Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof
Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian Teks Spoof

Teks Spoof adalah sebuah teks yang menceritakan kisah yang benar-benar terjadi, namun pada simpulan ceritanya “dibelokkan” sehingga menjadi kisah yang lucu.

Tujuan Teks Spoof :

Untuk menceritakan insiden dengan cara melibatkan twist (pelintiran) humor, serta untuk menghibur pembaca/pendengar

Struktur Generik Teks Spoof :

  1. Orientasi
  2. Peristiwa (-peristiwa)
  3. Twist (pelintiran)

Fitur Bahasa yang Dominan:

  1. Penggunaan kalimat pembuka “dahulu kala,” “suatu hari”
  2. Fokus pada orang, hewan, atau hal-hal tertentu lainnya
  3. Dimungkinkan adanya kata-kata bersanjak serta arkais
  4. Kata kerja aksi
  5. Teratur dalam hal kronologisnya.

Contoh Teks Spoof :

1. Malas ke Sekolah
Suatu pagi, seorang ibu mengetuk pintu kamar anaknya keras-keras untuk membangunkan anaknya yang semata wayang tersebut. Ia gemas sekali sebab jam dinding telah pukul 06.00 tetapi sang anak belum juga bangun.
“Bangun Budi, Waktunya kau ke sekolah! Sudah jam 06.00 lho”
“Males mami, Aku gak mau pergi.” Terdengar balasan dari dalam kamar.
“Berikan dua alasan kenapa kau malas dan tidak mau ke sekolah.” Si ibu bertanya gusar.
“Anak-anak di sekolah benci padaku mami, demikian juga guru-guru di sekolah, mereka juga benci aku!”
“Alah, itu bukan alasan yang sempurna Budi untuk memperbolehkan kau bolos. Keluar kini dan cepat mandi.”
“Kalau begitu mami, mami juga berikan alasan kepadaku kenapa saya harus ke sekolah.”
“Ya jelaslah, yang pertama, umurmu 52 tahun, dan yang kedua kau yakni kepala sekolah di sekolahmu. Cepetan Budi! Atau telingamu ibu jewer” si ibu berkata dengan tidak sabar.
2. Tiga orang teman
Tiga orang sahabat terdampar di pulau terpencil. Tiba-tiba, sebuah botol terdampar ke pantai dan jin muncul. Dia menyampaikan ” Aku akan menawarkan tiga cita-cita untuk kalian . Masing-masing dari kalian sanggup menciptakan satu cita-cita . “
Teman nomor satu bersemangat menyampaikan ” Saya berharap saya sedang liburan di Bali ” Seketika ia menghilang, keinginannya dikabulkan.
Teman nomor dua tersenyum dan berkata, “Aku berharap saya kembali ke rumah dan bertemu keluargaku. ” Seketika ia juga menghilang .
Jin meminta orang yang tersisa, ” Dan apa yang kau inginkan? “
Dia menjawab, ” Wah, saya harap teman-teman ku kembali untuk membantu ku memutuskan.”
3. Anjing Mengigit
Seorang laki-laki masuk ke sebuah toko dan melihat anjing kecil yang lucu. Dia bertanya pada penjaga toko, ” Apakah anjing mu menggigit?”
Penjaga toko mengatakan, ” Tidak , anjing ku tidak menggigit.”
Pria itu kemudian mengelus kepala anjing dan anjing itu menggigitnya.
“Aduh! ” Dia menyampaikan , ” Tadi kau menyampaikan anjing mu tidak menggigit!”
Penjaga toko menjawab, “Itu bukan anjing ku!”
Baca Artikel Lainnya:

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Kerajaan Tarumanegara atau Taruma ialah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa kepingan barat pada masa ke-4 hingga masa ke-7 m, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara ialah kerajaan hindu beraliran wisnu. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarman ialah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan gres pada tahun 397 yang terletak lebih akrab ke pantai. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan bencana pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibentuk tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara ialah Suryawarman (535 – 561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa tempat yang mendapatkan kembali kekuasaan pemerintahan atas wilayahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melaksanakan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.

Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara, yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan tanda-tanda bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, sentra pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa sanggup dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak), yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini hingga tahun 362 menjadi sentra pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Ketika sentra pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara, maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara ialah menantu raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara sebab wilayahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada.

Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memperlihatkan doktrin lebih banyak kepada raja tempat untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke tempat kepingan timur. Dalam tahun 526 M Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan gres di Kendan, tempat Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Perkembangan tempat timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M.

 

A. SUMBER-SUMBER SEJARAH

Bukti eksistensi Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti kerikil yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan ia memerintah hingga tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari informasi Tiongkok antara lain:

  1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak ialah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
  2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah tiba utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
  3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah tiba utusaan dari To-lo-mo.

Berdasarkan tiga informasi di atas para andal menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis pembiasaan kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka sanggup diketahui beberapa aspek kehidupan ihwal kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu ialah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman berdasarkan prasasti Tugu, mencakup hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/lembaga-agama/)

B. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Kehidupan Politik
Raja Purnawarman ialah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, sebab pembuatan kali ini merupakan pembuatan kanal irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat.2. Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

3. Kehidupan Ekonomi
Prasasti tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membangun kanal air di Sungai Gomati sepanjang 6122 tombak atau sekitar 12 km. Pembangunan terusan ini memiliki arti irit yang besar bagi masyarakat, Karena sanggup dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir disaat trend penghujan. Selain itu juga dipakai sebagai irigasi pertanian serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar dan daerah-daerah di sekitarnya.

4. Kehidupan Budaya
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, sanggup diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada dikala itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, eksistensi prasasti-prasasti tersebut memperlihatkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.

C. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA

No Raja Masa pemerintahan
1 Jayasingawarman 358-382
2 Dharmayawarman 382-395
3 Purnawarman 395-434
4 Wisnuwarman 434-455
5 Indrawarman 455-515
6 Candrawarman 515-535
7 Suryawarman 535-561
8 Kertawarman 561-628
9 Sudhawarman 628-639
10 Hariwangsawarman 639-640
11 Nagajayawarman 640-666
12 Linggawarman 666-669

 

D. MASA KEJAYAAN KERAJAAN TARUMANEGARA

Kerajaan Tarumanegara mencapai masa kejayaan dikala di perintah oleh Raja Purnawarman (Raja ke-3 Kerajaan Tarumanegara). Di masa pemerintahan Raja Purnawarman, luas wilayah Kerajaan Tarumanagara hampir setara dengan luas Jawa Barat dikala ini. Raja purnawarman ialah raja besar, hal ini sanggup diketahui dari Prasasti Ciaruteun yang isinya, “Ini (bekas) dua kaki, yang mirip kaki Dewa Wisnu ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.

Pada masa kejayaannya itu, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui perluasan ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun banyak sekali infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya ialah sungai Gomati dan Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah terjadinya banjir dikala trend hujan, juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian sawah yang dulu menjadi salah satu pelopor kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara selain itu juga sebab kemampuan kerajaan yang bisa berkurban 1000 ekor sapi dikala pembangunan ke dua sungai itu.

Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

Pada masa kejayaannya ini, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui perluasan ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun banyak sekali infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya ialah sungai Gomati dan Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah terjadinya banjir dikala trend hujan, juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian sawah yang dulu menjadi salah satu pelopor kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara selain itu juga sebab kemampuan kerajaan yang bisa berkurban 1000 ekor sapi dikala pembangunan ke dua sungai itu.

E. RUNTUHNYA KERAJAAN TARUMANEGARA 

Runtuhnya kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara lengkap, sebab prasasti yang ditemukan sebagian hanya memberikan informasi dikala pemerintahan raja Purnawarman dan sisanya belum sanggup ditafsirkan secara lengkap.  

Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri memiliki dua orang puteri, yang sulung berjulukan Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua berjulukan Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, sebab Tarusbawa eksklusif lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak setuju dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

F. PRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, akrab muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun memiliki 2 arti yaitu:

  1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas tempat tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan tuhan Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.

2. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga memakai bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Purnawarman.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini ialah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan tuhan Wisnu.

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam huruf ikal yang belum sanggup dibaca. Di samping goresan pena terdapat lukisan telapak kaki.

5. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi berada di tempat 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”, sempurna berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl), Bojong Honje-Sukamakmur Bogor.

6. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini gres ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

7. Prasasti Tugu

 Senang sekali rasanya kali ini sanggup kami bagikan artikel sejarah lengkap ihwal Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Prasasti Tugu di temukan di tempat Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah kerikil bundar panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang sanggup diketahui dari prasasti tersebut.

Hal-hal yang sanggup diketahui dari prasasti Tugu adalah:

  1. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang populer di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menjadikan tafsiran dari para sarjana salah satunya berdasarkan Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari ihwal istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
  2. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan ialah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April.
  3. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja.

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap
Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Kerajaan Kutai (Martadipura) merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutaidiperkirakan muncul pada kala 5 M atau ± 400 M. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para andal sebab tidak ada prasasti yang secara terang menyebutkan nama kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang sanggup diperoleh jawaban kurangnya sumber sejarah. 

Keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber isu yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa / tiang kerikil berjumlah 7 buah. Yupa yang memakai huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut, sanggup disimpulkan wacana keberadaan Kerajaan Kutai dalam banyak sekali aspek kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai berjulukan Kudungga. Ia mempunyai seorang putra berjulukan Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman. Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasi berikutnya mengatakan telah masuknya efek pemikiran Hindu dalam Kerajaan Kutai dan hal tersebut menunjukan bahwa raja-raja Kutai ialah orang Indonesia orisinil yang telah memeluk agama Hindu. 

  1. SISTEM POLITIK KERAJAAN KUTAI

 
Dalam kehidupan politik ibarat yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai ialah Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman ialah putra Kudungga. Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa Ansuman/Dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu. Untuk itu para andal beropini Kudungga masih nama Indonesia orisinil dan masih sebagai kepala suku, yang menurunkan raja-raja Kutai. Dalam kehidupan sosial terjalin korelasi yang harmonis/erat antara Raja Mulawarman dengan kaum Brahmana, ibarat yang dijelaskan dalam yupa, bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci berjulukan Waprakeswara. Istilah Waprakeswara–tempat suci untuk memuja Dewa Siwa di pulau Jawa disebut Baprakewara.

  1. RAJA-RAJA KERAJAAN KUTAI

  1.  Maharaja Kudungga

Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Nama Maharaja Kudungga oleh para andal sejarah ditafsirkan sebagai nama orisinil orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih memakai nama lokal sehingga para andal beropini bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga efek Hindu gres masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya ialah kepala suku. Dengan masuknya efek Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun.

 

  1.  Maharaja Asmawarman

Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman ialah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk memilih batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

  1.  Maharaja Mulawarman

Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. NamaMulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan efek bahasa Sanskerta jikalau dilihat dari cara penulisannya. Raja Mulawarman ialah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-ideologi-negara-dan-fungsinya/)

  1.  Maharaja Irwansyah
  2.  Maharaja Sri Aswawarman
  3.  Maharaja Marawijaya Warman
  4.  Maharaja Gajayana Warman
  5.  Maharaja Tungga Warman
  6.  Maharaja Jayanaga Warman 
  7. Maharaja Nalasinga Warman
  8. Maharaja Nala Parana Tungga
  9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  10. Maharaja Indra Warman Dewa
  11. Maharaja Sangga Warman Dewa
  12. Maharaja Singsingamangaraja XXI
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Prabu Nefi Suriagus
  15. Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
  16. Maharaja Riski Subhana
  17. Maharaja Sri Langka Dewa
  18. Maharaja Guna Parana Dewa
  19. Maharaja Wijaya Warman
  20. Maharaja Indra Mulya
  21. Maharaja Sri Aji Dewa
  22. Maharaja Mulia Putera
  23. Maharaja Nala Pandita
  24. Maharaja Indra Paruta Dewa
  25. Maharaja Dharma Setia 
  26.  MASA KEJAYAAN KERAJAAN KUTAI

Masa kejayaan Kerajaaan Kutai berada pada massa pemerintahan Raja Mulawarman. Hal ini sebab dia begitu bijaksana dan royal bagi hal-hal yang religius. Para brahmana dihadiahi emas, tanah, dan ternak secara adil, pengadaan upacara sedekah di tempat yang dianggap suci atau Waprakeswara. Dan dibuktikan juga dengan derma sedekah kepada kaum Brahmana berupa 20.000 ekor sapi. Jumlah 20.000 ekor sapi ini menunjukan bahwa pada masa itu kerajaan Kutai telah mempunyai kehidupan yang makmur dan telah mencapai massa kejayaannya.

  1. KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

  1. Kehidupan Sosial

    Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.
  2. Masyarakat di Kerajaan Kutai mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya luar (India), mengikuti rujukan perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.
  1. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara niscaya asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melaksanakan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi pecahan dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian. 

  1. Kehipudan Budaya

Sementara itu dalam kehidupan budaya sanggup dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan semenjak pemerintahan Aswawarman sebab Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, berdasarkan para ahli, dipastikan ialah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana orisinil orang Indonesia menunjukan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang intinya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk persoalan keagamaan.

 

  1. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI

 
Kerajaan Kutai berakhir ketika Raja Kutai yang berjulukan Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

  1. PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI

  1. Prasasti YupaPrasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang paling tua. Dari prasasti inilah diketahui wacana adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang memakai bahasa Sansekerta dan juga aksara/huruf Pallawa.

    Isi dari Prasasti Yupa mengungkapkan sejarah dari Kerajaan Hindu yang berada di Muara Kaman, di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Secara garis besar prasasti tersebut menceritakan wacana kehidupan politik, sosial dan budaya Kerajaan Kutai.

    2. Ketopong Sultan

 

Ketopong ialah mahkota yang biasa digunakan oleh Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Ketopong ini mempunyai berat 1,98 kg dan ketika ini masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Benda bersejarah yang satu ini ditemukan di Mura Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun 1890. Sedangkan yang dipajang di Museum Mulawarman merupakan ketopong tiruan.

  1. Kalung Ciwa

Peninggalan sejarah berikutnya ialah Kalung Ciwa yang ditemukan oleh pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan Muara Kaman pada tahun 1890. Saat ini Kalung Ciwa masih digunakan sebagai suplemen oleh sultan dan hanya digunakan ketika ada pesta penobatan sultan baru.

  1. Kura-kura Emas

Bukti sejarah Kerajaan Kutai yang satu ini cukup unik, sebab berwujud kura-kura emas. Benda bersejarah ini ketika ini berada di Museum Mulawarman. Benda yang mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan ini ditemukan di kawasan Long Lalang, kawasan yang berada di hulu Sungai Mahakam.

Dari riwayat yang diketahui benda ini merupakan persembahan dari seorang pangeran dari Kerajaan China untuk Putri Raja Kutai, Aji Bidara Putih. Kura-kura emas ini merupakan bukti dari pangeran tersebut untuk mempersunting sang putri.

  1. Pedang Sultan Kutai

 

Pedang Sultan Kutai terbuat dari emat padat. Pada gagang pedang terdapat goresan gambar seekor harimau yang siap untuk menerkam mangsanya. Sedang pada pecahan ujung pedang terdapat hiasan seekor buaya. Untuk melihat benda ini kau harus berkunjung ke Museum Nasional di Jakarta.

  1. Keris Bukit Kang 

 

Kering Bukit Kang merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Berdasarkan kisah dari masyarakat menyebutkan bahwa putri ini merupakan putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas bambu. Di dalam gong tersebut terdapat bayi perempuan, telur ayam dan sebuah kering. Kering ini diyakini sebagai Keris Bukit Kang.

  1. Singgasana Sultan

 

Singgasana Sultan ialah salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang masih terjaga hingga ketika ini. Benda ini diletakan di Museum Mulawarman. Pada zaman dahulu Singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman serta raja-raja Kutai sebelumnya. Singgasana Sultan ini dilengkapi dengan payung erta umbul-umbul serta peraduan pengantin Kutai Keraton. 

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok
Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian Diskusi

Diskusi merupakan kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih. Berdasarkan banyaknya peserta, diskusi dibedakan menjadi diskusi kelompok dan diskusi umum.Dalam Artikel kali ini juga kita akan membahas Menerapkan prinsip diskusi.

Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi

Diskusi kelompok dilaksanakan dua sampai sepuluh orang. Jika diskusi lebih dari sepuluh orang disebut diskusi umum. Dalam diskusi umum terdapat pemandu diskusi (moderator), penyaji makalah (referator), penyanggah (pembanding). Sebelum berdiskusi, harus ditentukan dulu topik yang akan diangkat


dalam diskusi tersebut. Setelah itu baru mengetengahkan hal-hal berikut ini.

  1. Apa sesungguhnya masalah yang sedang terjadi (berkaitan dengan topik)?
  2. Apa yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut?
  3. Bagaimana cara memecahkan masalah tersebut?
  4. Apa untung ruginya tiap cara tersebut?
  5. Cara manakah yang paling baik untuk dilaksanakan?
  6. Bagaimana cara pelaksanaannya?

Untuk menguraikan semua masalah di atas, peserta diskusi bisa mempersiapkan diri dengan membaca buku, majalah, surat kabar, dan ensiklopedi yang dapat memberikan informasi tentang topik yang dibahas dalam diskusi.

Kalian sebagai pelajar sudah seharusnya belajar berdiskusi karena dalam dunia pendidikan tinggi nantinya, kalian selalu dihadapkan dalam forum-forum diskusi. Dalam sebuah diskusi sangat dibutuhkan adanya pemandu diskusi. Pemandu diskusi bertugas memimpin jalannya diskusi.

Selain itu, menjadi penengah jika terdapat perbedaan pendapat dan menyimpulkan hasil diskusi.

Oleh karena itu, pemandu diskusi dituntut:

  1. menguasai materi permasalahan diskusi,
  2. dapat menampung berbagai pendapat dalam diskusi, dan
  3. tidak memihak kepada salah satu pendapat.


Untuk memulai diskusi, pemandu diskusi perlu menyampaikan hal-hal berikut ini.

  1. Salam pembuka
  2. Permasalahan diskusi
  3. Latar belakang permasalahan
  4. Rumusan permasalahan
  5. Riwayat penyaji makalah
  6. Pernyataan diskusi dimulai


Untuk mengatur arus diskusi, pemandu diskusi perlu mengingat hal-hal berikut ini.

  1. Membagi waktu menjadi beberapa tahap atau termin.
  2. Mengatur tata cara bagi yang akan berbicara.
  3. Menetapkan banyaknya pembicara pada setiap termin.


Dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, pemandu diskusi hendaknya:

  1. mencari unsur-unsur persamaan di sela-sela perbedaan,
  2. sudut pandang yang menimbulkan perbedaan perlu dijelaskan sehingga pihak yang berbeda pendapat menjadi paham, dan
  3. mencari jalan tengah yang adil dan tidak memihak. Dalam menyimpulkan hasil diskusi, pemandu diskusi sebaiknya tidak memihak kepada salah satu pendapat peserta diskusi.

 

Manfaat Diskusi

Diskusi secara umum bertujuan untuk mencari solusi atau penyelesaian suatu maslaah secara teratur dan terarah. Teratur dan terarah maksudnya adalah semua unsur-unsur yang ada di dalam diskusi berfungsi, baik peserta, pembicara, maupun moderator menjalankan tugasnya dengan baik, saling bertukar pikiran secara aktif dan santun untuk mencapai kesepakatan atau penyelesaian yang baik.



Diskusi ternyata memiliki beberapa manfaat seperti di bawah ini.

  1. Melatih untuk berani mengungkapkan pendapat sendiri dan berpikir secara tepat, kritis, logis dan obyektif.
  2. Belajar menghargai pendapat orang lain untuk mencapai kesimpulan yang benar.
  3. Diskusi mampu membentuk diri peserta, sebab tidak hanya mampu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman serta kecapakan, tetapi sikap toleransi juga terus berkembang.
  4. Dengan diskusi kita akan terkuak kenyataan di sekeliling kita, keadaan ini menggugah kita untuk memperkembangkan ilmu dan pengertian kita menurut prinsip yang benar dan mendorong kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Agar diskusi berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

  1. Saat menyampaikan pendapat, suara setiap peserta bisa didengar oleh panelis lain dan pendengar.
  2. Peserta menyampaikan pendapat, gagasan, dan tanggapannya dari tempat duduknya masing-masing dengan arah pandangan terbagi kepada peserta lainnya, pemandu (moderator), dan pendengar.
  3. Langkah-langkah yang akan dijalankan dalam diskusi tersebut hendaknya telah disepakati sebelumnya oleh semua peserta, kemudian pemandu melaksanakannya dengan konsekuen.
  4. Setiap peserta selesai menyampaikan tanggapan, pendapat, dan gagasannya, pemandu menyampaikan ringkasan atau pokok-pokok pikirannya dengan singkat kepada pesertadan pendengar.
  5. Moderator mengatur, menjaga, dan melaksanakan diskusi agar tetap lancar dan bermutu.
  6. Sifat tukar pikiran dalam diskusi adalah informal dan spontan.
  7. Diskusi diawali dengan pengenalan pokok masalah yang kemudian diikuti pertanyaan-pertanyaan secara umum.
  8. Semua peserta aktif, jika ada yang tidak, pemandu  mengarahkan dengan memberikan pancingan-pancingan agar bisa ikut aktif.
  9. Pemandu, peserta, dan para pendengar menjaga situasi agar tidak tegang atau terkesan tidak serius.
  10. Semua yang terlibat menggunakan waktu, alat, dan prasarana dengan tertib menuju ke diskusi yang hidup.
  11. k. Ringkasan, rangkuman, dan kesimpulan dibuat dengan benar, ringkas, dan padat ditulis oleh notulis (notulen).
  12. Pada saat menyampaikan pendapat, gagasan, atau pengalaman dalam diskusi hendaknya menggunakan alasan yang jelas, masuk akal, dan faktual.

Alur Diskusi

Secara garis besar biasanya sebuah diskusi akan berjalan dengan urutan sebagai berikut.

  1. Moderator membuka diskusi
  2. Moderator mempersilahkan kepada pemateri untuk menyajikan materi yang telah disiapkan.
  3. Pembawa materi membuka pembicaraan sekaligus menjelaskan isi materi diskusi.
  4. Setelah penyaji menyampaikan materi, selanjutnya diserahkan kembali kepada moderator
  5. Moderator mengambil alih pembicaraan dan mempersilahkan kepada peserta diskusi untuk menanggapi penjelasan yang dijelaskan oleh pemateri tadi .
  6. Peserta diskusi menyatakan pendapatnya. Pada saat peserta menyatakan pendapatnya, notulis bertugas untuk mencatat hal-hal penting apa saja yang telah diungkapkan oleh peserta diskusi.
  7. Setelah itu moderator mempersilahkan kepada pemateri untuk menanggapi pendapat yang diberikan oleh peserta diskusi.
  8. Setelah tanggapan diberikan pemateri dan peserta lain moderator menyimpulkan hasil diskusi tadi kemudian menutup diskusi.

 

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian, Ciri, Macam dan Contoh Kutipan Novel

Pengertian, Ciri, Macam dan Contoh Serta Menerangkan Sifat Tokoh dari Kutipan Novel

Pengertian, Ciri, Macam dan Contoh Kutipan Novel
Pengertian, Ciri, Macam dan Contoh Kutipan Novel

Isi atau ceritanya pasti juga berbeda karena disesuaikan dengan budaya pada saat novel itu ditulis. Oleh karena itu, berikut ini kalian akan dilatih untuk memahami dan akhirnya dapat mengidentifikasi sifat tokoh dari sebuah novel.

Klasifikasi tokoh berdasarkan contoh teks ulasan guru pendidikan peranan tokoh dalam cerita, terdapat tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama terbagi atas dua macam, yakni tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis yaitu tokoh utama yang mendukung jalannya cerita (biasanya berwatak baik).

Ada pun tokoh antagonis yaitu tokoh yang mempunyai konflik dengan tokoh protagonis (biasanya berwatak jahat). Daya tarik suatu novel biasanya terletak pada kekuatan konflik antara kedua tokoh tersebut.

Perwatakan merupakan unsur yang penting untuk menghidupkan tokoh. Ada beberapa cara yang dapat kalian gunakan untuk mencari gambaran watak seorang tokoh dalam sebuah novel. Berikut ini cara-cara tersebut.

  1. Pengarang langsung menunjuk watak pelaku yang dikehendakinya.
  2. Pengarang langsung menunjuk watak pelaku, tetapi menggunakan bahasa yang diperhalus.
  3. Melalui pernyataan tokohnya sendiri.
  4. Melalui gerak-gerik pelaku.
  5. Melalui analisis pengarang sendiri.
  6. Melalui dialog antarpelaku. Perhatikan kutipan novel berikut ini!

Watak tokoh-tokoh dalam kutipan novel di atas digambarkan dengan cara pengarang langsung menunjuk watak pelaku. Bukti hal tersebut adalah Inem digambarkan sebagai ibu tiri yang sangat kejam karena ia menyuruh Jamin untuk mengemis.

Selain itu, pengarang juga menggambarkan watak tokoh melalui gerakgerik pelakunya. Bukti hal tersebut adalah segala aktivitas Jamin yang dengan tabah mengemis untuk menghidupinya Johan, Inem, dan dirinya.

Pengertian

Cerpen, akronim dari cerita pendek merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa dengan kisahan pendek dengan kesan tunggal dan berpusat pada satu tokoh dalam suatu situasi.

Ciri-ciri Cerpen

Lebih terperinci cerpen memiliki ciri-ciri, yaitu

 

  1. pada umumnya ceritanya pendek (ada yang mengatakan sekitar sepuluh ribu kata, selesa dibaca dalam ”sekali duduk”: 20 –30 menit);
  2. yang diceritakan sesuatu yang benar-benar penting dan berarti;
  3. isinya singkat dan padat;
  4. sanggup memberi kesan mendalam dalam hati pembaca;
  5. jumlah tokoh antara 1 – 4 dan wataknya digambarkan sekilas ”hanya” untuk menghadapi konflik;
  6. hanya mengandung satu konflik atau permasalahan;
  7. alur yang digunakan bersifat rapat (tidak memungkinkan adanya perkembangan atau munculnya alur baru);
  8. tidak menyebabkan perubahan nasib pada tokohnya.

 

Ciri-ciri Novel

Novel boleh dikatakan ”hampir” kebalikan dari cerpen. Novel jelas lebih panjang daripada
cerpen bahkan bisa jauh lebih panjang. Beberapa ciri-cirinya, antara lain,

  1. pada umumnya ceritanya panjang;
  2. bisa melibatkan tokoh dengan jumlah (sangat) banyak;
  3. isi cerita leluasa, bahkan bisa berkembang ke mana-mana;
  4. konflik atau permasalahan yang diungkap bisa lebih dari satu;
  5. alur atau plotnya renggang sehingga sangat terbuka peluang untuk berkembang atau bermunculan alur baru;
  6. sangat dimungkinkan tokoh (utama) mengalami perubahan nasib.

 

Syarat Novel

Sebagaimana puisi, cerpen atau (penggalan) novel juga dapat dinikmati lewat pembacaan.
Untuk mendapatkan pembacaan yang indah, diperlukan beberapa ”syarat”, yaitu

  1. vokal atau ucapan, baik volume suara memadai, ejaan yang jelas dan tegas, serta pengucapan lancar/tidak banyak tersendat atau keliru;
  2. intonasi (lagu kalimat) yang baik dan tidak monoton (nada, tekanan, tempo, dan jeda terkoordinasi dengan cermat);
  3. penghayatan atau penjiwaan terhadap isi cerita yang tepat sehingga seolah-olah benar-benar mengalami. Penghayatan terhadap isi diekspresikan lewat mimik (perubahan raut muka), gestur (pergerakan anggota tubuh) yang mendukung, vokal, dan intonasi.

Pengertian, Contoh Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa

Pengertian, Contoh Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa

Pengertian, Contoh Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa
Pengertian, Contoh Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa

1.    Ungkapan

Ungkapan merupakan kelompok kata khusus untuk menyatakan suatu maksud dalam arti kiasan. Ungkapan dibentuk dari kata-kata yang polanya telah terbentuk secara tetap. Kata-kata itu tidak dapat diubah susunannya dan tidak dapat pula disisipi oleh kata lainnya.

Pemakaian ungkapan dalam sejarah bpupki dan ppki suatu kalimat dapat menjadikan kalimat tersebut lebih hidup, sehingga pembacanya pun memperoleh nuansa imajinatif.

Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya seringkali menjadi kabur).

Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan unsur-unsur kata pembentuknya.

 

Contoh Ungkapan

  1. Serasa melambung jauh hatinya setelah Amin meraih peringkat pertama.
    melambung jauh hatinya = sangat senang.
  2. Mukanya merah padam ketika terlambat mengikuti upacara.
    mukanya merah padam = mukanya berubah menjadi kemerahan karena marah.

2. Peribahasa

Peribahasa adalah kalimat ringkas padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Peribahasa adalah kalimat yang susunanya tetap dan mengiaskan maksud tertentu. Makna yang terkandung dalam peribahasa bukanlah makna yang sebenarnya, melainkan makna kias atau makna konotatif.

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); atau ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Contoh peribahasa dan artinya:

  1. Ada uang, ada barang
    Artinya; bila memiliki uang yang banyak, akan mendapatkan barang yang lebih baik.
  2. Bau busuk tidak berbangkai
    Artinya: fitnah yang tidak terbukti kebenarannya.
  3. Menegakan benang basah.
    Artinya : melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan.
  4. Air susu dibalas air tuba.
    Artinya : kebaikan dibalas dengan kejahatan.
  5. Bagai air di daun talas.
    Artinya : selalu berubah-ubah pendiriannya.
  6. Datang tampak muka pergi tampak punggung.
    Artinya: datang dengan baik, pergi pun dengan baik-baik pula.
  7. Seperti anak- ayam kehilangan induknya.                                       Artinya: suatu kelompok yang terpecah-pecah karena ditinggal pemimpinnya.

Wagub Inginkan Banjar Tak Hanya Jadi Lintasan Pariwisata

Wagub Inginkan Banjar Tak Hanya Jadi Lintasan Pariwisata

 

Wagub Inginkan Banjar Tak Hanya Jadi Lintasan Pariwisata

BANJAR

Kota Banjar hari ini genap berusia 16 tahun. Sejak menjadi kota otonom pada 21 Februari 2003 silam, kota berpenduduk hampir 200 ribu jiwa ini, mengalami peningkatan baik dari infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat. Bahkan Banjar adalah satu-satunya daerah di Jawa Barat yang mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul ulum menilai

Masyarakat Banjar telah merasakan perubahan yang berarti buah kerja keras kepemimpinan Walikota dan jajarannya. Sebagai pimpinan di Jawa Barat, Uu mengatakan turut bangga memiliki Kota Banjar dengan segudang penghargaannya.

“Banjar ini semakin hebat terbukti banyak sekali penghargaan yang sudah diterima terutama dalam mengelola anggaran sudah 8 kali WTP berturut-turut ini luar biasa belum ada di daerah lain. Saya kira masyarakat juga merasakannya,” kata Uu usai menghadiri peringatan HUT ke-16 Kota Banjar di lapang bhakti Banjar, Rabu (20/2/19).

Pendapatan Asli Daerah

Disisi lain, menurut Uu, masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dari sektor pariwisata. Uu berharap, tidak hanya jadi perlintasan pariwisata ke arah Pangandaran saja, tetapi Banjar harus bisa mengangkat potensi tujuan pariwisata alam maupun budaya.

“Potensi wisata harus ditingkatkan termasuk infrastruktur wisatanya. Walaupun ada Pangandaran, Banjar pun jangan ketinggalan. Banjar jangan hanya jadi perlintasan saja,” harap Uu.

Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih

Menuturkan, masih ada PR pembangunan yang masih belum terealisasi. Di periode kedua kepemimpinannya ini, Ade mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat bersama bahu-membahu dan berkolaborasi mewujudkan visi misi kota Banjar.

“Masih banyak PR kedepan mudah-mudahan dengan kesatuan mari kita lanjutkan bersama pembangunan Banjar. Ini perjode kedua saya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tahun 2019 merupakan tahun transisi beralihnya masa berlaku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banjar 2014-2019. Ade mengatakan, arah kebijakan Pemkot Banjar tahun 2019 mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Banjar tahun 2005-2025.

Banjar merupakan kota agropolitan

Kondisi aktivitas perekonomiannya yang berbasiskan agrobisnis, agroindustri dan agrowisata, menjadikan Kota yang merupakan pintu masuk Jabar bagian selatan dari Jawa Tengah ini sebagai pusat distribudi produk-produk ataupun jasa pertanian.

“Ada 6 misi Banjar yaitu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan akuntabel, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, mewujudkan kota peduli HAM, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengembangkan daya tarik serta potensi daerah,” tutur Ade.

Di akhir upacara peringatan HUT ke-16 Banjar, Wagub Uu dan Walikota Banjar melepas rombongan truk pengangkut beras Rastra untuk disalurkan ke masyarakat Banjar.

Artikel Terkait:

CGM Bogor Momentum Membangun Kebersamaan

CGM Bogor Momentum Membangun Kebersamaan

 

CGM Bogor Momentum Membangun Kebersamaan

Sinta Nuriyah Wahid

Sinta Nuriyah Wahid yang merupakan istri dari Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tampak hadir dalam Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (19/2/2019) petang.

Sinta Wahid

Sinta Wahid yang datang menggunakan kursi roda tampak sumringah ketika mendapatkan riuh tepuk tangan dari warga Kota Bogor. Ia juga tampak menyerasikan antara tema acara dengan pakaian yang dikenakannya, yakni cheongsam merah dipadukan dengan kerudung putih. Kedatangannya pun langsung disambut hangat oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam sambutannya

Sinta Wahid pertama-tama memberikan selamat kepada panitia BSF CGM karena telah menyelenggarakan acara dengan sangat luar biasa. “Acara yang digelar saat ini, tidak hanya milik etnis tertentu saja. Tapi juga bisa menjadi ajang tempat masyarakat menyaksikan dan bersuka ria, bahkan bisa menjadi ajang kerukunan antar umat beragama, antar etnis dan antar budaya dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ungkap Sinta.

Menurutnya, CGM merupakan sebuah tradisi di mana Gus Dur menganggap bahwa setiap agama memiliki tradisi sebagai hasil kreativitas dalam mengamalkan ajaran agamanya. “Sebagai hasil kreativitas, maka tradisi bukan agama, sekalipun bersumber dari agama maupun bernuansakan agama. Maka tradisi bersifat profan dan dinamis,” jelasnya. contoh report text tumbuhan

Sinta menambahkan, tradisi juga berfungsi sebagai sarana interaksi dan komunikasi antar manusia. Ia juga mencontohkan tradisi Halal Bihalal yang identik dengan agama Islam. “Sekalipun nuansanya beragama Islam, tetapi tradisi Halal Bihalal banyak juga umat lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan Halal Bihalal terjadi interaksi antar umat yang berbeda agama. Tidak ada yang akan bertukar agama. Hal yang sama juga terjadi pada tradisi Cap Go Meh,” tandas dia.

Untuk itu, Sinta berharap, perayaan CGM ini bisa menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan menebarkan suasana sejuk serta penuh keakraban antar pemeluk beragama.

“Karena dengan cara ini kita bisa membuktikan kepada dunia bahwa agama bisa memberikan spirit perdamaian. Tradisi merupakan instrumen untuk mewujudkan hal tersebut secara nyata. Saya ucapkan selamat kepada Wali Kota Bogor yang telah begitu berhasil membuat masyarakat bisa menikmati ini semua,” pungkasnya.

Dalam BSF CGM 2019

ribuan pengisi acara terlibat. Selain Liong dan Barongsai, turut dipertunjukan juga kesenian dan kebudayaan nusantara. Ratusan ribu warga juga dipastikan tumpah ruah dalam agenda tahunan tersebut, hal ini cukup berdampak kepada perputaran ekonomi yang luar biasa.

Bogor Pindahkan Pusat Kegiatan ke Wilayah

Bogor Pindahkan Pusat Kegiatan ke Wilayah

 

Bogor Pindahkan Pusat Kegiatan ke Wilayah

Wali Kota Bogor

Bima Arya menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah menjalankan strategi memindahkan “gulanya” dan bukan sekedar mengatur “semutnya” agar tidak semua kegiatan ada di pusat kota sehingga dapat tersebar di wilayah.

Topping Off Proyek Mall Boxies 123

Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri acara Topping Off Proyek Mall Boxies 123 (Und dr Wisma PENTA), jalan Raya Tajur No. 123, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (20/02/2019).

“Jika gulanya tidak dipindah, semutnya susah diatur. Semut itu selalu mengincar gula, jika tidak diatur Pemerintah Kota Bogor akan kerepotan. Seperti membuat zonasi yang jelas, mengatur tata ruang yang tegas, gulanya diatur, ini menjadi strategi utama kita. Kedepan kawasan pusat kota, Istana Presiden dan Kebun Raya Bogor sekitarnya akan menjadi pusat heritage yang nyaman,” kata Bima. kata bijak bahasa inggris mario teguh

Menurut Bima

Ketika “gulanya” ada di pinggir diharapkan “semutnya” tidak terlalu banyak yang masuk ke tengah karena di pusat Kota Bogor sudah terlalu banyak “gulanya”.

“Hari ini persoalan utama Kota Bogor karena semuanya mengarah ke tengah atau pusat Kota Bogor. Setiap akhir pekan bisa dilihat kondisi Kota Bogor, banyaknya kendaraan yang masuk ke pusat kota luar biasa, menimbulkan persoalan transportasi,” ujarnya.

Indahnya pusat kota kata Bima

menjadi salah satu dilematis bagi Pemkot Bogor karena semakin menarik untuk dikunjungi. Untuk itu dirinya sangat berharap keberadaan Mall Boxies 123 bisa mengurangi masyarakat Bogor Timur atau Lido dan sekitarnya yang ingin berbelanja ke tengah kota.

“Cukup kesini karena semuanya sudah ada disini. Jika di pinggir-pinggir kota “gulanya” menarik, maka “semutnya” tidak perlu ke tengah. Salah satunya Trans Mart di Jalan Abdullah bin Nuh Yasmin. Namun demikian “gula” yang ada di pinggir, diharapkan efektif, tidak menjadi persoalan baru tetapi bisa menjadi bagian dari solusi,” kata Wali Kota.

Tidak hanya harapan yang disampaikan

Bima juga menyampaikan beberapa catatan, mulai dari akses dan lahan parkir yang harus dipikirkan, keberadaannya bisa menjadi pusat rejeki bagi warga Kota Bogor khususnya Bogor Timur. Selain itu pembangunan ini bisa membantu menyelaraskan target Pemkot Bogor berupa ruang bagi UMKM Kota Bogor.

“Harapannya warga Kota Bogor menjadi tuan rumah di rumahnya,” harapnya.

Sebelumnya

Direktur PT. Sinar Indonesia Loka, Willy Wijaya menjelaskan, Mall Boxies 123 akan menjadi pusat perdagangan yang terintegrasi dengan kuliner untuk memenuhi kebutuhan beragam masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.

Selain itu, juga disediakan fasilitas hiburan dan komersil dalam satu area. Mall Boxies 123 Tajur total memiliki luas 56.935 m2 dengan rincian tanah seluas 29.009 meter persegi, luas gedung mall sebesar 27.771 m2, luas parkir 23.128 m2, food park 4.784 m2, heritage 1.717 m2 dan plaza 800 m2.

Nantinya Mall Boxies 123 terdiri dari 11 lantai parkir yang mampu menampung 1.000 mobil, selain itu juga ada 6 lantai mall serta direncanakan beroperasi pada semester ketiga 2019.

Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker
Kebanyakan Laki Laki Meninggal Karena Kangker

 

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan

yang paling ditakuti oleh seluruh orang di dunia. Penyakit kanker yang sering sekali dialami biasanya oleh wanita karena ada banyak jenisnya, mulai kanker serviks hingga kanker payudara.

Banyak perempuan yang merasa bila hidup mereka kebanyakan terenggut karena penyakit kanker, padahal sebuah penelitian di Australia, mengatakan bahwa laki-laki lebih banyak yang tidak selamat karena terserang kanker.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Causes & Control seperti dilansir dari news, Selasa (6/11) menjelaskan bahwa laki-laki memiliki tingkat ketahanan hidup lima tahun lebih rendah daripada perempuan jika terkena kanker kepala dan leher, kanker kerongkongan, usus besar atau dubur, kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker tulang, kanker melanoma, kanker mesothelioma, kanker ginjal, kanker tiroid dan kanker limfoma non-Hodgkin.

Sementara untuk tingkat kelangsungan hidup

pada pasien perempuan lebih rendah daripada laki-laki jika mengidap kanker kandung kemih, kanker ginjal, dan kanker panggul atau ureter.

Penelitian ini berasal dari data sekitar 240.801 laki-laki

Dan 173.773 perempuan di pusat kanker Victoria antara tahun 1982 hingga 2015. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kelangsungan hidup selama lima tahun untuk 25 jenis kanker akan lebih rendah untuk laki-laki daripada perempuan serta tingkat kematian 13 persen lebih tinggi akibat kanker untuk laki-laki.

Peneliti utama penelitian tersebut Nina Afshar mengatakan ada beberapa teori mengapa laki-laki memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih buruk daripada perempuan, termasuk tingkat stadium kanker ketika didiagnosis dan gaya hidup.

Mengidentifikasi dan memahami mekanisme kompleks

Di balik perbedaan jenis kelamin dalam kelangsungan hidup pasien kanker akan membantu membentuk intervensi yang efektif untuk mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan hasil kanker untuk laki-laki dan perempuan,” kata Afshar.

Baca Juga :