Penyebab terjadinya puting beliung

 Penyebab terjadinya puting beliung Penyebab terjadinya puting beliung

Puting beliung di Indonesia adalah tornado dalam skala F0-F1 pada skala Fujita, yang memiliki daya rusak rendah dibandingkan di wilayah lintang tinggi dimana memiliki daya rusak terparah hingga skala F5. Puting beliung umumnya terjadi pada masa pancaroba dan musim hujan, dengan waktu kejadian antara siang hingga malam hari. Kondisi ini dikarenakan sinar matahari sebagai bahan bakar utamanya, secara maksimal diperoleh pada periode (frekuensi bulanan yang berkaitan dengan musim) dan waktu (frekuensi harian) tersebut.

Di Indonesia, sudah banyak wilayah yang terkena bencana angin puting beliung diantaranya sudah terjadi di Kabupaten Cilacap, Tegal, Ciamis, Karanganyar, Provinsi Yogyakarta dan sebagainya dan berdasarkan analisis dari peta indeks ancaman bencana angin putting beliung di Indonesia, sebagian besar terjadi di daerah dataran rendah seperti di wilayah Jawa.

Penyebab terjadinya angin puting beliung :

  1. Alam

Badai cepat berkembang yang disertai hujan, guntur dan kilat. Ketika suhu tanah meningkat, udara panas dan lembab mulai naik. Ketika hangat, udara lembab dan dingin memenuhi udara kering, itu terangkat ke atas, masuk lapisan udara atas. sebuah awan petir mulai tercipta pada fase ini. Pergerakan udara keatas sangat cepat. Angin dari sisi samping menyebabkan arah yang berbeda dan membentuk sebuah pusaran. Sebuah kerucut hasil putaran udara yang berpilin tersebut mulai terbentuk dan terlihat dari awan ke permukaan tanah.

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

Bandung Lautan Api

Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 24 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Pertempuran Margarana

Latar belakang munculnya puputan Margarana atau pertempuran Margarana sendiri bermula dari Perundingan Linggarjati. Pada tanggal 10 November 1946, Belanda melakukan perundingan linggarjati dengan pemerintah Indonesia. Salah satu isi dari perundingan Linggajati adalah Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Selanjutnya Belanda diharuskan sudah meninggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 Januari 1949. Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1949 Belanda mendaratkan pasukannya kurang lebih 2000 tentara di Bali yang diikuti oleh tokoh-tokoh yang memihak Belanda. Tujuan dari pendaratan Belanda ke Bali sendiri adalah untuk menegakkan berdirinya Negara Indonesia Timur. Pada waktu itu Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang menjabat sebagai Komandan Resiman Nusa Tenggara sedang pergi ke Yogyakarta untuk mengadakan konsultasi dengan Markas tertinggi TRI, sehingga dia tidak mengetahui tentang pendaratan Belanda tersebut.

 

Sumber :

https://weshop.co.id/

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa

 

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa atau yang sering disebut sebagai palagan Ambarawa memang menarik. Secara singkat, dapat diceritakan bahwa disebut Pertempuran Ambarawa karena memang terjadinya di kota Ambarawa. Pertempuran itu sebenarnya sudah diawali sejak Oktober 1945, di mana pada tanggal 20 Oktober 1945 tentara Sekutu mendarat di Semarang di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel

  1. Pertempuran Medan Area

Pada tanggal 24 Agustus 1945, antara pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda tercapai suatu persetujuan yang terkenal dengan nama civil Affairs Agreement. Dalam persetujuan ini disebutkan bahwa panglima tentara pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan atas nama pemerintah Belanda.

Dalam melaksanakan hal-hal yang berkenaan dengan pemerintah sipil, pelaksanaannya diselenggarakan oleh NICA dibawah tanggungjawab komando Inggris. Kekuasaan itu kelak di kemudian hari akan dikembalikan kepada Belanda. Inggris dan Belanda membangun rencana untuk memasuki berbagai kota strategis di Indonesia yang baru saja merdeka. Salah satu kota yang akan didatangi Inggris dengan “menyelundupkan” NICA Belanda adalah Medan.

Sumber :

https://rianablog.com/

Biografi Olga Syahputra

Biografi Olga Syahputra

Nama aslinya ialah Yoga Syahputra atau lebih dikenal dengan nama Olga Syahputra bermunculan di Jakarta, 8 Februari 1983. Ia ialah seorang artis, pelawak, dan pembawa acara Indonesia. Olga biasanya berperan waria. Namun Olga menampik bila dirinya mempunyai orientasi seksual menyimpang. Sulung dari tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida ini tadinya hanya peminat yang tidak jarang meminta tanda tangan serta foto bersama idolanya. Keberuntungan mendekat saat dirinya ditawari bermain di film Lenong Bocah.

Selama aktif di Sanggar Ananda, Olga pun sering ikut syuting meski melulu peran-peran minor. Olga pun pernah menjadi asisten biduan Rita Sugiarto. Ketekunan Olga berbuah manis. Setelah sempat berperan di sinetron Kawin Gantung dan Si Yoyo, Olga menjadi presenter Ngidam di SCTV berpasangan dengan Jeremy Thomas. Olga pun bermain di acara komedi Jangan Cium Gue dan disusul Extravanganza ABG. Bergabung dengan Extravanganza ABG di tahun 2005, nama Olga mulai dikenal. Namanya benar-benar melambung sesudah di mula 2007 bergabung bareng Indra Bekti dan Indy Barends di acara Ceriwis di Trans TV.

Mulai tahun 2008, Olga menjadi presenter TV acara musik Dahsyat di stasiun RCTI bareng dua artis multi-talenta Luna Maya dan Raffi Ahmad. Tak puas melulu manjadi presenter dan bintang film, Olga mulai merambah dunia tarik suara. Saat ini, Olga sudah merilis dua lagu single-nya, yakni Hancur Hatiku dan Jangan Ganggu Aku Lagi yang dua-duanya adalahlagu ciptaan Charly ST 12 dengan label Nagaswara. Olga pun memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music Terfavorit dan Pelawak Terfavorit dalam Panasonic Awards 2009 dan Panasonic Gobel Awards 2010 yang disiarkan di RCTI , TPI, dan Global TV. Kini, Olga bukan lagi menjadi presenter acara Ceriwis, tetapi acara Online di Trans TV bareng Jeng Kellin (Nycta Gina).

Tak puas melulu menjadi presenter dan bintang film, Olga mulai merambah dunia tarik suara. Olga sudah merilis dua single, yakni Hancur Hatiku (2009) dan Jangan Ganggu Aku Lagi (2010) yang dua-duanya adalahlagu ciptaan Charly Setia Band dengan label Nagaswara. Selama berkarier di dunia hiburan Olga pun memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music Terfavorit dan Pelawak Terfavorit dalam Panasonic Awards 2009 dan Panasonic Gobel Awards 2010 yang disiarkan di RCTI, TPI (sekarang MNC TV), dan Global TV.

Pada bulan April 2014, Olga Syahputra merasakan penyakit radang selaput benak yang sebelumnya diberitakan Olga terpapar kanker hingga sangkaan mengalami guna-guna, ini tampak dari rasa sakit kepala dan terus menurunnya daya tahan tubuh dari hari ke hari. Olga sempat diasuh di Rumah Sakit Pondok Indah, lalu sebab keadaan belum membaik, Olga sempat mengerjakan pengobatan di Jerman, sebelum akhirnya menyimpulkan untuk mengerjakan perawatan di Singapura. Pada 27 Maret 2015, Olga meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura sebab penyakit meningitis yang telah dideritanya. Sumber: www.infobiografi.com/