Peran Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam

Peran Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam

Peran Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam

Peranan kebijakan fiskal dalam suatu ekonomi ditentukan oleh

keterlibatan pemerintah dalam hal aktivitas ekonomi, yang ditentukan oleh situasi sosio-ekonomi nya, komitmen ideologi dan hakikat sistem ekonomi. Pada sistem ekonomi sosialis sektor publik semuanya dikuasai oleh pemerintah. Sedangkan sistem kapitalis peranan sektor publik relatif kecil tetapi sangat penting. Pada sistem ekonomi Islam, hak pemilikan swasta diakui, pemerintah bertanggungjawab menjamin kelayakan hidup warga negaranya. Hal ini merupakan komitmen bukan hanya untuk mencapai keberlangsungan ekonomi untuk masyarakat yang paling besar jumlahnya, tetapi juga membantu meningkatkan spiritual dan menyebarkan pesan dari ajaran Islam seluas mungkin.

Beberapa hal penting dalam ekonomi Islam yang berimplikasi bagi penentuan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut:

  1. a)Mengabaikan keadaan ekonomi dalam ekonomi Islam, pemerintah muslim harus menjamin bahwa zakat dikumpulkan dari orang muslim yang memiliki harta lebih dan melebihi nisab serta digunakan untuk maksud sesuai alqur’an.
  2. b)Tingkat bunga tidak berperan dalam sistem ekonomi Islam.
  3. c)Pinjaman dalam Islam bebas bunga.
  4. d)Ekonomi Islam diupayakan untuk membantu para masyarakat muslim terbelakang dan menyebarkan pesan ajaran Islam.
  5. e)Negara Islam merupakan negara yang sejahtera.
  6. f)Pada saat perang Islam berharap orang-orang juga menjaga agama dengan hartanya.

Menurut Metwally, setidaknya ada 3 tujuan yang hendak dicapai kebijakan fiskal dalam ekonomi islam :

  1. a)Islam mendirikan tingkat kesetaraan ekonomi dan demokrasi yang lebih tinggi, ada prinsip bahwa “kekayaan seharusnya tidak boleh hanya beredar di antara orang-orang kaya saja”. Prinsip ini menegaskan bahwa setiap anggota masyarakat seharusnya dapat memperoleh akses yang sama terhadap kekayaan melalui kerja keras dan usaha yang jujur.
  2. b)Islam melarang pembayaran bunga dalam berbagai bentuk pinjaman. Hal ini berarti bahwa ekonomi Islam tidak dapat memanipulasi tingkat suku bunga untuk mencapai keseimbangan dalam pasar uang (yaitu anatara penawaran dan permintaan terhadap uang).
  3. c)Ekonomi Islam mempunyai komitmen untuk membantu ekonomi masyarakat yang  kurang berkembang dan untuk menyebarkan pesan dan ajaran Islam seluas mungkin. Oleh karena itu, sebagian dari pengeluaran pemerintah seharusnya digunakan untuk berbagai aktivitas yang mempromosikan Islam dan meningkatkan kesejahtaraan muslim di negara-negara yang kurang berkembang.

Baca Juga :