Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat
Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Berbagai pendekatan untuk estimasi distribusi pengeluaran digunakan oleh para ahli baik yang bersifat parametrik maupun non parametrik. Pendekatan parametrik dilakukan dengan menghubungkan distribusi pengeluaran dengan distribusi parametrik tertentu seperti distribusi lognormal, beta, gamma maupun dagum (misalnya dalam Lin, 2003, Kleiber, 2003 serta Bandourian, McDonald dan Turley, 2002). Pendekatan parametrik kurang fleksibel menyesuaikan dengan pola data hasil survei yang mungkin saja tidak mirip sama sekali dengan distribusi formal yang ada. Karena itu, pendekatan nonparametrik menjadi alternatif pilihan dalam estimasi distribusi pengeluaran. Pendekatan nonparametrik yang paling luas penggunaannya dalam estimasi distribusi pengeluaran adalah pendekatan densitas kernel (sebagai contoh, Pittau dan Zelli, 2002; Zhu, 2005; Minoiu, 2006 dan Basile, 2007). BPS dalam melakukan analisis kemiskinan berdasarkan data pengeluaran per kapita hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2002 dan 2005) tidakmempertimbangkan distribusi statistiknya. Sehingga perlu alternatif analisis yaitu dengan mengestimasi distribusi pengeluaran yang dihasilkan dari survei rumahtangga dengan menggunakan pendekatan densitas kernel adaptif. Hasilnya adalah pendekatan fungsi densitas kernel adaptif mempunyai nilai MSE (Mean Square Error) yang lebih kecil dibandingkan dengan pendekatan distribusi parametrik Lognormal, Lognormal 3-Parameter, Loglogistik, dan Loglogistik 3- Parameter. Hasil estimasi menggunakan fungsi densitas kernel adaptif untuk analisis kemiskinan di Propinsi Sumatera Barat

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/