Revolusi Tiongkok

Table of Contents

Revolusi Tiongkok

“Belajarlah hingga ke Negeri Tiongkok”, kamu pasti pernah mendengar kutipan itu, ‘kan, Squad? Pepatah itu terlihat gara-gara Tiongkok sudah diakui sebagai “pusat dunia” sejak zaman dulu. Meski Tiongkok sudah jadi “negara besar” sejak lama, bukan berarti Tiongkok tidak pernah di dalam situasi terpuruk. Masa-masa terjadinya revolusi Tiongkok bisa saja jadi tidak benar satu masa jelek yang pernah dialami Tiongkok. Kita cari mengetahui yuk bagaimana Revolusi Tiongkok berjalan dan apa penyebabnya!

Latar Belakang Revolusi Tiongkok

Latar belakang terjadinya Revolusi Tiongkok disebabkan berasal dari aspek internal negara Tiongkok dan aspek eksternal. Ini dia penyebab-penyebabnya:

Perlawanan atas dominasi asing

A. Perang Candu I dan II

Kedatangan bangsa-bangsa Barat awalnya di awali bersama dengan perdagangan. Kamu ingat apa yang diperjualbelikan di Indonesia? Yap, bener banget, rempah. Keadaan ini berlainan bersama dengan Tiongkok, gara-gara yang jadi komoditi adalah opium! Komoditas ini dipilih gara-gara mendatangkan keuntungan yang besar bagi Inggris. Sebetulnya, konsumsi bahan ini sudah dilarang oleh Kaisar gara-gara mengundang pengaruh yang buruk. Meski begitu, pihak Inggris tetap memaksa untuk memperjualbelikan komoditas ini. Duh, kok maksa, sih… Akhirnya, Kaisar menentukan untuk menghentikan perdagangan tidak sehat itu.

Akibat larangan tersebut, Inggris berikan perlawanan bersama dengan mengirim armada angkatan laut dan berhasil menguasai kota pelabuhan Hongkong, Kanton, Xiamen, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai. Tiongkok-pun terpaksa mengakui kelebihan Inggris bersama dengan diberi tanda tangan Perjanjian Nanking terhadap 1842.

Ternyata perangnya tidak berhenti hingga di situ. Pada 1856-1860 berjalan Perang Candu II antara Dinasti Qing bersama dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis. Penyebabnya gara-gara bangsa barat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan ke Tiongkok. Penyebab lainnya adalah gara-gara Tiongkok menghentikan kapal The Arrow punya Inggris. Untuk mengakhiri perang, muncullah perjanjian Treaty of Nanjing terhadap Juni 1858.

B. Invasi Jepang

Tahukah kamu terkecuali Tiongkok dan Jepang terlibat di dalam perang sepanjang setahun? Tepatnya 1894-1895, perang ini disebabkan gara-gara Pemberontakan Tonghak. Perlu jadi catatan, pemberontakan ini berjalan di Korea, bukan Tiongkok, Squad.

Pemberontakan dijalankan oleh petani-petani Korea yang marah dan pengikut agama Donghak, suatu agama panteisme yang dipandang sebagai ideologi politik. Mereka marah gara-gara dibikin hukum palsu bagi mereka untuk membangun waduk, padahal tujuannya hanya untuk meraih pajak. Akhirnya, para petani mengamuk dan pemerintah Korea yang kecemasan berharap dukungan terhadap Dinasti Qing (Tiongkok).

Setelah Tiongkok mengirimkan bantuan, Jepang marah gara-gara posisi Jepang pas itu tengah menguasai Semenanjung Korea. Tiongkok diakui tidak menjunjung Jepang gara-gara mengirim dukungan untuk Korea tanpa berharap izin Jepang. Akhirnya perang tidak sanggup dihindari. Tiongkok mengalami kekalahan di dalam perang ini dan perlu diberi tanda tangan Perjanjian Shimonoseki terhadap 19 Maret 1895. Akibatnya, Tiongkok perlu menyerahkan Pulau Formosa (Taiwan) kepada Jepang.

Masuknya Dominasi Asing

Masuknya paham-paham baru layaknya nasionalisme dan liberalisme memunculkan kaum terpelajar. Salah satunya adalah Dr. Sun Yat Sen (1866-1925).

Perlawanan berasal dari Dalam

Selain menghadapi perlawanan atas dominasi asing, Tiongkok perlu menghadapi perlawanan berasal dari dalam, yaitu rakyatnya sendiri. Di antaranya adalah:

– pemberontakan Taiping (1850-1864), merupakan perang saudara di Tiongkok yang berjalan berasal dari th. 1850 hingga 1864. Terjadi antara Dinasti Qing yang dipimpin oleh suku Manchu dan gerakan milenarianisme Kristen berasal dari Kerajaan Surgawi Perdamaian.

– Pemberontakan Nian (1853-1868), merupakan pemberontakan senjata. Meski gagal menjatuhkan Dinasti Qing, pemberontakan ini sebabkan kekacauan di dalam beraneka aspek.

– Pemberontakan Panthay (1855-1873), adalah gerakan separatis yang terdiri berasal dari suku Hui dan Muslim Tiongkok yang menentang Dinasti Qing di Yunnan barat daya. Gerakan ini terlihat sebagai anggota berasal dari gelombang ketidakpuasan etnis.

– Gerakan Boxer (1900-1901), merupakan pemberontakan terhadap kekuasaan asing di sektor perdagangan, politik, agama, dan teknologi. Boxer mengawali aksinya sebagai gerakan antiasing, antiimperialis, dan merupakan pergerakan berdasarkan petani di Tiongkok utara. Mereka menyerang orang asing yang membangun jalur kereta api dan melanggar Feng Shui, dan juga orang Kristen yang diakui bertanggung jawab untuk dominasi asing di Tiongkok.

Proses Terjadinya Revolusi Tiongkok

Proses Revolusi Tiongkok berjalan terhadap 11 Oktober 1911 dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen dan berhasil meruntuhkan Dinasti Qing. Revolusi ini berjalan gara-gara rakyat kecewa bersama dengan kepemimpinan Dinasti Qing, layaknya kekalahan perang atas bangsa Barat, ketidakcakapan kaisar-kaisar di dalam memimpin, serta penderitaan rakyat yang makin lama berat sebabkan revolusi tak terhindarkan lagi.

Pada 1 Januari 1912, Dr. Sun Yat Sen diangkat sebagai presiden dan Republik Tiongkok diakui terasa berdiri terhadap tanggal tersebut. Dr. Sun Yat Sen mengundurkan diri dan mendirikan partai Kuo Min Tang lantas digantikan oleh Yuan Shih Kai terhadap 12 Februari 1912. Masa pemerintahan Yuan Shih Kai tak berjalan lama gara-gara th. 1916 ia meninggal dunia.

Pemerintah kembali dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen, namun hanya hingga th. 1924. Kedudukannya digantikan Chiang Kai Shek dan berhasil mempersatukan Tiongkok anggota utara dan selatan. Sayangnya, masa pemerintahannya perlu menghadapi perlawanan berasal dari Mao Zedong yang berpaham komunis. Mao Zedong berhasil memenangkan perlawanan agar terhadap 1949 ia mendirikan Republik Rakyat Tiongkok yang berpaham komunis namun Chiang Kai Shek mendirikan negara Taiwan. Akibatnya, mengetahui komunis makin lama berkembang, terlebih di Asia.

Akibat berasal dari peristiwa-peristiwa di atas, pada akhirnya Tiongkok belajar melalui Revolusi Tiongkok.

Baca Juga :