MEMBANGKITKAN KEMBALI EKONOMI INDONESIA

MEMBANGKITKAN KEMBALI EKONOMI INDONESIA

Kemandirian mesti dijadikan tolok ukur keberhasilan, yaitu apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri (baca: bebas) atau malah tambah bergantung. Misalnya, apakah petani kami lebih bebas atau malah tambah bergantung pada basil industri (seperti pupuk), apakah industri kami lebih bebas atau malah tambah bergantung pada bahan baku impor, atau apakah negara kami lebih bisa memupuk modal atau malah tambah bergantung pada pinjaman luar negeri. Jika Indonesia mandiri mengelola kekayaannya, rakyat Indonesia bisa lebih makmur sedikitnya 5 kali lipat daripada sekarang.

Indonesia Tanah Syurga
Realita hidup dan kehidupan manusia tidak lepas berasal dari alam dan lingkungannya, karena hal berikut merupakan jalinan mutualisme didalam tatanan keseimbangan alam dan kehidupannya (Balancing Ecosystem). Sumber daya alam terbagi dua, yaitu SDA yang tidak bisa diperbaharui (unrenewable) dan yang bisa diperbaharui (renewable). Keanekaragaman hayati juga didalam sumber daya alam yang bisa diperbaharui. Potensi sumber daya alam hayati berikut bervariasi, bergantung berasal dari letak suatu kawasan dan kondisinya. Pengertian makna sumber daya alam hayati memadai luas, yaitu termasuk sumber daya alam hayati, tumbuhan, hewan, bentang alam (landscape). Indonesia punya keanekaragaman sumberdaya alam hayati yang berlimpah ruah supaya dikenal sebagai negara Megabiodiversity. Keanekaragaman hayatinya terbanyak kedua diseluruh dunia. Dibalik kekayaan Indonesia yg begitu melimpah, fakta yang dihadapi umat pas ini justru lilitan pinjaman luar negeri yang udah menenggelamkan bangsa Indonesia didalam krisis multidimensional yang berkepanjangan. Rakyat tambah didalam terpuruk didalam kemiskinan dan penderitaan

Kekayaan Sumber Daya Telah Tergadai
Sumber daya alam merupakan keliru satu modal basic pembangunan. Sebagai modal dasar, sumber daya alam mesti dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam praktek dilapangan sumber daya alam udah digadaikan kepada bangsa lain yang bisa kami melihat kenyataan dewasa ini.
Negara kami yang kaya akan minyak udah menjadi importir neto minyak untuk kebutuhan bangsa kita. Negara yang dikaruniai bersama hutan yang demikian luas dan lebatnya supaya menjadikannya negara produsen eksportir kayu terbesar di dunia dihadapkan pada hutan-hutan yang gundul dan dana reboisasi yang praktis nihil karena dikorup.
Dari Emas dan Perak di Papua, Freeport cuma berikan Indonesia royalti 1%. Freeport bisa 99%Padahal BUMN layaknya ANTAM dan juga para pebisnis Indonesia bisa kok mengolahnya. Bahkan sesungguhnya mayoritas pekerja di sana adalah putra Indonesia bahkan juga Presiden Direkturnya, Armando Mahler.
Sebuah perundingan yang membuahkan ketetapan kontroversial yang mengejutkan banyak pihak, karena Blok Cepu amat diserahkan kepada ExxonMobil bersama kontrak selama 30 th. sejak Maret 2006. Perusahaan Amerika itu mengeksploitasi Blok Cepu melalui anak perusahaannya, Mobil Cepu Ltd. Blok Cepu adalah ladang minyak yang berada di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Itu adalah ladang minyak terbesar di Tanah Air, setidaknya hingga sekarang. Kandungan minyaknya tercatat melampaui cadangan minyak di Indonesia secara keseluruhan yang diperkirakan cuma berjumlah sekitar 9,7 miliar barel. Cadangan prospektif Blok Cepu di kedalaman kurang berasal dari 1.700 mtr. misalnya, mencapai 1,1 miliar barel sedang cadangan potensial di kedalaman di atas 2.000 mtr. diperkirakan berjumlah 11 miliar barel.
Produk kelapa sawit yang kami hasilkan paling besar di dunia, akan tapi kami cuma bisa menjual didalam bentuk CPO atau minyak goreng. Oleh negara lain, barang itu bisa diolah menjadi kosmetik dan itu nilainya jauh lebih mahal. Ironisnya, kosmetik itu masuk ke pasar Indonesia dan dibeli oleh masyarakat Indonesia.
Awal Kesalahan utama kebijakan dan orientasi pertambangan di Indonesia bermula berasal dari UU No 1 th. 1967 perihal Penanaman Modal Asing yang diikuti penandatanganan kontrak karya (KK) generasi I pada pemerintah Indonesia bersama Freeport McMoran . Disusul bersama UU No 11 th. 1967 perihal Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan. Sejak pas itu, Indonesia memilih politik hukum pertambangan yang berorientasi pada kapabilitas modal besar dan eksploitatif. Dampak susulannya adalah keluarnya berbagai regulasi pemerintah yang berpihak pada kepentingan pemodal. Dari kebijaakan-kebijakannya sendiri, akhirnya pemerintah terperangkap didalam posisi lebih rendah dibanding posisi pemodal yang disayanginya. Akibatnya, pemerintah tidak bisa bertindak tegas pada perusahaan pertambangan yang semestinya patut untuk ditindak.

Pasar Bebas Yang Mematikan
Sebelum realisasi perjanjian perdagangan bebas bersama China, kami udah memperoleh hampir segala lini produk yang dipergunakan di tempat tinggal dan perkantoran saja bertuliskan made in China. Bahkan tidak sedikit produk berasal dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk China sebagai perlengkapannya. Kini serbuan produk China ke Indonesia bersama dimulainya perdagangan bebas Indonesia-China “Bagaikan Bencana Tsunami” yang menghancurkan ekonomi Indonesia.
Karena itu pemberlakuan pasar bebas ASEAN-China udah pasti mengundang implikasi yang amat negatif. Pertama, invasi produk asing lebih-lebih berasal dari China di tengah lemahnya infrastruktur ekonomi, modal, daya saing, dan pertolongan pemerintah, bisa memicu hancurnya sektor-sektor ekonomi yang diserbu.
Sektor industri pengolahan (manufaktur) dan industri kecil menengah (IKM) merupakan sektor ekonomi yang paling terkena dampak realisasi perjanjian perdagangan bebas ini. Padahal industri manufaktur merupakan lokomotif perekonomian pas sector usaha lainnya pada lain jasa, perdagangan dan perbankan sebagai pengikut yang melengkapi. Hancurnya sektor industri manufaktur berdampak pada kemacetan seluruh sector usaha lainnya.

Nilai Tambah
Salah satu kunci untuk bangkit berasal dari keterpurukan ekonomi adalah sejauh mana bisa menambahkan nilai malah berasal dari tiap-tiap proses memproduksi yang ada. Nilai malah cuma bisa dilakukan oleh mereka yang kreatif dan inovatif. Untuk itulah tiap-tiap negara berkonsentrasi mengembangkan sumber daya manusia supaya menjadi manusia yang berkualitas. Negara mesti berikan kesempatan yang sama kepada warganya untuk berkembang dan seterusnya memperbaiki kehidupan mereka.
Semua pembangunan yang diraih akan menjadi tidak ada bermakna jika tetap ada yang miskin, karena pasti akan mengundang problem sosial. Hal inilah yang sepantasnya menjadi perhatian kami bersama. Bagaimana potensi ekonomi yang luar biasa berasal dari negeri kami tidak bisa diolah secara optimal karena kami tidak bisa berikan nilai tambah, akibat berasal dari kegagalan itu, banyak warga yang hidupnya tertinggal. Langkah penting yang mesti disita segera didorongnya reindustrialisasi, karena bersama demikian kami bisa memperoleh nilai tambah. Semua komoditas yang dihasilkan bisa dibikin berlipat-lipat kali nilainya, terkecuali kami bisa menhadirkan nilai tambah. Begitu banyak sumber daya alam yang kami hasilkan dan kami memadai suka bersama mengekspor didalam bentuk bahan mentah. Ketika sesudah itu komoditas itu diolah oleh bangsa lain, nilainya bisa beribu kali lipat dan hasilnya dinikmati oleh bangsa lain.
Kawasan Asia akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia yang berada di didalam pusat pertumbuhan ekonomi yang paling pesat di dunia sudah pasti tidak boleh ketinggalan. Kreativitas dan inovasi menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan. Segala suatu hal bisa menjadi lebih optimal jika kami bisa mengembangkannya bersama kreativitas dan inovasi.
Salah satu yang bisa dijadikan semisal bagi pentingnya kreativitas dan inovasi adalah penyediaan sumber energi. Dengan tambah terbatasnya daya yang terbarukan, maka tiap-tiap negara berkhayal cara untuk menemukan sumber daya pengganti yang bisa konsisten menerus ada dan tidak mengganggu iklim. China jika mulai mengembangkan pembangkit listrik bertenaga surya secara besar-besaran. Untuk itu daya tenaga surya berikut dikembangkan di didalam kompleks perumahan, supaya bukan cuma menjadi lebih efisien, tapi bisa tingkatkan nilai estetika. Semua itu cuma bisa terealisasi jika ada kapabilitas untuk melihat jauh ke depan dan manfaatkan seluruh kesempatan yang ada. Sebab pada akhirnya kesempatan untuk maju itu sesungguhnya ada di depan mata, cuma persoalannya kami bisa atau tidak melihat dan manfaatkan kesempatan itu.
Inilah tantangan yang kami menghadapi sebagai sebuah bangsa. Mampukah kami menjadi pemenang berasal dari globalisasi ini ataukah kami cuma menjadi pirsawan di pusat pertumbuhan ekonomi dunia ini?

Artikel Lainnya : blackpink members

Kemandirian Bangsa
Kita Bangsa Indonesia udah merdeka secara mandiri dan sukses membentuk negara bangsa yang berwujud kesatuan didalam kemajemukan, akan tapi didalam pengelolaan sumber daya alam kami mulai belum berdaulat dan mandiri.
Kita mesti berani kembali menegakkan kemandirian bangsa bersama lakukan terobosan yang inovatif dan kreatif. Inovasi dan kreativitas sesungguhnya senantiasa mesti menerobos penghalang yang udah menjadi peraturan main, konvensi, dogma dan doktrin.
Kemandirian mesti dijadikan tolok ukur keberhasilan, yaitu apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri (baca: bebas) atau malah tambah bergantung. Misalnya, apakah petani kami lebih bebas atau malah tambah bergantung pada basil industri (seperti pupuk), apakah industri kami lebih bebas atau malah tambah bergantung pada bahan baku impor, atau apakah negara kami lebih bisa memupuk modal atau malah tambah bergantung pada pinjaman luar negeri. Jika Indonesia mandiri mengelola kekayaannya, rakyat Indonesia bisa lebih makmur sedikitnya 5 kali lipat daripada sekarang.
Selanjutnya berasal dari mana kami memulai berbenah?
Selesaikah jika kami saling tuding bersama menvonis ‘salah’?
Ataukah kami memadai berpuas diri karena secara khusus udah dimanjakan tehnologi, menghabiskan cadangan energi, kehilangan rasa hiraukan dan tak dulu berbagi?

Baca Juga :