Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus
Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Pemprov DKI Jakarta mengganti aturan ruangan merokok

Dengan keharusan merokok di luar gedung. Walaupun di luar gedung, Pemprov DKI juga tetap harus membuat aturan soal area khusus.

“Intinya merokok itu dilokalisir. Jangan karena merokok harus di luar gedung, terus pengunjung sembarangan merokok mentang-mentang sudah di luar gedung,” kata Ketua YLKI Soedaryatmo ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2010).

 

Menurut Soedaryatmo

pelaksanaan aturan ruangan khusus merokok memang lemah dalam pengawasan. Antara satu mal dan mal lain, satu gedung dan gedung lain, berbeda pelaksanaannya. Ada yang ketat, namun ada juga yang longgar.

“Memang ada problem pengawasan merokok. Kalau pengelola mal punya komitmen, satpamnya bisa menegur pengunjung,” jelasnya.

 

Jika Pemprov DKI membuat aturan merokok harus di luar gedung

YLKI setuju saja. Namun tetap harus ada area di luar gedung itu yang menandakan itu tempat untuk merokok. Sehingga orang tetap tidak merokok sembarangan, walau di luar gedung.

“Lokasinya ditentukan, misalnya di dekat pintu masuk. Supaya orang tetap gampang kalau mau keluar masuk gedung. Nanti sebelum masuk gedung, rokoknya dimatikan,” katanya.

Pemprov DKI mengeluarkan Peraturan Gubernur No 88/2010 tentang Perubahan Pergub No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Ruangan khusus merokok ditiadakan, namun orang merokok harus di luar gedung.

Baca Juga :