Program Bakti Pada Guru CPFI Songsong Generasi Emas 2045

Program Bakti Pada Guru CPFI Songsong Generasi Emas 2045

Program Bakti Pada Guru CPFI Songsong Generasi Emas 2045
Program Bakti Pada Guru CPFI Songsong Generasi Emas 2045

Pembangunan karakter bangsa haruslah dimulai dengan pendidikan nilai-nilai yang didukung oleh lingkungan masyarakat,

dan pemerintahan negara yang memberikan keteladanan tentang penyelenggaraan nilai-nilai itu secara nyata dalam seluruh perikehidupan bangsa.

Namun dewasa ini, proses globalisasi memungkinkan tumbuhnya berbagai macam kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki kompetensi yang tinggi untuk bersaing. Akan tetapi tentu saja, arus informasi global yang tanpa batas ditambah dengan perubahan yang cepat dalam masyarakat menuntut kesiapan setiap orang untuk menghadapi berbagai persoalan yang timbul.

Disisi lain, persoalan globalisasi juga menimbulkan ancaman berupa terkikisnya identitas nasional (national identity) dan pengaruh poitik akhir-akhir ini.
Karena derasnya arus informasi global pada saat ini, rakyat Indonesia terutama generasi mudanya telah mulai meninggalkan tradisi dan budaya warisan leluhur yang telah sekian lama membentuk karakter rakyat nusantara.

Sebagian anak muda seolah telah kehilangan sikap spiritualitas, sopan santun, keramahtamahan

, sabar, prihatin dalam berjuang, tepo saliro, tolong menolong (gotong royong), dan ketulusan bertindak yang telah berabad-abad dipraktekkan oleh nenek moyang kita.

Apabila kondisi ini dibiarkan terus terjadi, maka lambat laun bangsa Indonesia akan kehilangan jadi dirinya. Identitas nasional bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai budaya dengan ciri-ciri khas seperti adanya nilai-nilai spritualitas, gotong royong, sopan santun, penghargaan terhadap kebinekaan, toleransi, dan keramahtamahan akan lenyap.

Berkaca dari hal tersebut, penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda pada usia wajib belajar

khususnya siswa SD dan SLTP, menjadi urgen untuk dilaksanakan.

Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik.

Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, penguatan karakter generasi muda perlu dilakukan agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21.

Sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tuladho, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”, maka seorang guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.

Oleh karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam pendidikan dan ia harus menjadi sosok yang mencerahkan, yang membuka alam dan pikir serta jiwa, memupuk nilai-nilai kasih sayang, nilai-nilai keteladanan, nilai-nilai perilaku, nilai-nilai moralitas, nilai-nilai kebhinnekaan.

PT. Charoen Pokphand Indonesia melalui Charoen Pokpgand Foundation”Indonesia (CPFI) bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Univesitas Diponegoro Semarang memberikan Progam Bakti Pada Guru dengan pengembangan diri bagi Guru yang IDEAL” (Guru yang Inspiratif, Dedikatif, Empatik, dan ber Akhlak mulia dan berbudi Luhur).

“Yang mana progam ini kami laksanakan sebagai wujud bakti kami kepada para guru untuk membantu pembentukan karakter ke-Indonesiaan bagi siswanya,” ungkap Sekjend Charoen Pokphand Foundation Andi Magdalena Siadari dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi RMOLJabar, Kamis (25/10).

Dijelaskannya, progam ini menekankan sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberi yang terbaik kepada bangsa sebagai Guru IDEAL yang mampu menjadi dambaan peserta didik dan sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan.

“Sehingga, kehadirannya dirindukan oleh peserta didiknya. Wajah guru yang selalu ceria, senang, dan selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya (Salam, Sapa, Sopan, Senyum, dan Sabar) yang di idolakan oleh anak didik,” tutur Magdalena.

Pada 13 September 2017 bertempat di GOR Tanjung Priok, Progam Bakti Pada Guru dengan target 1000 Guru peserta pelatihan dicanangkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Hamid Muhammad. Sampai dengan bulan Juni 2018, Progam Bakti Pada Guru telah dilaksanakan di 16 tempat yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua dengan total peserta 1.550 orang

Ditambahkannya, khusus di Kabupaten Sukabumi kegiatan Bakti Pada Guru yang digelar dari 22-23 Oktober 2018 berlokasi di Gedung Islamic Center Kota Sukabumi diikuti oleh 110 Guru SD dan SMP sederajat.

Bahkan berkat program ini, Charoen Pokphand Foundation Indonesia mendapat anugerah Rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pelatihan penguatan pendidikan karakter secara bersambung kepada guru terbanyak”.
Pemberian Rekor ini telah dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Tebu Ireng bersamaan dengan pembukaan Bakti Pada Guru Kabupaten Jombang tanggal 11-12 Juli 2018.

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-laut-jawa/