Polusi udara oleh ozon (O3)

Polusi udara oleh ozon (O3)

Polusi udara oleh ozon (O3)
Polusi udara oleh ozon (O3)

Ozon adalah molekul kimia yang etrdiri dari 3 atom oksigen yang saling melekat dan merupakan bahan yang berenergi. Bila ozon berkontak dengan permukaan bahan maka ia dapat cepat mengeluarkan energi kimia yang kuat. Bila hal ini terjadi pada jaringan biologik terutama saluran nafas, energi ini akan menyebabkan kerusakan pada jaringan yang sensitif tersebut baik pada saluran nafas bagian atas (trachea) maupun bagian bawah (paru-paru).

Karena bentuk molekul ozon adalah hasil dari energi solar (matahari) dengan reaksi photokimia dari polutan, maka tidak mengherankan bila konsentrasi ozon di udara meningkat pada saat matahari bersinar terik. Sehingga konsentrasi ozon mencapai puncaknya pada tengah hari. Standar konsentrasi di udara telah ditentukan di Amerika yaitu 0,08ppm akan mengganggu kesehatan bila kondisi tersebut berlanjut sampai 8 jam, efeknya adalah sebagai berikut:
– Mengiritasi hidung dan tenggorokan
– Meningkatkan ekskresi mukus pada saluran nafas sehingga menimbulkan batuk berdahak
– Mengiritasi mata dan sakit kepala
– Pada beberapa saat menimbulkan sakit pada dada dan sulit untuk mengambil nafas dalam-dalam.

Seperti halnya oksigen, ozon mudah larut dalam cairan yang melapisi saluran nafas. Tetapi beberapa molekul ozon dapat berpenetrasi kedalam alveoli paru. Dinding alveoli akan teriritasi dan menimbulkan respon imun dimana sel makrofag masuk kedalam alveoli untuk melindungi alveoli dari bahan toksik tersebut. Hal tersebut menyebabkan dinding alveoli menebal. Bila ozon yang terhirup dalam waktu yang cukup lama, akan dapat menyebabkan kerusakan paru yang permanen.

Sumber : https://www.prfree.org/@theeacher/dosenpendidikan-releases-abrand-new-article-onthe-respiratory-system-of-different-animals-6rm584677kw4

Polusi udara (Air pollution)

Polusi udara (Air pollution)

Polusi udara (Air pollution)
Polusi udara (Air pollution)

Polusi udara (Air pollution) : Udara yang bersih adalah udara yang cukup akan kebutuhan oksigen (O2) yang kita butuhkan untuk proses fisiologis normal. Apabila kita menghisap udara dalam-dalam, sekitar 99% dari udara yang kita hirup adalah gas nitrogen dan oksigen. Kita juga menghirup gas lain dalam jumlah yang sangat sedikit, dimana gas tersebut adalah termasuk gas pencemar. Didaerah perkotaan yang ramai, gas pencemar berasal dari asap kendaraan, gas buangan pabrik, pembangkit tenaga listrik, asap rokok dan sebagainya yang erat hubungannya dengan aktivitas kehidupan manusia.

Atmosfer buni bumi adalah gas yang melapisi bumi yang terbagi dalam beberapa lapis. Lapisan yang paling dalam disebut troposfer (tebalnya 17 Km diatas permukaan bumi), mengandung udara yang kita hirup yaitu 78% nitrogen (N2), 21% oksigen (O2) dan sisanya gas argon <1% dan CO2 0,035%. Terdapat juga uap air (H2O) sekitar 0,01% didaerah subtropis dan sekitar 5% didaerah tropis yang lembab.

Bahan kimia diudara yang berpengaruh negatif pada makhluk hidup dikategorikan sebagai pencemar udara. Ada banyak jenis pencemar udara, tetapi yang penting ada 5 jenis yaitu:

  • – Ozone (O3)
  • – Oksida karbon (CO, CO2)
  • – Oksida belerang (SO2, SO3)
  • – Oksida nitrogen (NO, NO2, N2O)
  • – Partikel ( debu, asam, timbal, pestisida dsb.)

Masing-masing pencemar udara tersebut diklasifikasikan sebagai pencemar udara primer (misalnya SO2) dan sekunder (misalnya H2SO4). Bahan pencemar udara tersebut melayang diudara selama beberapa waktu bergantung dari diameternya. Partikel sangat kecil berbahaya pada kehidupan karena dapat meresap paru dan juga pembawa substansi toksik penyebab kanker.

1. Pengaruhnya terhadap kehidupan

Polusi udara banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik orang dewasa maupun anak. Selama beberapa tahun belakangan ini kejadian penyakit baik dalam jumlah yang terserang maupun jenis penyakit yang menyerang terus meningkat. Penyakit asthma diduga adalah penyakit yang meningkat jumlah penderitanya, tetapi penyakit lain seperti alergi, bronchitis dan penyakit saluran pernafasan bagian atas (ispa) juga meningkat dengan tajam. Penyebab meningkatnya penyakit tersebut sangat diduga oleh terjadinya pencemaran lingkungan. Disamping itu penderitanya kebanyakan terjadi pada anak-anak, sehingga timbul pertanyaan:

  • – Mengapa anak lebih peka terhadap pencemaran udara?
  • – Polutan yang mana yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia (anak dan dewasa)?
  • – Bagaimana kita dapat mengurangi pengaruh pencemaran udara terhadap anak-anak?

2. Anak-anak lebih peka terhadap pencemaran udara

Ada banyak perbedaan antara anak-anak dengan orang dewasa terhadap respon pencemaran udara ini., yaitu:

Anak-anak menghirup udara lebih banyak untuk setiap unit berat badannya daripada orang dewasa. Bilamana anak dan orang dewasa berolah raga (misalnya sepak-bola), anak menghisap udara 20-50% lebih banyak daripada orang dewasa.

Orang dewasa yang menghisap udara polutan akan langsung menimbulkan reaksi batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala. Tetapi anak tidak merasakan gejala tersebut, hal tersebut tidak mencerminkan bahwa orang dewasa lebih peka, tetapi menunjukkan bahwa reaksi tubuh orang dewasa lebih cepat untuk mencegah menghisap udara kotor tersebut.

Orang dewasa menghabiskan waktu 85-95% didalam ruangan, sedangkan anak banyak bermain diluar ruangan sekitar 80%

Yang paling penting adalah anak dalam masa pertumbuhan. Bersamaan dengan bertambah besar dan bertambah beratnya badan, paru-paru mereka juga berkembang.

Dalam hubungannya dengan pencemaran udara ini paru-paru berperan sangat penting dan merupakan organ yang komplek. Paru terdiri lebih dari 40 jenis sel, dimana setiap sel sangat penting untuk memelihara kesehatan tubuh.

Polusi udara menyebabkan terjadinya perubahan pada sel yang menimbulkan kerusakan karena sel tersebut sangat peka terhadap bahan kimia. Bila sel paru rusak pada anak maka perkembangan akan terganggu dan paru tidak berfungsi normal pada saat tubuh menjadi dewasa.

Pda beberapa penelitian di Amerika, melaporkan bahwa bila anak menderita penyakit asthma, anak tersebut mempunyai resiko besar menderita penyakit asthma yang lebih parah bila ia hidup didaerah terpolusi, dengan kadar ozon dan partikel udara melebihi normal di udara, terutama bila ia melakukan olah raga.

Sumber : https://www.evernote.com/shard/s460/sh/45d7eb0e-43d7-4342-b6b6-0f05a406c371/0fc015614e7bfeb72fa0d5b5275ba33e

Polusi udara oleh karbon monoksida (CO)

Polusi udara oleh karbon monoksida (CO)

Polusi udara oleh karbon monoksida (CO)
Polusi udara oleh karbon monoksida (CO)

Pencemaran CO paling banyak disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor dan emisi dari pabrik atau industri dan pembangkit tenaga listrik. Di dalam rumah juga sering terjadi pencemaran oleh CO yang disebabkan oleh gas untuk memasak, untuk pemanas air dan pemanas ruangan. Asap rokok juga merupakan sumber utama dari pencemaran CO ini. Asap dari tembakau dapat mengandung karbon monoksida sampai 1000-5000ppm. Karbon monoksida didalam rumah orang yang perokok berat kandungannya akan lebih besar dari pada diluar rumah, sehingga efeknya sangat berbahaya pada anak.

Badan proteksi lingkungan (EPA) menentukan standar kualitas kandungan CO di udara berdasarkan hasil penelitian epidemiologi toksisitas CO. Konsentrasi karbon monoksida harus tidak melebihi 9 ppm selam 8 jam berturut-turut dan tidak boleh melebihi 20 ppm dalam periode waktu 1 jam.

Baca Juga :

Project Implementation Unit (PIU)

Project Implementation Unit (PIU)

Project Implementation Unit (PIU)
Project Implementation Unit (PIU)

Untuk melaksanakan kegiatan proyek dibentuk PIU – Project Implemenntation Unit baik di tingkat Pusat maupun di tingkat Provinsi.

CPIU – Central Project Implementation Unit (Unit Pelaksana Proyek Tingkat Pusat) akan dibentuk di Direktorat Sudawa di Balai Bendungan dan Puslitbang Air masing-masing akan dibentuk PIU. Guna membantu pelaksanaan proyek CPIU akan dibantu oleh Technical Assistance Team – 2 yang tugasnya juga meliputi lingkup Sosial, Lingkungan, Jaminan Mutu dan Monitoring & Evaluasi. Sedangkan PIU Balai Bendungan akan dibantu oleh Technical Assistance Team – 3.

PPIU – Provincial Project Implementation Unit (Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi) akan dibentuk di Dinas PUP Provinsi Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat dan 10 (sepuluh) Balai Besar/Wilayah Sungai (BBWS/BWS). Kepala Dinas PUP  Provinsi akan mengkoordinasikan Balai PSDA dan Dinas PUP dalam pelaksanaan kegiatan berbasis partisipasi masyarakat. Pada masing-masing Balai PSDA akan ditetapkan 1 Pejabat Pembuat Komitment (PPK) dari masing-masing SKPD yang berada pada Dinas PUP Provinsi.

PPIU Dinas PUP Provinsi akan dibentuk di :

  1. Dinas PUP Jawa Tengah
  2. Dinas PUP Nusa Tenggara Barat

PPIU BBWS/BWS akan dibentuk di :

  1. BBWS Citarum
  2. BBWS Cimanuk Cisanggarung
  3. BBWS Pemali Juana
  4. BBWS Serayu Opak
  5. BBWS Bengawan Solo
  6. BBWS Brantas
  7. BBWS Mesuji Sekampung
  8. BBWS Pompengan Jeneberang
  9. BWS Kalimantan III
  10. BWS Nusa Tenggara I

Baca Juga :

ORGANISASI PROYEK DOISP

ORGANISASI PROYEK DOISP

ORGANISASI PROYEK DOISP
ORGANISASI PROYEK DOISP

Pelaksanaan Proyek

Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengelolaan bendungan yang dibagi menjadi kewenangan pusat dan provinsi. Karena dibutuhkan pengendalian program yang terpadu diantara tingkat pemerintahan tersebut, baik yang menjadi kewenangan asli pusat, kewenangan asli provinsi maupun yang merupakan Tugas Pembantuan Pemerintah Pusat.

Untuk melaksanakan program DOISP dengan lingkup peningkatan kemampuan yang sangat komprehensif terebut dibutuhkan organisasi pengelola proyek di tingkat pusat dan provinsi yang dapat menciptakan mekanisme disetiap tingkat pemerintahan maupun mekanisme konsultasi antara instansi pusat dengan instansi terkait di provinsi agar program DOISP dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Kerangka kelembagaan untuk pelaksanaan Proyek DOISP disusun berdasarkan proyek nasional dimana dana proyek (baik dana pinjaman dan dana pendamping) hanya menggunakan dana APBN Sektor Pengairan yang disalurkan ke daerah melalui pengaturan hibah atau on-granting dari Pemerintah.

Pengawasan seluruh kebijakan akan dilaksanakan oleh NCWR – National Water Resources Streering Committe (Tim Pengarah Sumber Daya Air) yang berkedudukan di Bappenas, yang terdiri dari para pejabat Eselon I yang mewakili kementerian terkait dan diketuai oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. Untuk koordinasi sehari-hari NSCWR dibantu oleh Sekretariat NSCWR.

Instansi pelaksana DOISP adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Bendungan, Puslitbang Air, Dinas PUP Provinsi, Balai PSDA dan Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai.

Project Management Unit (PMU)

Untuk melaksanakan koordinasi pengelolaan secara umum, sistim keuangan, perencanaan dan pengawasan kegiatan para instansi pelaksana di tingkat pusat dan provinsi dibentuk CPMU – Central Project Management Unit (Unit Manajemen Proyek Tingkat Pusat) di Jakarta yang berkedudukan di Direktorat Sungai Danau dan Waduk (Sundawa) Ditjen SDA dan dibantu oleh Sekretariat CPMU. CPMU akan didampingi oleh Technical Assistance Team – 1 yang akan membantu dalam lingkup General Management, dan Financial Management System.

Sumber : http://alprostadil-mx.info/best-universities-for-education-degrees-2019/

MapWindow GIS

MapWindow GIS

MapWindow GIS
MapWindow GIS

Aplikasi MapWindow GIS adalah aplikasi yang free, sehingga bebas digunakan tanpa harus membayar biaya license 1 rupiah pun. Aplikasi ini juga merupakan aplikasi Geographic Information System (GIS) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan :

Sebuah alternatif untuk aplikasi desktop GIS
Untuk distribusi data
Untuk mengembangkan sebagai alat analisis data spasial spatial tertentu
Aplikasi ini bebas di download dan bebas untuk didistribusikan serta dapat diperoleh di Map Window website www.mapwindow.org. Catatan untuk windows xp : sebelum melakukan instalasi MapWindow GIS terlebih dahulu install dotnet frame work.

1. Setelah kita mendapatkan master instalasi MapWindow GIS kita klik dua kali file instalasinya yaitu MapWindow46SR.exe seperti dibawah ini :

2.Setelah kita klik 2 (dua) kali file master instalasi MapWindow GIS tersebut maka akan muncul tampilan untuk memilih bahasa yang digunakan untuk proses instalasi, kita pilih saja English di menu combo box seperti gambar di bawah ini :

3. Kemudian setelah kita pilih ok maka akan muncul tampilan untuk proses setup MapWindow GIS kita pilih Next

4.Setelah kita pilih tombol Next maka akan muncul tampilan untuk menyetujui license agreement kita klik (pilih) untuk I accept the agreement seperti gambar di bawah ini, kemudian kita pilih Next

5. Setelah kita klik tombol Next maka keluar tampilan menu untuk memilih lokasi dimana kita akan menginstall MapWindow GIS kita klik Next untuk lokasi secara default di C:\Program Files\MapWindow seperti gambar di bawah ini ataupun kita bisa merubah sendiri lokasi instalasinya.

6.Setelah itu, kita akan memilih komponen MapWindow GIS yang akan kita install, kita contreng semuanya saja, seperti gambar di bawah, kemudian pilih tombol Next

7. Selanjutnya ada konfirmasi apakah kita sudah siap untuk melakukan instalasi, apabila sudah kita pilih tombol install seperti gambar dibawah :

8.Setelah kita pilih install maka proses instalasi akan berjalan seperti gambar dibawah ini :

9. Apabila proses instalasi telah selesai akan keluar tampilan seperti dibawah ini, kita uncheck hilangkan tanda contreng di take a brief survey… kemudian pilih finish.

Sumber : https://www.4shared.com/office/cJa381VCea/lecturer_of_education.html

Mahasiswa ITS Surabaya Jadi Juara Umum di Rumania

Mahasiswa ITS Surabaya Jadi Juara Umum di Rumania

Mahasiswa ITS Surabaya Jadi Juara Umum di Rumania
Mahasiswa ITS Surabaya Jadi Juara Umum di Rumania

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali merengkuh gelar juara.

Ialah Frankstein Arphan dan Tita Oxa Anggrea yang berhasil menyabet gelar juara 1 pada dua kategori, yakni Paper Competition dan Poster Competition.

Menjadikan Keduanya juara umum pada kompetisi Constantin Gh. Popa Paper and Poster Contest yang digelar di Petroleum-Gas University of Ploiesti, Rumania, pada 2 – 5 Mei 2019 lalu.

Bermula dari kepekaan terhadap terbatasnya kebutuhan minyak dan gas yang semakin tinggi, Ocha (sapaan akrab Tita Oxa Anggrea) bersama Frankstein memikirkan inovasi agar mampu memaksimalkan potensi reservoir (wadah terakumulasinya minyak dan gas bumi, red).

Menurut Ocha dan Frankstein, dalam suatu reservoir terdapat lapisan tipis 0.5 ft yang cenderung

diabaikan karena tidak terdeteksi. “Dalam penelitian dan metode yang kami lakukan, kami mampu mendeteksi hingga lapisan tipis tersebut,” tutur Ocha dengan bangga saat dihubungi melalui pesan daring.

Sehingga ketika terdeteksi, lanjut juara 3 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) ITS 2019 jenjang Sarjana ini, potensi reservoir ini dapat dimaksimalkan. Keuntungan yang didapat dari perusahaan pemilik reservoir pun akan semakin meningkat dan pasokan minyak serta gas bumi pun dapat ditingkatkan. “Lantaran lapisan tipis tersebut dapat memberikan sumbangsih minyak dan gas yang banyak jumlahnya,” sambung mahasiswi Teknik Fisika ini.

Ocha mengakui bahwa ide ini juga didasari oleh ketertarikan Frankstein terhadap reservoir tipis 0.5 ft

yang cenderung tidak dapat direkam oleh alat logging (alat rekam data sumur, red) konvensional. Oleh karena itu, keduanya mencanangkan ide mengolaborasikan optimasi lapisan tersebut menggunakan rekalkulasi serta Inversi Monte Carlo. “Dan tentunya dengan menggunakan algoritma yang dapat mendeteksi lapisan tersebut serta memberi profit yang sebelumnya diabaikan,” jelas penyandang gelar runner up pertama Miss Global Indonesia 2017 ini.

Perjuangan keduanya memang cukup berat. Ocha dan Frankstein harus bersaing dengan peserta dari 15 negara lainnya. Bahkan hampir 70 persen dari peserta merupakan mahasiswa program S2 dan S3. Namun, berkat inovasi luar biasa Ocha dan Frankstein serta presentasi gemilangnya. Presiden Society of Petroleum Engineer (SPE) Internasional, Darcy Spady dan perwakilan perusahaan minyak dan gas bumi di Rumania pun memberikan apresiasi tertinggi berupa pemberian gelar juara umum.

 

Baca Juga :

Dinkes Jatim Pastikan Jawa Timur Aman dari Cacar Monyet

Dinkes Jatim Pastikan Jawa Timur Aman dari Cacar Monyet

Dinkes Jatim Pastikan Jawa Timur Aman dari Cacar Monyet
Dinkes Jatim Pastikan Jawa Timur Aman dari Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet yang ramai dibicarakan beberapa waktu yang lalu mendapatkan tanggapan

dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Rabu (15/5/2019).

Dinkes Jatim memastikan bahwa wilayah Jatim aman dari Penyakit Cacar Monyet atau monkeypox. Pasalnya, penyakit tersebut meskipun bisa menular antar manusia tapi penyebarannya sangat lambat, sehingga minim kemungkinan terjadinya wabah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Timur,

Setya Budiono mencatat bahwa sampai saat ini tidak ada laporan kasus yang mengindikasikan ke arah penyakit Cacar Monyet.

“Jawa Timur Insya Allah aman dari cacar monyet karena penyakit ini tidak mudah menular antara manusia. Sampai saat ini tidak ada laporan kasus yang mengindikasikan ke arah penyakit ini,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai adanya penyebaran virus Cacar Monyet. Setya menjelaskan bahwa virus tersebut bukan hanya ditularkan dari monyet, melainkan juga tikus. Menurut dia, penyakit tersebut awalnya hanya ada di Afrika, khususnya di Afrika Barat.

“Kita berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk upaya cegah tangkal

dan upaya kekarantinaan kesehatan,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan, Mantan Direktur RSU Mohammad Noer Pamekasan ini meminta masyarakat Jawa Timur untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mudah tertular virus. Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan dirinya masing-masing.

“Masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada. Lakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Segera periksakan diri bila mengalami keluhan sakit. Jaga kesehatan dengan tetap berolah raga, makan makanan dengan gizi seimbang serta istirahat yang cukup,” pintanya.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/5/

Di Surabaya, Ada Ambulan Khusus Bayi

Di Surabaya, Ada Ambulan Khusus Bayi

Di Surabaya, Ada Ambulan Khusus Bayi
Di Surabaya, Ada Ambulan Khusus Bayi

Pemerintah Kota Surabaya terus memaksimalkan fungsi dan kegunaan ambulans darurat untuk bayi

yang bernama Ambulance Neonatal Emergency Transport System Surabaya(NETSS). Terbukti, dengan adanya ambulans ini angka kematian bayi yang baru lahir bisa ditekan hingga 0,7 permil.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya Yohana Sussie E menjelaskan ambulans NETSS ini sudah dioperasikan sejak tahun 2017 hingga saat ini. Sejak dioperasikan itu, ambulans yang ada di Rumah Sakit Soewandhi itu sudah mampu menekan angka kematian bayi. “Kekurangannya sekitar 0,7 permil, karena penyebab kematian itu bermacam-macam,” kata Yohana saat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin (13/5/2019).

Menurut Yohana, berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan, ambulans ini

sudah menangani sebanyak 43 pasien bayi pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018, sudah menangani 30 pasien bayi. “Khusus untuk tahun 2019 hingga Bulan Mei ini, ambulans ini menangani 7 pasien bayi. Kami juga sangat bersyukur karena semua yang kami tangani selamat semuanya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengadaan mobil ini memang untuk menekan angka kematian bayi yang ternyata cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Surabaya. Ambulans NETSS ini merupakan ambulans satu-satunya di Kota Surabaya bahkan Indonesia sejak tahun 2017 lalu, karena peralatan yang ada di dalamnya sangat lengkap.

“Idenya mengingat angka kematian bayi baru lahir yang masih cukup tinggi, sehingga ambulans ini

kami siapkan untuk bayi baru lahir yang mempunyai masalah dengan pernafasan. Nah ini perlu ada suatu penanganan khusus,” kata Yohana.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Soewandhi Rinche Pangalila mengatakan hingga saat ini Kota Surabaya baru memiliki satu ambulans khusus ini. Sebab, peralatan yang ada di dalam ambulans ini sangat lengkap, diantaranya inkubator beserta kelengkapan alat dan obat, ventilator beserta kelengkapan alat dan obat, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir termasuk jackson rees dan T piece resusiator, juga pacu jantung.

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/Dbfv-kjR/Marriage-Invitations

Peneliti Muda ITS Berjaya Raih Emas di Malaysia

Peneliti Muda ITS Berjaya Raih Emas di Malaysia

Peneliti Muda ITS Berjaya Raih Emas di Malaysia
Peneliti Muda ITS Berjaya Raih Emas di Malaysia

Menjadi mahasiswa baru bukanlah halangan untuk menuai prestasi skala internasional.

Kali ini, mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih penghargaan medali emas di ajang Kompetisi Penemu Muda atau Young Inventors Challenge (YIC) 2019 yang diselenggarakan Malaysian Global Innovation & Creativity Center (MAGIC) di Cyberjaya, Malaysia.

Ialah Suprihatin, mahasiswa Departemen Teknik Rekayasa Kimia Industri angkatan 2019. Ketika melakukan penelitian, ia berkolaborasi dengan Siti Nur Kholisah, mahasiswa dari Universitas Airlangga. Keduanya berhasil menemukan foam yang berasal dari eceng gondok dan tepung singkong yang dirancang sebagai thermal insulator atau penahan panas dalam ruangan.

Gadis yang akrab disapa Atin ini menamai styrofoam temuannya dengan Biofoam EngKong (Biodegrable Foam dari Eceng Gondok dan Tepung Singkong). Temuan tersebut sesuai dengan tema yang diusung pada YIC kali ini, yaitu Sustainable Development Goals 12 (SDG’s-12). “Karena SDG’s bertujuan untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab terhadap lingkungan, sosial dan budaya,” ujarnya, Selasa (26/9/2019).

Penemuan tersebut bermula dari sebuah ide untuk menciptakan styrofoam yang ramah lingkungan

. Karena tumpukan sampah styrofoam itu membutuhkan waktu lebih dari seribu tahun untuk terurai. Kemudian ia melakukan observasi dan menemukan alasan styrofoam yang ramah lingkungan itu tercipta karena adanya serat dan perekat.

Atin mengatakan bahwa salah satu tumbuhan yang memiliki serat selulosa yang cocok yaitu eceng gondok. Kemudian, ia juga memutuskan untuk memilih tepung singkong sebagai perekatnya. “Karena tepung singkong memiliki daya rekat yang tinggi dan merupakan bahan makanan sehingga aman untuk digunakan,” ujarnya.

Ajang YIC 2019 ini diikuti oleh 446 pendaftar yang berasal dari 10 negara di Asia. Atin menjadi delegasi Indonesia pada YIC 2019 ini, karena sebelumnya ia terpilih melalui seleksi nasional pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2018.

Saat pertama kali lomba OPSI 2018, Atin menerapkan penelitiannya sebagai food packaging.

Karena berhasil memperoleh medali emas di OPSI 2018, Atin bersama temannya diberangkatkan untuk mengikuti lomba internasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu Intel ISEF di Amerika. “Karena ada kendala akhirnya kami tidak jadi diberangkatkan ke Amerika, namun dialihkan ke YIC Malaysia ini,” terangnya.

Mahasiswa asal Lamongan itu menjelaskan mengenai penelitiannya ketika akan dilombakan di tingkat internasional itu dialih fungsikan sebagai thermal insulator bukan lagi food packaging. “Hal ini disebabkan oleh beberapa pertimbangan pembimbing, seperti karena tingkat keamanan thermal insulator lebih aman daripada food packaging,” terangnya.

 

Baca Juga :