Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda
Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) mengadakan peluncuran buku 20 Kisah

Perantau Ilmu di Gramedia Depok. Acara yang menghadirkan para pengurus dan mantan pengurus PPI Dunia ini berlangsung penuh haru bahagia atas penuturan-penuturan penulis yang mengisahkan keberangkatannya kuliah ke luar negeri.

Salah satunya adalah kisah dari Zakiyah Eke yang untuk dapat bisa meraih mimpinya Eke harus melalui jalan terjal dan berliku. ’’Saya lima kali gagal tes IELTS, saat itu saya sedang bekerja. Uang gajian saya gunakan untuk membiayai persiapan dan ujian IELTS,’’ papar Eke.

Penolakan-penolakan dan kegagalan sudah menjadi makanannya selama tiga tahun

memperjuangkan mimpinya. Saat itu, Eke juga sedang bekerja saat proses mendaftar beasiswa sekolah ke luar negeri, sehingga dia harus putar otak dan membagi waktu untuk belajar dan mempersiapkan persyaratan kuliah di luar negeri seperti IELTS dan surat-surat lainnya.

Khusus untuk IELTS, Eke menyiapkan waktu tersendiri. Eke sengaja datang ke kantor 2 jam

sebelum jam masuk kantor agar bisa belajar IELTS dan juga sepulang kerja Eke meluangkan waktu untuk belajar minimal dua jam. Tetapi, ternyata kedisiplinan belajar tidaklah cukup, butuh dedikasi dan di sinilah kekuatan mimpi diuji.

Tidak serta-merta Eke mendapatkan nilai IELTS yang cukup memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri pada beasiswa atau sekolah yang diinginkan. Eke harus mengalami kegagalan lima kali tes IELTS hingga tes ke enam dapat membawanya kuliah ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah Belanda. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html