Cara Menanam Bawang Putih Pada Dataran Rendah Untuk Hasil Panen Maksimal

Cara Menanam Bawang Putih Pada Dataran Rendah Untuk Hasil Panen Maksimal

Cara Menanam Bawang Putih dimulai dari sistem pengolahan lahan. Bawang putih dapat tumbuh tumbuh bersama baik terhadap lahan bersama tekstur tanah berlempung hingga lempung sedikit berpasir. Permintaan pasar terhadap bawang putih senantiasa mengalami peningkatan sebab selain untuk bumbu masakan, bawang putih termasuk bisa digunakan untuk pengobatan. Padahal, mengolah bawang putih didalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan pasar. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan pasar, pemerintah kudu mengimpor bawang putih dari luar negeri.

Cara Menanam Bawang Putih Pada Dataran Rendah Untuk Hasil Panen Maksimal

Produksi bawang putih di Indonesia belum bisa mencukupi kebutuhan pasar sebab terbatasnya jumlah petani yang menanam bawang putih yang sebab terbatasnya varietas bawang putih yang ditanam. Saat ini, varietas bawang putih yang ada hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi (> 800 mdpl).

Varietas bawang putih dataran rendah mengimbuhkan peluang terutama untuk ekstensifikasi bawang putih didalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan mengonsumsi bawah putih yang konsisten mengalami peningkatan tiap-tiap tahunnya. Berikut ini varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah :

Lumbu putih
Yogyakarta merupakan area yang pertama kali mengembangkan bawang putih varietas lumbu putih. Bawang putih bersama jenis lumbu putih ini punya umbi berwarna putih dan berat umbinya kurang lebih 7 gram bersama diameter umbi kurang lebih 3-3,5 cm, jumlah siung per umbinya kurang lebih 15-20 buah. Bawang putih jenis ini punya daun yang berukuran sempit yang lebarnya tidak cukup dari 1 cm. Posisi daunnya tegak dan membuahkan mengolah rata-rata 4-7 ton per ha.

Jati bawang
Varietas ini banyak dikembangkan di area Brebes, Jawa Tengah. Ciri bawang putih varietas ini yakni umbinya berwarna kekuningan tapi kulit luarnya senantiasa berwarna putih. umbinya berukuran agak kecil bersama diameter kurang lebih 3,5 cm. Setiap umbinya punya berat kurang lebih 10-13 gram, jumlah siung per umbinya terdiri dari 15-20 buah. Dan rata-rata membuahkan mengolah kurang lebih 3-3,5 ton per ha.

Bagor varietas
Bawang putih varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Memiliki kulit umbi buram berdiameter kurang lebih 3-3,5 cm. Umbinye berbentuk agak lonjong dan berwarna kuning bersama berat per umbinya hanya 8-10 gram dan memuat 14-21 siung per umbi. Varietas ini bisa membuahkan 5-7 ton bawang putih dari satu hektar lahan.

Sanur
Sesuai namanya, bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Varietas ini punya umbi yang berukuran besar, berdimeter kurang lebih 3,5-4 cm. Setiap umbinya membawa berat kurang lebih 10-13 gram. Umbinya berwarna kuning tapi selubung kulitnya berwarna putih. Dalam satu umbinya terdapat kurang lebih 15-20 siung. Dalam satu hektar lahan bisa membuahkan bawang putih yang bisa dipanen kurang lebih 4-6 ton per ha.

Langkah-langkah Menanam Bawang Putih
Persiapan Lahan
Tanaman bawang putih dataran rendah bisa tumbuh terhadap hampir seluruh jenis tanah. Namun jenis tanah terbaik untuk menanam bawang putih terhadap dataran rendah adalah tanah bertekstur tengah (lempung hingga lempung berpasir) bersama pH 5,6 – 6,8. Jika pH tanah <5,6, laksanakan pengapuran tanah menggunakan Dolomit dosis 1,5 ton per ha yang ditebarkan di atas bedengan lantas diaduk agar bercampur rata bersama tanah dan biarkan selama 2 minggu. Bawang putih sebetulnya merupakan tanaman yang tahan terhadap suhu panas, tapi dapat tumbuh bersama baik terhadap area yang punya suhu dingin yakni < 25 derajat Celcius. Waktu terbaik untuk menanam bawang putih terhadap dataran rendah yakni terhadap bulan Mei, Juni atau Juli.

Pembajakan tanah termasuk merupakan kegiatan didalam buat persiapan lahan untuk menanam bawang putih. tanah dibajak sebanyak 2-3 kali didalam seminggu agar tanah lebih gembur. Setelah dibajak, langkah seterusnya yakni pembuatan bedengan. Bedengan dibuat bersama lebar 60-150 dan tinggi 20-50 cm. Panjang bedengan sesuai bersama luas lahan yang ada. Pada antar bedengan dibuat parit untuk irigasi bersama lebar 30-40 cm. Untuk pencegahan penyakit layu sejak sebelum saat tanam, menggunakan Natural Glio sebanyak 100 gr (1 sachet) yang dicampur bersama 25-50 kgpupuk kandang masak dan dibiarkan (difermentasi) selama 1 minggu. Setelah di fermentasi selama 1 minggu, campuran tersebut disevar secara merata ke atas bedengan.

Penanaman
Umbi bibit yang ditanam kudu punya ukuran yang seragam. Umbi ditaam sedalam 2-3 cm. Ukuran jarak tanamnya sesuai bersama ukuran siung yang digunakan. Misalnya apabila bobot siung lebih berat dari 1,5 gram menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm. Apabila bobot siung lebih ringan 1,5 gram, menggunakan jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 10 cm.