Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura
Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin membuka kuliah umum dengan pengantar

yang membuat lebih 150 hadirin terpingkal dan bertepuk tangan. Kuliah umum itu diberi KH Ma’ruf Amin di Universitas Nanyang, Singapura, Rabu (17/10)

“Mungkin pertama kali ada pemakalah pada kesempatan (public lecture) ini yang memakai sarung,” kata profesor bidang hukum ekonomi Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur itu. Pernyataan Kiai Ma’ruf membuat hadirin tertawa.

“Saya kebetulan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan juga Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Jadi, sarung ini (salah satu) pakaian ulama Indonesia,” ujar kiai asal Banten yang juga alumnus Pesantren Tebu Ireng Jombang itu.

“Kebetulan, waktu saya dipilih Pak Jokowi sebagai calon wakil presiden, saya tanya beliau

. ‘Pak Jokawi, apa saya harus ganti kostum?’” Hadirin kembali terbahak.

“Beliau mengatakan, Pak Kiai tetap saja tampil sebagai ulama. Karena itu, di mana pun, sepanjang tidak dilarang, saya akan memakai sarung, walau saya juga mempunyai celana,” ujarnya. Hadirin kembali terpingkal-pingkal.

Kiai Ma’ruf kemudian kembali membacakan pidato. Sesekali, dia berbicara lepas di sela baca pidato dengan menyelipkan penjelasan tambahan, selipan dalil, dan kaidah atau ungkapan Arab, atau melontarkan humor ringan khas kiai NU, sambil terus mengumbar senyum.

Seri Kuliah Umum Pemimpin Indonesia (Public Lecture Indonesian Leaders Series) digelar S Rajaratnam School of Internasional Studies, Nanyang Technological University. Acara berlangsung di Ruang Taurus & Leo, Lantai 1, Hotel Marina Mandarin, Singupura, selama 1,5 jam.

Acara dibuka dan dipandu oleh Prof Dr Tan Sie Ceng, Head of Institute of Defence

and Strategic Studies (IDSS), RSiS. Public Lecture itu dihadiri tak kurang dari 150 peserta terdaftar dan beberapa peserta yang masuk tanpa mencatatkan nama di absensi.

Beberapa tokoh Indonesia yang hadir, antara lain mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan mantan Gubernur BI Soedrajad Djiwandono. Peserta bukan hanya dari kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga ada peserta dari pimpinan beberapa bank, pelaku bisnis, Kamar Dagang Singapura, dan pimpinan beberapa perusahaan multinasional.

Tampak beberapa peserta dari universitas luar Singapura, seperti Universitas Teknologi Malaysia, UI, dan UGM, termasuk dosen sosiologi UGM, M Najib Azka. Ada juga diplomat dari KBRI dan diplomat dari Kedutaan Belanda di Singapura. Sejumlah jurnalis Singapura dan koresponden media di luar Singapura, termasuk The Economist.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/