SISTEM PENDISTRIBUSIAN PRODUK UNILEVER

SISTEM PENDISTRIBUSIAN PRODUK UNILEVER

SISTEM PENDISTRIBUSIAN PRODUK UNILEVER
SISTEM PENDISTRIBUSIAN
PRODUK UNILEVER

Unilever merupakan market leader dari consumer good di Indonesia dengan total penjualan tahun 2003 sebesar Rp. 8,124 triliun tumbuh secara signifikan menjadi Rp. 15,78 triliun pada tahun 2008. Revenue ini dihasilkan dari produk-produk yang sangat dikenal oleh masyarakat antara lain Molto, Domestos Nomos, Taro, Blue Band, Rexona, Sunligth, Lux, Rinso, Ponds, Lifebuoy, Surf, Axe, Lipton, Vaseline, Sariwangi, Skippy, Sunsilk, Clear, Citra, Pepsodent Close Up. Hampir semua produk tersebut menjadi Top Leader dibidangnya.

Dalam pendistribusian produknya, supply chain yang terlibat di dalamnya diantaranya :

  • Suppliers (Bahan Baku Produk dan Kemasan).
  • Manufaktures.
  • DC (Disdribution Center).
  • Retailers, Grosir, Agen.
  • Consumers.

Dari gambaran data dan proses yang dilakukan tersebut, tentunya bukanlah suatu pekerjaaan yang sederhana mengelola jutaan items yang harus didistribusikan ke seluruh Nusantara.

Struktur alur supply chain pada sistem pendistribusian produk Unilever dapat dilihat pada gambar berikut ini :





  • Gambar di atas hanya menekankan pada pendistribusian produk pada Unilever, bukan pada pembuatan produknya. Mengenai pembuatan produknya, hanya dijelaskan menurut garis besarnya saja dari mana Unilever mendapatkan produknya untuk didistribusikan.
  • Dalam pembuatan produk, Unilever mempunyai banyak Perusahaan Manufaktur untuk membuat produk-produknya. Perusahaan Manufaktur itu sendiri juga mendapatkan bahan baku untuk membuat produk dari supplier bahan baku yang dibutuhkan.
  • Selain itu Perusahaan Manufaktur juga bekerja sama dengan Pabrik Kemasan untuk memesan atau meminta dibuatkan bentuk kemasan yang diinginkan beserta label/merknya. Bahan baku untuk membuat kemasan ini didapat dari supplier bahan baku kemasan.
  • Dalam pendistribuasian produknya, produk-produk Unilever yang telah jadi dan siap untuk dipasarkan disimpan terlebih dulu di bagian gudang untuk merencanakan penjadwalan produk yang akan didistribusikan oleh distributor agar produk dapat sampai ke konsumen akhir. Distributor bisa melakukan pendistribusian produk tersebut ke Retailers besar seperti Carefour, Hypermart, Giant dan sebagainya. Selain itu distributor juga bisa mendistribusikannya melalui Grosir atau Agen –>Toko Konsumen.

Baca Juga :