Faktor-Faktor internal

Table of Contents

 Faktor-Faktor internal

Penyebab utama berubahnya krisis rupiah menjadi suatu krisis ekonomi paling besar yang pernah dialami Indonesia tahun 1998 adalah karena buruknya fundamental ekonomi nasional. Sedangkan lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional lebih disebabkan oleh kondisi politik, sosial, dan keamanan di dalam negeri yang kenyataannya sejak reformasi dicetuskan pada Mei 1998 hingga saat ini belum juga pulih sepenuhnya, bahkan cenderung memburuk menjelang pemilihan presiden 2004.

Sejak krisis dari dulu hingga saat ini, fundamental ekonomi sudah menunjukkan adanya perbaikan, walaupun prosesnya berlangsung lambat dan oleh karena itu masih jauh dari kondisi yang baik atau kuat. Misalnya, perkembangan tingkat inflasi selama 1998-2001 menunjukkan adanya perbaikan, walaupun cenderung memburuk kembali akhir 2002 dan diperkirakan akan relatif sama pada 2003. Laju pertumbuhan ekonomi sudah kembali positifwalaupun masih lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan rata-rata per tahun selama 1980-an hingga 1997. Cadangan devisa meningkat terus, yang sebagian kecil bersumber dari hasil ekspor dan sisanya dari pinjaman luar negeri. Namun, rasio ULN terhadap PDB dan ketergantungan ekonomi nasional terhadap impor masih tinggi, bahkan cenderung meningkat. Juga sektor perbankan dan sektor riil, khususnya industri manufaktur dan konstruksi masih belum pulih.

Selain itu, faktor-faktor internal ekonomi lainnya yang sangat menentukan prospek perekonomian nasional2003 antara lain adalah kondisi perbankan, realisasi RAPBN 2003, terutama yang menyangkut beban pembayaran bunga utang pemerintah dan pengeluaran stimulus tragedi Bali, hasil pertemuan CGI yang sempat ditunda akibat tragedi Bali, kebijakan ekonomi pemerintah terutama dalam bidang fiskal dan moneter, serta perkembangan ekspor nasional.

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/