Jenis-Jenis Dharmagita

Jenis-Jenis Dharmagita

Jenis-Jenis Dharmagita

  1. Sekar Rare

    Biasanya Sekar Rare dalam lirik atau baitnya mengandung pesan-pesan moral, budi pekerti, cerita-cerita tentang tingkah laku atau kesusilaan dan pengetahuan.

 

Meong-meong

Meong meong alih je bikule
Bikul gede-gede
Buin mokoh-mokoh
Kereng pesan ngarusuhin
Juk meng juk kul juk meng juk kul

..

  1. Sekar Alit
    Sekar Alit sering disebut juga pupuh atau tembang, yang di ikat oleh pada dan lingsa. di Isinya mengandung pengetahuan, kesusilaan, kerohanian. Sekar Alit dapat dibedakan atas beberapa bentuk, seperti berikut ini.
    a. Pupuh Mijil                                                           f. Pupuh Ginada
    b. Pupuh Pucung                                                       g. Pupuh Maskumambang
    c. Pupuh Ginanti                                                       h. Pupuh Dandang
    d. Pupuh Durma                                                        i. Pupuh Pangkur
    e. Pupuh Semarandana

Contoh Sekar Alit dengan tembang pucung :

 

Pupuh Pucung

Bibi Anu (Karya NN )

1. Bi-bi a-nu (4u)
2. La-mun pa-yu lu-as man-dus (8u)
3. An-te-nge te-ke-kang (6a)
4. Yat-na-in nga-ba ma-sui (8i)
5. Ti-uk pun-tul (4u)
6. Ba-wang ang-gon pa-si-ke-pan (8a)


.

  1. Sekar Madya
    Sekar Madya disebut juga tembang tengahan atau kidung (jumlah dan jenis-jenisnya sangat banyak), adalah lagu-lagu yang dipakai untuk mengiringi upacara agama, isi lagu sesuai dengan acara pelaksanaan upacara agama Hindu.

Contoh:

Ida ratu saking luhur
Mangda sampun titiang tandruh
Mangayat batara mangkin
Titiang ngarturang pejati
Banten suci mwang daksina
Sami sampun puput
Prating kahing saji

 

  1. Sekar Agung
    Sekar Agung disebut juga kekawin atau wirama. Bangunnya diikat olehGuru lagu. Guru berarti berat atau panjang dan laguberarti pendek atau ringan. Bentuk atau jenis Sekar Agung sangat banyak. Bahasanya menggunakan bahasa jawa kuno atau bahasa pabencangah. Isinya mengandung nilai-nilai kerohanian dan mengandung filsafat kehidupan yang sangat tinggi.
    Contoh:
    Raga di musuh mapara, rihati ya tongwanya tan madoh ring awak
    Yeka tan hana risira prawira wihikan sireng niti.
  2. Sloka
    Sloka adalah bagian ayat atau bait dari kitab suci yang dibaca dengan irama mantra. Isinya mengandung pujaan-pujaan atas kebesaran Tuhan beserta manifestasinya.
    Contoh:
    Ye yatha mam prapadnyante tamstathaiwa bhajami aham, Mama wartmanu manusyah partha sarwasah (Bhagawadgita, IV.11)
  3. Palawakya
    Palawakya adalah suatu bacaan terjemahan sloka dengan irama tertentu, dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno. Dalam kitab Sarasamuscaya yang menggunakan bahasa Jawa Kuno sering dibaca menggunakan irama Palawakya.
    Contoh:
    Paramarthanya pengpenge ta pwa ka temwaniking si dadi wwang
    Durlabhawiya ta, saksat handaningmara ring swarka ika
    Sanimittaning ta tiba muwahta pwa damalakena (SS.6)

Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/aplikasi-edit-video/