Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan
Mengenal Tentang Proses Terbentuknya Hujan

Hujan terbentuk melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

Tahap I

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya sinar matahari. Air yang menguap, khususnya air laut, membentuk partikel-partikel (aerosol) yang kaya akan garam dan melayang-layang di udara menuju atmosfir langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain, melalui mekanisme yang disebut perangkap air. 

Tahap II

Di atmosfir langit yang tinggi, uap air tersebut mengembun dan mengalami proses pemadatan atau kondensasi, di sekeliling butiran-butiran garam dan partikel-partikel debu, sehingga membentuk awan. Awan ini pada dasarnya adalah butiran-butiran air hujan yang sangat kecil (diameter antara 0,01 dan 0,02 nm). Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut dapat bergerak, menyebar secara vertikal, horizontal maupun diagonal, sehingga menutupi langit. 

Tahap III

Akibat angin atau udara yang bergerak ini, awan-awan yang merupakan partikel-partikel air yang mengelilingi butiran-butiran garam dan partikel-partikel debu, akan saling bertemu dan membesar yang bergerak ke atas menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin, dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin, akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi atau mengalami proses presipitasi menjadi hujan. Semakin tinggi udara tersebut, semakin dingin pula udara awan tersebut, akibatnya es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, tetapi jika suhunya sedemikian rendah maka yang turun, tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, tetapi juga bisa berbentuk embun atau kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi, jika bertemu dengan udara yang kering, maka sebagian hujan tersebut dapat menguap kembali ke udara. 

 

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)