Al-manzilah bain al manzilatain(posisi diantara posisi)

Al-manzilah bain al manzilatain(posisi diantara posisi)

Maksudnya adalah suatu tempat antara surga dan neraka sebagai konsekwensi dari pemahaman yang mengatakan bahwa pelaku dosa adalah fasik, tidak dikatakan kafir dan tidak berhak dihukum mu’min dan tidak pula dihukum kafir.

  1. Amar ma’ruf nahi mukar(perintah mengerjakan kebajikan dan melarang kemungkaran)

Dalam pandangan mu’tazilah dalam keadaan normal amar ma’ruf nahi munkar itu cukup dengan seruan saja, tetapi dalam keadaan tertentu perlu kekerasan.

  1. Aliran ahlu sunnah wal jamaah/sunni

Ahlusunnah  berarti penganut atau pengikut sunnah Nabi Muhammad SAW dan jamaah berarti sahabat nabi. Jadi ahlusunnah wal jama’ah menandung arti “penganut sunnah(ittikad) nabi dan para sahabat. Dan mereka yang senantiasa tegak di atas islam berdasarkan Alqur’an dan Hadits yang shahih dengan pemahaman pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

  1. Aliran Maturidiyah

Aliran Maturidiyah didirikan oleh Muhammad bin Abu Mansur. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah kota kecil di daerah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan). Al-Maturidy mendasarkan pikiran-pikiran dalam soal-soal kepercayaan kepada pikiran-pikiran Imam Abu Hanifah yang tercantum dalam kitabnya Al-fiqh Al-Akbar dan Al-fiqh Al-Absath dan memberikan ulasan-ulasannya terhadap kedua kitab-kitab tersebut. Al-Maturidy meninggalkan karangan-karangan yang banyak dan sebagian besar dalam lapangan ilmu tauhid. Maturidiyah lebih mendekati golongan Muktazillah. Dalam membahas kalam,Maturidiyah mengemukakan tiga dalil, yaitu sebagai berikut:

  1. Dalil perlawanan arad: dalil ini menyatakan bahwa ala mini tidak akan mungkin qasim karena didalamnya terdapat keadaan yang berlawanan, seperti diam dan derak, baik dan buruk. Keadaan tersebut adalah baru dan sesuatu yang tidak terlepas dari yang baru maka baru pula.
  2. Dalil terbatas dan tidak terbatas: alam ini terbatas, pihak yang terbatas adalah baru. Jadi alam ini adalah baru dan ada batasnya dari segi bendanya. Benda, gerak, dan waktu selalu bertalian erat. Sesuatu yang ada batasnya adalah baru.
  3. Dalil kausalitas: alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak. Kalau alam ini ada dengan sendirinya, tentulah keadaannya tetap satu. Akan tetapi, alam ini selalu berubah, yang berarti ada sebab perubahan itu.

 

Recent Posts