Kemenhub targetkan regulasi ojek online selesai dalam sebulan

Kemenhub targetkan regulasi ojek online selesai dalam sebulan

Kemenhub targetkan regulasi ojek online selesai dalam sebulan

Kementerian Perhubungan menargetkan regulasi tentang ojek dalam jaringan atau online, agar pengemudi memiliki kepastian hukum, dapat selesai kurang dari satu bulan.

“Saya harap kurang dari sebulan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi saat ditemui di acara pelatihan keselamatan berkendara GOJEK di Cakung, Minggu.

Diskresi mengenai ojek online akan dituangkan ke dalam Peraturan Menteri Perhubungan, karena kepopuleran aplikasi pemesanan ojek menjadikan pengemudi ojek online sebagai sebuah profesi. Apalagi, saat ini pengemudi ojek online tidak hanya mengantarkan penumpang, tapi, juga mengantarkan makanan.

Pemerintah, seperti dikatakan Budi, harus memberikan dukungan berupa perlindungan

secara hukum untuk profesi tersebut.

Aturan tersebut akan mencakup tiga hal yaitu keselamatan, tarif dan suspensi atau penangguhan akun.

Baca juga: Berkenalan dengan “Driver 001”, pengemudi pertama GOJEK

Aspek keselamatan dimasukkan dalam regulasi ojek online agar pengemudi memiliki jaminan

, sementara untuk tarif, Kemenhub meminta penyedia aplikasi untuk memberikan tarif yang memadai.

Untuk menemukan batasan tarif atas dan bawah ojek online, Kemenhub akan berdiskusi dengan penyedia layanan untuk menemukan angka yang sesuai.

Tarif tersebut diharapkan dapat mencakup berbagai komponen, antara lain biaya bensin, perawatan kendaraan, juga persentase yang akan dikantongi oleh masing-masing pengemudi dan penyedia aplikasi.

Berkaitan dengan suspensi, Budi meminta aplikator membuka diskusi mengapa

sebuah akun bisa ditangguhkan serta memberi penjelasan aktivitas apa yang dianggap melanggar peraturan.

 

sumber :

https://www.kakakpintar.id/seva-mobil-bekas/