Regulasi investasi asing

Regulasi investasi asing

Hukum dan regulasi terhadap investasi asing diberlakukan dengan tujuan membatasi pengaruh MNC (Multi National Corporation) di negara tujuan  dan untuk membentuk pola investasi asing yang dapat mendukung tercapainya tujuan ekonomi negara tujuan pemasaran secara efektif. Regulasi terhadap investasi asing umumnya mengatur beberapa aspek berikut :

  1. Pengambilan keputusan investasi asing

      Hal ini diatur melalui prosedur-prosedur yang mempengaruhi seleksi investasi asing; pengendalian  atas pengambilalihan; pelarangan atau pembatasan investasi asing dalam sektor-sektor tertentu; dan perluasan rencana insentif. Regulasi kepemilikan, pengendalian manajemen, dan ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan melalui persyaratan yang mengatur kewajiban untuk melibatkan penduduk setempat dalam kepemilikan perusahaan dan posisi manajemen; pembatasa tenaga kerja asing dan kuota tenaga kerja lokal.

  1. Perpajakan dan regulasi transaksi finansial

      Hal ini dilakukan melalui penentuan pendapatan kena pajak yang dapat menghindari terjadinya pajak ganda; pengaturan pemulangan (pengiriman kembali ke negara asal)  modal dan laba; insentif bagi reinvestasi laba, serta regulasi atas peminjaman finansial lokal dan asing.

5.)    Insentif legal

Insentif bisa diberikan untuk berbagai kepentingan. Misalnya, investasi diberikan kepada investor asing dengan harapan menarik minat mereka untuk melakukan investasi yang tidak sanggup dibiayai sendiri, untuk mendorong pengembangan ekspor, transfer teknologi, dan sebagainya. Di samping itu, ada pula insentif yang hanya diberikan kepada perusahaan lokal, joint venture, atau perusahaan yang komponen investasi asingnya hanya sedikit.

6.)    Hukum Pembatasan Perdagangan.

Selain memberikan Insentif banyak pula negara yang membatasi impor  atau mendorong ekspornya melalui pembentukan hambatan non-tarif yang berupa:

  1. Partisipasi pemerintah dalam perdagangan, yaitu dalam bentuk bimbingan administrasif ;subsidi;goverment procurement;dan state trading.
  2. Cuka dan proedur masuk yaitu dalam bentuk klasifikasi produk; penilaian produk;dokumentasi; lisensi;atau perijinan inspeksi; dan peraturan kesehatan dan keamanan.
  3. Persyaratan produk meliputi standart produk; pengemasan, libeling, dan marking, pengujian produk; dan spesifikasi produk.
  4. Kuota, baik kuota import maupun kuota eksport.
  5. Pengendalian finansial terdiri atas excange control, multiple excange rates, prior import deposits; pembatasan kredit, dan pembatasan pembayaran laba.

            Dalam rangka meminimumkan masalah-masalah hukum, internasional setiap perusahan global perlu menempuh beberapa strategi, diantaranya memahami dan mempelajari hukum dagang di beberapa negara; mengapresiasi elemen-elemen kontrak internasional yang baik; menetapkan arbitrasi; dan memahami secara cermat setiap konvensi internasional yang berpengaruh pada binisnya.