Navita Az-Zahra, Sang Juara di Mata Mama

Navita Az-Zahra, Sang Juara di Mata Mama

Navita Az-Zahra, Sang Juara di Mata Mama
Navita Az-Zahra, Sang Juara di Mata Mama

BERPARAS cantik, ayu, memesona, tapi  tangguh. Mungkin kata-kata itu

yang dapat mewakili sosok Navita Az-Zahra. Atlet Karate kategori Kata (jurus) Kontingen Jawa Barat tingkat SMA pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Yogyakarta ini  menyumbangkan medali perunggu untuk Kontingen Jawa Barat.

Ia juga sangat ramah. Ini dibuktikan saat kami mewawancarainya dan sesi foto. Berbicara soal teknik karate mungkin ia sudah hatam. Buktinya, ia bisa menyabet juara ketiga dan mendapat medali perunggu.

Ternyata, puteri dari pasangan Diana Arifin dan Arifin Ramdani

ini jago juga dalam bermusik. Ia lihat memainkan piano dan suaranya pun aduhai. Khususnya saat menyanyikan lagu-lagu klasik atau jazz.

“Dia itu suka musik dan olahraga. Hobi olahraga disalurkan ke karate, dan bermusiknya ke vokal dan main piano,” kata Diana di sela-sela pertandingan Karate O2SN di Hotel The Rich Yogyakarta, Selasa 18 September 2018.

Diakui wanita 4 orang anak ini, ia tidak memaksa anak untuk berprestasi atau aktif di salah satu bidang. Ia hanya mengarahkan apa yang menjadi hobi dan passion anak-anaknya. Termasuk kepada Navita.

“Prinsip saya, selama anaknya fun dna kegiatannya yang positif,

ya silakan aktif. Saya hanya mengarahkan dan men-support-nya,” ujar Diana.

Menurutnya, aktif di musik dan olahraga sebenarnya bekal untuk kehidupan anak-anaknya kelak. Karena dengan musik misalnya, anak belajar tentabg kesimbangan, harmoni, dan merasa.

Dengan olahraga, katanya, anak-anak belajar sportif, pantang menyerah, berkompetisi, dan pejuang. “Dengan olahraga dan bermusik sebenarnya untuk bekal mereka kelak. Bahkan, sekarang sudah terbukti, mereka memiliki karakter yang dapat dibanggakan,” katanya menjelaskan.

Sebagai anak bungsu, diakui Diana, Navita memang anak mamah. Kemana pun ia pergi, seperti akan bertanding dan konser harus didampingi oleh ibunya.

“Maklum anak bungsu, mamanya harus terus bersama. Ya wajar ya, kan kalau ada orang tua saat itu bertanding menjadi tenang,” katanya.***

 

Baca Juga :