Mitos dan Fakta Kuliah Online

Sebelum Memutuskan, Inilah Mitos dan Fakta Kuliah Online Yang Perlu Diketahui

Bagi kamu yang baru lulus SMA, kuliah online mungkin bukan pilihan utama kamu. Rasanya, kuliah reguler (yaitu mendatangi kelas di kampus seperti layaknya mahasiswa) masih menjadi pilihan utama. Apalagi, kamu juga ingin mencicipi pengalaman berkuliah dan berorganisasi di kampus. Hitung-hitung sebagai sarana networking di kemudian hari. Banyak yang masih percaya bahwa hanya inilah cara kamu dapat bersosialisasi selama masa kuliah.

Lalu, bagaimana dengan kuliah online? mungkin kamu baru akan terpikir untuk memilih kuliah online setelah lulus D3 atau S1. Misalnya saja saat ini kamu sudah bekerja, namun masih ingin kuliah S2. Sayangnya, saat ini kamu mengalami kesulitan untuk membagi waktu antara bekerja dengan kuliah. Tidak hanya kemacetan lalu lintas yang menjadi hambatan. Jadwal kerja yang sesekali diselingi oleh lembur hingga business trip ke luar kota dan ke luar negeri juga menjadi penyebab kamu berpotensi lebih sering membolos kuliah. Karena kuliah yang kamu pilih bisa dilakukan secara online, maka kamu pun percaya jadwalmu tidak akan mudah terganggu karenanya. Tapi, benarkah selalu demikian?

Mitos Seputar Kuliah Online yang Selama Ini Kamu Dengar

Mendengar kata kuliah online, apa saja yang mungkin saat ini terbayang di benakmu? Mungkin beberapa pendapat ini sudah sering sekali kamu dengar. Makanya, tidak heran kalau kamu berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk mengambil kuliah online. Mari kita cek satu-persatu.

Kuliah online berarti tidak bersosialisasi dengan teman kampus

Selama ini, bayangan kamu adalah hanya duduk berhadapan dengan laptop atau ponsel pintar di tanganmu. Meskipun banyak mahasiswa lain yang mengambil jurusan yang sama, kadang kamu praktis kuliah langsung dari kamar kamu. Enaknya sih, tidak perlu mandi dan berganti baju, selama koneksi internet memadai. Bisa sambil makan lagi, meski tidak ada teman sebangku di sampingmu.

Kualitas pengajaran rendah

Karena banyaknya materi gratisan yang dapat kamu temukan di internet, asumsi ini lazim sekali untuk kuliah online. Bahkan, semakin mahal dan sulit materi kuliah ditemukan, maka semakin berkualitas jadinya.

Kamu bisa membagi waktu dengan pekerjaanmu

Seperti yang sudah disebutkan tadi, kuliah sambil bekerja merupakan tantangan tersendiri. Bila rela kehilangan akhir pekan dengan mendatangi kelas khusus karyawan di kampus, tidak masalah. Namun bila tidak, maka kuliah online adalah solusinya. Paling kamu hanya harus ke kampus saat ujian atau urusan administrasi.

Perusahaan tidak mau menerima lulusan kuliah online

Ini juga salah satu ketakutan umum yang dirasakan mereka yang menempuh jalur kuliah online. Akreditasinya bagaimana? Apakah perusahaan mau mempertimbangkan kamu, meskipun tidak kuliah dengan cara biasa?

Kuliah online rawan menyontek

“Ah, ‘kan tidak ada yang mengawasi ini.” Mungkin begitu pikirmu saat sedang mengerjakan esai atau tugas lainnya. Daripada capek-capek berpikir, mendingan plagiat saja tulisan yang sudah ada. Paling hanya diubah-ubah sedikit sebelum di-email ke dosen yang bersangkutan.

Biaya untuk kuliah online jauh lebih murah

Mitos ini beredar akibat asumsi satu arah: kamu tidak perlu ke tempat kuliah dan tidak ada biaya administrasi terkait biaya bangunan dan urusan struktural kampus. Tinggal klik dari kamarmu dan mulailah kuliah.

Kuliah online jauh lebih mudah daripada kuliah reguler
Anggapan ini nyaris sama dengan asumsi bahwa kuliah online dapat lebih membantumu membagi waktu. Selain karena kadang kamu bebas mengunduh materi-materi yang diberikan, ada beberapa mata kuliah yang waktunya cukup fleksibel, alias tidak harus “hadir” di kelas online pada saat itu juga.

Fakta Seputar Kuliah Online yang Perlu Kamu Tahu

Bila sosialisasi adalah pilihan, harusnya tidak masalah dengan jalur kuliah kamu

Kenapa harus takut bahwa dengan kuliah online, kamu tidak akan bisa bersosialisasi dengan teman kampusmu? Tidak semua mata kuliah berupa pengajaran satu arah (yaitu dengan video). Ada yang berupa kelas live chat, online discussion, hingga forum mahasiswa tempat kamu bisa berdiskusi dengan teman-teman sejurusan. Bahkan, bila ada yang tinggal satu kota denganmu, kenapa tidak janjian saja untuk bertemu dan belajar bersama? Bukankah sosialisasi adalah pilihan?

Kualitas pengajaran sama saja dengan kuliah biasa dan bahkan bisa lebih

Kata siapa kualitas pengajaran kuliah online lebih rendah daripada kuliah biasa? Konsultan dari Berkeley justru tidak sependapat. Mengingat kuliah dengan cara ini dapat melampaui hambatan jarak dan waktu, banyak juga teman-teman kamu yang mengambil jurusan kuliah di luar negeri, padahal mereka masih di Indonesia atau sebaliknya. Bila programnya memang ada dan sangat mendukung cita-citamu, kenapa tidak diambil saja?

Membagi waktu antara kuliah online dengan pekerjaanmu tergantung caramu

Mentang-mentang kuliah online, banyak yang kemudian terlena dan lupa menghadiri kelas atau mengerjakan tugas. Padahal, absensimu akan tetap dicatat dan IPK-mu juga tetap akan bermasalah. Membagi waktu antara kuliah online dengan pekerjaanmu juga tergantung caramu. Misalnya: mendahulukan yang deadline-nya lebih mendesak. Intinya adalah disiplin dan tahu prioritas.

Ada juga perusahaan yang mempertimbangkan lulusan kuliah online

Selama akreditasi kampus yang menyediakan kuliah online bagus, kenapa tidak? Ada juga perusahaan yang menerima lulusan kuliah jalur ini, dengan pertimbangan kemampuan mereka bekerja di dalam tim dan akreditasi kampus yang menyediakan kuliah online tersebut. Jadi, siapa takut? Bahkan, bisa saja perusahaan lebih terkesan bila kamu bisa kuliah online di universitas bergengsi di luar negeri, namun kamu masih di Indonesia.

Sekarang sudah banyak software anti-plagiarisme

Bagi kamu yang masih percaya bahwa kuliah online berarti bisa menyontek, salah besar. Dengan software khusus untuk mendeteksi plagiarisme, niat kamu untuk mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas sudah terbaca. Justru dengan kuliah seperti ini, kamu dituntut untuk harus lebih disiplin dan jujur.

Biaya untuk kuliah online justru bisa jauh lebih mahal

Oke, mungkin kamu merasa tidak perlu ke kampus dan berasumsi bahwa kampus tersebut tidak punya gedung tetap. Meskipun demikian, biaya maintenance untuk teknologi dan informasi kampus tersebut juga masih sangat dibutuhkan. Jadi, jangan berasumsi bahwa kuliah online pasti lebih murah dari kuliah yang biasa, ya.

Kuliah online bisa jauh lebih susah daripada kuliah reguler

Pada kenyataannya, kuliah online bisa jauh lebih susah daripada kuliah reguler. Apalagi bila kampus atau institusi yang mengadakannya sudah berakreditasi tinggi. Bila kampusnya juga di luar negeri dan sudah terkenal? Wah, mana mungkin kuliahnya mudah. Selain itu, kamu juga dituntut harus bisa lebih mandiri dan disiplin. Misalnya: tidak menunda-nunda menyelesaikan tugas.

Nah, sudah tahu ‘kan, bedanya mitos dengan fakta seputar kuliah online yang perlu kamu tahu? Sekarang tinggal tergantung pilihanmu. Bila kamu termasuk kalangan profesional yang ingin menambah skill kamu di dunia kerja, kuliah online bisa kamu pilih. Sambil bekerja, kamu membagi waktu dengan menghadiri kelas-kelas online dan mengerjakan tugas. Selain itu, kamu juga bisa kok, mencari info seputar kuliah dengan jalur ini dan menambah skill.

Baca Juga: