Premis Pertama: Metode Materialis-keadaan nyata manusia

Premis Pertama: Metode Materialis-keadaan nyata manusia

Premis Pertama: Metode Materialis-keadaan nyata manusia
Premis Pertama: Metode Materialis-keadaan nyata manusia

Manusia menurut Marx adalah

individu yang nyata, yang mempunyai aktivitas dan kondisi material, di mana eksistensi manusia ditengarai oleh aktivitas-aktivitasnya. Manusia membedakan dirinya dengan binatang karena kesadaran, tetapi kesadaran dalam hal ini berbeda dengan Hegel, kesadaran menurut Marx adalah kesadaran terhadap cara bertahan hidup yang memproduksi aktualitas kehidupan materialnya. Cara manusia bertahan hidup mulanya tergantung pada alam, kemampuan aktualitas dan mereproduksi diri. Apa yang manusia kehendaki tak saja menunjukkan apa yang mereka produksi tetapi juga bagaimana mereka memproduksi.[16] Dalam bahasa Marx: di dalam setiap cara produksi, pada awalnya merupakan capaian korespondensi antara kekuatan produksi dan hubungan produksi. Kekuatan produksi ialah segala sesuatu yang meningkatkan penguasaan manusia atau alam dalam rangka mewujudkan kepuasan keinginan. Teknologi, ilmu dan ketrampilan manusia merupakan kekuatan produksi yang penting. Hubungan produksi ialah pembagian kerja antara tenaga kerja di dalam proses produksi. Hubungan produksi ini direalisasikan dalam struktur pengorganisasian sosial produksi (verkehr), sehingga membentuk hubungan antara buruh dengan majikan (pemilik modal). Hubungan produksi ini terbangun karena faktor kepemilikan pribadi di dalam struktur masyarakat kelas.

 

Mengenai kepemilikan pribadi ini

Marx mendeskripsikan tiga tahap perkembangan masyarakat, yakni kesukuan, komunal purba dan feodal. Pertama, kepemilikan pada masyarakat kesukuan yang hidup dari berburu dan memancing ikan, meramu makanan, terbentuk secara alamiah. Struktur sosial berbasis keluarga, antara pemilik dan budak bersatu di dalamnya. Kedua, kepemilikan pada masyarakat komunal purba dan negara, ditentukan oleh kesepakatan atau perampasan. Struktur masyarakat terbentuk berdasarkan kepemilikan komunal, namun siapa yang berkuasa dinilai berdasarkan kepemilikan pribadi. Ketiga, kepemilikan pada masyarakat feodal berdasarkan kepemilikan pribadi atas tanah. Mereka yang mempunyai kekuatan militer dan jumlah budak banyak menunjukkan posisinya dalam struktur tersebut. Organisasi sosial feodal merupakan asosiasi reproduksi kelas, yang berhubungan dengan kota untuk membentuk korporasi pribadi dan perdagangan.

 

Selain faktor ekonomis, materialisme

tidak mengesampingkan produksi gagasan, konsepsi dan kesadaran yang berhubungan dengan aktivitas material atau pertukaran material antara manusia, bahasa dalam kehidupan nyata. Manusia adalah produsen gagasan, konsep, dan seluruhnya dikondisikan oleh kekuatan produksi dan pertukaran. Kesadaran eksistensi manusia terbentuk karena aktualitas proses hidup. Hal ini berkebalikan dengan ideologi Jerman yang mendasarkan kesadaran seperti “dari surga turun ke bumi”, maka Marx mendasarkan kesadaran “dari bumi naik ke surga”.

Sumber : http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi