Saat Mendikbud Berkunjung, KIP Dikeluhkan Siswa

Saat Mendikbud Berkunjung, KIP Dikeluhkan Siswa

Saat Mendikbud Berkunjung, KIP Dikeluhkan Siswa
Saat Mendikbud Berkunjung, KIP Dikeluhkan Siswa

Saat Mendikbud Muhadjir Effendy melakukan kunjungannya ke Mimika

. Dalam hal ini Dinas Pendidikan berserta para guru dan para pelajar dibeberapa sekolah.

Muhadjir mengatakan bahwa, tujuannya melakukan kunjungan ialah menyangkut Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dari setiap daerah di Papua yang telah ia kunjungi, hampir semuanya memiliki masalah yang sama yaitu soal distribusi.

“Karena kartunya itu yang mestinya ke pihak orang tua yang punya anak usia sekolah

, tapi kelihatan dari distribusi hanya diserahkan ke distrik. Pihak distrik kesulitan untuk menyalurkan ke keluarga pertama karena memang wilayahnya sangat jauh, berpencar-pencar dan memang sebetulnya itu bukan kewajiban distrik,” katanya Senin (10/10).
Baca juga : Kemsos RI Memberikan Dana PKH Kepada 4.792 Masyarakat Kurang Mampu di Jayapura

Pada sela-sela berbincang dengan para pelajar ia menanyakan soal memiliki KIP dan sebagian siswa pun merespon memiliki KIP, Namun meski para pelajar telah memiliki KIP tetapi Kertu sakti tersebut belum bisa digunakan lantaran tidak dapat diuangkan.

Tanggapi hal itu, Muhadjir menjelaskan, permasalahan ini hanya persoalan bank saja. Oleh karena itu

, ia meminta Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan bank terkait.

“Jadi kalau KIP masuk ke sekolah, sekolah sudah masukkan data pendidikan dan dikirim ke Jakarta itu, otomatis sudah ada dana yang dikirim ke bank,” tuturnya. (red.dt)

 

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/negara-yang-menjajah-indonesia/