Polusi udara (Air pollution)

Table of Contents

Polusi udara (Air pollution)

Polusi udara (Air pollution)
Polusi udara (Air pollution)

Polusi udara (Air pollution) : Udara yang bersih adalah udara yang cukup akan kebutuhan oksigen (O2) yang kita butuhkan untuk proses fisiologis normal. Apabila kita menghisap udara dalam-dalam, sekitar 99% dari udara yang kita hirup adalah gas nitrogen dan oksigen. Kita juga menghirup gas lain dalam jumlah yang sangat sedikit, dimana gas tersebut adalah termasuk gas pencemar. Didaerah perkotaan yang ramai, gas pencemar berasal dari asap kendaraan, gas buangan pabrik, pembangkit tenaga listrik, asap rokok dan sebagainya yang erat hubungannya dengan aktivitas kehidupan manusia.

Atmosfer buni bumi adalah gas yang melapisi bumi yang terbagi dalam beberapa lapis. Lapisan yang paling dalam disebut troposfer (tebalnya 17 Km diatas permukaan bumi), mengandung udara yang kita hirup yaitu 78% nitrogen (N2), 21% oksigen (O2) dan sisanya gas argon <1% dan CO2 0,035%. Terdapat juga uap air (H2O) sekitar 0,01% didaerah subtropis dan sekitar 5% didaerah tropis yang lembab.

Bahan kimia diudara yang berpengaruh negatif pada makhluk hidup dikategorikan sebagai pencemar udara. Ada banyak jenis pencemar udara, tetapi yang penting ada 5 jenis yaitu:

  • – Ozone (O3)
  • – Oksida karbon (CO, CO2)
  • – Oksida belerang (SO2, SO3)
  • – Oksida nitrogen (NO, NO2, N2O)
  • – Partikel ( debu, asam, timbal, pestisida dsb.)

Masing-masing pencemar udara tersebut diklasifikasikan sebagai pencemar udara primer (misalnya SO2) dan sekunder (misalnya H2SO4). Bahan pencemar udara tersebut melayang diudara selama beberapa waktu bergantung dari diameternya. Partikel sangat kecil berbahaya pada kehidupan karena dapat meresap paru dan juga pembawa substansi toksik penyebab kanker.

1. Pengaruhnya terhadap kehidupan

Polusi udara banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik orang dewasa maupun anak. Selama beberapa tahun belakangan ini kejadian penyakit baik dalam jumlah yang terserang maupun jenis penyakit yang menyerang terus meningkat. Penyakit asthma diduga adalah penyakit yang meningkat jumlah penderitanya, tetapi penyakit lain seperti alergi, bronchitis dan penyakit saluran pernafasan bagian atas (ispa) juga meningkat dengan tajam. Penyebab meningkatnya penyakit tersebut sangat diduga oleh terjadinya pencemaran lingkungan. Disamping itu penderitanya kebanyakan terjadi pada anak-anak, sehingga timbul pertanyaan:

  • – Mengapa anak lebih peka terhadap pencemaran udara?
  • – Polutan yang mana yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia (anak dan dewasa)?
  • – Bagaimana kita dapat mengurangi pengaruh pencemaran udara terhadap anak-anak?

2. Anak-anak lebih peka terhadap pencemaran udara

Ada banyak perbedaan antara anak-anak dengan orang dewasa terhadap respon pencemaran udara ini., yaitu:

Anak-anak menghirup udara lebih banyak untuk setiap unit berat badannya daripada orang dewasa. Bilamana anak dan orang dewasa berolah raga (misalnya sepak-bola), anak menghisap udara 20-50% lebih banyak daripada orang dewasa.

Orang dewasa yang menghisap udara polutan akan langsung menimbulkan reaksi batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala. Tetapi anak tidak merasakan gejala tersebut, hal tersebut tidak mencerminkan bahwa orang dewasa lebih peka, tetapi menunjukkan bahwa reaksi tubuh orang dewasa lebih cepat untuk mencegah menghisap udara kotor tersebut.

Orang dewasa menghabiskan waktu 85-95% didalam ruangan, sedangkan anak banyak bermain diluar ruangan sekitar 80%

Yang paling penting adalah anak dalam masa pertumbuhan. Bersamaan dengan bertambah besar dan bertambah beratnya badan, paru-paru mereka juga berkembang.

Dalam hubungannya dengan pencemaran udara ini paru-paru berperan sangat penting dan merupakan organ yang komplek. Paru terdiri lebih dari 40 jenis sel, dimana setiap sel sangat penting untuk memelihara kesehatan tubuh.

Polusi udara menyebabkan terjadinya perubahan pada sel yang menimbulkan kerusakan karena sel tersebut sangat peka terhadap bahan kimia. Bila sel paru rusak pada anak maka perkembangan akan terganggu dan paru tidak berfungsi normal pada saat tubuh menjadi dewasa.

Pda beberapa penelitian di Amerika, melaporkan bahwa bila anak menderita penyakit asthma, anak tersebut mempunyai resiko besar menderita penyakit asthma yang lebih parah bila ia hidup didaerah terpolusi, dengan kadar ozon dan partikel udara melebihi normal di udara, terutama bila ia melakukan olah raga.

Sumber : https://www.evernote.com/shard/s460/sh/45d7eb0e-43d7-4342-b6b6-0f05a406c371/0fc015614e7bfeb72fa0d5b5275ba33e