Lembu Emas Anak yang Taat

Table of Contents

Lembu Emas Anak yang Taat

Ada seorang saleh berasal dari Bani Israel. Ia memiliki seorang anak yang masih kecil dan seekor anak lembu. Mengingat usianya yang udah tua, sang bapak menyadari bahwa sepeninggalnya nanti, anak kesayangannya tidak dapat memiliki apa-apa jika sang ibu dan lembu yang masih kecil itu.

Sang anak belum memadai umur untuk bisa pelihara lembu tersebut. Kemudian sang bapak memutuskan untuk menitipkan lembu itu kepada Sang Maha Pencipta, yang tidak dulu tidur dan selamanya memelihara makhluk-Nya, yakni Allah SWT.

Selanjutnya, ia membawa anak lembu itu ke di dalam hutan seraya berdoa, “Ya Allah. Saya titipkan lembu ini kepada-Mu untuk putraku sampai ia dewasa!” Tidak berapa lama kemudian, ajal menjemput sang ayah.

Kini, lembu kecil selanjutnya hidup sendiri di di dalam hutan tanpa tersedia yang menggembalai. Setiap tersedia pemburu yang mendekatinya, ia langsung lari terbirit-birit. Demikianlah, hewan itu selamanya berhasil menahan berasal dari orang-orang yang berniat menangkapnya.

Bagaimana tentang anak kecil yang ditinggalkan oleh sang ayah? Ia tumbuh jadi anak saleh yang berbakti kepada ibunya. Ia membagi malamnya jadi tiga waktu, yakni sepertiga untuk sembahyang, sepertiga untuk tidur, dan sisanya untuk memelihara ibunya.

Ketika pagi menjelang, ia pergi ke di dalam hutan untuk mencari kayu dan menjualnya ke pasar. Hasil penjualannya pun di bagi tiga, yakni sepertiga untuk sedekah, sepertiga untuk makan, dan sisanya untuk sang ibu.

Ketika beranjak remaja, sang ibu memberitahukan wasiat sang bapak kepadanya. la berkata, “Ayahmu udah mewariskan kepadamu seekor lembu. Ia berada di hutan di dalam penjagaan Allah SWT. Berdoalah kepada-Nya sehingga lembu itu dikembalikan kepadamu. Lembu itu berwarna kuning berkilauan bagaikan emas, lebih-lebih jika terkena sinar matahari. Jika kau udah menemukannya, peganglah lehernya.”

Pemuda itu pun pergi memenuhi perintah sang ibu. Di di dalam hutan ia memandang seekor lembu berwarna kuning dan berkilauan bagai emas tengah merumput, persis yang digambarkan oleh ibunya. la pun memanggil lembu tersebut, “Demi Tuhannya Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan Ya’qub, segeralah mampir kemari!”

Lembu itu menurut dan mendekatinya. Pemuda itu memegang leher si lembu untuk dituntun pulang. Tak disangka, lembu itu tiba-tiba berbicara, “Wahai pemuda yang taat kepada ibunya, naiklah ke atas punggungku!”

Pemuda itu menolaknya dan berkata, “Ibuku tidak menyuruh untuk itu, ia cuma berpesan ‘Pegang lehernya!”‘

Lembu itu menimpali, “Demi Tuhan Bani Israel! Andai kau tidak berkenan mengendaraiku, berjalanlah! Sekiranya engkau perintahkan terhadap bukit untuk berpindah, tentu ia dapat pindah. Semua itu sebab taat dan baktimu kepada ibumu!” Kemudian mereka berdua berjalan pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, sang ibu yang memandang kehadiran mereka sesudah itu berkata, “Anakku, engkau miskin dan tidak berharta serta berat bagimu mencari kayu di kala siang dan bangun malam. Oleh sebab itu, lebih baik kau menjual lembu ini.”

“Berapa aku mesti menjualnya?” tanya sang anak.

“Tiga dinar dan jangan dijual sebelum akan kau bermusyawarah denganku!” pesan ibunya.

Harga tiga dinar adalah harga yang lumrah untuk seekor lembu terhadap kala itu. Sang pemuda membawanya ke pasar untuk dijual.

Allah SWT mengutus malaikat untuk menguji kejujuran sang pemuda di dalam melaksanakan amanah berasal dari ibunya, sekaligus menyatakan kebesaran-Nya. Malaikat di dalam rupa manusia datang ke pemuda itu dan bertanya, “Berapakah harga lembu ini?”

“Tiga dinar bersama rida ibuku,” jawab pemuda itu.

“Baiklah, dapat aku beli seharga enam dinar, asalkan kau tidak memberitahukan ibumu!” tawar malaikat.

Pemuda saleh itu menjawab, “Andaikan kau memberiku uang emas seberat lembu ini, aku tidak dapat menerimanya tanpa rida ibuku.”

Ia pun melaporkan tawaran selanjutnya kepada sang ibu. “Kini kau boleh menjualnya enam dinar bersama ridaku,” kata ibunya.

Ia kembali kembali ke pasar untuk menemui calon pembelinya yang jelmaan malaikat. Katanya, “Ibu rida bersama enam dinar, tolong jangan tidak cukup berasal dari enam dinar!”

Namun, malaikat memberikan penawaran lain, “Kini dapat aku bayar dua belas dinar, kau tidak mesti memberi menyadari ibumu!”

Pemuda itu selamanya pulang ke tempat tinggal untuk memberitahukan tawaran baru pembelinya kepada ibunya. Sang ibu menyadari bahwa calon pembelinya bukan orang biasa melainkan malaikat. Oleh sebab itu, sang ibu berpesan, “Calon costumer itu adalah seorang malaikat yang diutus Allah untuk mengujimu. Tanyakanlah kepadanya apakah lembu ini boleh dijual atau tidak?”

Pemuda itu melaksanakan panduan ibunya. la tanyakan pesan ibunya kepada malaikat. Dijawablah oleh malaikat, “Tahanlah lembu ini sebab Nabi Musa bin Imran a.s dapat membeli lembu ini kala berjalan pembunuhan di kalangan Bani Israel. Apabila dia mampir untuk membeli lembu ini, jangan dijual jika jika ditukar bersama emas yang serupa beratnya bersama lembu ini.”

Kemudian ditahanlah lembu itu sehingga turunlah perintah Allah kepada Bani Israel untuk menyembelih lembu bersama tanda-tanda yang serupa bersama milik pemuda jujur itu. Mereka pun membayar bersama uang dinar emas seberat lembu itu.

Sumber : Situs Biografi

Baca Juga :