Pengertian Telematika

Pengertian Telematika

Pengertian Telematika
Pengertian Telematika

Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis

TELEMATIQUE berasal dari istilah dalam bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Istilah telematika dari segi hukum adalah perkembangan sistem elektronik berbasis digital antara teknologi informasi dan media yang awalnya masing – masing berkembang secara terpisah. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari  TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah “konvergensi”. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information as well as Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Menurut Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut: “…Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”. Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar, 2007). Menurut Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT =Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika

Telematika adalah

singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

         Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia,disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media,dan onformatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatandari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.

       Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.

Jadi, berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang telematika sebagai berikut:

  1. Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
  1. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon,musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
  1. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untukkeperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.

 

Fungsi Telematika:

Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :

  1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
  1. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

 

Peranan Telematika dalam Kehidupan Sehari – hari

            Penggunaan istilah telematika sendiri mungkin lebih akrab di telinga masyarakat umum dalam ranah hukum. Istilah ini, sering digunakan karena dianggap dapat membantu untuk mengungkap kebenaran dari suatu barang bukti, khususnya barang bukti yang berkaitan dengan media teknologi informasi, seperti video dan foto. Sehingga sangat membantu proses penyidikkan yang dilakukan oleh penegak hukum. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu sempat muncul beberapa video asusila yang cukup menarik perhatian masyarakat. Apakah benar video tersebut dapat diterima kebenarannya? Disinilah salah satu kegunaan telematika. Melalui analisa-analisa dari sisi telematika maka dapat diketahui kebenaran dari video asusila tersebut.

Baca Juga : 

Harapan Perkembangan Telematika

Harapan Perkembangan Telematika

Harapan Perkembangan Telematika
Harapan Perkembangan Telematika

Apa yang anda harapkan  kedepannya dengan adanya telematika di indonesia ?

Harapkan saya dengan adanya Telematika di Indonesia

Terus lah berkembang dan berinovasi agar mampu menyaingi negara – negara  yang terkenal akan kecanggihannya, semakin baik dalam pemanfaatan, keamanan, serta menyampaikan informasi agar telematika di Indonesia lebih baik lagi karena seperti yang telah diketahui adanya Telematika sangat berpengaruh sekali dengan kehidupan manusia saat ini kapan pun dan dimana pun. Karena disini telematika mempunyai tujuan yang dapat digaris bawahi yaitu digunakan agar dapat mempermudah mendapatkan suatu informasi dengan waktu yang singkat tanpa adanya kendala dalam segi manapun

 

Contohnya jarak pengiriman informasi

Dengan jarak yang jauh, mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik),  huruf,  gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya melalui media elektromagnetik. Tetapi dalam hal ini selain ada dampak positif, ada juga dampak negatif dari adanya kemunculan telematika, dimana apabila digunakan oleh orang yang kurang bijak,

 

Ataupun anak-anak dapat diselewangkan

Dengan mencari sesuatu hal yang berbau seperti menyebarkan kabar berita yang tidak benar adanya tentang seseorang, sehingga justru kabar berita tersebut akan menimbulkan fitnah, serta terkadang masyrakat juga menyalahgunakan dengan adanya Telematika saat ini seperti dengan ingin

 

Mengetahui keberadaannya foto-foto atau video porno

atau hal-hal yang menyalahi norma yang ada hanya untuk melihat ataupun mengunduhnya, karena hal tersebut telah menyalahi norma agama maupun kesusilaan yang dianut oleh negara kita yang terkenal dengan adat ketimurannya. Kemudian perlu adanya Peningkatan pengembangan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia secara merata, membangun wireline broadband secara luas, pemasyarakatan penggunaan software open source agar dapat digunakan pada seluruh masyarakat Indonesia disegala lapisan agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

Sumber : https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/pengertian-dan-contoh-teks-ulasan/

Media Yang Digunakan Pada Telematika

Media Yang Digunakan Pada Telematika

Media Yang Digunakan Pada Telematika
Media Yang Digunakan Pada Telematika

Media apa saja yang digunakan untuk telematika ?

Media komunikasi yang digunakan pada telematika yaitu :

hardware atau perangkat keras yang berguna sebagai pengirim dan penerima data, satelit digunakan sebagai sarana telematika kegunaan  Satelit komunikasi menerima sinyal yang dipancarkan ke arahnya dari Bumi, dan mengirimkannya ke tempat lain, Komputer, Telephone, Handphone, Smartphone, Televisi, Radio, jaringan Internet, Global Positioning System (GPS), Video Conference.

 

Perangkat Pendukung

Perangkat yang dibutuhkan dalam telematika pada dasaranya sama yaitu :

 1). hardware yang berupa perangkat pengirim/penerima data,

2). jaringan sebagai transmitor data yang biasanya menggunakan jaringan seluler (HP), jaringan Satelit, jaringan Siaran Radio/TV, jaringan Titik Akses dan lainnya, dan

3). Software yang akan mengkonfersi gelombang analog kedalam digital. Dalam penerapannya perangkat – perangkat tersebut bergantung dengan kebutuhan masing – masing bidang penerapan. Seperti pada video conference yang merupakan layanan komunikasi video dan audio secara real time yang membutuhkan LCD Proyektor 7 9, Printer LazerJet/DeskJet/BubleJet 25 30, Ploter 1 1, Scanner 4 5, Digitizer sebagai hardware. Sedangkan pada aplikasi Berbasis Web, diperlukan komputer sebagai hardware, dan jaringan client server sebagai transmitor serta software (OS, aplikasi java) sebagai software.

  1. Jaringan Telepon

Jaringan Telepon dapat digunakan sebagai penghubung antara titik penerima satu dengan titik pnerima yang lain. Dewasa ini penggunaan jaringan telepon dapat dimodifikasikan pemakainnya secara bersamaan dalam aplikasi transaksi contohnya aplikasi transaksi Perbankan melalui ponsel. Selain itu Jaringan Telepon ini juga dapat digunakan untuk berfungsi sebagai teleconference yang dapat digunakan dengan menggunakan jaringan televisi.

  1. Jaringan Televisi

Jaringan yang dapat memberikan informasi yang berupa gambar, multimedia dan suara. Pada awalnya Televisi dapat dikatakan dengan suatu perangkat komunikasi yang hanya berupa simplex duplex namun sering denganberkembangnya kemajuan teknologi dapat dikembangkan penggunaannya dengan menggunakan jaringan telepon, Komputer dan Internet. Contohnya dalam aplikasi teleconference, polling acara tertentu dan masih banyak aplikasi lainnya.

c.       Internet

Jaringan yang dapat menghubungkan antara computer satu dengan computer lainnya yang berada dalam wilayah yang cukup luas bahkan mencakup suatu Negara. Pada awalnya internet digunakan sebatas untuk mengirim e-mail namun sering dengan berkembangnya teknologi Komputer baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Internet tidak hanya sebatas dalam membuat e-mail melainkan dapat dikembangkan dengan membuat suatu sistem Informasi. Baik berupa transaksi online, maupun berupa e-learning .

 

Bidang yang terkait dengan Telematika

Saat ini Telematika muncul sebagai bidang ilmu yang memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi jarak dan waktu melalui aplikasi Information and Communications Technology (ICT).Contohnya saja E-commerce Salah satu bidang yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika adalah bidang ekonomi.

E-goverment

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

  1. E-commerce (contoh : bhinneka.com)

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat klaim.

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain yaitu e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melaluimobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri), bahkan membeli pulsa.

E-learning

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas dapat dilakukan.

Sumber : https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/jaring-jaring-kubus-pola-gambar-dan-rumusnya/

DPR Minta Pemerintah dan Penegak Hukum Tindak Pelaku SKTM Fiktif

DPR Minta Pemerintah dan Penegak Hukum Tindak Pelaku SKTM Fiktif

DPR Minta Pemerintah dan Penegak Hukum Tindak Pelaku SKTM Fiktif
DPR Minta Pemerintah dan Penegak Hukum Tindak Pelaku SKTM Fiktif

 

 

Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati

menyoroti keberadaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) fiktif yang terjadi di sejumlah daerah untuk keperluan mendaftar sekolah. Menurutnya hal itu harus dicermati secara serius oleh pemerintah, pihak sekolah dan aparat penegak hukum.

“Keberadaan SKTM fiktif ini telah melibatkan pihak orang tua, calon peserta anak didik serta pihak aparat pemerintah yang mengeluarkan surat tersebut. Penggunaan mekanisme jalur hukum patut dipertimbangkan mengingat masifnya praktik pembuatan SKTM fiktif ini. Jelas praktik ini melanggar etika, norma dan hukum yang berlaku,” jelasnya melalui rilis yang diterima SINDOnews, Senin (9/7/2018).

Dia berpandangan, pemerintah

dan lembaga pengelola pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi harus membuat sistem yang memungkinkan tidak ada lagi praktik penggunaan SKTM fiktif. Misalnya, membuat aturan bagi siapa saja yang sengaja membuat SKTM fiktif maka calon peserta didik atau calon mahasiswa akan dianulir hasil tes atau seleksi masuk di sekolah atau perguruan tinggi tersebut.

Praktik pembuatan SKTM fiktif

ini telah merusak mental dan nalar para calon peserta didik. Praktik ini harus menjadi perhatian serius agar ke depan, tidak ada lagi praktik pembuatan SKTM fiktif yang jelas merugikan yang lainnya,” tegasnya. (Baca: Ribuan Warga Banyumas Mengaku Miskin demi Anaknya Diterima di Sekolah Negeri)

Politikus PPP ini menambahkan, DPR akan mempertanyakan secara khusus atas praktik SKTM fiktif ini kepada pemerintah dengan harapan celah atas praktik tersebut dapat ditutup di waktu-waktu mendatang. Di samping itu, mendorong pemerintah agar membuat sistem yang kukuh agar persoalan tersebut tidak muncul kembali.

 

 

Baca Juga :

 

 

PPP Prihatin Marak Pemalsuan SKTM oleh Calon Peserta Didik

PPP Prihatin Marak Pemalsuan SKTM oleh Calon Peserta Didik

PPP Prihatin Marak Pemalsuan SKTM oleh Calon Peserta Didik
PPP Prihatin Marak Pemalsuan SKTM oleh Calon Peserta Didik

 

 

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

merasa prihatin terkait pengungkapan sejumlah fakta di lapangan soal pemalsuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh calon peserta anak didik.

“Ini sungguh memprihatinkan kita semua. Fakta ini menegaskan soal nilai Pancasila tidak terinternalisasi dengan baik oleh orang tua maupun anak didik,” ujar Ketua Fraksi PPP di MPR Arwani Thomafi melalui rilis yang diterima SINDOnews, Minggu (8/7/2018).

Arwani menilai, sikap curang, manipulatif,

serta membohongi diri sendiri sejatinya merupakan hal mendasar yang harus kita hindari dalam kehidupan kita sehari-hari. “Yang notabene merupakan esensi dari nilai ajaran agama dan nilai Pancasila yang menjadi dasar bernegara kita,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah daerah dan pihak

sekolah harus menjadikan praktik manipulatif ini untuk melakukan koreksi total dalam memperlakukan calon anak didik. Proses verifikasi secara ketat harus dilakukan secara berlapis dengan memanfaatkan jejaring struktur pemerintahan mulai dari tingkat RT/RW, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota.

“Lebih dari itu pengajaran bidang agama dan Pancasila semestinya tidak sekadar formalitas pemenuhan mata pelajaran, lebih dari itu penguatan karakter anak didik harus senantiasa dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/gambar-kulit-beserta-strukturnya/

Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah

Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah

Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah
Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah

 

Coca Cola Foundation Indonesia

resmi melepas program Perpustakaan Seru (PerpuSeru) yang sudah berjalan tujuh tahun kepada pemerintah. Program ini telah banyak memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada masyarakat.

Hingga saat ini, program yang telah meletakan fondasi dasar transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan sebagai pusat belajar literasi ini telah berada di 18 provinsi, 104 kabupaten/kota, serta 768 desa.

Chief Exexutive Coca Cola Foundation Indonesia Titiek Sudarini mengungkapkan, Perpustakaan Nasional (Perpunas) yang didukung Kementerian PPN/Bapennas mulai melakukan reflika PerpuSeru di 60 perpustakaan kabupaten pada 2018. Pada 2019 mendatang Kementerian PPN/Bapennas telah telah menyetujui program tersebut masuk dalam prioritas nasional.

Suatu kebanggaan bagi Coca Cola Foundation Indonesia menjadi pionir transformasi perpustakan Indonesia melalui program PerpuSeru. Kami ingin perpustakaan menjadi kunci sukses ekonomi rakyat,” ujar Titiek diacara Festival Lapak PerpuSeru di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (6/6/2018).

Menurut dia, keberadaan PerpuSeru

ini dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Melalui PerpuSeru masyarakat dapat mengakses dan belajar banyak hal melaui internet dan diskusi. “Masyarakat banyak belajar dari internet. Mereka yang belajar usaha dari nol akhirnya sukses begitu juga yang awalnya gagal akhirnya sukses setelah dibimbing dan banyak belajar,” terangnya.

Titiek mengatakan, keberadaan PerpuSeru mampu merubah cara pandang dan berpikir masyarakat lebih maju dan modern. Bahkan target pemberdayaan dengan kualitas hidup yang lebih baik bisa tercapai. “Selama tujuh tahun berjalan sejak 2011, layanan internet kami hampir dikunjungi 14 juta orang diseluruh indonesia. Sementara total biaya yang dihabiskan mencapai USD12 juta,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas

Muhamad Syarif Bando mengungkapkan, PerpuSeru telah menyebarkan kisah kisah sukses mereka yang telah memanfaatkan layanan perpustakaan. Kesuksesan PerpuSeru kata dia menarik perhatian pemerintah menjadi kegiatan prioritas nasional bertajuk transformasi layanan perpustakaan berbasis inkusi sosial karena membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi.

Kami memberi apresiasi setinggi tingginya kepada tim PerpuSeru atas upaya yang sungguh sungguh dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan menumbuhkan budaya baca,” ungkap Bando.

Diakhir acara Coca Cola Foundation Indonesia menyerahkan kepada Pepusnas dan Bapennas buku “Meraih Asa Lewat Literasi” sebuah buku yang mengangkat kisah sukses dan nyata orang orang yang berhasil dan memiliki dampak perubahan kualitas hidup dari program PerpuSeru.

 

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/penjelasan-fungsi-kulit/

 

Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof
Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh Teks Spoof

Pengertian Teks Spoof

Teks Spoof adalah sebuah teks yang menceritakan kisah yang benar-benar terjadi, namun pada simpulan ceritanya “dibelokkan” sehingga menjadi kisah yang lucu.

Tujuan Teks Spoof :

Untuk menceritakan insiden dengan cara melibatkan twist (pelintiran) humor, serta untuk menghibur pembaca/pendengar

Struktur Generik Teks Spoof :

  1. Orientasi
  2. Peristiwa (-peristiwa)
  3. Twist (pelintiran)

Fitur Bahasa yang Dominan:

  1. Penggunaan kalimat pembuka “dahulu kala,” “suatu hari”
  2. Fokus pada orang, hewan, atau hal-hal tertentu lainnya
  3. Dimungkinkan adanya kata-kata bersanjak serta arkais
  4. Kata kerja aksi
  5. Teratur dalam hal kronologisnya.

Contoh Teks Spoof :

1. Malas ke Sekolah
Suatu pagi, seorang ibu mengetuk pintu kamar anaknya keras-keras untuk membangunkan anaknya yang semata wayang tersebut. Ia gemas sekali sebab jam dinding telah pukul 06.00 tetapi sang anak belum juga bangun.
“Bangun Budi, Waktunya kau ke sekolah! Sudah jam 06.00 lho”
“Males mami, Aku gak mau pergi.” Terdengar balasan dari dalam kamar.
“Berikan dua alasan kenapa kau malas dan tidak mau ke sekolah.” Si ibu bertanya gusar.
“Anak-anak di sekolah benci padaku mami, demikian juga guru-guru di sekolah, mereka juga benci aku!”
“Alah, itu bukan alasan yang sempurna Budi untuk memperbolehkan kau bolos. Keluar kini dan cepat mandi.”
“Kalau begitu mami, mami juga berikan alasan kepadaku kenapa saya harus ke sekolah.”
“Ya jelaslah, yang pertama, umurmu 52 tahun, dan yang kedua kau yakni kepala sekolah di sekolahmu. Cepetan Budi! Atau telingamu ibu jewer” si ibu berkata dengan tidak sabar.
2. Tiga orang teman
Tiga orang sahabat terdampar di pulau terpencil. Tiba-tiba, sebuah botol terdampar ke pantai dan jin muncul. Dia menyampaikan ” Aku akan menawarkan tiga cita-cita untuk kalian . Masing-masing dari kalian sanggup menciptakan satu cita-cita . “
Teman nomor satu bersemangat menyampaikan ” Saya berharap saya sedang liburan di Bali ” Seketika ia menghilang, keinginannya dikabulkan.
Teman nomor dua tersenyum dan berkata, “Aku berharap saya kembali ke rumah dan bertemu keluargaku. ” Seketika ia juga menghilang .
Jin meminta orang yang tersisa, ” Dan apa yang kau inginkan? “
Dia menjawab, ” Wah, saya harap teman-teman ku kembali untuk membantu ku memutuskan.”
3. Anjing Mengigit
Seorang laki-laki masuk ke sebuah toko dan melihat anjing kecil yang lucu. Dia bertanya pada penjaga toko, ” Apakah anjing mu menggigit?”
Penjaga toko mengatakan, ” Tidak , anjing ku tidak menggigit.”
Pria itu kemudian mengelus kepala anjing dan anjing itu menggigitnya.
“Aduh! ” Dia menyampaikan , ” Tadi kau menyampaikan anjing mu tidak menggigit!”
Penjaga toko menjawab, “Itu bukan anjing ku!”
Baca Artikel Lainnya:

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Kerajaan Tarumanegara atau Taruma ialah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa kepingan barat pada masa ke-4 hingga masa ke-7 m, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara ialah kerajaan hindu beraliran wisnu. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarman ialah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan gres pada tahun 397 yang terletak lebih akrab ke pantai. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan bencana pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibentuk tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara ialah Suryawarman (535 – 561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa tempat yang mendapatkan kembali kekuasaan pemerintahan atas wilayahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melaksanakan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.

Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara, yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan tanda-tanda bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, sentra pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa sanggup dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak), yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini hingga tahun 362 menjadi sentra pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Ketika sentra pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara, maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara ialah menantu raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara sebab wilayahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada.

Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memperlihatkan doktrin lebih banyak kepada raja tempat untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke tempat kepingan timur. Dalam tahun 526 M Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan gres di Kendan, tempat Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Perkembangan tempat timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M.

 

A. SUMBER-SUMBER SEJARAH

Bukti eksistensi Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti kerikil yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan ia memerintah hingga tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari informasi Tiongkok antara lain:

  1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak ialah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
  2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah tiba utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
  3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah tiba utusaan dari To-lo-mo.

Berdasarkan tiga informasi di atas para andal menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis pembiasaan kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka sanggup diketahui beberapa aspek kehidupan ihwal kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu ialah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman berdasarkan prasasti Tugu, mencakup hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/lembaga-agama/)

B. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Kehidupan Politik
Raja Purnawarman ialah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, sebab pembuatan kali ini merupakan pembuatan kanal irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat.2. Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

3. Kehidupan Ekonomi
Prasasti tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membangun kanal air di Sungai Gomati sepanjang 6122 tombak atau sekitar 12 km. Pembangunan terusan ini memiliki arti irit yang besar bagi masyarakat, Karena sanggup dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir disaat trend penghujan. Selain itu juga dipakai sebagai irigasi pertanian serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar dan daerah-daerah di sekitarnya.

4. Kehidupan Budaya
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, sanggup diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada dikala itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, eksistensi prasasti-prasasti tersebut memperlihatkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.

C. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA

No Raja Masa pemerintahan
1 Jayasingawarman 358-382
2 Dharmayawarman 382-395
3 Purnawarman 395-434
4 Wisnuwarman 434-455
5 Indrawarman 455-515
6 Candrawarman 515-535
7 Suryawarman 535-561
8 Kertawarman 561-628
9 Sudhawarman 628-639
10 Hariwangsawarman 639-640
11 Nagajayawarman 640-666
12 Linggawarman 666-669

 

D. MASA KEJAYAAN KERAJAAN TARUMANEGARA

Kerajaan Tarumanegara mencapai masa kejayaan dikala di perintah oleh Raja Purnawarman (Raja ke-3 Kerajaan Tarumanegara). Di masa pemerintahan Raja Purnawarman, luas wilayah Kerajaan Tarumanagara hampir setara dengan luas Jawa Barat dikala ini. Raja purnawarman ialah raja besar, hal ini sanggup diketahui dari Prasasti Ciaruteun yang isinya, “Ini (bekas) dua kaki, yang mirip kaki Dewa Wisnu ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.

Pada masa kejayaannya itu, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui perluasan ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun banyak sekali infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya ialah sungai Gomati dan Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah terjadinya banjir dikala trend hujan, juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian sawah yang dulu menjadi salah satu pelopor kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara selain itu juga sebab kemampuan kerajaan yang bisa berkurban 1000 ekor sapi dikala pembangunan ke dua sungai itu.

Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

Pada masa kejayaannya ini, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui perluasan ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun banyak sekali infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya ialah sungai Gomati dan Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah terjadinya banjir dikala trend hujan, juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian sawah yang dulu menjadi salah satu pelopor kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara selain itu juga sebab kemampuan kerajaan yang bisa berkurban 1000 ekor sapi dikala pembangunan ke dua sungai itu.

E. RUNTUHNYA KERAJAAN TARUMANEGARA 

Runtuhnya kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara lengkap, sebab prasasti yang ditemukan sebagian hanya memberikan informasi dikala pemerintahan raja Purnawarman dan sisanya belum sanggup ditafsirkan secara lengkap.  

Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri memiliki dua orang puteri, yang sulung berjulukan Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua berjulukan Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, sebab Tarusbawa eksklusif lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak setuju dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

F. PRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, akrab muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun memiliki 2 arti yaitu:

  1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas tempat tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan tuhan Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.

2. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga memakai bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Purnawarman.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini ialah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan tuhan Wisnu.

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam huruf ikal yang belum sanggup dibaca. Di samping goresan pena terdapat lukisan telapak kaki.

5. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi berada di tempat 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”, sempurna berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl), Bojong Honje-Sukamakmur Bogor.

6. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini gres ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

7. Prasasti Tugu

 Senang sekali rasanya kali ini sanggup kami bagikan artikel sejarah lengkap ihwal Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Prasasti Tugu di temukan di tempat Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah kerikil bundar panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang sanggup diketahui dari prasasti tersebut.

Hal-hal yang sanggup diketahui dari prasasti Tugu adalah:

  1. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang populer di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menjadikan tafsiran dari para sarjana salah satunya berdasarkan Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari ihwal istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
  2. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan ialah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April.
  3. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja.

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap
Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap

Kerajaan Kutai (Martadipura) merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutaidiperkirakan muncul pada kala 5 M atau ± 400 M. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para andal sebab tidak ada prasasti yang secara terang menyebutkan nama kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang sanggup diperoleh jawaban kurangnya sumber sejarah. 

Keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber isu yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa / tiang kerikil berjumlah 7 buah. Yupa yang memakai huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut, sanggup disimpulkan wacana keberadaan Kerajaan Kutai dalam banyak sekali aspek kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai berjulukan Kudungga. Ia mempunyai seorang putra berjulukan Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman. Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasi berikutnya mengatakan telah masuknya efek pemikiran Hindu dalam Kerajaan Kutai dan hal tersebut menunjukan bahwa raja-raja Kutai ialah orang Indonesia orisinil yang telah memeluk agama Hindu. 

  1. SISTEM POLITIK KERAJAAN KUTAI

 
Dalam kehidupan politik ibarat yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai ialah Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman ialah putra Kudungga. Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa Ansuman/Dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu. Untuk itu para andal beropini Kudungga masih nama Indonesia orisinil dan masih sebagai kepala suku, yang menurunkan raja-raja Kutai. Dalam kehidupan sosial terjalin korelasi yang harmonis/erat antara Raja Mulawarman dengan kaum Brahmana, ibarat yang dijelaskan dalam yupa, bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci berjulukan Waprakeswara. Istilah Waprakeswara–tempat suci untuk memuja Dewa Siwa di pulau Jawa disebut Baprakewara.

  1. RAJA-RAJA KERAJAAN KUTAI

  1.  Maharaja Kudungga

Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Nama Maharaja Kudungga oleh para andal sejarah ditafsirkan sebagai nama orisinil orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih memakai nama lokal sehingga para andal beropini bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga efek Hindu gres masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya ialah kepala suku. Dengan masuknya efek Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun.

 

  1.  Maharaja Asmawarman

Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman ialah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk memilih batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

  1.  Maharaja Mulawarman

Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. NamaMulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan efek bahasa Sanskerta jikalau dilihat dari cara penulisannya. Raja Mulawarman ialah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-ideologi-negara-dan-fungsinya/)

  1.  Maharaja Irwansyah
  2.  Maharaja Sri Aswawarman
  3.  Maharaja Marawijaya Warman
  4.  Maharaja Gajayana Warman
  5.  Maharaja Tungga Warman
  6.  Maharaja Jayanaga Warman 
  7. Maharaja Nalasinga Warman
  8. Maharaja Nala Parana Tungga
  9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  10. Maharaja Indra Warman Dewa
  11. Maharaja Sangga Warman Dewa
  12. Maharaja Singsingamangaraja XXI
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Prabu Nefi Suriagus
  15. Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
  16. Maharaja Riski Subhana
  17. Maharaja Sri Langka Dewa
  18. Maharaja Guna Parana Dewa
  19. Maharaja Wijaya Warman
  20. Maharaja Indra Mulya
  21. Maharaja Sri Aji Dewa
  22. Maharaja Mulia Putera
  23. Maharaja Nala Pandita
  24. Maharaja Indra Paruta Dewa
  25. Maharaja Dharma Setia 
  26.  MASA KEJAYAAN KERAJAAN KUTAI

Masa kejayaan Kerajaaan Kutai berada pada massa pemerintahan Raja Mulawarman. Hal ini sebab dia begitu bijaksana dan royal bagi hal-hal yang religius. Para brahmana dihadiahi emas, tanah, dan ternak secara adil, pengadaan upacara sedekah di tempat yang dianggap suci atau Waprakeswara. Dan dibuktikan juga dengan derma sedekah kepada kaum Brahmana berupa 20.000 ekor sapi. Jumlah 20.000 ekor sapi ini menunjukan bahwa pada masa itu kerajaan Kutai telah mempunyai kehidupan yang makmur dan telah mencapai massa kejayaannya.

  1. KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

  1. Kehidupan Sosial

    Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.
  2. Masyarakat di Kerajaan Kutai mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya luar (India), mengikuti rujukan perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.
  1. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara niscaya asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melaksanakan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi pecahan dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian. 

  1. Kehipudan Budaya

Sementara itu dalam kehidupan budaya sanggup dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan semenjak pemerintahan Aswawarman sebab Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, berdasarkan para ahli, dipastikan ialah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana orisinil orang Indonesia menunjukan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang intinya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk persoalan keagamaan.

 

  1. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI

 
Kerajaan Kutai berakhir ketika Raja Kutai yang berjulukan Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

  1. PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI

  1. Prasasti YupaPrasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang paling tua. Dari prasasti inilah diketahui wacana adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang memakai bahasa Sansekerta dan juga aksara/huruf Pallawa.

    Isi dari Prasasti Yupa mengungkapkan sejarah dari Kerajaan Hindu yang berada di Muara Kaman, di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Secara garis besar prasasti tersebut menceritakan wacana kehidupan politik, sosial dan budaya Kerajaan Kutai.

    2. Ketopong Sultan

 

Ketopong ialah mahkota yang biasa digunakan oleh Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Ketopong ini mempunyai berat 1,98 kg dan ketika ini masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Benda bersejarah yang satu ini ditemukan di Mura Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun 1890. Sedangkan yang dipajang di Museum Mulawarman merupakan ketopong tiruan.

  1. Kalung Ciwa

Peninggalan sejarah berikutnya ialah Kalung Ciwa yang ditemukan oleh pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan Muara Kaman pada tahun 1890. Saat ini Kalung Ciwa masih digunakan sebagai suplemen oleh sultan dan hanya digunakan ketika ada pesta penobatan sultan baru.

  1. Kura-kura Emas

Bukti sejarah Kerajaan Kutai yang satu ini cukup unik, sebab berwujud kura-kura emas. Benda bersejarah ini ketika ini berada di Museum Mulawarman. Benda yang mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan ini ditemukan di kawasan Long Lalang, kawasan yang berada di hulu Sungai Mahakam.

Dari riwayat yang diketahui benda ini merupakan persembahan dari seorang pangeran dari Kerajaan China untuk Putri Raja Kutai, Aji Bidara Putih. Kura-kura emas ini merupakan bukti dari pangeran tersebut untuk mempersunting sang putri.

  1. Pedang Sultan Kutai

 

Pedang Sultan Kutai terbuat dari emat padat. Pada gagang pedang terdapat goresan gambar seekor harimau yang siap untuk menerkam mangsanya. Sedang pada pecahan ujung pedang terdapat hiasan seekor buaya. Untuk melihat benda ini kau harus berkunjung ke Museum Nasional di Jakarta.

  1. Keris Bukit Kang 

 

Kering Bukit Kang merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Berdasarkan kisah dari masyarakat menyebutkan bahwa putri ini merupakan putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas bambu. Di dalam gong tersebut terdapat bayi perempuan, telur ayam dan sebuah kering. Kering ini diyakini sebagai Keris Bukit Kang.

  1. Singgasana Sultan

 

Singgasana Sultan ialah salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang masih terjaga hingga ketika ini. Benda ini diletakan di Museum Mulawarman. Pada zaman dahulu Singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman serta raja-raja Kutai sebelumnya. Singgasana Sultan ini dilengkapi dengan payung erta umbul-umbul serta peraduan pengantin Kutai Keraton. 

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok
Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Contoh Diskusi Kelompok

Pengertian Diskusi

Diskusi merupakan kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih. Berdasarkan banyaknya peserta, diskusi dibedakan menjadi diskusi kelompok dan diskusi umum.Dalam Artikel kali ini juga kita akan membahas Menerapkan prinsip diskusi.

Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi

Diskusi kelompok dilaksanakan dua sampai sepuluh orang. Jika diskusi lebih dari sepuluh orang disebut diskusi umum. Dalam diskusi umum terdapat pemandu diskusi (moderator), penyaji makalah (referator), penyanggah (pembanding). Sebelum berdiskusi, harus ditentukan dulu topik yang akan diangkat


dalam diskusi tersebut. Setelah itu baru mengetengahkan hal-hal berikut ini.

  1. Apa sesungguhnya masalah yang sedang terjadi (berkaitan dengan topik)?
  2. Apa yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut?
  3. Bagaimana cara memecahkan masalah tersebut?
  4. Apa untung ruginya tiap cara tersebut?
  5. Cara manakah yang paling baik untuk dilaksanakan?
  6. Bagaimana cara pelaksanaannya?

Untuk menguraikan semua masalah di atas, peserta diskusi bisa mempersiapkan diri dengan membaca buku, majalah, surat kabar, dan ensiklopedi yang dapat memberikan informasi tentang topik yang dibahas dalam diskusi.

Kalian sebagai pelajar sudah seharusnya belajar berdiskusi karena dalam dunia pendidikan tinggi nantinya, kalian selalu dihadapkan dalam forum-forum diskusi. Dalam sebuah diskusi sangat dibutuhkan adanya pemandu diskusi. Pemandu diskusi bertugas memimpin jalannya diskusi.

Selain itu, menjadi penengah jika terdapat perbedaan pendapat dan menyimpulkan hasil diskusi.

Oleh karena itu, pemandu diskusi dituntut:

  1. menguasai materi permasalahan diskusi,
  2. dapat menampung berbagai pendapat dalam diskusi, dan
  3. tidak memihak kepada salah satu pendapat.


Untuk memulai diskusi, pemandu diskusi perlu menyampaikan hal-hal berikut ini.

  1. Salam pembuka
  2. Permasalahan diskusi
  3. Latar belakang permasalahan
  4. Rumusan permasalahan
  5. Riwayat penyaji makalah
  6. Pernyataan diskusi dimulai


Untuk mengatur arus diskusi, pemandu diskusi perlu mengingat hal-hal berikut ini.

  1. Membagi waktu menjadi beberapa tahap atau termin.
  2. Mengatur tata cara bagi yang akan berbicara.
  3. Menetapkan banyaknya pembicara pada setiap termin.


Dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, pemandu diskusi hendaknya:

  1. mencari unsur-unsur persamaan di sela-sela perbedaan,
  2. sudut pandang yang menimbulkan perbedaan perlu dijelaskan sehingga pihak yang berbeda pendapat menjadi paham, dan
  3. mencari jalan tengah yang adil dan tidak memihak. Dalam menyimpulkan hasil diskusi, pemandu diskusi sebaiknya tidak memihak kepada salah satu pendapat peserta diskusi.

 

Manfaat Diskusi

Diskusi secara umum bertujuan untuk mencari solusi atau penyelesaian suatu maslaah secara teratur dan terarah. Teratur dan terarah maksudnya adalah semua unsur-unsur yang ada di dalam diskusi berfungsi, baik peserta, pembicara, maupun moderator menjalankan tugasnya dengan baik, saling bertukar pikiran secara aktif dan santun untuk mencapai kesepakatan atau penyelesaian yang baik.



Diskusi ternyata memiliki beberapa manfaat seperti di bawah ini.

  1. Melatih untuk berani mengungkapkan pendapat sendiri dan berpikir secara tepat, kritis, logis dan obyektif.
  2. Belajar menghargai pendapat orang lain untuk mencapai kesimpulan yang benar.
  3. Diskusi mampu membentuk diri peserta, sebab tidak hanya mampu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman serta kecapakan, tetapi sikap toleransi juga terus berkembang.
  4. Dengan diskusi kita akan terkuak kenyataan di sekeliling kita, keadaan ini menggugah kita untuk memperkembangkan ilmu dan pengertian kita menurut prinsip yang benar dan mendorong kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Agar diskusi berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

  1. Saat menyampaikan pendapat, suara setiap peserta bisa didengar oleh panelis lain dan pendengar.
  2. Peserta menyampaikan pendapat, gagasan, dan tanggapannya dari tempat duduknya masing-masing dengan arah pandangan terbagi kepada peserta lainnya, pemandu (moderator), dan pendengar.
  3. Langkah-langkah yang akan dijalankan dalam diskusi tersebut hendaknya telah disepakati sebelumnya oleh semua peserta, kemudian pemandu melaksanakannya dengan konsekuen.
  4. Setiap peserta selesai menyampaikan tanggapan, pendapat, dan gagasannya, pemandu menyampaikan ringkasan atau pokok-pokok pikirannya dengan singkat kepada pesertadan pendengar.
  5. Moderator mengatur, menjaga, dan melaksanakan diskusi agar tetap lancar dan bermutu.
  6. Sifat tukar pikiran dalam diskusi adalah informal dan spontan.
  7. Diskusi diawali dengan pengenalan pokok masalah yang kemudian diikuti pertanyaan-pertanyaan secara umum.
  8. Semua peserta aktif, jika ada yang tidak, pemandu  mengarahkan dengan memberikan pancingan-pancingan agar bisa ikut aktif.
  9. Pemandu, peserta, dan para pendengar menjaga situasi agar tidak tegang atau terkesan tidak serius.
  10. Semua yang terlibat menggunakan waktu, alat, dan prasarana dengan tertib menuju ke diskusi yang hidup.
  11. k. Ringkasan, rangkuman, dan kesimpulan dibuat dengan benar, ringkas, dan padat ditulis oleh notulis (notulen).
  12. Pada saat menyampaikan pendapat, gagasan, atau pengalaman dalam diskusi hendaknya menggunakan alasan yang jelas, masuk akal, dan faktual.

Alur Diskusi

Secara garis besar biasanya sebuah diskusi akan berjalan dengan urutan sebagai berikut.

  1. Moderator membuka diskusi
  2. Moderator mempersilahkan kepada pemateri untuk menyajikan materi yang telah disiapkan.
  3. Pembawa materi membuka pembicaraan sekaligus menjelaskan isi materi diskusi.
  4. Setelah penyaji menyampaikan materi, selanjutnya diserahkan kembali kepada moderator
  5. Moderator mengambil alih pembicaraan dan mempersilahkan kepada peserta diskusi untuk menanggapi penjelasan yang dijelaskan oleh pemateri tadi .
  6. Peserta diskusi menyatakan pendapatnya. Pada saat peserta menyatakan pendapatnya, notulis bertugas untuk mencatat hal-hal penting apa saja yang telah diungkapkan oleh peserta diskusi.
  7. Setelah itu moderator mempersilahkan kepada pemateri untuk menanggapi pendapat yang diberikan oleh peserta diskusi.
  8. Setelah tanggapan diberikan pemateri dan peserta lain moderator menyimpulkan hasil diskusi tadi kemudian menutup diskusi.

 

Baca Artikel Lainnya: