Faktor-Faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Faktor-Faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di dalam teori-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari input-input produksi seperti L, K, T, BB, Kw, dan E. Akan tetapi, faktor-faktor ini lebih krusial dalam menentukan prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sedengkan pertanyaaan apakah ekonomi Indonesia 2004 akan tumbuh lebih baik, lebih buruk atau relatif sama dengan pertumbuhan 2003, adalah bicara soal prospek pertumbuhan ekonomi jangka pendek, yang berarti lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor jangka pendek.

Menurut perkiraan IMF, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka pendek (2003) cukup optimis, sekitar 4,5% (naik dari realisasi pertumbuhan 2002 3,75%). Namun, dibandingkan negara-negara lainnya di Asia, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak termasuk yang paling tinggi (tabel 2.7). Perkiraan tersebut dibuat awal tahun 2002, jadi sebelum terjadinya tragedi Bali pada Oktober 2002 yang sempat membuat pesimis para pelaku bisnis mengenai prospek perekonomian Indonesia pasca tragedi tersebut. Jika peristiwa tersebut diperhitungkan sebagai suatu faktor jangka pendek yang berpengaruh, hasil prediksi IMF tersebut tentu akan berbeda, karena memang dalam kenyataannya peristiwa tersebut sempat mempengaruhi roda perekonomian nasional yang dapat dilihat dari jatuhnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pemerintah Indonesia sendiri merevisi target pertumbuhan ekonomi 2003 dari semula 5% (dalam RAPBN 2003) menjadi 4% setelah bom Bali. Menurut BPS, pada triwulan I dan II 2003 dampak peledakan bom di Bali masih akan terasa. Namun, kalau pemerintah melakukan banyak stimulus (termasuk penambahan anggaran pembangunan dalam RAPBN 2003 pasca bom Bali) untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan ekonomi domestik dan ekspor, ditambah lagi dengan situasi dalam negeri bisa benar-benar kondusif, aman, dan ada kepastian hukum/usaha yang membuat iklim investasi baik, dan lingkungan eksternal mendukung sepenuhnya, maka bukan tidak mungkin target tersebut bisa tercapai. BPS sendiri memprediksi perekonomian Indonesia tahun 2003 bisa tumbuh antara 4%-5%.

 

Sumber :

https://rianablog.com/di-sydney-antrean-iphone-8-hanya-30-orang/