Wapres Sebut Kegagalan Tes CPNS Terkait Gap Besar Pada Pendidikan

Wapres Sebut Kegagalan Tes CPNS Terkait Gap Besar Pada Pendidikan – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan tidak sedikit peserta yang tidak berhasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini lantaran terdapat kesenjangan edukasi di Indonesia.

Sebanyak 1,8 juta orang yang mengekor Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melulu sekitar delapan persen atau 100 ribu orang yang lolos.

Hal ini dikatakan JK saat menyerahkan sambutan dalam acara Tempo Economic Briefing di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (14/11).

“Saya baru menerima laporan dari Menpan RB hasil ujian masuk PNS. Terjadi perbedaan antara yang terbaik dan terbelakang, dengan kata lain pendidikan kita merasakan gap yang besar antara Jawa dan non-Jawa,” ujar JK.

Meski tak melafalkan secara mendetail data peserta CPNS yang lolos dari Jawa atau luar Jawa, JK menyaksikan kecenderungan lebih tidak sedikit peserta dari luar Jawa yang tak lolos CPNS.

Berkaca dari seleksi CPNS 2017, peserta dari luar Jawa memang tidak sedikit yang tak lolos tes. Kemenpan RB saat tersebut menyatakan peserta yang lolos seleksi administrasi di Jawa rata-rata lebih dari 20 persen. Sementara luar Jawa tak hingga lima persen.

“Jadi anda harus berjuang tingkatkan itu. Bukan melulu lewat teknologi, tapi pun mendidik orang untuk dapat ikuti ini,” katanya.

Kemenpan RB sebelumnya menyinggung tingkat kelulusan pada etape SKD di CPNS 2018 melulu di angka 10 persen ketika data yang masuk sudah menjangkau 60 persen.

Rendahnya tingkat kelulusan ini masih digodok oleh panitia seleksi nasional yang bakal dilanjutkan dengan perumusan Peraturan Menpan RB.

Tak menutup bisa jadi standar kelulusan tes CPNS tersebut akan diturunkan. Saat ini nilai ambang batas berada pada angka 298.

Tes CPNS di kementerian dan lembaga pusat, peserta yang lulus menjangkau 21,28 persen. Lalu guna tingkat pemerintah daerah, di Indonesia Barat 3,81 persen, Indonesia Tengah 1,33 persen, dan Indonesia Timur 0,17 persen.

Selengkapnya: sekolahan.co.id