TEHNOLOGI ANTISIPASI TSUNAMI JEPANG DIUJI GEMPA SKALA 8,9

TEHNOLOGI ANTISIPASI TSUNAMI JEPANG DIUJI GEMPA SKALA 8,9

Jepang 11 Maret 2011, bencana gempa disertai tsunami melanda Negara jepang dimana didalam video tsunami jepang yang berlangsung pada hari ini 11 maret 2011 ini kami bisa memandang betapa dahsyatnya luapan air bah dan juga gempa yang berkekuatan 8.8 SR tersebut, tak hanya video ini kami bisa memandang siaran segera berasal dari reuters bagaimana kedasayatan bencana tsunami dan juga gempa bumi di jepang ini

Gempa yang mengguncang kota Tokyo ini di kabarkan meruapkan gempa terbesar didalam 7 tahun. Selain gempa Gelombang tsunami sudah menerjang di beberapa wilayah, meliputi Kota Onahama, wilayah Fukushima. Sampai saat ini belum diketahui nama-nama korban didalam bencana alamtsunami jepang 11 maret 2011 ini gelombang tsunami dilaporkan capai ketinggian empat meter. Di tempat lain, ketinggian tsunami dilaporkan setinggi 10 meter.

Antisipasi Tsunami Jepang

Jepang mempunyai beberapa organisasi yang menangani bencana alam diantaranya Japan Metorological Agency (JMA), Geology Survey Japan (GSJ) dan Earth Remote Sensing Data Analysis Center (ERSDAC).

Sebagai badan utama, JMA mengoperasikan jaringan pengamatan gempa berupa 200 alat seismograf dan 600 seismik intensif. Mereka juga menghimpun knowledge berasal dari 3.600 alat pengukur seismik yang dikelola pemerintah tempat dan National Research Institute for Earth Science and Disaster Prevention (NIED). Data ini juga masuk di bagian Earthquake Phenomena Observation System (EPOS) di Tokyo dan Observatorium Meteorologi di distrik Osaka.

Ketika gempa terjadi, JMA segera beroleh informasi berkenaan hiposenter, magnitudo gempa dan intensitas seismik. Jika intensitas gempa lebih besar berasal dari tiga, lembaga ini segera mengeluarkan laporan gempa. Informasi kebanyakan keluar kurang berasal dari 1/2 menit sehabis gempa.

Selanjutnya, informasi diberikan kepada pejabat pencegahan bencana melalui jaringan komunikasi spesifik untuk capai masyarakat di sektiar gempa melalui pemerintah tempat dan media. Bagi Jepang, informasi ini berperan terlalu perlu untuk mengawali operasi penyelamatan mengenai gempa dan dampak lanjutan, tsunami misalnya. Intensitas gempa di Jepang gunakan skala 1 hingga 7 dengan nilai 7 tertinggi.

Sistem Peringatan Dini Gempa Jepang memberikan pengumuman perkiraan intensitas seismik dan estimasi perkiraan kala kedatangan gerak pokok pada kala gempa awal terjadi. Estimasi ini didasarkan pada analisis segera fokus gempa dan gelombang besar dengan gunakan knowledge yang diperoleh berasal dari seismograf di dekat pusat gempa.

Sistem Peringatan Dini Gempa ditujukan untuk mengurangi kerusakan gempa mengenai dengan tindakan pencegahan yang sangat mungkin seperti segera memperlambat kereta, mengendalikan raise untuk hindari bahaya dan sangat mungkin orang untuk dengan cepat melindungi diri di bermacam lingkungan seperti pabrik, kantor, tempat tinggal dan dekat tebing.

Untuk tsunami sendiri, sehabis Gempa, JMA segera memperkirakan mungkin tsunami berasal dari knowledge observasi seismik. Jika tsunami mungkin berlangsung di tempat pesisir, JMA mengeluarkan peringatan Tsunami kurang lebih dua menit sehabis gempa. Jika tsunami berlangsung di wilayah yang jauh, JMA akan melaksanakan koordinasi segera dengan Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii.

Di Jepang, wilayah paling berbahaya adalah kawasan gempa Tokai, kebanyakan gempa berkekuatan di atas 8 SM. Ini terletak di tempat Suruga Bay. Mekanisme yang mereka melaksanakan terlalu terperinci di mana tiap-tiap badan wajib mengerti semua perihal kala berlangsung.

Persiapan cermat sebenarnya wajib dilaksanakan mengingat Jepang mempunyai 108 gunung vulkanik aktif dengan kurang lebih 15 gempa vulkanik tiap-tiap tahun.

Mirip Tsunami Aceh

Ahli tsunami beranggap dampak tsunami Jepang mirip dengan bencana tsunami di Aceh, 2004 silam. Meskipun begitu, Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.

“Karena kala terjadinya tsunami, daya yang dikeluarkan menyebar ke semua wilayah sekitarnya secara luas. Ini mirip seperti peristiwa Aceh di mana kawasan Sri Lanka, India hingga Afrika Selatan terkena dampak. Padahal, tidak tergolong dekat,” ujar ahli tsunami berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hamzah Latief .

Tsunami Jepang juga berdampak terlalu luas hingga menjangkau semua kawasan pasifik, juga Indonesia, Taiwan, Rusia, Pulau Marcus, Guam, Filipina hingga Amerika Serikat.

“Tidak semua kawasan di Indonesia yang terkena dampak ini. Hanya kawasan yang menghadap pasifik utara,” ujar Hamzah Latief lagi.

Wilayah pasifik Jepang mempunyai jalan membujur yang mirip dengan wilayah timur Indonesia, Alaska hingga Rusia, yang juga didalam cincin api.

Dari Jepang ini, Cincin Api pecah jadi dua. Pertama, ke barat cincin ini menyusur ke Filipina, selanjutnya kepulauan di atas Sulawesi Utara, Maluku Utara, sesudah itu menyusur ke selatan ke wilayah Maluku, Nusa Tenggara. Jalur ini sesudah itu berbelok ke barat menyusuri tempat perairan selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, selanjutnya di wilayah Asia bagian selatan.

Meskipun terdengar menyeramkan, Hamzah Latief mengklaim wilayah Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.

“Tidak terlalu berdampak besar. Yang dikhawatirkan hanyalah kapal kecil dan kapal tanker pada gelombang tinggi,” katanya.

Catatan Tsunami Besar Dunia

Tsunami Aceh (Samudera Hindia)

Tsunami Aceh yang berlangsung pada tanggal 26 Desember 2004 disebabkan gempa bumi tektonik yang berkekuatan 9,2 Skala Richter. Besarnya kapabilitas daya akibat gempa menyebabkan tinggi gelombang tsunami capai 30 mtr. dan menerjang dan juga menyapu daratan hingga sejauh ratusan meter.

Bencana yang dikenal dengan nama Tsunami Samudera Hindia 2004 ini, tak hanya melanda Aceh, juga menyapu bermacam kawasan di sejumah negara, seperti Thailand, India, Srilanka, dan kawasan di bagian timur Afrika. Tercatat ratusan ribu orang tewas dimana 230 ribu orang diantaranya adalah masyarakat Aceh.

Tsunami Alaska

Tsunami yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 8,4 Skala Richter ini berlangsung pada tanggal 27 Maret 1964 di Valdez inlet. Gempa ini menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian capai 67 mtr. dan kecepatan gelombang 400 mil perjam. Meskipun lumayan besar kekuatannya tetapi jumlah korban tewas tercatat kurang berasal dari 150 orang

Alaska merupakan tempat yang rawan gempa. Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter yang berlangsung di Teluk Lituya Alaska pada tanggal 9 Juli 1958 menyebabkan tanah longsong yang hebat. Longsoran inilah yang menimbulkan tsunami yang terlalu besar dan menciptakan gelombang yang terlalu tinggi. Namun gara-gara keadaan geologisnya yang terisolasi dan jauh berasal dari pemukiman, cuma sedikit saja korban tewas yang terjadi.

Gempa besar di Alaska menimbulkan gelombang besar di Hawaii. Bencana yang kerap disebut sebagai misteri “April Fools Tsunami” itu menewaskan 159 orang.

Pada tanggal 9 Juli 1958 Gempa berkekuatan 8,3 SR di Alaska menyebabkan gelombang besar hingga 76 mtr. di Teluk Lituya, Alaska. Ini merupakan tsunami terbesar yang tercatat di zaman modern. Untung saja, tsunami berlangsung di tempat terisolir, sehingga tidak menimbulkan banyak korban. Tsunami ini cuma menyebabkan dua nelayan meninggal dunia, gara-gara kapalnya karam diterjang ombak.

Tsunami Chilie

Bencana alam ini yang berlangsung pada tanggal 22 Mei 1960 di Chilie ini disebabkan gempa bumi 8,6 Skala Richter. Gempa yang terlalu besar ini menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang capai 25 mtr. dan menyebabkan kerusakan kawasan pantai cuma didalam kala 15 menit. Tak kurang berasal dari 1.500 orang tewas di hawai dan Chilie pada bencana ini.

Tsunami Jepang

Gempa bumi jadi penyebab terjadinya tsunami yang memporakporandakan pantai Timur Jepang pada tanggal 15 Juni 1896. Gelombang tsunami yang ditimbulkan capai ketinggian 30 mtr. dan menewaskan tak kurang berasal dari 27 ribu orang.

Tsunami Krakatau
Tsunami ini berlangsung akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Letusan gunung yang berada di tengah laut ini menimbulkan tsunami besar dan menewaskan tak kurang berasal dari 36 ribu masyarakat di sepanjang pantai bagian barat Pulau Jawa dan Sumatera bagain utara. Bahkan kurang lebih 600 ton blok terumbu karang rusak dan terseret ke pantai akibat tsunami ini. Ini juga tsunami terbesar di dunia akibat letusan gunung berapi.

Tsunami Lisbon
Bencana alam yang berlangsung pada tanggal 1 November 1755 ini terkesan seperti didalam film. Awalnya berlangsung gempa bumi dahsyat yang berlangsung dan menyebabkan kerusakan banyak kawasan di Lisbon, Portugal. Ketika orang-orang mengusahakan menyelamatkan diri dengan gunakan perahu, tak lama sesudah itu berlangsung tsunami yang tak kalah dahsyatnya. Tak kurang berasal dari 60 ribu orang tewas didalam bencana alam yang tercatat terlalu mengerikan dan jadi tsunami terbesar di dunia.

Baca Juga :