Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker
Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

 

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan

yang paling ditakuti oleh seluruh orang di dunia. Penyakit kanker yang sering sekali dialami biasanya oleh wanita karena ada banyak jenisnya, mulai kanker serviks hingga kanker payudara.

Banyak perempuan yang merasa bila hidup mereka kebanyakan terenggut karena penyakit kanker, padahal sebuah penelitian di Australia, mengatakan bahwa laki-laki lebih banyak yang tidak selamat karena terserang kanker.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Causes & Control seperti dilansir dari news, Selasa (6/11) menjelaskan bahwa laki-laki memiliki tingkat ketahanan hidup lima tahun lebih rendah daripada perempuan jika terkena kanker kepala dan leher, kanker kerongkongan, usus besar atau dubur, kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker tulang, kanker melanoma, kanker mesothelioma, kanker ginjal, kanker tiroid dan kanker limfoma non-Hodgkin.

Sementara untuk tingkat kelangsungan hidup

pada pasien perempuan lebih rendah daripada laki-laki jika mengidap kanker kandung kemih, kanker ginjal, dan kanker panggul atau ureter.

Penelitian ini berasal dari data sekitar 240.801 laki-laki

Dan 173.773 perempuan di pusat kanker Victoria antara tahun 1982 hingga 2015. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kelangsungan hidup selama lima tahun untuk 25 jenis kanker akan lebih rendah untuk laki-laki daripada perempuan serta tingkat kematian 13 persen lebih tinggi akibat kanker untuk laki-laki.

Peneliti utama penelitian tersebut Nina Afshar mengatakan ada beberapa teori mengapa laki-laki memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih buruk daripada perempuan, termasuk tingkat stadium kanker ketika didiagnosis dan gaya hidup.

Mengidentifikasi dan memahami mekanisme kompleks

Di balik perbedaan jenis kelamin dalam kelangsungan hidup pasien kanker akan membantu membentuk intervensi yang efektif untuk mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan hasil kanker untuk laki-laki dan perempuan,” kata Afshar.

Baca Juga :