Materi Lengkap Lompat Tinggi

Materi Lengkap Lompat Tinggi

Materi Lengkap Lompat Tinggi
Materi Lengkap Lompat Tinggi

1. Pengertian Olahraga Lompat Tinggi

Lompat Tinggi merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang akan menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Tujuan olahraga lompat tinggi ini adalah untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu.

Adapun tinggi mistar yang harus dilewati oleh seorang atlet lompat tinggi minimal 2,5 meter dengan panjang mistar minimal 3,15 meter.

Olahraga Lompat Tinggi dilakukan pada lapangan atletik dengan tanpa menggunakan bantuan alat tertentu.

2. Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Lompat tinggi tercatat pertamakali diadakan pada olimpiade di Skotlandia pada abad ke 19. Pada saat itu tercatat lompatan tertinggi yang dilakukan oleh atlet adalah 1,68 meter. Gaya lompat pada masa itu adalah gaya gunting.

Kemudian pada sekitar abad ke 20, gaya lompat tinggi telah dimodernisasi oleh seorang warga Irlandia – Amerika bernama Michael Sweeney. Pada tahun 1895, Michael Sweeney berhasil melakukan lompatan setinggi 1,97 meter gaya eastern cut-off, dimana mengambil off seperti gunting, tapi memperpanjang punggungnya dan mendatar di atas bar.
Warga Amerika lainnya bernama George Horine mengembangkan teknik lompat yang lebih efisien bernama Western Roll. Melalui teknik ini, Horine bisa mencapai lompatan setinggi 2,01 meter pada tahun 1912. Kemudian pada Olimpiade Berlin (Tahun 1936), teknik lompatan ini menjadi dominan dilakukan dan untuk cabang lompat tinggi telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson yang mencapai ketinggian 2.03 m

Kemudian pada empat dekade berikutnya, pelompat Amerika dan Sovyet telah merintis evolusi teknik straddle. Charles Dumas adalah orang pertama yang menggunakan teknik ini mencapai ketinggian 2,13 m, pada tahun 1956. Kemudian warga Amerika, John Thomas meningkatkan rekor dunia dengan ketinggian lompatan 2.23 m (7 ft 3 3/4 in) pada tahun 1960. Dan akhirnya Valeriy Brumel mengambil alih pencapaian dalam empat tahun ke depan. Jumper Soviet ini mencatat ketinggian lompatan hingga 2,28 m (7 ft 5 3/4 in), dan berhasil memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 1964, sebelum kecelakaan sepeda motor mengakhiri karirnya

Dari Brumel inilah para atlet mencoba belajar dan mengembangkan olahraga lompat tinggi hingga saat ini terdapat berbagai gaya dalam olahraga lompat tinggi di dunia antara lain gaya gunting (Scissors), gaya guling sisi (Western Roll), gaya guling Straddle dan gaya Fosbury Flop.

3. Sarana dan Prasarana Olahraga Lompat Tinggi

1. Untuk Awalan:

Daerah awalan panjangnya. tidak terbatas minimum 15 m
Daerah tumpuan harus datar dan tingkat kemiringanya 1 : 100

2. Tiang LompatTiang lompat harus kuat dan kukuh,dapat terbuat dari apa saja asal kuat dan kukuh.jarak kedua tiang tersebut adalah 3,98 � 4,02 m.

3. Bilah LompatTerbuat dari kayu,metal atau bahan lain yang sesuai dengan :a) Panjang mistar lompat 3,98 � 4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kgb) Garis tengah mistar antara 2,50 � 3,00 m, dengan penampang mistar terbentuk bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x 15 cm x 20 cm c) Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm

4. Tempat Pendaratan Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cmdan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 � 20 cm.

4. Peraturan Olahraga Lompat Tinggi

Dalam pertandingan olahraga Lompat Tinggi (High Jump), mistar akan dinaikkan setelah peserta lompat tinggi berhasil melewati ketinggian mistar. Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki Peserta juga boleh mulai melompat di mana ketinggian permulaan yang disukainya. Lompatan atlet lompat tinggi akan dinyatakan batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang pada saat membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat.

Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan dikeluarkan dari pertandingan. Seseorang peserta lompat tinggi berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat meneruskannya lagi mengikut peraturan. Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.

Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan. Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal.Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi mungkin yang dapat dilakukan. Pemenang ditentukan dengan lompatan tertinggi yang dilewati.


Baca Juga :

Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan
Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Hujan terbentuk melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

Tahap I

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya sinar matahari. Air yang menguap, khususnya air laut, membentuk partikel-partikel (aerosol) yang kaya akan garam dan melayang-layang di udara menuju atmosfir langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain, melalui mekanisme yang disebut perangkap air. 

Tahap II

Di atmosfir langit yang tinggi, uap air tersebut mengembun dan mengalami proses pemadatan atau kondensasi, di sekeliling butiran-butiran garam dan partikel-partikel debu, sehingga membentuk awan. Awan ini pada dasarnya adalah butiran-butiran air hujan yang sangat kecil (diameter antara 0,01 dan 0,02 nm). Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut dapat bergerak, menyebar secara vertikal, horizontal maupun diagonal, sehingga menutupi langit. 

Tahap III

Akibat angin atau udara yang bergerak ini, awan-awan yang merupakan partikel-partikel air yang mengelilingi butiran-butiran garam dan partikel-partikel debu, akan saling bertemu dan membesar yang bergerak ke atas menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin, dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin, akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi atau mengalami proses presipitasi menjadi hujan. Semakin tinggi udara tersebut, semakin dingin pula udara awan tersebut, akibatnya es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, tetapi jika suhunya sedemikian rendah maka yang turun, tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, tetapi juga bisa berbentuk embun atau kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi, jika bertemu dengan udara yang kering, maka sebagian hujan tersebut dapat menguap kembali ke udara. 


Sumber: https://merkterbaru.id/

Mengenal Tentang Jenis-Jenis Hujan

Mengenal Tentang Jenis-Jenis Hujan

Mengenal Tentang Jenis-Jenis Hujan
Mengenal Tentang Jenis-Jenis Hujan

Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya.

Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya

  • Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
  • Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar katulistiwa, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
  • Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung upa air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
  • Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
  • Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi sekitar bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.

Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya

  • Hujan gerimis (drizzle), diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
  • Hujan deras (rain), curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celcius dengan diameter ±7 mm
  • Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celcius
  • Hujan batu es, curahan batu es yang trun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celcius

Jenis-jenis hujan berdasarkan curah hujan (definisi BMG)

  • hujan sedang, 20 – 50 mm per hari
  • hujan lebat, 50-100 mm per hari
  • hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Sumber: https://appbrain.co.id/

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana

Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana – Meski terdapat begitu banyak jenis ikan arwana di Asia, mereka adalah satu marga, yaitu Scleropages. Dengan demikian, ikkan-ikan tersebut mempunyai cara berkembang biak yang sama dan mudah disilangkan.
Budidaya Ikan Arwana ini dimulai dari memelihara indukan dalam satu bak pemeliharaan yang sekaligus digunakan sebagai pemijahan. Akan sulit membudidayakan ikan ini dengan cara menjodohkan ikan jantan dan betina sebelum dipelihara bersama dalam bak pemeliharaan.
Persiapan Induk Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
ParameterIkan Arwana (Sclerophages formosus):
Suhu pH Oksigen Umur Indukan Jumlah Telur
27-29C 6.8-7.5 >5 > 4 Tahun 20-100
Bak Pemijahan Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
  • Masukan sekitar 6 ikan arwana dalam kolam semen berukuran 5×5 meter dengan kedalaman 50 cm. Pasanglah jaring plastik mengelilingi kolam setidaknya setinggi 75 cm dari permukaan air untuk mencegah ikan melompat keluar.
  • Masukan beberapa akar kayu bakau untuk menciptakan kondisi alami di sudut kolam sebagai daerah memijah. Material batu dan pasir sebaiknya tidak digunakan karena akan menyebabkan luka pada ikan. Daerah memijah sebaiknya terlindungi dari cahaya langsung dan pastikan daerah tersebut bukan daerah yang ramai, berisik, atau tempat lalu lalang orang. Indukan dipelihara di kolam ini sampai ikan mencapai kematangan atau siuap kawin dan memijah.
Kualitas Air Ikan Arwana (Sclerophages formosus):
  • Kondisi air harus dibuat semirip mungkin dengan lokasi ikan-ikan ini berasal. Biasanya pH berkisar antara 6.8 – 7.5 dan suhu 27-29 derajat celcius. Penggantian air harus dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sekitar 30-35% dari volume total. Ketinggian air dijaga sekitar 50-75 cm.
  • Pakan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
  • Pakan yang diberikan merupakan gabungan diet berupa pellet 32% protein dan beragam pakan hidup berupa ikan mas dan udang atau potongan daging dan kepiting.
  • Pakan diberikan sekitar 2% dari berat tubuh ikan setiap hari dengan dibagi menjadi 2 kali pemberian pakan.

Baca juga:

Pemijahan

Pemijahan

  • Setelah kolam pemijahan siap, induk ikan yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada pukul 10.00. Beberapa petani memasukkan induk Setelah kolam dipasang kakaban. Namun, tidak jarang pemasangan kakaban ini dilakukan sesudah induk dimasukkan.
  • Induk jantan dapat siap setiap scat, sedangkan induk betina membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum siap dipakai lagi. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang sering dilaksanakan biasanya perbandingan berat 1 : 1.
  • Sebagai standar, digunakan 5-8 kakaban yang masih bagus untuk setiap kg induk betina. Jumlah itu akan membengkak menjadi 10-15 kakaban bila kakabannya rusak. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina yang dipijahkan, harus disediakan kakaban terpasang sebanyak 25-40 buah.

4. Penetasan Telur

  • Telur-telur kemudian ditetaskan dalam hapa, yaitu kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 M X 1 M X 2 m yang terbuat dari kain trilin. Hapa ini direntangkan dalam kolam pemijahan atau kolam lain dengan patok bambu pada bagian tengah dan menempel pematang di bagian pinggirnya.
  • Banyaknya hapa disesuaikan dengan jumlah kakaban yang ada telurnya. Kakaban tersebut diatur di atas bambu batangan sepanjang 2 m. Di atas kakaban dipasang bambu belah yang berada di kiri-kanan bambu pertama yang dipasang di bawah kakaban. Kemudian, di atas bambu belah ini ditempatkan gedebok pisang untuk menenggelamkan kakaban lebih kurang 10 cm.
  • Pada saat penetasan telur, aliran air dijaga tetap stabil dan jangan sampai berhenti karena telur-telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.

 

5. Pendederan
  • Setelah 5 hari atau paling lambat seminggu semenjak telur menetas, benih ikan ini harus dipindahkan ke kolam pendederan.
  • Benih berumur 2 bulan kurang lebih berukuran 5-8 cm
  • Setelah 4-6 bulan, dari benih yang berukuran 5-8 cm akan dapat dipanen ikan mas yang berukuran 40-60, g/ekor. Ikan -ikan yang berukuran sebesar An biasanya cukup untuk dijadikan teman nasi yang nikmat, tanpa harus memotong-motongnya.
Demikianlah informasi kali ini yang berjudul Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas. Dan ada informasi lainya tentang Cara Mudah Pembenihan Budidaya Ikan Arwana sebagai tambahan referensi untuk anda. Terima kasih

Konstruksi kolam

Konstruksi kolam

  • Kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian.
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor.
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi.
  • Sementara pintu pengeluaran air harus dibuat dengan sistem monik ataupun sifon yang memungkinkan air bagian bawah yang berkualitas kurang baik bersama kotoran-kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
  • Fungsi kolam pemijahan ikan mas ini hanya sebagai tempat mempertemukan induk jantan betina sehingga dapat dibuat dengan ukuran yang kecil, misalnya 3 m x 10 m atau 6 m x 10 m.
  • Kolam pemijahan ini harus dibuat pada tanah yang keras, tetapi bukan merupakan cadas hidup. Hal ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya Lumpur dasar bila kolam terisi air nantinya.
  • Dasar kolam yang terdiri dari tanah lunak yang cukup tebal akan menyebabkan pengeluaran air terganggu bila digali terlalu dalam karena dasar kolam lebih rendah dibandingkan pintu pengeluaran air.
  • Dasar kolam ini dapat dilapisi dengan kerikil yang agak tebal.
  • Dengan kolam yang tidak berlumpur, diharapkan pengeringan kolam dapat berjalan dengan lancar sehingga kegiatan pemijahan ikan mas ini tidak terhambat. Manipulasi lingkungan seperti pengeringan biasanya dilakukan setiap akan melakukan pemijahan.

 

2. Persiapan kolam

  • Sebelum pemijahan, biasanya kolam dikeringkan dan dijemur selama 2-3 hari bila panasnya terik. Namun, bila matahari sering tertutup awan, lamanya penjemuran kolam ini harus ditambahkan hingga 5-7 hari
  • Penjemuran kolam untuk ikan mas mutlak dilakukan. Dengan cara ini, akan timbul bau ampo atau sangit sehingga begitu dialirkan air baru, ikan terangsang untuk memijah.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengeringan dan penjemuran kolam ini:
a. Pertama dengan melakukan pembakaran merang padi atau daun pisang kering yang asapnya diusahakan masuk ke dasar kolam maupun pematang.
b. Semakin banyak daun pisang atau padi yang dibakar, akan semakin menjamin keberhasilan usaha penipuan terhadap ikan mas.
c. Cara kedua dengan melapisi dasar kolam yang tidak kering ini dengan tanah yang berasal dari kolong rumah.
d. Cara ini tentunya dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang masyarakatnya mempunyai rumah panggung.
e. Tanah dari kolong rumah ini dipindahkan ke kolam pemijahan.
f. Dengan kedua cara tersebut dapatlah kiranya dijadikan jalan keluar bila akan memijahkan ikan pada saat matahari sukar terlihat
Setelah kolam dijemur, air dimasukkan ke dalam kolam dengan terlebih dahulu melewati saringan yang dipasang pada pintu pemasukan.
Pintu pengeluaran (monik dan sifon) diatur sedemikian rupa sehingga tinggi air konstan, 75 cm di pintu pengeluaran air.
Kemudian, kakaban dipasang di atas sebatang bambu yang utuh agar dapat terapung. Kakaban ini terbuat dari ijuk yang harus direntang sedemikian rupa sehingga lebarnya 40 cm. Panjang kakaban ini biasanya berkisar 1,5-2 m.
Kakaban dijepit dan dipaku pada bilah bambu. Kakaban yang disusun di atas bambu utuh ini kemudian dijepit lagi dengan bambu belch agar tidak berantakan bila ikan mas memijah.

Cara Rancapaku

Cara Rancapaku:

  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • Sediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • Setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.

Cara Sumatera:

  • Luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

 

Cara Dubish:
  • Luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Hofer:
  • Sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
  • Sistim Kawin Suntik
  • Pada sisitem kawin suntik, induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.
Cara diatas terbilang sama-sama membutuhkan media penempatan telur agar ikan mas dapat memijah sedangkan. Cara umum pemijahan ikan mas adalah sebagai berikut:
Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijahan Ikan Mas
Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diketahui dalam pembibitan ikan mas, poin-poin berikut berlaku untuk semua cara pemijahan:
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
1. Konstruksi kolam
  • Kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian.
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor.
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi.

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas – Ikan mas (Cyprinus carpio L) dapat tumbuh cepat pada suhu lingkungan berkisar antara 20-28 °C dan akan mengalami penurunan pertumbuhan bila suhu lingkungan lebih rendah. Pertumbuhanakan menurun dengan cepat di bawah suhu 13°C dan akan berhenti makan apabila suhuberada di bawah 5 °C (Huet 1970 dalam Ariaty 1991). Ikan mas merupakan ikan air tawaryang memiliki sifat tenang, suka menempati perairan yang tidak terlalu bergolak dan senangbersembunyi di kedalaman. Ikan mas termasuk omnivora, biasanya memakan plankton.Larva ikan mas memakan invertebrata air seperti rotifer, copepoda dan kutu air.
Kebiasaan makan Ikan Mas berubah-ubah dari hewan pemakan plankton menjadi pemakan dasar. Ikanmas yang sedang tumbuh memakan organisme bentik dan sedimen organik. Ikan mas jantanakan matang gonad pada umur dua tahun dan ikan mas betina pada umur tiga tahun. Ikan masakan memijah pada suhu lingkungan berkisar antara 18-20 °C ( Ikenoue 1982 dalam Ariaty1991).
Di Indonesia terdapat beberapa macam ikan mas. Masing-masing ikan mas mempunyai sifat dan karakter yang agak berbeda. Macam ikan mas tersebut adalah: Majalaya, Punten, Sinyonya, Mas Merah, Karper Kancra, Kancra Domas, Kumpay, Kaca.

Parameter Ikan Mas:

Suhu       pH Oksigen        Umur Indukan            Jumlah Telur
20-28C          5,5-8,5 >     4 >2 tahun                    80.000-110.000 / kg
Ciri-Ciri Indukan Ikan Mas:
1. Ikan Mas Betina
  • Tubuhnya gemuk,
  • Lubang genital terletak di belakang lubang anus,
  • Betina masak kelamin apabila perut telah membesar dan bila diraba terasa lunak
  • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Ikan Mas Jantan
  • Tubuhnya langsing,
  • Lubang genital terletak di depan lubang anus,
  • Jantan masak kelamin apabila perut diurut kearah lubang genital maka ikan akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih susu.
Memilih Indukan Ikan Mas Matang Gonad:
  • Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
  • Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
  • Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
  • Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
  • Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

 

Sistem Pembenihan / Pemijahan Ikan Mas:
Cara Sunda:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur;
  • Setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
Cara Cimindi:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.

Sumber: https://newsinfilm.com/

Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Terpal

Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Terpal – Ikan Bawal Air Tawar (Collossoma Macropomum) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi.
Usaha pembesaran ikan bawal tawar dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh ikan konsumsi dengan ukuran yang disukai oleh para penikmat ikan.
Budidaya pembesaran ikan bawal air tawar dapat dilakukan dengan sistem polikultur maupun monokultur.

A. Persyaratan Lokasi

Beberapa persyaratan lokasi budidaya yang harus dipenuhi sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan bawal tawar adalah :
  • Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur serta mempunyai sudut kemiringan sebesar 3 – 5 %.
  • Lokasi pemeliharaan berada di pada ketinggian 50 – 400 m dpl.
  • Kualitas air harus baik, dalam artian bebas dari pencemaran bahan – bahan kimia, minyak maupun limbah pabrik. Memiliki kadar pH 7 – 8 dan bersuhu 26o – 28o C.
  • Dasar kolam berlumpur, tidak terlalu keruh.
  • Kedalaman kolam berkisar diantara 80 – 100 cm.
  • Sumber air mempunyai debit 3 liter / detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6 – 12 liter / detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
Parameter Ikan Bawal:
Suhu     Oksigen         pH                Jumlah telur

26-29     > 4          5-7               300.000-500.000

B. Teknik Budidaya
  • Persiapan Kolam
  • Pengeringan tanah dasar kolam.
  • Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg / 100 m2.
  • Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 3 cm lalu didiamkan selama 3 hari.
  • Proses penambahan air dilakukan sedikit demi sedkit hingga pada akhirnya ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.
C. Pemilihan dan Penebaran Benih
  • Penebaran benih dilakukan 7 – 10 hari setelah pemupukan.
  • Benih yang akan ditebar harus sudah melalui proses aklimatisasi. Caranya : Masukkan benih ikan yang masih berada di dalam kantong plastik ke dalam air kolam. Setelah dinding plastik berembun, buka kantong plastik benih ikan tersebut, lalu masukkan air kolam sedikit demi sedikit hingga benih terlihat sudah dapat beraktifitas normal. Benih ikan siap ditebar.
D. Pakan dan Cara Memberikan Pakan
Sumber pakan yang dapat digunakan adalah dedaunan dan atau pelet ikan. Pakan dapat diberikan dengan dosis 3 – 5 % dari total berat ikan, dengan cara disebar merata.
E. Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan sudah mencapai 4 – 6 bulan, dimana dalam usia tersebut, berat ikan bawal tawar sudah mencapai kurang lebih 500 gram / ekor. Alat yang biasa digunakan dalam operasional panen ini adalah jaring yang terbuat dari waring berdiameter lebar.

Sekian ulasan mengenai Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Tepal yang dapat kita berikan, jangan lupa kunjungi juga Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas Hasil Berkualitas sebagai tambahan referensi untuk anda. Sekian dan Terimakasih

  Kajian Teori

  Kajian Teori

Paradigma New Public Service (NPS) merupakan konsep yang dimunculkan melalui tulisan Janet V.Dernhart dan Robert B.Dernhart berjudul “The New Public Service : Serving, not Steering” terbit tahun 2003. Paradigma New Public Service dimaksudkan untuk meng ”counter” paradigma administrasi yang menjadi arus utama (mainstream) saat ini yakni paradigma New Public Management  yang berprinsip “run government like a businesss” atau “market as  solution to the ills in public sector ”.

Teori New Public Service memandang bahwa birokrasi adalah alat rakyat dan harus tunduk kepada apapun suara rakyat ,sepanjang suara itu rasioanal dan legimate secara normatif dan konstitusional. Seorang pimpinan dalam birokrasi bukanlah semata –  mata makhluk ekonomi seperti yang diungkapan dalam teori New Public Management, melainkan juga makhluk yang berdimensi sosial, politik dan menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Untuk meningkatkan pelayanan publik yang demokratis, konsep “The  New Public Service (NPS)” menjanjikan perubahan nyata kepada kondisi birokrasi pemerintahan sebelumnya. Pelaksanaan konsep ini membutuhkan keberanian dan kerelaan aparatur pemerintahan, karena mereka akan mengorbankan waktu, dan tenaga untuk mempengaruhi semua sistem yang  berlaku. Alternatif yang ditawarkan konsep ini adalah pemerintah harus mendengar suara publik dalam pengelolaan tata pemerintahan. Meskipun tidak mudah bagi pemerintah untuk menjalankan ini, setelah sekian lama bersikap sewenang-wenang terhadap publik. Di dalam paradigma ini semua ikut terlibat dan tidak ada lagi yang hanya menjadi penonton. Gagasan Denhardt & Denhardt tentang Pelayanan Publik Baru (PPB) menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak dijalankan seperti layaknya sebuah perusahaan tetapi melayani masyarakat secara demokratis, adil, merata, tidak diskriminatif, jujur dan akuntabel. Disini pemerintah harus menjamin hak-hak warga masyarakat, dan memenuhi tanggungjawabnya kepada masyarakat dengan mengutamakan kepentingan warga masyarakat. “Citizens  First” harus menjadi pegangan atau semboyan pemerintah (Denhardt & Gray, 1998.

Adapun prinsip-prinsip yang ditawarkan Denhart & Denhart (2003) adalah sebagai berikut (Putria):

  1. Melayani Warga Negara, bukan customer (Serve Citizens, Not Customers)
  2. Mengutamakan Kepentingan Publik (Seeks the Public Interest)
  3. Kewarganegaraan lebih berharga daripada Kewirausahaan (Value Citizenship over Entrepreneurship)
  4. Berpikir Strategis, Bertindak Demokratis (Think Strategically, Act  Democratically)
  5. Tahu kalau Akuntabilitas Bukan Hal Sederhana (Recognize that accountability is not Simple).
  6. Melayani Ketimbang Mengarahkan (Serve Rather than Steer)
  7. Menghargai Manusia, Bukan Sekedar Produktivitas (Value People, Not Just  Productivity)