Ilmu Akhlak

Ilmu Akhlak

Ilmu Akhlak

Secara etimologi, kata akhlak berasal dari bahasa Arab yakni isim

mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan/ akhlaqan yang berarti kelakuan, tabi’at, dan watak dasar. Kata akhlaq (أخلاق) itu sendiri berasal dari bentuk jama’ sedangkan mufradnya adalah khuluq (خلاق) berarti budi pekerti. Kata akhlak itupun banyak ditemukan dalam ayat-ayat Al Qur’an maupun al-Hadits seperti :

ان هذا الاّ خلق الاوّلين (الشعراء : 137)

Artinya : (Agama kami) tidak lain hanyalah adat kebiasaan yang dahulu.       (QS. As-Syu’ara : 137)

اكمل المؤمنين ايمانا احسنهم خلقا (رواه الترمذى)

Artinya : Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang sempurna budi pekertinya. (HR. At-Tirmidzi)

           Adapun menurut Kamus Arab-Indonesia Al Azhar karangan S. Askar, kata خُلْقٌ و خُلُقٌ ج أخلاق  berarti perangai, tabi’at, akhlak, adat, beradab baik.

            Sementara itu, akhlak menurut istilah ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai ini diantaranya sebagai berikut :

  1. Ibnu Maskawih (w. 421 H/1030 M) adalah seorang yang ahli dibidang akhlak terkemuka dan terdahulu mengatakan bahwa akhlak ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
  2. Imam al-Ghazali (1059-1111 M) dikenal sebagai Hujjatul Islam(Pembela Islam) terutama membela Islam dari berbagai paham yang menyesatkan, mengatakan secara lebih luas arti akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
  3. Ibrahim Anis dalam Mu’jam al-Wasith mengatakan bahwa akhlak yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.
  4. Dari kitab Dairatul Ma’arif, secara singkat akhlak diartikan sifat-sifat manusia yang terdidik.

Dari beberapa pendapat para ahli mengenai arti kata Akhlak menurut  istilah memiliki beberapa kemiripan dan saling melengkapi satu sama lainnya sehingga dapat diklasifikasi lagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :

  1. Berdasarkan inti yang tertanam dari dalam diri yakni hati seseorang, seperti kesamaan pendapat dari Ibnu Maskawih dan Imam al-Ghazali serta Ibrahim Anis. Karena menurut mereka, akhlak itu timbul dari dalam hati seseorang sendiri tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan yang lebih dalam sebelum berprilaku.
  2. Berdasarkan arti akhlak yang berupa perbuatan seseorang, seperti kesamaan yang disebutkan oleh Imam al-Ghazali dengan Ibrahim Anis. Karena mereka berdua sama-sama menitikberatkan kepada perbuatan, entah itu baik maupun buruk. Karena Akhlak ibarat sebuah produk yang menghasilkan barang atau jasa seperti macam-macam perbuatan manusia.

Dalam perkembangan selanjutnya, akhlak tumbuh menjadi sebuah ilmu yang berdiri sendiri. Da’iratul Ma’arif, yang dimaksud dengan Ilmu Akhlak adalah Ilmu tentang keutamaan-keutamaan dan cara mengikutinya dan tentang keburukan dan cara menghindarinya hingga jiwa kosong dari segala kebathilan tersebut.

Setelah berdasarkan pengertian akhlak secara bahasa dan istilah menurut beberapa ahli, penulis menyimpulkan sendiri pengertian akhlak ialah suatu hal yang sudah tertanam di dalam hati setiap insan tanpa harus dipikirkan dan direncanakan terlebih dahulu dalam melakukan perbuatannya, entah itu perbuatan baik maupun buruk. Sekarang tergantung kita mau mengikuti hawa nafsu belaka atau mengikuti perbuatan sesuai aturan agama Islam.


Sumber: https://youtubers.id/cultures-apk/