Apakah jati diri Anak Introvert atau Extrovert?

Apakah jati diri Anak Introvert atau Extrovert?

Setiap hari saya dan anda selalu berinteraksi dengan orang lain. Setiap orang yang anda jumpai memiliki jati diri yang berbeda-beda. Secara umum jati diri setiap orang digolongkan menjadi 2 kumpulan yakni introvert dan extrovert. Tetapi di samping 2 tersebut ada pun yang ditengahnya yakni ambivert. Akan namun untuk kali ini kita melulu akan membahs dua jati diri saja, yakni introvert dan ekstrovert. Kita mulai ya, introvert adalahsebuah jati diri yang identik dengan kesendirian. Orang-orang introvert ingin dengan pendiam, jarang bicara, suka menyendiri, dan kurang dapat berkomunikasi secara lisan dengan orang beda secara baik. Sedangkan ekstrovert adalahsuatu jati diri yang dipunyai seseorang yang ditandai dengan kesenangannya guna berinteraksi dengan orang lain.

Orang introvert bukan berarti tidak berkomunikasi dengan orang beda secara baik, bakal tetapi kelompok introvert ini tidak terlalu menyenangi keramaian. Ataupun berinteraksi dengan orang banyak, seringkali mereka bakal berinterakasi dengan baik, dengan orang-orang yang telah akrab dengan mereka, dan hanya berkata seperlunya dengan orang-orang yang belum mereka kenal. Orang introvert ingin lebih suka menyendiri dikomparasikan harus sedang di tengah keramaian. Tidak tidak banyak dari orang introvert yang tidak cukup cakap dalam berkomunikasi secara lisan. Namun urusan ini tidak buruk, sebab orang introvert seringkali mempunyai teknik tersendiri guna mengungkapan gagasan maupun perasaanya. Biasanya orang yang introvert pandai dalam mengungkapkan kata-kata, sampai-sampai mereka dapat menjadi pengarang ataupun komposer lagu. Di samping itu tidak sedikit juga orang introvert yang pandai mengekspresikan diri melewati gambar, sampai-sampai mereka dapat menjadi komikus ataupun pelukis. Orang introvert juga seringkali hapalannya kuat.

Sekarang kita berpindah pada jati diri ekstrovert, orang ekstrovert seringkali mudah bergaul, terbuka, ramah, dan gampang menyesuaikan diri. Biasanya orang-orang dengan tipe ini, akan gampang beradaptasi dengan lingkungan baru yang ia tempati. Mereka tidak bakal canggung ataupun malu guna berinteraksi dengan orang lain, dan pun senang menjadi pusat perhatian. Mereka adalahtipe orang yang bakal mudah menyuruh ngobrol siapapun orang didekatnya dengan topik apapun. Mereka bakal sangat fasih mengemukakan pendapatnya secara lisan. Orang-orang laksana ini sesuai untuk bekerja dengan standar kegiatan yang mengandalkan keterampilan berbicara, dapat announcer, pengacara, guru, MC, dll.

Akan tetapi seringkali orang ekstrovert ini tidak cukup menyukai kegiatan yang bersangkutan dengan tulis menulis, sebab mereka lebih suka menyerukan pendapatnya secara lisan.

https://search.azby.fmworld.net//websearch/search?select=1077&cflg=%8C%9F%8D%F5&htmltype=2&Text=www.pelajaran.co.id

Kendala-Kendala Melobi Pejabat

Kendala-Kendala Melobi Pejabat

Kendala-Kendala Melobi Pejabat
Kendala-Kendala Melobi Pejabat
  • Setelah mendapat mandate dari rakyat, pemegang kekuasaan pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif acapkali cara berpikirnya berubah
  • Para pejabat publik berada dalam situasi seperti seorang pedagang, yang pasti akan memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya
  • Pejabat publik keberadaannya tak lepas dari latar belakang kelompok atau partainya
  • Para pejabat dalam mengambil keputusan kerap kali tidak didasarkan pertimbangan sendiri melainkan sering meminda nasihat dari orang disekitarnya
  • Para pejabat publik seringkali dalam pekerjaannya terikat oleh aturan protokoler dan birokrasi yang seringkali rumit yang berakibat terbuangnya waktu
  • Para pejabat publik disamping terikat oleh kegiatan protokoler dan seremonial juga sebaliknya pasti ada kejenuhan atas rutinitas tersebut, sehingga juga membutuhkan ruang publik yang lebih bernuansa non-formal

Baca Juga :

Windows 8 dan 8.1

Windows 8 dan 8.1

Windows 8 dan 8.1
Windows 8 dan 8.1

Microsoft secara resmi merilis Windows 8 pada 26 Oktober 2012. Versi percobaan Windows 8 berupa Consumer Preview dan Release Preview. Pada tanggal 26 Juni 2013, Microsoft merilis versi Uji Coba dari Windows 8.1 (sebelumnya dikenal sebagai Windows Blue), Sistem operas ini diproduksi oleh Microsof untuk digunakan pada komputer pribadi, termasuk komputre rumah dan bisnis, laptop, netbook, tablet PC, server, dan PC pusat media. Sistem operasi ini menggunakan mikroprosesor ARM selain mikroprosesor x86 tradisional buatan Intel dan AMD. Antarmuka penggunanya diubah agar mampu digunakan pada peralatan layar sentu selain mouse dan keyboard, sehingga Windows 8 di desain untuk perangkat tablet sentuh. Windows 8 mempunyai beberapa edisi atau versi antara lain adalah sebagai berikut :

  • Windows 8, setara dengan Windows 7 Starter, Home Basic, Home Premium.
  • Windows 8 Pro, setara dengan Windows 7 Professional.
  • Windows 8 Enterprise, setara dengan Windows 7 Enterprise dan Ultimate.
  • Windows 8 RT, versi Windows khusus untuk perangkat berprosesor ARM.
  • Windows 8.1, Windows 8.1 adalah paket layanan untuk sistem operasi Windows 8 dan RT. Pertama kali diperkenalkan dan dirilis sebagai beta publik pada bulan Juni 2013, ditujukan untuk mengatasi keluhan dari pengguna Windows 8 dan pengulas di peluncuran.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Windows 7 Merupakan

Windows 7 Merupakan

Windows 7 Merupakan
Windows 7 Merupakan

 

Windows 7 merupakan gabungan Windows XP dan Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik dari Windows Vista. Windows 7 dirilis untuk pabrikan komputer pada 22 Jul 2009 dan dirilis untuk publik pada 22 Oktobe 2009. Windows 7 lebih fokus pada pengembangan dasar Windows, dengan tujuan agar lebih kompatibel dengan aplikasi-aplikasi dan perangkat keras komputer yang kompatibel dengan Windows Vista. Windows 7 lebih fokus pada dukungan multi-touch pada layar, desain ulang taskbar (Superbar), penggunaan sistem jaringan pribadi bernama HomeGroup dan peningkatan performa.

Beberapa aplikasi standar yang disertakan pada versi sebelumnya dari Microsoft Windows, seperti Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie Maker, dan Windows Photo Gallery, tidak disertakan lagi di Windows 7. Windows 7 tidak bisa digunakan dengan jumlah memori yang terpasang melebihi kemampuannya. Jumlah ini berbeda di setiap versi Windows 7, dan juga berpengaruh pada arsitektur yang dipakai (apakah 32-bit atau 64-bit).

Windows 7 memiliki 6 versi yang sama dengan Windows Vista. Hanya saja ada perbedaan nama, jika Windows Vista memiliki versi Business maka pada Windows 7 versi tersebut dinamakan Professional. Versi tersebut antara lain :

  • Windows 7 Ultimate
  • Windows 7 Professional
  • Windows 7 Enterprise
  • Windows 7 Home Premium
  • Windows 7 Home Basic
  • Windows 7 Starter

Sumber : https://filehippo.co.id/

Lewat Global Action Week, YDAI Gaungkan Pendidikan Inklusif

Lewat Global Action Week, YDAI Gaungkan Pendidikan Inklusif

Lewat Global Action Week, YDAI Gaungkan Pendidikan Inklusif
Lewat Global Action Week, YDAI Gaungkan Pendidikan Inklusif

Lewat acara ‘Global Action Week’, Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI)

gaungkan pendidikan inklusif dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Acara yang diselenggarakan di sekitaran Stadion Pakansari itu puluhan anak penyandang difabel maupun non difabel turut hadir.

Beberapa rangkaian acara seperti senam inklusif hingga gerak jalan seraya mensosialisasikan tentang pendidikan inklusif diiikuti puluhan peserta.

Ketua Yayasan Difabel Action Indonesia, Teguh mengatakan bahwa pada intinya tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah memang untuk mengenalkan pendidikan inklusif kepada masyarakat.

“Iya jadi para penyandang difabel berbair dengan non difabel,

misal tadi dilaksanakan senam, kemudiam gerak jalan,” ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (22/4/2018).

Selain itu, kata dia, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan toleransi yang tinggi terhadap para penyandang difabel.

“Karena mereka di sini melakukan aktivutas dalam satu wadah, tanpanada gangguan, tanpa ada gesekan, tapi saling bertoleransi,” terangnya.

Dia pun berharap ke depannya pendidik inklusif di Indonesia

terutama di Kabupaten Bogor bisa terus berkembang dan melahirkan bibit yang berprestasi.

“Ya sejauh ini peran pemerintah pun membantu kami, kemudian ke depannya akan dilakukan kegiatan serupa dengan konsep yang berbeda agar pendidikan inklusif ini bisa lebih berkembang dan berkualitas,” pungkasnya.

Apresiasi Pendidikan Inklusi

Ratusan kaum difable berkumpul dalam kegiatan Global Action Week di lingkar luar GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (22/4/2018).

Kegiatan ini seperti dikutip laman terkemuka pojokbogor diselenggarakan Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI), bersama Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) dengan tema “Masyarakat Bergerak untuk Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas”.

 

Baca Juga :

Kualitas Pendidikan Solusi Atasi Kesenjangan

Kualitas Pendidikan Solusi Atasi Kesenjangan

Kualitas Pendidikan Solusi Atasi Kesenjangan
Kualitas Pendidikan Solusi Atasi Kesenjangan

Article 33 Indonesia menggelar diskusi publik dengan Tema: Kualitas Pendidikan dan Kesenjangan.

Diskusi menghadirkan sejumlah panelis kunci dari para pemangku kepentingan. Diskusi ini sekaligus untuk mempresentasikan hasil studi Article 33 Indonesia dengan judul Kualitas Pendidikan dan Mobilitas Ekonomi. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta Rabu(18/7).

Para panelis , Santoso & Ramada Febrian, Direktur Eksekutif dan Peneliti Article 33 Indonesia, Jakarta dengan “Kualitas Pendidikan dan Mobilitas Ekonomi: Analisis Data IFLS”, Ir. Suharti, M.A., Ph.D., Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, “Usaha Pemerintah dalam Mendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan” , Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. “Pendidikan dan Perannya dalam Penurunan Kesenjangan” serta Nisa Felicia, PhD (Dekan Fakultas Pendidikan, Universitas Sampoerna), Jakarta “Faktor-faktor yang Terkait dengan Kemampuan Kognitif Siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia Timur”.

Diskusi diharapkan dapat memberikan perpsektif, masukan, dan rekomendasi tentang

bagaimana pendidikan dikelola, dikembangkan, termasuk perannya dalam memberi kontribusi pada penurunan kesenjangan di Indonesia.

Beberapa analis regional mengatakan dengan tata kelola yang lebih komprehensif, masa depan pendidikan Indonesia diharapkan menuju ke arah yang lebih berarti, guna menekan kesenjangan sekaligus mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kualitas SDM terbaik dan cukup produktif.

Analis mengatakan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama setiap

Negara di dunia tidak terkecuali Indonesia. Beberapa tahun ini, Indonesia telah mengeluarkan pelbagai macam kebijakan yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat seperti halnya pembangunan infrastruktur untuk peningkatan mobilitas masyarakat dan perbaikan logistik, peningkatan kesempatan lapangan pekerjaan dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat, jaminan pendidikan nasional dengan Kartu Indonesia Pintar, ataupun jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Indikator capaian dari berbagai usaha pembangunan tersebut salah satunya tercermin secara sederhana dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), berdasarkan Publikasi Badan Pusat Statistik tahun 2018, yang konsisten terus tumbuh hingga 2017. Hasilnya, pada tahun 2017, PDB Indonesia berdasarkan harga konstan tahun 2010 sudah mencapai angka Rp 9.912,7 triliun.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/tata-cara-masbuk/

Wajib Simak, Berbagai Masalah PPDB 2018

Wajib Simak, Berbagai Masalah PPDB 2018

Wajib Simak, Berbagai Masalah PPDB 2018
Wajib Simak, Berbagai Masalah PPDB 2018

HAMPIR semua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 tak lepas dari persoalan.

Terutama keluhan dari orang tua siswa, seperti soal pendaftaran lewat online atau daring, zonasi sekolah hingga masalah SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Lebih dari itu, persoalan lain juga terkait dengan biaya pendaftaran hingga jual beli kursi.

Online Membuat Kesal

Di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sumatera misalnya. Orang tua murid mengeluhkan pendaftara pakai sistem online cukup membuat kesal. Sebab, tak bisa diakses dengan mulus. Situs resmi pendaftaran kerap bermasalah.

“Tidak bisa diakses, error terus,” ucap Marina, salah seorang wali murid, yang hendak

mendaftarkan anaknya di salah satu SMP di Pekanbaru sebagaimana ditulis rebuplika.co.id.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengaku kondisi tersebut terjadi lantaran PPDB daring masih mengandalkan pihak sekolah masing-masing. Pemerintah kota memang tidak memberikan dana alokasi khusus untuk sistem pendaftaran secara online.

“Setidaknya dengan total sekitar 15 ribuan lulusan sekolah dasar yang melakukan pendaftaran.

Tentu hal ini mungkin saja menyebabkan sistem tersebut menjadi error atau terganggu fungsinya,” katanya.

Sistem Zonasi Dilematis

Disamping itu, yang dipersoalkan adalah zonasi. Hal ini seperti yang diakui salah satu orang tua wali murid Puji Rahayu. Warga Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tersebut mendaftarkan keponakannya di SMP N 2 Purwokerto.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/cita-cita-syaikh-sudais/

Kemendikbud Beri 1,7 Juta Komputer ke 36.000 Sekolah Dalam Rangka Digitalisasi

Kemendikbud Beri 1,7 Juta Komputer ke 36.000 Sekolah Dalam Rangka Digitalisasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pengembangan digitalisasi sekolah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Digitalisasi ini dilaksanakan dengan pemberian kemudahan komputer tablet untuk para murid di wilayah tersebut. Dengan demikian semua peserta didik dan tenaga pendidik di wilayah itu dapat mengekor perkembangan zaman melewati teknologi informasi.

“Pada bulan ini, Kemendikbud bakal meresmikan digitalisasi sekolah dengan menyerahkan sekitar 1,7 juta komputer tablet untuk 36.000 sekolah di semua Indonesia, terutama sekolah-sekolah di wilayah 3T guna afirmasi wilayah pinggiran,” jelas Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, usai menemani Mendikbud Muhadjir Effendy menerima trafik Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (10/09/2019).

Revititalisasi SMK

Dalam pertemuan itu di samping membicarakan sokongan PT Samsung Elektronic Indonesia terhadap program digitalisasi sekolah, pun membicarakan tentang peningkatan keterampilan teknologi peserta didik dan tenaga pendidikan, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kerja sama itu adalah realisasi program Pemerintah guna merevitalisasi SMK. Kolaborasi ini bakal mendorong semua siswa dan guru supaya tidak terbelakang terhadap perkembangan keperluan dunia industri.

“Kerjasama ini adalah salah satu dari realisasi program Pemerintah dalam rangka revitalisasi sekolah khususnya SMK, sebab kita hendak anak-anak anda ini mesti update dengan dunia industri. Jadi satu mengenai penyelarasan kurikulum, kedua mengenai pelatihan guna guru dan tenaga kependidikan, lantas ketiga tentu mengenai siswa,” ujar Sesjen Didik.

Pelatihan kerja

Implementasi kerja sama ini, kata Sesjen Didik, berupa pengamalan praktik kerja lapangan untuk para siswa.

“Nantinya melewati kerjasama ini bakal ada sistem pemagangan, jadi harapannya ke depan Samsung dapat menjadi teaching factory untuk anak-anak kita, sampai-sampai dengan demikian anak-anak saya dan anda bisa pelatihan dan pun pada saatnya nanti barangkali sebagian dari mereka dapat berkerja di Samsung,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, mengatakan, program pemagangan telah dilangsungkan sejak dua tahun lalu. Menurutnya, jumlah guru yang bakal mempelajari keterampilan pemakaian gawai bakal ditambahkan pada program pemagangan di Samsung Indonesia. Sehingga, keterampilan ini bisa diajarkan lebih baik lagi untuk para murid di sekolah.

“Kami bakal terus meningkatkan lagi guru-guru Indonesia guna mempelajari skill yang dapat mengatur gadget dan pun meyakinkan betul mereka memang melatih ke anak-anak didiknya,” pungkas Sesjen Didik.

https://www.toptal.com/designers/colorfilter?orig_uri=www.pelajaran.co.id&process_type=grey

IPB Bangun Lounge Tempat Nongkrong Mahasiswa

IPB Bangun Lounge Tempat Nongkrong Mahasiswa

IPB Bangun Lounge Tempat Nongkrong Mahasiswa
IPB Bangun Lounge Tempat Nongkrong Mahasiswa

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menyuguhkan fasilitas baru bagi mahasiswanya.

 

Kamis, (13/12) bertempat di Gedung Common Class Room (CCR) Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rektor IPB, Dr. Arif Satria beserta Direktur Utama PT. Pegadaian (Persero), Sunarso meresmikan The Gade Creative Lounge, yakni tempat bersantai bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU).

Lounge ini memiliki fasilitas berupa sofa, meja mini desktop, soccer football, televisi,

dispenser, lukisan, serta tatanan meja dan kursi yang menarik dan beberapa alat permainan.

Pembangunan The Gade Creative Lounge selaras Rencana Strategis dan Program IPB tahun 2019 – 2023 yakni “race in excellence to shape IPB future. Di dalamnya terdapat salah satu program untuk memfasilitasi setiap fakultas dengan menyediakan student lounge.

“Student lounge ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran secara informal

serta berkreasi sehingga dapat menumbuhkan kreativitas mereka. Kami berterima kasih kepada Direktur Utama Pegadaian yang telah membantu merealisasikan hal tersebut,” tutur Dr. Arif Satria saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso yang juga merupakan salah satu alumni IPB, menyampaikan bahwa saat ini telah terjalin kerjasama antara IPB dengan Pegadaian, serta Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI).

“Lounge ini dimaksudkan untuk memberikan tempat bagi mahasiswa untuk bersantai dan mencari inspirasi selepas kegiatan kuliah. Diharapkan dapat memunculkan ide-ide inovasi, baik di bidang akademik maupun bidang lainnya. Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut di bidang lainnya,”ujar Sunarso.(

 

Baca Juga :

Konsep Agro-Maritim 4.0 untuk Pencapaian SDGs dan Revolusi Industri 4.0

Konsep Agro-Maritim 4.0 untuk Pencapaian SDGs dan Revolusi Industri 4.0

Konsep Agro-Maritim 4.0 untuk Pencapaian SDGs dan Revolusi Industri 4.0
Konsep Agro-Maritim 4.0 untuk Pencapaian SDGs dan Revolusi Industri 4.0

Sekarang ini kita menghadapi dua tantangan yang menjadi perhatian utama.
Pertama, masyarakat global tengah dihadapkan pada permasalahan krisis pangan, energi, dan lingkungan hidup, yang kemudian berdampak lanjut pada penurunan kualitas hidup manusia.
“Kedua, saat ini kita tengah berada dalam era Revolusi Industri 4.0 yang dicirikan adanya perluasan manfaat internet untuk segala hal (internet of things), pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan pemanfaatan big data, yang diikuti dengan pengembangan beragam teknologi dan inovasi baru secara masif,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria saat Upacara Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap III Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (12/12) di Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Rektor IPB menambahkan, dua tantangan tersebut memerlukan kesiapan sumberdaya manusia, agar berdaya saing dan berkontribusi mewujudkan tujuan global dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

IPB telah menegaskan perannya dalam peningkatan daya saing bangsa

dan pembangunan nasional, melalui visi IPB 2045 menjadi Techno-socio Entrepreneurial University.
Untuk mencapai visi IPB tersebut, IPB perlu melakukan beragam transformasi baik dari segi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam segi pendidikan, IPB tengah menyiapkan pendidikan untuk generasi milenial yang memiliki karakteristik dan dimensi sebagai berikut: pendidikan yang tidak terbatas pada tempat dan waktu; pendidikan yang mempersiapkan lulusan untuk berdaya saing seiring dengan banyaknya profesi-profesi baru; pendidikan berbasis literasi data dan Information and Communication (ICT), literasi teknologi, dan literasi manusia dan budaya; pendidikan yang mendorong mahasiswa memiliki softskill milenium, leadership dan entrepreneurship dan pendidikan yang membangun karakter nasionalisme, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dari segi penelitian dan pengembangan inovasi, IPB mendorong Riset dan Inovasi IPB 4.0 yang dicirikan dengan: agromaritim presisi tinggi melalui penggunaan teknologi drone, robotika, kecerdasan buatan di hulu sektor pertanian dan kelautan; agroindustri untuk masa depan; sistem agrologistik digital dan sistem e-commerce cerdas.
“Adapun dari segi pengabdian kepada masyarakat, IPB memiliki konsep pengabdian kepada masyarakat 4.0 yang mendorong hilirisasi inovasi-inovasi yang menjadi solusi untuk komunitas, industri, dan pemerintah,” kata Rektor IPB.

Rektor IPB lebih lanjut menjelaskan, IPB semakin menegaskan perannya

dalam pembangunan nasional melalui peluncuran konsep Agro-Maritim 4.0 untuk merespon tantangan pencapaian SDGs dan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian dalam arti luas.
Arah transformasi Agro-Maritim 4.0 yaitu mewujudkan pemulihan ekosistem agro-maritim, tata kelola baru agro-maritim yang inklusif, berkeadilan, berdayaguna dan mensejahterakan, produksi pangan dan non-pangan yang berkedaulatan, industri agro-maritim dan perdagangan yang berdaya saing, penguatan infrastruktur konektivitas dan rantai nilai agro-maritim antar wilayah secara berimbang, serta penguatan sumberdaya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Rektor IPB, IPB telah berperan dalam sejumlah aktivitas untuk mendukung pencapaian SDGs, yang dapat dikategorikan ke dalam empat pilar yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan dan pilar pembangunan hukum dan tata kelola.

Pada kesempatan itu, IPB mewisuda lulusan terbaiknya, sebagai sumberdaya manusia

yang berkualitas dan siap membangun sektor pertanian dalam arti luas, dalam sidang terbuka dengan acara Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap III Tahun Akademik 2018/2019.
Pada wisuda tahap ini, IPB akan menyerahkan ijazah kepada 800 orang lulusan, yang terdiri dari 530 orang lulusan progam sarjana, 25 orang lulusan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, 216 orang lulusan program magister, dan 29 lulusan program doktor.
Hingga wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 156.538 orang alumni. Himpunan Alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerjasama, sehingga Alumni IPB semakin kuat dan kompak dengan semangat “Satu Hati Satu IPB” demi membangun IPB dan Indonesia secara konkrit di bidang pertanian secara luas.
Rektor IPB berharap lulusan IPB mampu menjadi penentu arah pembangunan nasional dan menjadi agen untuk mempercepat terwujudnya tujuan Agro-Maritim 4.0 melalui kiprahnya di berbagai bidang kerja dan usaha.
“Rencanakanlah masa depan dengan sungguh-sungguh dan penuh persiapan karena keberuntungan akan muncul ketika kesempatan bertemu dengan persiapan,” tegas Rektor IPB.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/