Cara LSPR-Jakarta Menggali Ragam Potensi anak-anak dengan spektrum Autism

Cara LSPR-Jakarta Menggali Ragam Potensi anak-anak dengan spektrum Autism

Cara LSPR-Jakarta Menggali Ragam Potensi anak-anak dengan spektrum Autism
Cara LSPR-Jakarta Menggali Ragam Potensi anak-anak dengan spektrum Autism

Jakarta- Pendiri dan Direktur STIKOM LSPR, Prita Kemal Gani MBA, MCIPR, APR, kerapkali mengajak masyarakat

untuk peduli Autisme. Menurutnya, perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap berbagai permasalahan seputar autisme perlu terus ditingkatkan. Seperti pengaturan makanan, karena makanan merupakan hal yang esensial bagi anak dengan autisme. Selain itu juga adalah olahraga.

Salah satu karakteristik dari orang dengan gangguan spektrum autistik, jelas Prita, ialah mempunyai kesulitan untuk berkomunikasi baik verbal maupun non-verbal. Hal itu juga yang menjadi tantangan bagi LSPR untuk membantu anak-anak dengan spektrum autistik, seperti dengan mengkomunikasikan tentang autisme kepada masyarakat umum, sehingga masyarakat menjadi paham, menerima bahkan dapat membantu mengembangkan potensi dari anak-anak dengan spektrum autistik.

“Diharapkan dengan berbagai pemahaman tentang autisme,dapat menciptakan kesadaran bagi orangtua, wali, pendidik untuk mengetahui gejala autisme sejak awal, sehingga anak-anak dengan spektrum autistik dapat segera mendapatkan terapi dan perlakuan yang seksama,”jelas ibu yang terkenal low profile ini.

Prita Kemal Gani, pendiri kampus ini, memiliki tujuan mulia dan pemikiran brilian bahwa LSPR-Jakarta

tidak sekadar mencetak lulusan. Selain fokus pada pendidikan public relations, mahasiswa LSPR pun banyak dibekali dengan ragam kegiatan yang bisa mengasah kemampuan untuk berbisnis dan kegiatan sosial. Hal itu dapat terlihat adanya pusat wirausaha. Kemudian secara rutin mengadakan kegiatan seni teater, pertunjukan musik, hingga mendidik mahasiswa dalam kegiatan sosial, seperti kegiatan peduli autisme. Untuk Autisme sendiri, Prita, mengatakan, sebagai Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR-Jakarta merasa perlu untuk peduli terhadap Autisme.

Di benak Prita, Autisme adalah gangguan yang mencakup perilaku, interaksi sosial dan komunikasi bagi anak-anak. Dirinya melalui LSPR akhirnya terpanggil untuk memberikan pendidikan dan pemahaman tentang Autisme pada masyarakat luas. Agar anak-anak yang terdeteksi Autisme dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat umum di tengah kelebihan maupun kekurangannya. Kemudian, berbagai pemahaman tentang autisme dapat menciptakan kesadaran bagi para orang tua/ wali/ pendidik untuk mengetahui gejala Autism sejak awal sehingga anak-anak yang terdeteksi spektrum autistik dapat segera mendapatkan terapi dan perlakuan yang sama.

“Kami berusaha untuk memberi kekuatan kepada setiap orang untuk memahami, menerima dan mengembangkan potensi

orang-orang dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD). Intinya kami ingin menjadi katalisator demi perubahan,” tandasnya.

Dalam rangkaian itu, ASEAN Autism Games (AAG) yang telah digelar pada tanggal 20 – 21 Oktober 2018 di GOR Soemantri, Indonesia menjadi perhatian LSPR. Acara olahraga kata Prita, sukses menarik lebih dari 500 peserta autisme, para keluarga dan para pendukung mereka yang berasal dari Indonesia, negara-negara anggota ASEAN lainnya, dan Jepang.

Cabang olahraga yang dilombakan adalah lari dan renang, serta peserta dapat mengikuti permainan tradisional Indonesia. Salah satu puncak acara AAG 2018 adalah permainan baru seperti Dodgebee.

 

Baca Juga :