Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

perekonomian indonesia ( Aku bangga ekonomi indonesia )

perekonomian indonesia ( Aku bangga ekonomi indonesia )

perekonomian indonesia ( Aku bangga ekonomi indonesia )
perekonomian indonesia ( Aku bangga ekonomi indonesia )
PETA PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
Keadaan geografis Indonesia dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau di Indonesia akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dangan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata.
Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil  bumi dan indusri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Contoh Pertumbuhan ekonomi indonesia
Potensi sumber daya alam Kabupaten Kepulauan Sula meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, pertambangan, industri dan pariwisata. Potensi unggulan pada saat ini bertumpu pada sektor kehutanan dan perikanan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
Pertanian
Menurut data Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, pengembangan pertanian tanaman pangan meliputi sayur-sayuran, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan pengembangan agrowisata untuk komoditas buah-buahan meliputi durian, langsat, manggis dan mangga. Sampai dengan tahun 2005 luas lahan untuk usaha pertanian tercatat 24.743,56 Ha dengan produksi sebesar 33.608,62 ton/tahun.
Kehutanan
Potensi kehutanan di Kabupaten Kepulauan Sula berupa hutan alam yang berdasarkan Peta Paduserasi RTRWP dengan TGHK memiliki luas hutan 471.951,53 Ha yang terdiri dari Hutan Lindung 46,426,70 Ha, Hutan Suaka alam 12.683,53 Ha, Hutan Produksi Tetap 24.250,00 Ha, Hutan Produksi Terbatas 55.014,00 Ha, Hutan Produksi dapat dikonversi 281.077,70 Ha, Areal Penggunaan Lain 52.499,60 Ha
Perikanan
Usaha perikanan di Kabupaten Kepulauan Sula adalah perikanan rakyat. Produksi perikanan sangat beragam dengan kesediaan potensi 80.547,81 ton/tahun dan potensi lestari sebesar 40.273,91 ton/tahun dengan standing stock pelagis (permukaan) 33.060,94 ton/ tahun serta ikan demersal (dasar) 16.875,61 ton/tahun dimana pemanfaatan untuk kedua komoditas ini baru mencapai 11.506,53 ton/tahun atau 22,8 persen dari potensi lestari.
Pertambangan

Di Kabupaten Kepulauan Sula terdapat beberapa indikasi sumber bahan galian golongan A, B dan golongan C, yaitu tambang emas terdapat di Kecamatan Mangoli Timur (Desa Waitina dan Kawata). Kemudian tambang batubara terdapat di terdapat di sepanjang semenanjung Kecamatan Sulabesi Barat (Desa Fuata) dan Kecamatan Taliabu Timur (Desa Sahu dan Tabona) serta Kecamatan Sanana (Desa Wai Ipa) dengan perkiraan cadangan 10.400.000 m. Tambang minyak dan gas terdapat di Kecamatan Mangole Barat (Desa Falabisahaya, Minaluli, Modapuhi, Modapia dan Saniahaya), Cekungan Sula (Memanjang dari perbatasan Kabupaten Banggai hingga sebelah Utara Pulau Taliabu dan Mangoli) dan Cekungan Sula Selatan di sebelah Selatan Pulau Taliabu.

Sumber : https://merkbagus.id/

Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat
Distribusi kemiskinan provinsi sumatera barat

Berbagai pendekatan untuk estimasi distribusi pengeluaran digunakan oleh para ahli baik yang bersifat parametrik maupun non parametrik. Pendekatan parametrik dilakukan dengan menghubungkan distribusi pengeluaran dengan distribusi parametrik tertentu seperti distribusi lognormal, beta, gamma maupun dagum (misalnya dalam Lin, 2003, Kleiber, 2003 serta Bandourian, McDonald dan Turley, 2002). Pendekatan parametrik kurang fleksibel menyesuaikan dengan pola data hasil survei yang mungkin saja tidak mirip sama sekali dengan distribusi formal yang ada. Karena itu, pendekatan nonparametrik menjadi alternatif pilihan dalam estimasi distribusi pengeluaran. Pendekatan nonparametrik yang paling luas penggunaannya dalam estimasi distribusi pengeluaran adalah pendekatan densitas kernel (sebagai contoh, Pittau dan Zelli, 2002; Zhu, 2005; Minoiu, 2006 dan Basile, 2007). BPS dalam melakukan analisis kemiskinan berdasarkan data pengeluaran per kapita hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2002 dan 2005) tidakmempertimbangkan distribusi statistiknya. Sehingga perlu alternatif analisis yaitu dengan mengestimasi distribusi pengeluaran yang dihasilkan dari survei rumahtangga dengan menggunakan pendekatan densitas kernel adaptif. Hasilnya adalah pendekatan fungsi densitas kernel adaptif mempunyai nilai MSE (Mean Square Error) yang lebih kecil dibandingkan dengan pendekatan distribusi parametrik Lognormal, Lognormal 3-Parameter, Loglogistik, dan Loglogistik 3- Parameter. Hasil estimasi menggunakan fungsi densitas kernel adaptif untuk analisis kemiskinan di Propinsi Sumatera Barat

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Mahfud MD Dapatkan Penghargaan Tertinggi dari Universitas Paramadina

Mahfud MD Dapatkan Penghargaan Tertinggi dari Universitas Paramadina

Mahfud MD Dapatkan Penghargaan Tertinggi dari Universitas Paramadina
Mahfud MD Dapatkan Penghargaan Tertinggi dari Universitas Paramadina

Mohammad Mahfud MD mendapatkan penghargaan Paramadina Award tahun 2018. Penghargaan tersebut diberikan kepada mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu pada perayaan Wisuda Sarjana dan Magister ke-29 Universitas Paramadina, Sabtu (20/10).

Paramadina Award adalah sebuah penghargaan tertinggi dari Universitas Paramadina kepada tokoh bangsa yang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pendidikan, bangsa dan negara.

Tahun ini, Universitas Paramadina mengangkat tema Peringatan 10 Tahun Pendidikan Antikorupsi.

Berdasarkan tema itu, penghargaan Paramadina Award kemudian diberikan kepada Mahfud MD.

“Kami memberikan penghargaan ini atas kontribusi Bapak yang luar biasa dalam dunia peradilan dan penguatan nilai-nilai integritas bangsa di Indonesia,” kataRektor Universitas Paramadina, Firmanzah, dalam keterangan tertulisnya.

Humas Universitas Paramadina, Lina Anggraeni, mengatakan bahwa penghargaan Paramadina Award yang diberikan kepada Mahfud MD itu juga karena Integritas dia yang luar biasa.

“Tema wisuda ke-29 ini adalah Peran Pemuda Dalam Memperkuat Integritas Bangsa, dan menurut saya beliau salah satu tokoh bangsa yang memiliki Integritas tinggi sehingga layak mendapatkan penghargaan dari Universitas Paramadina yg menjunjung tinggi Integritas,” kata Lina.

Mahfud sendiri merasa sangat tersanjung karena mendapatkan penghargaan tertinggi

dari Universitas Paramadina. Ia menganggap bahwa pemberian penghargaan ini adalah suatu kehormatan yang sangat luar biasa.

“Anugerah ini adalah suatu penghargaan yang sungguh sangat memberi kehormatan kepada saya,” ucap Mahfud dalam sambutannya.

Menurut Mahfud, Universitas Paramadina ibaratnya adalah monumen peninggalan pemimpin besar islam yang ada di Indonesia. Contohnya adalah cendekiawan muslim ternama yang juga pendiri Universitas Paramadina, Nurcholis Madjid.

“Insya Allah kita semua akan terus bersama memperjuangkan nilai-nilai

yang diperjuangkan Nurcholis Madjid. Dimana disitu tertanam nilai-nilai antara lain integritas bangsa,” ujar Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.

“Integritas itu, berarti kebutuhan. Kalau pada pribadi, orang yang berintegritas itu utuh lahir dan batin sehingga selalu bersikap jujur dan konsisten,” ucap Mahfud lagi.

 

Baca Juga :

Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura
Gaya Jenaka Kuliah Umum Kiai Ma’ruf di RSiS-NTU Singapura

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin membuka kuliah umum dengan pengantar

yang membuat lebih 150 hadirin terpingkal dan bertepuk tangan. Kuliah umum itu diberi KH Ma’ruf Amin di Universitas Nanyang, Singapura, Rabu (17/10)

“Mungkin pertama kali ada pemakalah pada kesempatan (public lecture) ini yang memakai sarung,” kata profesor bidang hukum ekonomi Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur itu. Pernyataan Kiai Ma’ruf membuat hadirin tertawa.

“Saya kebetulan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan juga Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Jadi, sarung ini (salah satu) pakaian ulama Indonesia,” ujar kiai asal Banten yang juga alumnus Pesantren Tebu Ireng Jombang itu.

“Kebetulan, waktu saya dipilih Pak Jokowi sebagai calon wakil presiden, saya tanya beliau

. ‘Pak Jokawi, apa saya harus ganti kostum?’” Hadirin kembali terbahak.

“Beliau mengatakan, Pak Kiai tetap saja tampil sebagai ulama. Karena itu, di mana pun, sepanjang tidak dilarang, saya akan memakai sarung, walau saya juga mempunyai celana,” ujarnya. Hadirin kembali terpingkal-pingkal.

Kiai Ma’ruf kemudian kembali membacakan pidato. Sesekali, dia berbicara lepas di sela baca pidato dengan menyelipkan penjelasan tambahan, selipan dalil, dan kaidah atau ungkapan Arab, atau melontarkan humor ringan khas kiai NU, sambil terus mengumbar senyum.

Seri Kuliah Umum Pemimpin Indonesia (Public Lecture Indonesian Leaders Series) digelar S Rajaratnam School of Internasional Studies, Nanyang Technological University. Acara berlangsung di Ruang Taurus & Leo, Lantai 1, Hotel Marina Mandarin, Singupura, selama 1,5 jam.

Acara dibuka dan dipandu oleh Prof Dr Tan Sie Ceng, Head of Institute of Defence

and Strategic Studies (IDSS), RSiS. Public Lecture itu dihadiri tak kurang dari 150 peserta terdaftar dan beberapa peserta yang masuk tanpa mencatatkan nama di absensi.

Beberapa tokoh Indonesia yang hadir, antara lain mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan mantan Gubernur BI Soedrajad Djiwandono. Peserta bukan hanya dari kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga ada peserta dari pimpinan beberapa bank, pelaku bisnis, Kamar Dagang Singapura, dan pimpinan beberapa perusahaan multinasional.

Tampak beberapa peserta dari universitas luar Singapura, seperti Universitas Teknologi Malaysia, UI, dan UGM, termasuk dosen sosiologi UGM, M Najib Azka. Ada juga diplomat dari KBRI dan diplomat dari Kedutaan Belanda di Singapura. Sejumlah jurnalis Singapura dan koresponden media di luar Singapura, termasuk The Economist.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

 

Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua

Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua

Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua
Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua

Meskipun Indonesia telah merdeka selama lebih dari 73 tahun, ada banyak tempat yang tidak tersentuh

oleh pembangunan nasional. Bahkan sebagian besar anak-anak usia sekolah di desa-desa pedalaman Papua tidak pernah memiliki akses ke pendidikan formal, meskipun pemerintah lokal telah membangun sekolah di wilayah tersebut.

“Satu, dua, tiga, dan banyak”. Itulah bilangan angka yang dipahami anak-anak pedalaman di Papua sebelum pendidikan formal masuk ke daerah mereka. Dan faktanya inilah yang acapkali kabur dari pandangan mata banyak orang.

Sebagai salah satu jalan untuk memperbaiki kondisi menyedihkan itu, Yayasan Pendidikan

Harapan Papua (YPHP) berkolaborasi dengan Yayasan Musik Amadeus Indonesia menggelar konser amal bertajuk “Revive Us Again”, di Aula Simfoni, Jakarta Utara, Sabtu (27/10).

Direktur Proyek (Project Director) YPHP, Hannah Achmadi mengatakan, bekerja sama dengan Amadeus Symphony Orchestra bertujuan agar masyarakat semakin tahu apa yang dilakukan YPHP. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan di Papua. Mengingat kondisi kesenjangan pendidikan dan perkonomian di Papua tertinggal dari daerah lain.

“Kami terus berkomitmen untuk menghimpun donasi bagi pendidikan anak-anak di pedalaman Papua. Seperti yang kita ketahui, pembangunan infrastruktur di Papua memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan kota-kota lain. Jadi, seluruh hasil penjualan tiket dari konser ini akan disumbangkan untuk pembangunan tambahan ruang kelas di Sekolah Lentera Harapan di Daboto, pedalaman Papua, melalui YPHP,” terangnya kepada SP, di Aula Simfoni, Jakarta Utara, Sabtu (27/10).

Menurut Hanna, membangun sekolah ibarat membeli one way ticket. Sekali melangkah t

idak bisa mundur lagi. Maka betapapun sulitnya perjuangan melanjutkan sekolah di daerah terpencil di Papua, YPHP berupaya terus berjuang.

Diketahui, pada konser amal yang pertama kali dihelat pada November 2016, bertajuk “A Mighty Fortress is Our God”, YPHP baru mengembangkan tiga sekolah di kawasan Mamit, Daboto, Karubaga.

Kemudian, konser ke dua “A Mighty Fortress is Our God”, pada Desember 2017, fasilitas sekolah formal di Papua telah bertambah lagi di tiga kawasan, yaitu Nalca, Korupun, Danowag.

Sekolah yang semula hanya satu di Mamit dengan 35 siswa dan tiga orang guru, sekarang telah berkembang menjadi 514 siswa. Selain siswa, jumlah pengajar pun semakin memadai, yaitu sekitar 49 orang guru yang mengabdikan diri di jenjang TK, sampai kelas 6 SD.

“Kami berusaha menghadirkan yang terbaik. Kami ingin, anak-anak Papua juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dengan anak di kota besar. Kami berharap akan banyak anak-anak Papua yang nantinya bercita-cita menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Metabolisme

Metabolisme

Metabolisme
Perlu diketahui bahwa proses penyediaan energi, baik pada tumbuhan maupun manusia, lewat rentetan reaksi kimia. Apabila semua reaksi kimia berlangsung didalam sel makhluk hidup, maka reaksinya disebut reaksi biokima.

Seluruh proses atau reaksi biokimia yang berlangsung didalam sel disebut metabolisme. Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang dimulai oleh substrat awal dan diakhiri bersama produk akhir, yang berlangsung didalam sel. Perlu Anda ketahui reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan daya (anabolisme) dan reaksi pemanfaatan daya (katabolisme). Dalam reaksi biokimia berlangsung pergantian daya dari satu wujud ke wujud yang lain, seandainya daya kimia didalam wujud senyawa Adenosin Trifosfat (ATP) diubah menjadi daya gerak untuk laksanakan suatu kegiatan seperti bekerja, berlari, jalan, dan lain-lain.

Proses metabolisme yang berlangsung di didalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia, melibatkan lebih dari satu besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). Pada kala berlangsungnya peristiwa reaksi biokimia di didalam sel, enzim bekerja secara spesifik. Enzim mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan senyawa ATP dan senyawa-senyawa lain yang berenergi tinggi seperti pada proses respirasi, fotosintesis, kemosintesis, sintesis protein, dan lemak.

Senyawa Adenosin Trifosfat (ATP) merupakan molekul kimia berenergi tinggi. Berasal dari manakah daya itu? Molekul Adenosin Trifosfat (ATP) berasal dari pergantian glukosa lewat serangkaian reaksi kimia yang panjang dan kompleks. Energi yang terdapat didalam glukosa tersebut bersifat daya ikatan kimia yang berasal dari proses transformasi daya cahaya matahari.

Bagan itu dapat dijelaskan sebagai berikut;
Selama proses fotosintesis, daya matahari yakni didalam wujud radiasi / pancaran cahaya matahari matahari beralih menjadi daya kimia didalam ikatan senyawa organik. Lambang f merupakan frekuensi cahaya dan simbol h merupakan konstanta Planch, yang tentang bersama daya dan frekuensi.
Pada kala didalam respirasi sel, daya kimia didalam senyawa kimia beralih menjadi persenyawaan yang bersifat ATP.
Dalam sel, daya kimia ikatan fosfat yang kaya akan daya (ATP) dapat difungsikan untuk kerja mekanis, listrik, dan kimia.
Pada kelanjutannya daya mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai daya panas didalam wujud “entropi”.
Bagan transformasi daya didalam biologi dapat dibedakan menjadi 3 proses berikut;
1. Transformasi Energi oleh Krolofil
Energi radiasi cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil sesudah itu diubah menjadi daya kimia lewat proses fotosintesis. Energi kimia tersebut digunakan untuk mensintesis CO2 dan H2O menjadi glukosa dan senyawa kompleks lainnya sebagai daya pengikat dan penghubung inti-inti atom yang tersimpan didalam wujud senyawa karbohidrat (sebagai bahan makanan). Jadi, daya radiasi matahari yang bersifat daya kinetik diubah menjadi daya potensial dan daya kimiawi yang disimpan didalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya sebagai daya ikatan yang menghubungkan atom-atom bakunya.

2. Transformasi Energi oleh Mitokondria
Di didalam mitokondria daya kimia digunakan untuk merubah karbohidrat dan senyawa lainnya sebagai daya ikatan fosfat lewat respirasi sel untuk oksidasi DNA, RNA, protein, dan lemak. Mitokondria banyak terdapat pada sel-sel otot makhluk hidup dan sel-sel saraf.

3. Transformasi Energi oleh Sel
Jika sel laksanakan kegiatan, maka daya kimiawi dari ikatan fosfat akan terlepas dan beralih menjadi daya wujud lain seperti daya mekanik untuk kerja kontraksi otot, daya listrik untuk meneruskan dorongan saraf, daya sintesis untuk membangun senyawa pertumbuhan, dan juga sisanya akan mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai daya panas.Pada kala berlangsungnya proses metabolisme didalam sel makhluk hidup, tersedia lebih dari satu komponen mutlak yang berperan di dalamnya yakni terdapatnya kegiatan enzim, dihasilkan daya tinggi bersifat Adenosin Trifosfat (ATP) dan reaksi oksidasi reduksi (pelepasan dan pembebasan) elektron. ciri ciri makhluk hidup tema 1 kelas 3

Demikianlah ulasan perihal Metabolisme, yang pada peluang yang baik ini dapat dibahas bersama lancar. Semoga ulasan di atas berfungsi bagi para pengunjung dan pembaca. Kiranya lumayan sekian, kurang lebihnya mohon maaf, dan semoga kamu sukses!!!

baca juga :

Kebudayaan Suku Bangsa Sunda- Budaya Lokal Indonesia

Kebudayaan Suku Bangsa Sunda- Budaya Lokal Indonesia

Perlu diketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara yang memiliki pluralitas tinggi. Keberagaman suku, bahasa, agama, ras, maupun golongan justru mampu menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia. Potensi budaya yang besar tersebut merupakan sumber kekayaan budaya nasional.

Bangsa Indonesia tenar bersama penduduk yang membawa kebudayaan yang berbagai ragam. Pada tiap-tiap penduduk area mengembangkan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah dinamakan kebudayaan lokal. Berikut ini adalah salah satu kebudayaan lokal yang berkembang di Indonesia yakni “Kebudayaan Suku Bangsa Sunda.”

Kebudayaan Suku Bangsa Sunda
a. Sistem Kepercayaan/Religi
Pada kala ini lebih dari satu besar penduduk Sunda menganut agama Islam. Selain Islam termasuk terkandung penganut Katolik, Kristen, Hindu, & Buddha. Dalam penduduk Sunda mengenal langkah kehidupan seseorang yang ditandai bersama berbagai upacara & selamatan, seperti; acara perkawinan, turun tanah, kelahiran, & sunatan.
Selamatan dipimpin oleh modin desa (guru ngaji) yang dimulai bersama al-Fatihah & diakhiri termasuk bersama pembacaan surah al-Fatihah. Hidangan selamatan tidak jauh berbeda bersama kebiasaan Jawa, yakni bersifat tumpeng.

b. Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan penduduk Sunda adalah bilateral (garis keturunan bapak maupun ibu). Sistem kekerabatan & perkawinan dikerjakan secara Islam. Bentuk keluarga yang tenar adalah keluarga batih, yakni; suami, istri, & anak-anak.
Di Sunda mengenal 7 generasi ke atas & ke bawah sebagai berikut;
Tujuh generasi ke atas: kolot, embah, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, & gantung siwur.
Tujuh generasi ke bawah: anak, incu, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, & gantung siwur.
c. Sistem Politik
Istilah kepala desa di lebih dari satu area di Sunda berbeda-beda, misalnya di desa Bojongloa di kenal bersama kuwu, yang bertugas mengurus kepentingan warga desa. Kuwu dipilih oleh rakyat. Dalam menggerakkan tugas kuwu dibantu oleh;
seorang juru tulis, bertugas mengurusi pajak & memelihara arsip,
tiga orang kokolot, bertugas menggerakkan perintah/ menyampaikan pengaduan rakyat kepada pamong desa,
seorang kulisi, bertugas memelihara keamanan desa,
seorang ulu-ulu, bertugas sesuaikan proporsi air irigasi,
seorang amil, pertugas mengurusi kematian, kelahiran, rujuk, & nikah,
tiga pembina desa yang terdiri atas satu orang kepolisian & dua orang berasal dari angkatan darat.
d. Sistem Ekonomi
Mata pencaharian kala ini berbagai ragam, antara lain berasal dari sektor perkebunan, perdagangan, & pertanian. Dalam sektor perdagangan mengalami kemajuan yang pesat. Perkebunan banyak terkandung di area ini, misalnya; perkebunan teh, kelapa sawit, kina, & tebu. Pertanian dikembangkan di Jawa Barat antara lain; padi, jagung, ketela, kacang tanah, & kedelai.

e. Sistem Kesenian
1. Seni Bangunan
Rumah kebiasaan di Sunda bermodel Keraton Kasepuhan Cirebon yang memiliki empat ruang, yakni sebagai berikut;
Pendopo; area untuk penjaga keselamatan sultan.
Pringgondani; area sultan memberi perintah kepada adipati.
Prabayasa; area sultan terima tamu.
Panembahan; ruang kerja & area istirahat sultan.
Nama-nama area di Sunda banyak menggunakan kata Ci yang berarti air. Misal; Ciamis, Cipanas, Cibatu, & Cicalengka.
2. Seni Tari
Tari yang tenar di Sunda adalah tari jaipong, yakni gabungan tari ketuk tilu & tari gendong pencok. Seni tari merupakan salah satu kekuatan tarik di tanah parahiyangan. Tari yang lain, yakni tari kuncoran, tari rimlong, & tari kupu-kupu

3. Seni Musik
Alat musik tradisional Sunda adalah angklung, calung, degung, & kecapi. Alat musik digunakan untuk mengiringi tembang & kawih. Tembang adalah puisi yang diiringi kecapi & suling. Kawih adalah lagu bebas yang diiringi bersama angklung & calung.

4. Seni Sastra
Sunda kaya dapat seni sastra, layaknya Prabu Siliwangi yang diungkapkan dalam bentuk pantun, & Si Kabayan & Sangkuriang yang diungkapkan dalam bentuk prosa.

5. Seni Pertunjukan
Pertunjukan yang paling tenar di Sunda adalah wayang golek. Wayang golek adalah boneka kayu bersama penampilan yang atraktif & benar-benar menarik. contoh teks eksplanasi

Demikianlah ulasan mengenai Kebudayaan Suku Bangsa Sunda, yang terhadap kesempatan kali ini mampu dibahas disini. Semoga ulasan tersebut tingkatkan wawasan kamu mengenai kebudayaan lokal yang ada di Indonesia. Cukup sekian dan sampai jumpa!!!

baca juga :

Kehidupan Manusia Masa Praaksara

Kehidupan Manusia Masa Praaksara

Cara hidup manusia praaksara terhadap jutaan th. lampau, kehidupan mereka benar-benar simple sebab tersedia keterbatasan didalam volume otaknya. Menurut par akhli, volume otak mereka memang tetap benar-benar kecil sehingga mengalami keterbatasan di didalam mendapatkan langkah untuk menangani ada masalah hidupnya. Dari pas ke pas volume otak itu mengalami perubahan dan pertumbuhan sehingga mereka tambah cekatan didalam menggunakan dan memicu bervariasi peralatan.

1. Mengenal Praaksara
Praaksara atau prasejarah merupakan suatu kurun pas terpanjang didalam histori manusia, yakni sejak kehadiran manusia di bumi sampai ditemukannya pengetahuan tentang postingan atau aksara yang menandai era sejarah. Penelitian di bidang prasejarah mengusahakan menjelaskan kehidupan manusia purba melalui peninggalan-peninggalan mereka. Peninggalan itu meliputi sisa-sisa tulang belulang manusia maupun benda-benda (artefak) yang pernah dibuat, dipakai, atau dibuang oleh mereka. Benda-benda alam seperti tulang hewan (ekofak), cangkang kerang, atau arang sisa pembakaran terhitung diperlajari untuk mengerti wujud hubungan antara manusia purba bersama alam sekitarnya.
Zaman praaksara kerap disebut zaman nirleka, yakni kurun pas kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan.
Kehidupan manusia diperkirakan didalam kelompok-kelompok kecil. Untuk mencukupi keperluan hidupnya, mereka berburu binatang di sepanjang lembah-lembah sungai yang subur. Kehidupan semacam itu diperkirakan berjalan sepanjang satu juta tahun. Dalam perkembangannya, mereka mulai menggunakan peralatan batu yang tetap sederahana. Dari bukti yang sukses ditemukan, sisa artefak yang bersifat alat-alat kapak batu di Pacitan diperkirakan berasal dari era 800.000 th. yang lalu.

Manusia prasejarah itu mulai mengenal atau memicu kehidupan meskipun didalam pengertian yang teramat sederahana. Beragam peralatan batu itu diperkirakan pernah digunakan untuk menguliti dan memotong daging buruan.

Permasalahan yang menarik untuk diteliti, yakni langkah manusia purba itu mampu bertahan sedemikian lama. Beberapa ahli berpendapat bahwa manusia purba itu sudah berkelompok untuk menangani ada masalah hidupnya. Artinya, mereka sudah membentuk masyarakat sendiri. Salah satu kasus yang digunakan oleh para ahli adalah pas mereka wajib menangkap binatang buruan. Untuk menangkap seekor binatang, pasti dibutuhkan ada kerja serupa di antara bagian kelompok. Kita tidak mampu membayangkan yang bakal berjalan kalau mereka tidak saling berkerja serupa satu bersama yang lain pas berburu binatang. Saat mereka sudi menangkap binatang buruan, pasti tersedia yang mengejar, melempar bersama batu, dan memanah bersama mata tombak.

Setelah binatang buruan tertangkap, pekerjaan belum selesai. Mereka secara bersama mempunyai binatang itu ke gua yang dijadikan daerah tinggal. Selanjutnya, mereka menggunakan peralatan dari batu itu untuk menguliti dan membaginya. Tidak mengherankan jika di didalam gua-gua yang diduga pernah digunakan sebagai daerah tinggal manusia prasejarah itu mampu ditemukan tulang belulang binatang.

2. Periodisasi Masa Praaksara
Untuk mengerti pertumbuhan manusia sejak awal kehidupannya, wajib lebih-lebih dahulu mempelajari periodisasi atau pembabakan zaman di muka bumi. Pembabakan mampu ditunaikan secara geologis, arkeologis, dan pertumbuhan kehidupan manusia. Berikut ini, tiga pembabakan atau periodisasi itu;

a. Periodisasi Menurut Geologis
Geologis atau pengetahuan bumi yakni pengetahuan yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan perihal tersebut, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke didalam empat zaman. Menurut ahli geologi, histori pertumbuhan bumi mampu dikelompokan jadi empat periode zaman, yakni zaman arkaekum, palaeozoikum, mesozoikum, dan neozoikum.

1) Arkaekum
Zaman ini berjalan kira-kira sepanjang 2500 juta tahun. Pada pas itu kulit bumi tetap panas sehingga belum terkandung kehidupan.

2) Palaezoikum
Zaman ini berjalan sepanjang 340 juta tahun. Makhluk hidup yang nampak terhadap zaman ini seperti mikro organisme, ikan, amfibi, reptil, dan binatang yang tidak bertulang punggung. Zaman ini kerap disebut terhitung zaman primer.

3) Mesozoikum
Zaman ini berjalan kira-kira sepanjang 140 juta tahun. Pada zaman ini pertengahan ini, style reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga terhadap zaman ini kerap terhitung disebut zaman reptil. Zaman ini kerap disebut terhitung zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan. Setelah berakhirnya zaman ini, maka nampak kehidupan yang lain, yakni style burung dan binatang menyusui yang tetap rendah sekali tingkatannya. Adapun style reptilnya mengalami kepunahan.

4) Neozoikum
Zaman ini kerap disebut zaman hidup baru yang mampu dibedakan jadi 2 zaman, yakni;
a) Tersier atau zaman ketiga
Zaman ini berjalan kira-kira sepanjang 60 juta tahun. Zaman ini ditandai bersama pertumbuhan style binatang menyusui seperti kera.
b) Kuartier atau zaman keempat
Zaman ini ditandai bersama ada kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini dibagi ulang jadi 2 zaman, yakni zaman Pleistocen dan Holocen. Zaman Pleistocen atau Dilluvium berjalan kira-kira 600.000 th. yang ditandai bersama ada manusia purba. Zaman Holocen atau Alluvium berjalan kira-kira sepanjang 20.000 th. yang selanjutnya dan tetap berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini, ditandai bersama timbulnya manusia style Homo Sapiens yang punyai beberapa ciri seperti manusia yang hidup terhadap zaman moderen sekarang.

b. Periodisasi Berdasarkan Arkeologis
Pembabakan zaman praaksara ini berdasarkan terhadap benda-benda peninggalan yang dihasilkan oleh manusia. pembabakan zaman praaksara menurut penemuan benda-benda peninggalan adalah sebagai berikut;

1) Zaman Batu
Zaman batu adalah zaman ketika sebagian besar perkakas penunjang kehidupan manusia terbuat dari batu. Zaman batu dibagi jadi 3 zaman, yakni;
a) Zaman Batu Tua / Palaeolithikum
zaman batu tua diperkirakan berjalan kurang lebih 600.000 th. silam. Kehidupan manusia tetap benar-benar sederhana, hidup berpindah-pindah (nomaden), dan tergantung terhadap alam. Mereka memperoleh makanan bersama langkah berburu, menyatukan buah-buahan, umbi-umbian, serta menangkap ikan. Cara hidup seperti ini dinamakan food gathering. Jenis peralatan yang digunakan terhadap zaman batu tua terbuat dari batu yang tetap kasar, seperti kapak genggam (Chopper), kapak penetak (Chopping tool), peralatan dari tulang dan tanduk binatang, serta alat serpih (flake) yang digunakan untuk menguliti hewan buruan, mengiris daging, atau memotong umbi-umbian.

b) Zaman Batu Pertengahan / Mesolithikum
Zaman Batu Pertengahan (Mesolithikum) diperkirakan berjalan kurang lebih 20.000 th. silam. Pada zaman ini, kehidupan manusia tidak jauh tidak sama bersama zaman batu tua, yakni berbutu, menyatukan makanan, dan menangkap ikan. Mereka terhitung sudah mulai hidup menetap di gua, pinggir sungai, maupun pinggir pantai.

Alat-alat perkakas yang digunakan terhadap era Mesolithikum nyaris serupa bersama alat-alat terhadap zaman Palaeolithikum, hanya sudah sedikit dihaluskan. Peralatan yang dihasilkan terhadap zaman Mesolithikum, antara lain kapak Sumatera (pebble), sejenis kapak genggam yang dibuat dari batu kali yang salah satu sisinya tetap alami; kapak pendek (hache courte), sejenis kapak genggam bersama ukuran yang lebih kecil; pipisan, batu-batu penggiling beserta landasannya; alat-alat dari tanduk dan tulang binatang; mata panah dari batu dan terhitung flake. Adapun hasil-hasil kebudayaan yang ditinggalkan manusia purba terhadap zaman batu pertengahan adalah sebagai berikut;
Ditemukannya Kjokkenmoddinger, yakni bukit-bukit karang hasil sampah dapur.
Ditemukannya Abris Sous Roche, yakni gua-gua karang sebagai daerah tinggal.
Manusia terhadap zaman ini sudah mengenal seni yang bersifat lukisan terhadap dinding gua. Lukisan itu bersifat cap tangan dan babi hutan.
c) Zaman Batu Muda / Neolithikum
Pada zaman batu muda, kehidupan manusia praaksara sudah berangsur-angsur hidup menetap tidak ulang berpindah-pindah. Manusia terhadap zaman ini sudah mulai mengenal langkah bercocok tanam meskipun tetap benar-benar sederhana, tidak cuman kesibukan berburu yang tetap selamanya dilakukan. Manusia purba terhadap era neolithikum sudah mampu menghasilkan bahan makanan sendiri atau biasa disebut food producing.

Peralatan yang digunakan terhadap era neolithikum sudah diasah sampai halus, bahkan tersedia peralatan yang bersifat sangan indah. Peralatan yang diasah terhadap era itu adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan tersedia yang sudah memicu anak panah dan mata tombak yang digunakan untuk berburu dan kepentingan lainnya.

d) Zaman Batu Besar / Megalithikum
Zaman Batu Besar dibangun atas rencana kepercayaan hubungan antara yang tetap hidup bersama yang sudah mati dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanah. Bangunan megalith mulai dibangun terhadap era bercocok tanam sampai era perundagian. Jenis-jenis bangunan megalith sebagai berikut;

(1) Punden Berundak
Punden berundak adalah bangunan pemujaan para leluhur bersifat bangunan bertingkat yang terbuat dari bebatuan. Di atas bangunan itu biasa didirikan menhir. Bangunan ini banyak dijumpai di Kosala dan Arca Domas (Banten), Cisolok (Sukabumi), serta Pugungharjo (Lampung).

(2) Menhir
Menhir (men=batu; hir= berdiri) adalah bangunan bersifat batu panjang yang didirikan tegak menjulang sebagai media atau fasilitas penghormatan, sebagai daerah roh, sekaligus simbol dari orang yang sudah mati. Menhir banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah.

Dalam upacara pemujaan, menhir terhitung berfaedah untuk menambatkan hewan kurban. Tempat-tempat penemuan menhir di Indonesia, yakni Pasemah (Sumatera Selatan), Pugungharjo (Lampung), Kosala, Lebak Bondowoso (Jawa Timur), Trunyan dan Sembiran (Bali), Ngada (Flores), Belu (Timor), Bada-Besoha dan Tana Toraja (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan).

(3) Dolmen
Dolmen (dol= meja; men= batu) adalah batu besar bersama permukaan rata. Digunakan sebagai daerah menempatkan sesaji, pelinggih roh, dan daerah duduk ketua suku sehingga mendapat berkat magis dari leluhurnya. Bangunan ini ditemukan di Pulau Samosir (Sumatera Utara), Pasemah (Sumatera Selatan), Leles (Jawa Barat), serta Pekauman dan Pakian di Bondowoso (Jawa Timur).

(4) Sarkofagus
Sarkofagus adalah peti mati dari satu batu utuh terdiri atas wadah dan tutup. Mayat ditempatkan didalam posisi berbaring meringkuk. Sarkofagus banyak ditemukan di Indonesia lebih-lebih di Bondowoso (Jawa Timur) dan Bali. Pada Sarkofagus kerap dipahatkan motif kedok atau topeng didalam berbagai ekspresi untuk melindungi roh orang yang mati dari problem gaib.

(5) Kubur Batu
Kubur batu bersifat seperti sarkofagus. Akan tetapi, dibuat dari papan-papan batu. Banyak ditemukan di Pasemah (Sumatera Selatan ) dan Kajar, Gunung Kidul (DIY).

(6) Arca Batu
Beberapa arca simple menggambarkan para leluhur binatang (gajah, kerbau, monyet). Arca batu ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi. Di Pasemah (Sumatera Selatan) masyarakat di kira-kira mengaitkan arca batu bersama legenda Si Pahit Lidah. Arca batu terhitung ditemukan di Batu Raja dan Pager Dewa (Lampung), Kosala, Lebak Sibedug, dan Cisolok (Jawa Barat), Pekauman Bondowoso (Jawa Timur), serta Bada-Besoha (Sulawesi Tengah).

(7) Waruga
Waruga berpenampilan dan berfaedah seperti sarkofagus, tetapi bersama posisi mayat jongkok terlipat. Waruga hanya ditemukan di Minahasa. Selain sudah mengenal upacara perkabungan bahasa Melayu austronesia sudah mengenal formalitas pengayuan, fetisisme, dan mutilisi (asah gigi, tindik telinga, potong rambut, sunat, serta cabut gigi.

2) Zaman Logam
Pada zaman ini sudah sukses dibuat peralatan hidup dari logam, sebab pas itu sudah nampak golongan undagi atau golongan yang cekatan didalam laksanakan style usaha tertentu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal langkah melebur, mencetak, menempa, dan menuang.

Zaman logam dibagii jadi tiga zaman, yakni zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Namun di Indonesia hanya mengalami dua zaman logam, yakni zaman perunggu dan zaman besi.
a) Zaman Perunggu
Pasa zaman sudah dikenal logam campuran antara tembaga dan timah hitam yang menghasilkan perunggu. Teknik penuangannya bersama menggunakan langkah tehnik cetak lilin (a cire perdue). Alat-alat yang dihasilkan terhadap zaman ini antara lain; kapak corong (kapak yang menyerupai corong), nekara, moko, bejana perunggu, manik-manik, cendrasa.

b) Zaman Besi
Zaman besi adalah zaman akhir dari era prasejarah. Alat-alat yang digunakan terhadap era ini lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Dengan masuknya zaman besi ini, maka kebudayaan perunggu sudah digantikan bersama zaman besi.

c. Periodisasi Berdasarkan Perkembangan Kehidupan
Perkembangan kehidupan manusia purba di Indonesia dibagi ke didalam tiga masa, yakni era hidup berburu dan menyatukan makanan, era bercocok tanam dan beternak, dan era perundagian dan kemahiran teknik.

1) Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Manusia purba terhadap era berburu dan meramu disebut bersama food gathering (mengumpulkan bahan makanan). Pada era ini manusia benar-benar tergantung terhadap sumber daya alam. Kebutuhan hidup mereka tersedia terhadap alam. Agar mampu bertahan hidup, manusia terhadap era ini berburu dan menyatukan makanan. Untuk itu tidak mengherankan jika mereka hidupnya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya yang tersedia sumber makanan. Kebiasaan hidup berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain disebut bersama nomaden.

Binatang yang mampu mereka buru, antara lain rusa, babi, burung atau menangkap ikan di sungai, danau, dan pantai. Perburuan yang mereka laksanakan di hutan-hutan, di kira-kira daerah di mana mereka tinggal. Binatang yang sukses ditangkap kebanyakan mereka bakar sebelum di makan. Dengan demikian terhadap era berburu dan menyatukan makanan, manusia terhadap era ini sudah mengenal api. Selain berburu, mereka terhitung menyatukan umbi-umbian atau tumbuh-tumbuhan yang mampu di makan.

Guna hadapi tantangan alam yang begitu keras, lebih-lebih dari serangan binatang buas mereka hidup bekerja serupa dan berkelompok. Dengan berkelompok bakal mempermudahkan mereka untuk menaklukan binatang buas atau binatang buruan. Hidup berkelompok memudahkan perburuan dan keamanan.

Berdasarkan alat-alat yang ditemukan, manusia purba terhadap era ini menggunakan alat dari batu, tulang dan kayu. Alat-alat yang digunakan itu tetap kasar dan benar-benar sederhana. Contoh alat-alat yang ditemukan terhadap era berburu dan menyatukan makanan, antara lain chopper. Alat yang terbuat dari batu ini bersifat kapak yang tidak bertangkai dan langkah menggunakan kapak ini digenggam bersama tangan. Fungsinya mampu digunakan untuk memukul atau menggali.

Daerah penemuan style kapak genggam antara lain Pacitan, Sukabumi, Ciamis, Gombong, Bengkulu, Lahat, Cabbenge, Bali, Flores, dan Timor. Selain kapak genggam, ditemukan pula alat lainnya yang terbuat dari tulang belulang binatang. Bagian tulang yang digunakan kebanyakan bagian tanduk dan kaki. Alat dari tulang ini dipergunakan untuk menggali umbi-umbian. Alat ini terhitung mampu digunakan sebagai ujung tombak untuk kepentingan perburuan serta menangkap ikan.

Alat-alat lainnya yang ditemukan adalah alat-alat serpih atau disebut bersama flakes. Bentuk alat ini simple dan dibuat kecil-kecil sekali bersama ukuran antara 10-20 cm. Alat-alat serpih ini berfaedah sebagai pisau dan menyatukan makanan ini masuk terhadap era palaeolithikum atau zaman batu tua. Ciri utama dari zaman ini, yakni alat-alat dibuat benar-benar sederhana, kasar dan tidak halus sebab belum diasah.

2) Masa Bercocok Tanam
Pada awalannya kehidupan manusia benar-benar tergantung terhadap apa yang disediakan oleh alam. Tahap kehidupan ini tersedia terhadap era berburu dan menyatukan makanan. Perkembangan selanjutnya, manusia mampu mengolah alam. Kemampuan awal mengolah alam untuk mencukupi keperluan hidupnya. Masuk terhadap era bercocok tanam. Pada era bercocok tanam, manusia praaksara punyai kekuatan sediakan makanan didalam jangka pas tertentu.

Manusai Praaksara mampu sediakan makanan sendiri sebab terhadap step ini, manusia mampu mengolah tumbuh-tumbuhan dan mengembangbiakan binatang ternak. Manusia mampu menanam berbagai style tumbuhan yang seluruh tumbuh liar, seperti menanam padi dan umbi-umbian. Mereka mampu mengolah tumbuhan itu sehingga mampu dimanfaatkan sebagai makanan.

Pada step bercocok tanam, daerah tinggal manusia tidak berpindah-pindah seperti halnya terhadap era berburu dan menyatukan makanan. Pada era bercocok tanam, manusia secara berkelompok sudah mulai hidup menetap. Mereka tidak wajib berpindah-pindah ulang sebab persediaan makanan melalui bercocok tanam sudah tercukupi.

Berhuma merupakan langkah bercocok tanam yang digunakan oleh manusia praaksara terhadap era itu. Cara berhuma digunakan bersama membersihkan hutan dan menanaminya. Karena proses berhuma memakan pas yang lama, manusia praaksara tinggal di daerah mereka berhuma dan membangun rumah. Rumah itu terbuat dari kayu. Pada era itu, manusia praaksara hidup berpindah-pindah. Ketika tanah mereka oleh tidak subur lagi, mereka pindah berhuma ke daerah lain dan tempat tinggal itupun ditinggalkan. Teknik bercocok tanam bersama berhuma tetap selamanya digunakan sampai pas ini. Teknik berhuma digunakan terhadap daerah-daerah yang kurang bersama proses perairannya.

Masa bercocok tanam manusia praaksara menghasilkan berbagai alat kehidupan. Alat-alat itu tersedia yang terbuat dari batu, tulang, dan kayu. Alat atau benda-benda yang terbuat dari batu terhadap era bercocok tanam ini masuk didalam zaman mesolithikum (zaman batu pertengahan) dan neolithikum (zaman batu muda). Berbeda bersama era sebelumnya, terhadap era bercocok tanam alat-alat yang dihasilkan sudah mengalami perkembangan. Jika terhadap era berburu dan menyatukan makanan alat yang dibuat dari batu tetap kasar, maka terhadap era bercocok tanam alat-alatnya sudah mulai halus. Pada era ini sudah dibuat terhitung tembikar atau periuk belanga yang terbuat dari tanah review dan digunakan untuk memasak. Diduga kesibukan perdagangan terhitung sudah berjalan terhadap era ini bersama proses barter. Barang yang dipertukarkan bersifat hasil pertanian, alat pertanian, hasil ternak, dan hasil perikanan.

3) Masa Perundagian
Zaman logam merupakan fase terakhir pertumbuhan peradaban prasejarah. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah ras Austronesia dari daratan Asia. Ciri zaman ini adalah ada kekuatan terhadap masyarakat Indonesia didalam pengolahan logam. Barang-barang yang digunakan menggunakan bahan dari logam. Meskipun sudah mengenal logam, tidak artinya pemanfaatan barang-barang dari batu tidak digunakan. Masih banyak masyarakat terhadap zaman ini menggunakan alat-alat dari batu.

Bahan logam persediaannya tetap terbatas. Dengan keterbatasan ini, hanya orang-orang khusus saja yang menggunakan logam. Butuh keahlian khusus untuk mengolah logam. Terbatasnya pemanfaatan bahan dari logam, memperlihatkan terbentuknya suatu lapisan sosial. Ada grup khusus yang mampu punyai bahan dari logam. Karena bahan dan keahlian memicu logam benar-benar terbatas, maka untuk memperoleh barang logam itu orang wajib membelinya. Besar barangkali terhadap era perundagian ini orang sudah laksanakan perdagangan bahan logam. Dengan perdagangan barang dari logam ini masyarakat sudah mulai berinteraksi bersama dunia luar.

Bersamaan bersama datangnya migrasi dan percampuran budaya, maka pertanian mengalami kemajuan pesat. Hal ini terhitung didorong oleh alat-alat pertanian yang tambah menunjang. Meningkatnya pertumbuhan pertanian mendorong masyarakat lain untuk bertempat tinggal di perkampungan yang serupa sehingga berkembang jadi sebuah desa. Di desa-desa inilah lantas peradaban perundagian tambah dikembangkan. Mereka mulai mengolah alat-alat pertanian, alat tempat tinggal tangga, dan alat upacara.

3. Nilai-Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia
Belajar dari kehidupan manusia terhadap zaman prasejarah, maka terkandung nilai-nilai budaya sebagai peninggalan yang mampu kami maknai. Adapun nilai-nilai itu sebagai berikut;
a. Nilai Gotong Royong
Manusia prasejarah hidup secara berkelompok, bekerja untuk kepentingan bersama, membangun tempat tinggal terhitung ditunaikan secara bersama. Hal itu yang mampu dibuktikan dari ada bangunan-bangunan megalith yang mampu dipastikan dibangun secara gotong royong.

b. Nilai Keadilan
Nilai keadilan sudah diterapkan didalam kehidupan masyarakat prasejarah sejak era berburu, yakni ada proporsi tugas cocok bersama kekuatan dan keahliannya. Tugas utama kaum laki-laki tidak sama bersama kaum perempuan. Sikap keadilan ini berkembang terhadap era perundagian. Dari nilai itu, mencerminkan sikap yang adil sebab tiap tiap orang bakal memperoleh hak dan kewajiban yang berimbang bersama keahliannya.

c. Nilai Musyawarah
Nilai musyawarah sudah dikembangkan oleh masyarakat prasejarah didalam hubungan bermasyarakatnya seperti didalam penentuan pemimpin usaha pertanian dan perburuan. Hal itu jadi basic bagi tumbuh dan berkembangnya komitmen hidup demokrasi.

d. Nilai Religius
Nilai religius mencerminkan ada kepercayaan terhadap suatu hal yang berkuasa atas mereka. Dalam perihal ini mereka mengusahakan menghambat perilakunya. Sikap yang wajib diwariskan adalah sikap penghormatan kepada yang lain, menyesuaikan prilaku sehingga tidak semaunya dan penghormatan serta pemujaan sebagai basic keagamaan.

4. Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Nenek moyang Indonesia berasal dari Yunan (daerah hulu Sungai Mekong dan Sungai Salwin) letaknya di antara negara Tiongkok dan Vietnam. Yunan merupakan dataran tinggi kering bersama ketinggian biasanya 100 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup rerumputan dan pepohonan yang rendah, serta semak belukar. Wilayah Yunan terbelah oleh jurang yang lumayan didalam sehingga menghambat gerak penduduknya didalam mencukupi keperluan pangan.

Pada pas bermigrasi ke Indonesia mereka belum mengenal tulisan. Tujuan mereka bermigrasi yakni untuk mencukupi keperluan hidupnya, awalannya mereka hidup secara nomaden yakni bergeser dari satu daerah ke daerah yang lain.

Tempat yang jadi target mereka adalah daerah yang menghasilkan sumber-sumber makanan untuk mencukupi keperluan hidupnya. Pada pas itu, wilayah daratan Indonesia tetap menyatu bersama daratan Asia. Hal ini dibuktikan bersama ada persamaan style fauna (binatang) yang hidup di Asia dan Indonesia bagian barat. Yunani terhitung rumpun bangsa Austronesia, laksanakan pemindahan sebab terserang bangsa Mongolia terhadap 2000 SM. Perpindahan nenek moyang Indonesia terbagi didalam dua periode, yakni;

a. Proto Melayu (Melayu Tua) 1.500 SM
Bangsa Proto Melayu memasuki Nusantara melalui dua jalur yakni jalur barat dan timur. Bangsa Proto Melayu punyai peradaban (hasil kebudayaan) yang lebih tinggi dari terhadap Homo sapiens yang pernah ditemukan di Indonesia. Kebudayaan bangsa Proto Melayu disebut kebudayaan Neolithikum (batu muda). Benda-benda hasil kebudayaan tetap terbuat dari batu, tetapi batu itu sudah dihaluskan dan tidak kasar, seperti kapak persegi dan kapak lonjong. Kebudayaan kapak persegi dibawa Proto Melayu yang melalui jalur barat dan kapak lonjong dibawa melalui jalur timur. Proto Melayu berasal dari Yunan yang punyai mata pencaharian berburu dan menyatukan makanan. Selanjutnya, mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif.

Rute yang ditempuh pas laksanakan migrasi ke Indonesia mampu diketahui dari peralatan yang mereka tinggalkan di daerah yang dilewati. Misal; kapak persegi panjang (rectangular axe) yang banyak ditemukan di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan seluruh Nusa Tenggara. Adapun jalur persebaran Melayu Tua yakni;
Jalur barat/ Jalur selatan; Yunan-Laut Tiongkok Selatan-Selat Malaka-Sumatera-Jawa-Kalimantan. Mereka disebut sebagai ras Austronesia yang mempunyai kebudayaan kapak persegi.
Jalur timur/ Jalur utara; Yunan-Formosa/ Taiwan-Jepang-Filipina-Sulawasi-Irian.
Bangsa Proto Melayu mempunyai kebudayaan Neolithikum yang pusatnya di Bacson dan Hoabin. Karena ditemukan kebudayaan kapak lonjong dan kapa persegi Bangsa Proto merupakan ras Papua Melanosoid yang berasimilasi bersama ras Austro-Melanosoid dan Melayu Baru. Tetapi Proto Melayu tidak sudi berasimilasi bersama hidup mengasingkan diri dan jadi suku Toraja, suku Batak, dan Suku Dayak.

Bangsa Proto Melayu didalam perkembangannya mulai terdesak ke arah timur Nusantara sebab kedatangan bangsa Deutro Melayu. Pada zaman sekarang, kami tetap mampu menemui keturunan bangsa Proto Melayu, seperti Suku Toraja, Papua, Batak, dan lain sebagainya.

b. Deutro Melayu / Malayu Baru (500 SM)
Deutro Melayu merupakan ras yang singgah dari Indocina bagian selatan. Bangsa Deutro Melayu memasuki wilayah Indonesia sejak 500 SM bersama mempunyai kebudayaan logam yang berasal dari Vietnam utara (Dongson) sehingga Deutro Melayu kerap disebut bersama orang-orang Dongson. Jalur yang ditempuh untuk sampai ke Indonesia adalah jalur barat dan selatan yakni melalui daratan Asia-Semenanjung Malaka-Jawa-Sumatera-Kalimantan. Apabila dibandingkan bersama ras Proto Melayu, peradaban Deutro Melayu lebih tinggi. Deutro Melayu memicu perkakas dari perunggu. Peradaban Deutro Melayu ditandai bersama keahlian mereka mengerjakan logam bersama sempurna.

Perpindahan Deutro Melayu ke kepulauan Indonesia mampu dilihat dari rute persebaran alat-alat yang ditinggalkan di sebagian kepulauan Indonesia mampu dilihat dari rute persebaran alat-alat yang ditinggalkan di sebagian kepulauan di Indonesia. Alat yang mereka tinggalkan bersifat kapak persegi panjang. Peradaban itu mampu dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur.

Perpindahan yang ditunaikan Deutro Melayu tersedia terhitung yang menggunakan jalur pelayaran laut. Sebagian dari ras Deutro Melayu tersedia yang mencapai kepulauan Jepang, bahkan tersedia yang sampai ke Madagaskar. Kedatangan ras Deutro Melayu tambah lama tambah banyak di kepulauan Indonesia. Dalam pertumbuhan selanjutnya, Proto Melayu dan Deutro Melayu membaur dan lantas jadi masyarakat di kepulauan Indonesia. Proto Melayu meliputi masyarakat di Gayo dan Alas di Sumatera bagian utara serta Toraja di Sulawesi. Semua masyarakat di kepulauan Indonesia, jika masyarakat papua dan yang tinggal di kira-kira pulau-pulau Papua adalah ras Deutro Melayu.

Baca Juga :

Dirikan SMA Advent Guna Menunjang Mental Rohani Anak Papua

Dirikan SMA Advent Guna Menunjang Mental Rohani Anak Papua

Dirikan SMA Advent Guna Menunjang Mental Rohani Anak Papua
Dirikan SMA Advent Guna Menunjang Mental Rohani Anak Papua

Yayasan Pendidikan Advent Daerah Papua yang telah mendirikan Sekolah Dasar (SD)

dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), kini Yayasan tersebut akan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Advent yang akan didirikan pada tahun 2017 dimana sekolah SMA ini bertujuan untuk mengakomodir anak-anak Papua agar kedepannya dapat menciptakan anak-anak yang mempunyai mental rohani yang kuat bagi bangsa.

Pada acara seminar rencana persiapan pembukaan SMA Advent Argapura, Mesakh Waramory, MA. Ed yang menjabat sebagai Direktur Pendidikan Advent Daerah Misi Papua menuturkan bahwa setelah melakukan pembangunan SD dan SMP, pembangunan SMA tersebut merupakan pendidikan yang berimbang agar nantinya bisa mempunyai mental rohani yang kuat.
Baca juga : Jasa Raharja Dirikan Taman Baca di Perbatasan RI – PNG

“Rencananya pembangunan akan dilakukan pada ajaran 2017 dan tahun ajaran 2018,

sekolah ini tidak hanya khusus dari SMP Advent saja akan tetapi dari SMP luar juga bisa masuk,” ungkap Mesakh kepada PNID pada hari Rabu kemarin.

Tujuan dari didirakannya SMA Advent ini bukan hanya membentuk mental rohani para siswa, melainkan yang lebih utama adalah dapat membentuk karakter dan fisik yang pada nantinya para siswa dan siswi mempunyai bekal serta menjadi panutan untuk menjadi pemimpin di Papua nantinya.

Kadis Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa sangat mendukung dengan didirikannya SMA

Advent tersebut dimana selama ini Kota Jayapura belum mempunyai SMA Advent.

“Jadi kami sebagai pemerintah mendukung sekali apa yang dilakukan Yayasan Advent bagaimana peluasan mutu yang bermuara pada peningkatan sumber daya manusia khususnya anak-anak Papua,” tuturnya.
Baca juga : Pemerintah Papua Apresiasi BUMN Beri Beasiswa Pada Anak Papua

Namun, pihaknya akan memberikan uji coba SMA tersebut selama 2 tahun dan apabila ada dalam 1 kelas bisa terisi 20 siswa dan tahun depannya bisa bertambah maka akan dibantu untuk pengurusan izinnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa sekolah Advent mempunyai hari belajar 5 hari saja, untuk itu ini juga bisa menjawab tantangan mengnai sekolah 5 hari tau yang lebih dikenal dengan Full Day

 

Baca Juga :