Yudhha-kanda

Table of Contents

  Yudhha-kanda

Dengan bantuan dewa laut tentara kera berhasil membuat jembata ke Langka.

Rawana yang tahu mengenai itu,langsung menyusun pertahanannya.Adiknya Wilhisna menasehati untuk megembalikan Sita kepada Rama.Rawana marah sehingga adiknya di usir dari Langka  dan menggabungkan diri dengan Rama.

Pertempuran berlangsung sengit.Setelah indrajit dan Kumbhakarna gugur,Rawana terjun ke peperangan.Sampai lama ia bertempur melawan Rama akhirnya ia terbunuh juga.

Setelah pertempuran,dan Wirohisana menjadi raja Langka dan Sita kembali bertemu suaminya.

Rama tidak mau menerima isterinya kembali karena sudah lama tinggal di Langka dan tidak mungkin masih suci.Sita sedih sekali,ia menyuruh buat api unggun kemudian ia terjun kedalam api.Nampaklah Dewa Agni didalam api yang menyerahkan Sita kepada Rama.

Rama menjelaskan bahwa ia tidak sangsi akan kesetiaan Sita namun kesuciannya harus terbukti dihadapan rakyat.

Rama,istri,adiknya serta tentara kera kembali ke Ayodhya.Mereka disambut Baratha yang segera menyerahkan tahta kepada Rama.

  1. Ultara-kanda

Diceritakan bahwa karena desas-desus rakyat ,untuk memberi contoh yang

 baik maka Sita diusir dari istana.

Tibalah Sita di pertapaan Walmiki yang mengubah riwayat Sita menjadi  wiracarita Ramayana.Dipertapaan Sita melahirkan dua anak kembar Kuca dan Lawa.Kedua anak ini dibesarkan oleh Walmiki.

Waktu Rama mengadakan acwamedha,Kuca dan Lawa hadir di istana membawakan nyanyian.Mereka membawakan Ramayana.sehingga Rama mengetahui bahwa mereka adalah anaknya.Maka dipanggilah Walmiki untuk mengantarkan kembali Sita ke istana.

Setiba diistana Sita bersumpah janganlah raganya diterima bumi jika ia tidak suci seketika belahlah bumi dan muncullah dewo Pratiwi di atas singgasananya dengan ular-ular naga.Sita dipeluknya dan dibawa ke dalam bumi.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/