Aceh Timur dan 19 Daerah Lain Raih Penghargaan dari Kemenag

Aceh Timur dan 19 Daerah Lain Raih Penghargaan dari Kemenag

Aceh Timur dan 19 Daerah Lain Raih Penghargaan dari Kemenag
Aceh Timur dan 19 Daerah Lain Raih Penghargaan dari Kemenag

Kementerian Agama memberikan apresiasi kepada para Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/

Kota atas kontribusinya dalam ikut memajukan pendidikan keagamaan di daerahnya. Sebanyak 20 Pemda menerima piagam penghargaan atas dukungan dan sumbangsihnya dalam pendirian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada puncak ulang tahun Kementerian Agama digelar Jumat (20/01) malam dalam acara Hari Amal Bakti (HAB) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta. Hadir dalam kesempatan ini sejumlah Komisi VIII DPR RI, tokoh agama, perwakilan ormas keagamaan, MUI, dan tentunya keluarga besar Kementerian Agama. Ikut memeriahkan acara, seniman Sujiwo Tejo dan Cak Lontong.

Adapun Ke-20 Pemda yang mendapatkan penghargaan adalah Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, dan Kabupatan Muaro Jambi. Di tiga daerah inilah MAN IC generasi awal didirikan hingga banyak melahirkan lulusan yang berprestasi yang menginspirasi banyak Pemda yang lain untuk ikut mendirikannya.

Daerah lainnya adalah, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Kota Kendari, Kota Batam Kepri,

Kabupaten Paser Kalimatan Timur, Kabupaten Sambas Kalbar, Kabupaten Padang Pariaman Sumbar, Kabupaten Tanah Laut Kalimanan Selatan, Kota Palu Sulteng, Kabupaten Sorong Papua Barat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Aceh Timur, Kota Pekalongan Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan Sumut dan Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Malam Tasyakur HAB berlangsung dalam suasa khidmat. Acara ini diawali dengan doa bersama yang dilangitkan oleh enam tokoh agama, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, untuk kebaikan dan kemajuan Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menyampaikan harapan sekaligus komitmennya agar ajaran agama tidak hanya diajarkan dan disebarluaskan, tapi juga diejawantahkan. Menurutnya, agama harus lebih hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka merespon dan melayani kebutuhan masyarakat.

“Hadirkanlah agama degan sepenuh jiwa, hadirkan agama dengan segenap rasa, dan hadirkan agama dengan cinta,

” terang Menag di hadapan tidak kurang dari 600-an audiens.

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada lebih dari 231 ribu ASN Kemenag yang berdiri di garis depan dalam mengemban visi dan misi Kemenag, sehingga kehadiran Kemenag dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Mari kita jaga dan pelihara capaian yang telah diukir pendahulu kita. Mari kita kembangkan agar bisa menjadi lebih baik, karena harapan masyarakat kepada kita semakin besar dan komplek. Tidak ada pilihan lain, selain harus lebih mampu melayani, memenuhi dan mengakomodasi kebutuhan masyrakat,” ajaknya

Malam Tasyakuran ini sekaligus menjadi puncak peringatan HAB Kemenag ke-71. Beberapa kegiatan ikut memeriahkan agenda tahunan ini. Selain ajang perlombaan dan seni, Kemenag juga telah menggelar fun bike bertajuk ‘Ngontel Bareng Menag’ di IAIN Jember yang diikuti lebih dari 10 ribu masyarakat Jember dan sekitarnya.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/01/02/sejarah-kerajaan-pajajaran/