Aturan Minum Obat Saat Tengah Berpuasa

Selama Ramadan, seluruh umat Islam diharuskan untuk menjalankan puasa. Syarat berpuasa ialah sehat, berakal, dan telah baligh. Namun keharusan ini masih diserahkan keringanan guna mereka yang sedang dilanda sakit.

Terkadang terdapat pula sejumlah orang yang sedang di bawah pemantauan dokter tetap memilih menjalankan puasa. Namun, urusan tersebut sebaiknay diakukan dengan tetap teratur meminum obat. Tentunya masa-masa mengonsumsinya pun butuh diatur.

Saat puasa, jadwal minum obat pasti akan turut berubah. Seseorang hanya dapat mengonsumsi obat sesudah jeda buka puasa sampai sebelum ketika sahur. Perubahan jadwal minum obat barangkali dapat memengaruhi efek terapi obat. Jadi usahakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum menyimpulkan berpuasa.

Dilansir dari laman Instagram kepunyaan Kementerian Kesehatan RI, @gemacermat, berikut ialah beberapa aturan minum obat ketika puasa Ramadan. Yuk simak.

Karena jenis sakit dan pun tingkat keparahan penyakit berbeda, ada sekian banyak aturan dalam konsumsi obat. Berikut sejumlah aturan yang dipakai ketika minum obat ketika puasa Ramadan :

– Obat dengan Aturan Satu Kali Sehari

Jika dokter atau apoteker membubuhkan resep obat dengan aturan satu kali sehari, kamu dapat minum obat ketika sahur atau berbuka puasa.

– Obat dengan Aturan Minum 2 Kali Sehari

Jika dokter atau apoteker membubuhkan resep obat dengan aturan minum 2 kali sehari, maka kamu dapat minum obat di masa-masa sahur dan pun berbuka puasa.

– Obat dengan Aturan Minum 3-4 kali Sehari

Berdasarkan keterangan dari Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, guna pasien yang menemukan obat-obat yang mesti diminum 3-4 kali sehari dianjurkan meminta untuk dokter guna meresepkan obat format sediaan lepas lambat atau aksi panjang sampai-sampai frekuensi pemakaian dapat dikurangi menjadi sekali atau 2 kali sehari.

Atau dapat juga mohon diganti dengan obat beda yang masih mempunyai efek dan mekanisme sama namun mempunyai durasi aksi yang lebih panjang.

” Jika tidak dapat diganti, maka pemakaiannya ialah dari masa-masa buka puasa sampai sahur, yang usahakan dipecah dalam interval masa-masa yang sama.

Misalnya guna obat dengan takaran 3 kali sehari, maka dapat diserahkan dengan interval masa-masa 5 jam, yakni pada selama pukul 18.00 (saat buka puasa), pukul 23.00 (menjelang tengah malam), dan pukul 04.00 (saat sahur)

Minum Obat Sebelum Makan

Terkadang ada sejumlah jenis obat yang diresepkan untuk dipakai sebelum makan. Hal ini sebab penyerapannya lebih baik pada ketika lambung kosong.

Jika aturan minum obat satu kali sehari sebelum santap berarti obat dapat diminum ketika sahur, tepatnya separuh jam sebelum makan. Bisa pun diminum ketika berbuka puasa, yakni separuh jam sebelum makan.

Bila aturannya setelah makan, minum obat dapat dilakukan selama 5-10 menit setelah santap besar. Setelah makan dengan kata lain kondisi lambung mengandung makanan.

Baca Juga :