasang pada pintu pemasukan.
Pintu pengeluaran (monik dan sifon) diatur sedemikian rupa sehingga tinggi air konstan, 75 cm di pintu pengeluaran air.
Kemudian, kakaban dipasang di atas sebatang bambu yang utuh agar dapat terapung. Kakaban ini terbuat dari ijuk yang harus direntang sedemikian rupa sehingga lebarnya 40 cm. Panjang kakaban ini biasanya berkisar 1,5-2 m.
Kakaban dijepit dan dipaku pada bilah bambu. Kakaban yang disusun di atas bambu utuh ini kemudian dijepit lagi dengan bambu belch agar tidak berantakan bila ikan mas memijah.

Cara Rancapaku

Cara Rancapaku:

  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • Sediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • Setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.

Cara Sumatera:

  • Luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

 

Cara Dubish:
  • Luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Hofer:
  • Sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
  • Sistim Kawin Suntik
  • Pada sisitem kawin suntik, induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.
Cara diatas terbilang sama-sama membutuhkan media penempatan telur agar ikan mas dapat memijah sedangkan. Cara umum pemijahan ikan mas adalah sebagai berikut:
Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijahan Ikan Mas
Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diketahui dalam pembibitan ikan mas, poin-poin berikut berlaku untuk semua cara pemijahan:
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
1. Konstruksi kolam
  • Kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian.
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor.
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi.

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas – Ikan mas (Cyprinus carpio L) dapat tumbuh cepat pada suhu lingkungan berkisar antara 20-28 °C dan akan mengalami penurunan pertumbuhan bila suhu lingkungan lebih rendah. Pertumbuhanakan menurun dengan cepat di bawah suhu 13°C dan akan berhenti makan apabila suhuberada di bawah 5 °C (Huet 1970 dalam Ariaty 1991). Ikan mas merupakan ikan air tawaryang memiliki sifat tenang, suka menempati perairan yang tidak terlalu bergolak dan senangbersembunyi di kedalaman. Ikan mas termasuk omnivora, biasanya memakan plankton.Larva ikan mas memakan invertebrata air seperti rotifer, copepoda dan kutu air.
Kebiasaan makan Ikan Mas berubah-ubah dari hewan pemakan plankton menjadi pemakan dasar. Ikanmas yang sedang tumbuh memakan organisme bentik dan sedimen organik. Ikan mas jantanakan matang gonad pada umur dua tahun dan ikan mas betina pada umur tiga tahun. Ikan masakan memijah pada suhu lingkungan berkisar antara 18-20 °C ( Ikenoue 1982 dalam Ariaty1991).
Di Indonesia terdapat beberapa macam ikan mas. Masing-masing ikan mas mempunyai sifat dan karakter yang agak berbeda. Macam ikan mas tersebut adalah: Majalaya, Punten, Sinyonya, Mas Merah, Karper Kancra, Kancra Domas, Kumpay, Kaca.

Parameter Ikan Mas:

Suhu       pH Oksigen        Umur Indukan            Jumlah Telur
20-28C          5,5-8,5 >     4 >2 tahun                    80.000-110.000 / kg
Ciri-Ciri Indukan Ikan Mas:
1. Ikan Mas Betina
  • Tubuhnya gemuk,
  • Lubang genital terletak di belakang lubang anus,
  • Betina masak kelamin apabila perut telah membesar dan bila diraba terasa lunak
  • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Ikan Mas Jantan
  • Tubuhnya langsing,
  • Lubang genital terletak di depan lubang anus,
  • Jantan masak kelamin apabila perut diurut kearah lubang genital maka ikan akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih susu.
Memilih Indukan Ikan Mas Matang Gonad:
  • Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
  • Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
  • Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
  • Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
  • Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

 

Sistem Pembenihan / Pemijahan Ikan Mas:
Cara Sunda:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur;
  • Setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
Cara Cimindi:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.

Sumber: https://newsinfilm.com/

Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Terpal

Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Terpal – Ikan Bawal Air Tawar (Collossoma Macropomum) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi.
Usaha pembesaran ikan bawal tawar dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh ikan konsumsi dengan ukuran yang disukai oleh para penikmat ikan.
Budidaya pembesaran ikan bawal air tawar dapat dilakukan dengan sistem polikultur maupun monokultur.

A. Persyaratan Lokasi

Beberapa persyaratan lokasi budidaya yang harus dipenuhi sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan bawal tawar adalah :
  • Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur serta mempunyai sudut kemiringan sebesar 3 – 5 %.
  • Lokasi pemeliharaan berada di pada ketinggian 50 – 400 m dpl.
  • Kualitas air harus baik, dalam artian bebas dari pencemaran bahan – bahan kimia, minyak maupun limbah pabrik. Memiliki kadar pH 7 – 8 dan bersuhu 26o – 28o C.
  • Dasar kolam berlumpur, tidak terlalu keruh.
  • Kedalaman kolam berkisar diantara 80 – 100 cm.
  • Sumber air mempunyai debit 3 liter / detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6 – 12 liter / detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
Parameter Ikan Bawal:
Suhu     Oksigen         pH                Jumlah telur

26-29     > 4          5-7               300.000-500.000

B. Teknik Budidaya
  • Persiapan Kolam
  • Pengeringan tanah dasar kolam.
  • Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg / 100 m2.
  • Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 3 cm lalu didiamkan selama 3 hari.
  • Proses penambahan air dilakukan sedikit demi sedkit hingga pada akhirnya ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.
C. Pemilihan dan Penebaran Benih
  • Penebaran benih dilakukan 7 – 10 hari setelah pemupukan.
  • Benih yang akan ditebar harus sudah melalui proses aklimatisasi. Caranya : Masukkan benih ikan yang masih berada di dalam kantong plastik ke dalam air kolam. Setelah dinding plastik berembun, buka kantong plastik benih ikan tersebut, lalu masukkan air kolam sedikit demi sedikit hingga benih terlihat sudah dapat beraktifitas normal. Benih ikan siap ditebar.
D. Pakan dan Cara Memberikan Pakan
Sumber pakan yang dapat digunakan adalah dedaunan dan atau pelet ikan. Pakan dapat diberikan dengan dosis 3 – 5 % dari total berat ikan, dengan cara disebar merata.
E. Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan sudah mencapai 4 – 6 bulan, dimana dalam usia tersebut, berat ikan bawal tawar sudah mencapai kurang lebih 500 gram / ekor. Alat yang biasa digunakan dalam operasional panen ini adalah jaring yang terbuat dari waring berdiameter lebar.

Sekian ulasan mengenai Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Tepal yang dapat kita berikan, jangan lupa kunjungi juga Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas sebagai tambahan referensi untuk anda. Sekian dan Terimakasih