Kunci Pemasaran Produk Koperasi & UMKM

Kunci Pemasaran Produk Koperasi & UMKM

 

Kunci Pemasaran Produk Koperasi & UMKM

Koperasi dan Usaha Mikro

Era digital saat ini akan bisa memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Potensi ini terus perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh semua sektor perekonomian, termasuk sektor Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.

Provinsi Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil mendorong upaya pemanfaataan digital atau internet (online) untuk pemasaran produk Koperasi dan UMKM. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz)  mengatakan bahwa kunci untuk memperluas jaringan pemasaran adalah melalui tekologi e-commerce.

“Aktivitas ekonomi digital atau e-commerce berpeluang besar untuk terus berkembang. Baik penjual maupun pembeli sama-sama membutuhkanya, karena e-commerce tidak saja menawarkan kemudahan,    tetapi juga efisiensi waktu, tenaga dan biaya,” kata Demiz dalam sambutannya saat membuka Cooperative Fair 14 di kawasan niaga Metro Indah Mall, Jl. Soekarno-Hatta No. 590, Kota Bandung, Kamis (10/8/17).

Kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri

Data e-Marketer menunjukan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahun terus bertambah, yaitu dari 72,8 juta orang pada tahun 2013 menjadi 102,8 juta orang pada tahun 2016, sehingga menempatkan Indonesia di urutan ke-6 pengguna internet terbanyak di dunia.

Bahkan, pada 2017 Indonesia diproyeksikan akan menyalip Jepang di urutan ke-5 dengan jumlah pengguna internet diperkirakan akan menjadi 112,6 juta orang. Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan bahwa pengguna internet di Indonesia yang berbelanja secara online mencapai 24,7 juta orang, sehingga nilai transaksi e-commerce melesat dari sekitar Rp 25 Triliun pada 2014 menjadi Rp 69,8 Triliun di 2016, dan 2018 diperkirakan akan menjadi Rp 144 Triliun. Sedangkan nilai investasi teknologi di sektor e-commerce dan financial technology diperkirakan mencapai Rp 22,6 Triliun.

Peluang pengembangan ekonomi digital akan bertambah dengan peluang pasar yang begitu besar. Dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa, ditambah potensi pasar Asean dengan populasi hingga 600 juta jiwa, Indonesia bisa menjadi pemain global atau global player di kancah ekonomi dunia.

“Persoalannya bagaimana produk kita bisa menjangkau mereka (pendududk Asean) dengan letak geografis yang begitu luas dan beragam, jika kita hanya mengandalkan strategi pemasaran konvensional. Maka dari itu, kunci untuk memperluas jaringan pemasaran saat ini adalah melalui teknologi e-commerce,” ujar Demiz di hadapan ratusan pelaku Koperasi dan UMKM dari Jawa Barat dan beberapa provinsi di Indonesia.

Cooperative Fair yang digelar ke-14 kalinya pada tahun ini sengaja mengambil Tema

Digitalisasi KUMKM Menuju Pasar Global. Demiz mengungkapkan ekonomi berbasis digital begitu sangat penting karena yang dibutuhkan dari KUMKM saat ini tidak sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan selera konsumen. Apabila KUMKM tidak mampu mengimbangi hal tersebut maka akan sulit bersaing, bahkan lambat laun akan ditinggalkan konsumen.

“Saya mendorong kepada seluruh pelaku usaha koperasi dan UMKM di Indonesia khususnya di Jawa Barat, untuk sadar dan melek teknologi agar mampu bersaing dengan negara lain,” tutur Demiz.

Sementara itu

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram yang hadir dalam acara pembukaan Cooperative Fair 14, mengungkapkan pihak Kementerian juga terus mendorong upaya digitalisasi dalam setiap operasionalisasi koperasi, juga digitalisasi dan sertifikasi produk-produk UMKM. “Dunia internasional dan global, standardisasi dan sertifikasi merupakan satu alat untuk produk kita berdaya saing,” ungkap Agus.

Mendukung upaya tersebut

Pihak Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai berbagai program, seperti memberikan hak cipta, sertifikasi halal, dan sertifikasi kesehatan dari BPOM secara gratis. Upaya lain yang ditempuh yakni kemudahan izin usaha untuk usaha mikro melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut).

“Dan khusus kepada para UKM yang memproduksi dan produksinya itu ditujukan untuk ekspor. Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Keuangan melakukan dukungan dengan program KITE. KITE ini Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Jadi kalau mengimpor barang atau bahan baku untuk produk ekspor itu digratiskan bea masuknya,” papar Agus. “Misalkan contohnya ada di Jawa Barat mengimpor bahan baku untuk kerajinan tapi hasil produknya untuk diekspor itu bea masuknya gratis. Dan itu bisa ditanya ke Dirjen Imigrasi atau di sini bisa ditanya ke Dinas Perdagangan,” tambahnya.

Koperasi dan UMKM

Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia. Tahun ini, ada 11 provinsi serta ikut dalam pameran yang digelar pada 10-14 Agustus 2017. Cooperative Fair merupakan agenda tahunan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat yang digelar pertama kalinya pada 23-28 Juli 2004 di Lapangan Gasibu Kota Bandung. Kegiatan ini adalah upaya meningkatkan daya saing, kreativitas, produktivitas, dan kemandirian Koperasi dan UMKM.

Cooperative Fair 2017 menghadirkan 300 pelaku KUMKM se-Jawa Barat serta pelaku KUMKM dari 11 provinsi diantaranya: Provinsi Bali, DKI Jakarta, Banten, NTT, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Aceh, dan Kalimantan Tengah. Mereka menampilkan produk makanan dan minuman, kerajinan, fashion dan aksesoris, sepatu dan tas, serta berbagai produk unggulan lainnya khas daerah masing-masing.

Kepala Dinas KUK Jawa Barat Dudi Sudrajat menegaskan

Cooperative Fair ke-14 merupakan ajang pameran, promosi, dan pemasaran produk kreatif unggulan Indonesia sekaligus menciptakan jaringan pemasaran yang seluas-luasnya.

Pada tahun 2017 kita mengambil tema tentang digitalisasi KUMKM, sebab digitalisasi koperasi dan UMKM merupakan misi kami dalam modernisasi dan revitalisasi Koperasi dan UMKM di Jawa Barat. Kita melihat perkembangan teknologi informasi komunikasi yang begitu cepat mendorong para pelaku KUMKM harus menguasai TIK,” papar Dudi.

Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah yakni UMKM go online.  Para pelaku KUMKM harus melek TIK dan memanfaatkan TIK untuk meningkatkan pemasaran produknya. “Semua serba cepat, serba mudah berkat TIK. Hanya berbekal teknologi dari handphone, dunia dalam gengaman. Untuk itu, pelaku KUMKM harus menguasai dan menfaatkan TIK secara maksimal,” jelasnya.

Dinas KUK Jawa Barat saat ini berkomitmen penuh terhadap digitalisasi koperasi dan UMKM. Untuk itu, pada kesempatan ini, Dinas KUK Jawa Barat meluncurkan marketplace beliaja.id bagi UMKM dan dikelola oleh koperasi. Selain itu, diluncurkan pula geraiumkm.com sebagai sarana UMKM untuk menampilkan produknya melaui media digital.

Selain itu, dari sisi manajemen koperasi diluncurkan aplikasi ratonline.id yang merupakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) online pertama yang dibuat oleh Pemerintah. Terakhir adalah aplikasi berbasis web untuk simpan pinjam koperasi. Namun, untuk sementara web ini hanya diterapkan di Koperasi Pegawai Dinas Koperasi (KPDK) mulai 12 Juli 2017.

 

Artikel terkait:

Diminta Turun Langsung Lakukan Pembinaan Evaluasi LSS

Diminta Turun Langsung Lakukan Pembinaan Evaluasi LSS

Diminta Turun Langsung Lakukan Pembinaan Evaluasi LSS

Tiga sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK)

Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi juara satu di Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Kota kini dipersiapkan untuk maju ke Tingkat Wilayah I Jawa Barat (Jabar). Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan LSS pun digelar Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Kamis (10/08/2017) di ruang Paseban Surawisesa, Balaikota Bogor. “Juara satu di masing-masing tingkat ada TK Akbar, SD Insan Kamil dan SMP Negeri 6 Kota Bogor,” ujarnya.

Lomba LSS tingkat wilayah I Jawa Barat

Ade mengatakan, ketiga sekolah tersebut akan mengikuti lomba LSS tingkat wilayah I Jawa Barat pada September mendatang yang artinya diperlukan evaluasi perbaikan. Pasalnya, dari hasil evaluasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang berasal dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait masih menemukan beberapa kekurangan dari sekolah-sekolah tersebut. “Ada yang masih memiliki kandang ayam, ada yang sanitasinya masih kurang, belum adanya pemanfaatan dari sisa air wudhu dan pemahaman kesehatan dari para siswanya,” terangnya.

Tim Pembina UKS

Catatan-catatan tersebut, lanjut Ade, harus segera diselesaikan Tim Pembina UKS dengan turun langsung ke sekolah-sekolah bersangkutan. Ia menginginkan, Tim Pembina UKS yang berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan (Dishub), Tim Penggerak PKK dan lainnya dapat menjalankan peran dan fungsinya. “LSS ini bukan hanya tanggung jawab sekolah saja tapi juga tanggung jawab dari Tim Pembina karena idealnya Pemkotlah yang memfasilitasi,” imbuhnya.

Kepala Seksi Kesiswaan SMP Disdik Kota Bogor Teddy Kusnadi

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan SMP Disdik Kota Bogor Teddy Kusnadi  mengatakan, penilaian dari LSS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, lingkungan sekolah sehat serta administrasi di sekretariat TP UKS Kota Bogor. Sejauh ini Kota Bogor sudah pernah menjuarai LSS Tingkat Nasional ataupun provinsi. Sebut saja SD Pertiwi yang menjadi juara 1 Nasional pada 2012 silam dan SMP Negeri 6 Menjadi Juara 2 Jawa Barat 2016 lalu.

“Tahun ini kami akan menyiapkan sekolah sesuatu kriteria lomba dengan maksimal serta semakin menggenjot keterlibatan OPD di sekolah agar wujud. Harapannya Kota Bogor bisa menang di LSS serta UKS/UKM di sekolah Kota Bogor berjalan sesuai dengan Trias UKS,” pungkasnya.

Sumber : https://dogetek.co/

The Yudhoyono Institute (TYI) dilaunching

The Yudhoyono Institute (TYI) dilaunching

 

The Yudhoyono Institute (TYI) dilaunching

Sebelum dilaunchingnya The Yudhoyono Institute (TYI)

Direktur Eksekutif TYI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlebih dulu menghadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017) siang.  Maksud kedatangan AHY menemui Jokowi, selain untuk bersilaturahmi sekaligus untuk memperkenalkan TYI kepada Jokowi.

Dikatakan AHY

Dirinya datang untuk memohon restu sekaligus ingin mendapatkan wejangan dan hal-hal lainnya yang bisa dijadikan pedoman untuk mensukseskan TYI.  “Kita bersilaturahmi mendiskusikan banyak hal. Tidak hanya tentang institut (TYI) saja, tadi Bapak Presiden juga menyampaikan kepada saya bahwa memang perkembangan dunia ini begitu cepat dan anak-anak muda diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya memajukan bangsa,” jelas AHY.

Presiden juga, katanya

Berharap agar anak muda merespon perubahan, cepat beradaptasi, dan semoga dapat membawa berbagai kemajuan. “Beliau juga menitipkan semangat serta harapan kepada saya supaya TYI dapat memberikan kontribusinya kepada generasi muda bangsa,” paparnya.

AHY juga menuturkan, jika Jokowi pun memberikan semangat dan kembali mengharapkan agar TYI memiliki pemikiran-pemikiran yang baik sekaligus memotivasi generasi muda termasuk menyiapkan kader-kader pemimpin di masa mendatang. “Dan itulah memang tujuan didirikannya TYI,” tegas AHY.

Sekedar informasi

peluncuran TYI sendiri berlangsung di XXI Ballroom Djakarta Theater, Kamis (10/08/2017) malam pukul 19.30 WIB yang didahului dengan santap makan malam. Acara tersebut dipandu Puteri Indonesia 2008 Zivanna Letisha, dan para undangan, diantaranya Wali Kota Bogor Bima Arya yang diajak melihat video pfofile dari TYI dan suguhan hiburan lainnya.

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus
Merokok di Luar Gedung Tetap Perlu Area Khusus

Pemprov DKI Jakarta mengganti aturan ruangan merokok

Dengan keharusan merokok di luar gedung. Walaupun di luar gedung, Pemprov DKI juga tetap harus membuat aturan soal area khusus.

“Intinya merokok itu dilokalisir. Jangan karena merokok harus di luar gedung, terus pengunjung sembarangan merokok mentang-mentang sudah di luar gedung,” kata Ketua YLKI Soedaryatmo ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2010).

 

Menurut Soedaryatmo

pelaksanaan aturan ruangan khusus merokok memang lemah dalam pengawasan. Antara satu mal dan mal lain, satu gedung dan gedung lain, berbeda pelaksanaannya. Ada yang ketat, namun ada juga yang longgar.

“Memang ada problem pengawasan merokok. Kalau pengelola mal punya komitmen, satpamnya bisa menegur pengunjung,” jelasnya.

 

Jika Pemprov DKI membuat aturan merokok harus di luar gedung

YLKI setuju saja. Namun tetap harus ada area di luar gedung itu yang menandakan itu tempat untuk merokok. Sehingga orang tetap tidak merokok sembarangan, walau di luar gedung.

“Lokasinya ditentukan, misalnya di dekat pintu masuk. Supaya orang tetap gampang kalau mau keluar masuk gedung. Nanti sebelum masuk gedung, rokoknya dimatikan,” katanya.

Pemprov DKI mengeluarkan Peraturan Gubernur No 88/2010 tentang Perubahan Pergub No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Ruangan khusus merokok ditiadakan, namun orang merokok harus di luar gedung.

Baca Juga : 

Huawei P30, Versi Original P30 Series

Huawei P30, Versi Original P30 Series

Huawei P30, Versi Original P30 Series
Huawei P30, Versi Original P30 Series

Huawei akan meluncurkan lini smartphone terbarunya P30

series yang mencakup P30, P30 Pro dan P30 Lite ke Indonesia dalam waktu dekat. Huawei P30 telah diluncurkan secara global pada Maret lalu dengan harga 680 Euro atau setara Rp 10,8 juta. Huawei P30 merupakan smartphone premium dan versi original dari P30 series.

Huawei P30 hadir dalam varian warna Hitam, Aurora, Amber Sunrise, Breathing Crystal, dan Pearl White. Huawei P30 memiliki beragam konfigurasi yakni RAM 6GB dan 8GB serta ROM 64/128/256 GB.

Sebelum diluncurkan, Redaksi Selular.ID berkesempatan hands-on Huawei P30. Varian Huawei P30 yang kami hands-on 4/128GB dengan warna Breathing Crystal. Seperti apa Hands-On Huawei P30 ? Simak ulasannya berikut ini.

Desain

Huawei ISP Summit, Bahas Era AI dan Cloud di Asia Pasifik

Body smartphone ini menggunakan material polycarbonate berbalut bahan kaca pada bagian belakang. Keseluruhan kerangka menggunakan bahan alumunium.

Ketika kami melihat dan menggenggam pertama kali, Huawei P30 Pro terlihat elegan dan kokoh. Seperti smartphone premium pada umumnya, kualitas build quality Huawei P30 cukup baik.

Saat digenggam, Huawei P30 juga cukup nyaman dan tidak terlalu berat dengan dimensi 71.36mm x 149.1mm x 7.57mm dan bobot 165g. Sudut lengkung menambah kenyamanan saat ponsel digenggam.

Layar seluas 6.1 inci, notch waterdrop sebagai wadah kamera selfie 32 MP dan speaker receiver terpampang di bagian depan ponsel ini. Sementara tiga kamera utama beresolusi 40MP, 16MP dan 8MP, LED Flash, tulisan sensor Leica dan logo Huawei tersemat di bagian belakang ponsel ini.

Didukung OS Android 9.0 Pie, Huawei P30 dan P30 Pro Meluncur 28 Maret

Sisi kanan dijumpai tombol power serta tombol volume up dan down. Sedangkan sisi kiri ditemui slot sim card saja. Slot MicroSD harus absen dari ponsel ini.

Jack audio 3,5mm, port USB Type-C, speaker dan lubang mic hadir di bagian bawah ponsel ini. Bagian atas ponsel hanya terdapat sebuah lubang mic saja.

 

Spesifikasi

Huawei P30 dibekali layar OLED berukuran 6,1 inci beresolusi FHD+ (2340x1080p). Urusan foto dan video, P30 disematkan 3 kamera utama beresolusi 40MP, 16MP dan 8MP.

Lensa utama beresolusi 40 MP dengan aperture f/1.8. Lensa sekundernya didukung sensor ultrawide berukuran 16 MP dengan aperture f/2.2.

Sedangkan lensa ketiga menggunakan sensor telephoto berukuran 8 MP dengan aperture f/2.4. Kamera selfienya beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0.

Huawei P30 Pro Dibekali Periscope Zoom Camera

Dapur pacunya disokong chipset Kirin 980 dengan prosesor Octa-core dan GPU Mali-G76 MP10. Performanya juga didukung teknologi GPU Turbo 3.0.

Penyimpanannya disokong RAM 4GB dan ROM 128GB. Karena memori internalnya cukup besar, tidak disediakan slot MicroSD di ponsel ini.

Smartphone ini berjalan dengan sistem operasi Android 9.0 berbalut tampilan UI EMUI 9.1. Dayanya disokong baterai 3650mAh dengan dukungan teknologi fast charging 22.5W. Konektivitasnya dilengkapi Bluetooth 5.0, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, port USB Type-C serta jaringan 2G/3G/4G.

Sumber : https://ngelag.com/

Transaksi elektronik (ITE) peraturan lain yg terkait (peraturan bank indonesia ttg internet banking )

Transaksi elektronik (ITE) peraturan lain yg terkait (peraturan bank indonesia ttg internet banking )

transaksi elektronik (ITE) peraturan lain yg terkait (peraturan bank indonesia ttg internet banking )
transaksi elektronik (ITE) peraturan lain yg terkait (peraturan bank indonesia ttg internet banking )

 

Internet banking bukan merupakan istilah yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia

khususnya bagi yang tinggal di wilayah perkotaan. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya perbankan nasional yang menyelenggarakan layanan tersebut.

Penyelenggaraan internet banking yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, dalam kenyataannya pada satu sisi membuat jalannya transaksi perbankan menjadi lebih mudah, akan tetapi di sisi lain membuatnya semakin berisiko. Dengan kenyataan seperti ini, keamanan menjadi faktor yang paling perlu diperhatikan. Bahkan mungkin faktor keamanan ini dapat menjadi salah satu fitur unggulan yang dapat ditonjolkan oleh pihak bank.

 

Salah satu risiko yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan internet banking adalah

internet fraud atau penipuan melalui internet. Dalam internet fraud ini menjadikan pihak bank atau nasabah sebagai korban, yang dapat terjadi karena maksud jahat seseorang yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, atau seseorang yang memanfaatkan kelengahan pihak bank maupun pihak nasabah.

Oleh karena itu perbankan perlu meningkatkan keamanan internet banking antara lain melalui standarisasi pembuatan aplikasi internet banking, adanya panduan bila terjadi fraud dalam internet banking dan pemberian informasi yang jelas kepada user.

 

Peranan Bank Indonesia dalam Pencegahan Internet Fraud

Salah satu tugas pokok Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 Tahun 2004 adalah mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut Bank Indonesia diberikan kewenangan sbb:

  • Menetapkan peraturan perbankan termasuk ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip-prinsip kehati-hatian.
  • Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank.
  • Melaksanakan pengawasan bank secara langsung dan tidak langsung.
  • Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Pelaksanaan kewenangan tugas-tugas tersebut di atas ditetapkan secara lebih rinci dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Terkait dengan tugas Bank Indonesia mengatur dan mengawasi bank, salah satu upaya untuk meminimalisasi internet fraud yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah melalui pendekatan aspek regulasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia telah mengeluarkan serangkaian Peraturan Bank Indonesia dan Surat Edaran Bank Indonesia yang harus dipatuhi oleh dunia perbankan antara lain mengenai penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan internet banking dan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC).

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pererat Kerjasama, BRI Serahkan Kendaraan Operasional Pendidikan Bagi Unla

Pererat Kerjasama, BRI Serahkan Kendaraan Operasional Pendidikan Bagi Unla

Pererat Kerjasama, BRI Serahkan Kendaraan Operasional Pendidikan Bagi Unla
Pererat Kerjasama, BRI Serahkan Kendaraan Operasional Pendidikan Bagi Unla

BANDUNG-Kerjasama pengelolaan keuangan antara BRI

dengan Universitas Langlangbuana (Unla) terus dikuatkan oleh kedua instansi pendidikan dengan perbankan tersebut, salah satunya dengan bantuan 1 unit kendaraan operasional pendidikan dari BRI kepada Unla.

Wakil Pimpinan Bidang Bisnis Kakanwil BRI Bandung, Agung

Setiabudi mengatakan, bentuk kerjasama berupa bantuan operasional pendidikan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi Unla dalam melaksanakan berbagai kegiatan seluruh civitas akademi.

“Kerjasama kita pererat dengan program CSR kami berupa 1 unit kendaraan roda empat sebagai bantuan operasional pendidikan nilainya Rp 453 juta,” ucap Agung, usai penyerahan bantuan operasional di Kampus Unla, Jumat (27/07).

Agung berharap, bantuan operasional pendidikan ini bisa

dimanfaatkan secara maksimal, sebagaimana kepercayaan yang telah diberikan Unla kepada BRI untuk mengelola keuangan, mulai dari pengelolaan gaji para pegawainya, SPP hingga rencana pembuatan kartu mahasiswa dan kartu pegawai yang nantinya berfungsi sebagai Brizzi (uang elektronik).

“Sesuai kesepakatan bersama, ke depan kami akan membuat name tag serta Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang juga berfungsi sebagai uang elektronik yang bisa untuk belanja atau pembayaran Tol,” katanya

 

Baca Juga :

 

 

M. Iriawan: Orang Sunda Harus Jaga Falsafah Sunda

M. Iriawan: Orang Sunda Harus Jaga Falsafah Sunda

M. Iriawan Orang Sunda Harus Jaga Falsafah Sunda
M. Iriawan Orang Sunda Harus Jaga Falsafah Sunda

BANDUNG- “Silih asah, silih asih, silih asuh” merupakan satu istilah

yang lahir dari kearifan masyarakat sunda, dan tidak asing bagi masyarakat sunda karena telah menjadi falsafah hidupnya yang harus terus dibumikan dimanapun dan kapanpun yang merupakan satu kesatuan sikap, nilai dan rukun hidup yang harus dijiwai oleh masyarakat dalam menjalakan kehidupannya demi terwujudnya masyarakat yang kuat, cerdas, egaliter dan saling menebar cinta kasih sesama.

“Dalam Sunda ada silih asah, silih asih dan silih asuh, saya tambahkan

silih wawangi, saling mendukung saling memberikan support sehingga nanti banyak orang Sunda berada di kancah nasional, tokoh tokoh nasional baik formal maupun informal itu harapan kami,” ucap Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan.

Dalam sambutannya diacara Milangkala Paguyuban Pasundan ke-105, Sabtu (28/07), M Iriawan berharap dengan adanya falsafah ini akan terwujudnya serta rasa optimis masyarakat Sunda di manapun berada yang selalu menjaga rasa santun kepada yang lain.

“Memang orang Sunda santun, punten abdi ti payun, kita ubah menjadi hapunten

abdi tipayun, (maaf saya mendahului), itulah sopannya orang Sunda. Banyak mengalah, mengalah untuk kebaikan itu baik, tapi mengalah untuk kompetisi kita jangan mengalah,” tegasnya.

M. Iriawan menambahkan ada berbagai upaya yang bisa dilakukan orang Sunda untuk menjadikan mereka lebih baik dan memajukan orang Sunda di berbagai sektor kehidupan di masyarakat baik di tingkat nasional maupun. internasional.

“Upaya untuk orang Sunda salah satunya dengan acara ini, dan kami mendorong di tempat-tempat lain dimana banyak orang Sunda dengan bidang masing-masing, baik di NTB maupun daerah lain,” pungkasnya

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/buku-tentang-tumbuhan-paku/

BNNP Jabar Sita Peredaran 600 Kg Ganja dan 6 Kg Sabu

BNNP Jabar Sita Peredaran 600 Kg Ganja dan 6 Kg Sabu

BNNP Jabar Sita Peredaran 600 Kg Ganja dan 6 Kg Sabu
BNNP Jabar Sita Peredaran 600 Kg Ganja dan 6 Kg Sabu

BANDUNG-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 600 kg dan sabu-sabu sebanyak 6 kg. Kedua barang haram tersebut adalah hasil penangkapan periode April-Juli 2018.

Kepala Seksi Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti BNNP Jabar Hefi Hanafi menjelaskan, keempat perkara yang berhasil diungkap tersebut merupakan jaringan peredaran gelap narkotika jenis shabu dan ganja yang melakukan tindak pidana peredaran gelapnya di wilayah Bekasi dan Bogor.

“Ada 10 orang pelaku yang ditangkap, rata-rata ditangkap di Bogor dan Bekasi,” katanya kepada wartawan di halaman parkir barat gedung Sate Bandung, Senin (30/7/2018).

Modus operandi para pelaku dengan mendatangkan narkotika dari Sumatera

baik dengan menggunakan kendaraan yang disiapkan khusus atau dimodifikasi dan diangkut sendiri (LKN 07), menggunakan kurir (LKN 05 & 06), ataupun dengan menggunakan modus memanfaatkan Jasa Pengiriman Paket (LKN 08).

“Modus penyebaran barang terlarang tersebut sampai saat ini masih sama ya. Ada yang unik di kaos kaki tapi itu juga pernah beberapa kali terungkap, kemudian ada juga yang ditaruh di laptop dan melalui titipan kilat ekspedisi,” jelasnya.

Sedangkan proses penangkapan berdasarkan laporan dari masyarakat, kemudian

dikembangkan penyelidikan, akhirnya mereka mau mengakui ada bandar narkoba yang mengendalikan para pelaku. Setelah itu, dilakukan proses penangkapan.  “Bandar narkoba sudah tertangkap di Bogor,” tegasnya.

Dia menyebutkan dua wilayah di Jawa Barat, yaitu Bogor dan Bekasi menjadi tempat peredaran barang haram jenis sabu dan ganja. Pasalnya, kedua kota besar tersebut merupakan penyangga ibukota Jakarta. “Dua tempat itu hiburan malam cukup banyak. Mereka mengedarkan narkoba di situ,” ujarnya.

Hepi menambahkan, dengan mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika jenis ganja

dan shabu merupakan keberhasilan dalam upaya P4GN. “Ini menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan warga Jawa Barat dari bahaya penyaIahgunaan dan peredaran gelap Narkotika,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/kulit-rambut-dan-kuku-termasuk-kedalam-sistem/

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika
Mengenal Tentang Jaratkaru dan Lahirnya Astika

Ada seorang brahmana

yang bernama Jaratkaru,  dimana jarat berarti suka mengalah dan karu berarti, suka berbelas kasih, tempat berlindung bagi yang sedang dalam ketakutan, oleh karena itu ia sangat disegani, karena sifatnya tersebut. mengalah.

Jaratkaru

adalah putera seorang Bikhu (= pendeta) yang mempunyai tapa yang luar biasa, seorang Bikhu yang suka memungut padi-padi yang terserak dan terbuang di jalan. Padi-padi itu kemudian dibersihkannya. Sampai akhirnya padinya menjadi banyak dan kemudian dimasaknya padi-padi itu, untuk disajikan kepada Bhatara (= dewa-dewa) dan para tamu. Begitulah tapa orang tuanya yang demikian tangguh, tahan akan penderitaan, tidak bergaul dengan perempuan, tahan menderita dalam bertapa.

Jaratkaru juga

merupakan seorang pertapa yang besar. Setelah memiliki kekuatan mantra yang sangat hebat, Jaratkaru dapat pergi ke segala alam, dapat mengunjungi segala tempat asing sesuai dengan yang hendak dia datangi dan dapat berjalan di atas air. Setelah semakin jauh perjalanannya, sampailah dia ke Ayatanasthana, yaitu suatu tempat yang terletak diantara surga dan neraka, tempatnya arwah menunggu (untuk) mendapatkan surga-neraka.
Pada saat dia berada di Ayatanasthana, ada satu arwah yang digantung pada sebatang bambu, dengan posisi kepala di bawah dan kaki terikat di atas. Di bawahnya terdapat jurang yang sangat dalam yang menuju ke alam neraka. Jika bambu itu patah, maka ia akan jatuh ke tempat itu (alam neraka).
Pada bambu yang dipergunakan untuk menggantung arwah tersebut terdapat seekor tikus yang tinggal di lobang bambu tersebut. Setiap hari dia menggigiti bambu tersebut. Hal itu terlihat jelas oleh Jaratkaru, sehingga tanpa disadarinya mengalirlah air matanya. Karena besarnya rasa belas kasihnya, ia merasakan betapa hatinya hancur luluh melihat arwah yang digantung terbalik di ujung bambu itu serta diikat kakinya. Arwah tersebut menyerupai seorang Bikhu dengan berambut terjalin serta berpakaian dari kulit pohon. 

Jaratkaru berpendapat

sangatlah tidak pantas bila dia menghadapi kesengsaraan yang sedemikian itu. Arwah itu sangat menderita, tidak makan seperti daun yang tergantung, yang kekeringan karena kemarau, yang berayun-ayun oleh karena angin keras. Demikianlah keadaan arwah itu.
Jaratkaru pun bertanya kepada arwah tersebut: “Siapakah tuan dan mengapa tuan tergantung di sebatang bambu yang hampir patah oleh gigitan tikus, dan hampir jatuh ke jurang yang tidak diterukur dalamnya. Keadaan tuan yang sedemikian itu membuat hati hamba sangat sedih, sehingga hamba menaruh belas kasih dan hendak menolong tuan. Ketahuilah bahwa hamba bertapa sejak masih kanak-kanak serta menimbun beratnya tapa hamba, sehingga menghantar hamba sampai ke sini dan melihat tuanku yang sangat menderita.
Seberapa besarkah pahala dari tapa hamba yang harus hamba berikan, supaya tuan dapat pulang ke surga dan berhenti menghadapi kesengsaraan ini? Seperempatkah atau setengahkah yang harus hamba berikan agar tuanku mendapatkan surga”.
Perkataan Jaratkaru tersebut terdengar oleh arwah itu dan menjawablah arwah tersebut dengan sangat dingin bagaikan hati yang disiram oleh air hidup:
“Engkaukah itu, yang bertanya kepadaku? Baiklah akan kuberitahukan semua keadaanku. Itu semua terjadi karena garis keturunankuakan putus. Karena itulah akupun  terputus dari Pitraloka (= alam arwah para leluhur) dan bergantung-gantung pada sebatang bambu yang seolah-olah (hampir) jatuh ke alam neraka. 
Sebenarnya aku mempunyai satu keturunan. Namanya Jaratkaru. Tetapi dia moksa juga. Ia hendak meluputkan segala sesuatu yang membelenggu manusia, tidak beristri, dan menjadi murid brahmana yang suci.  
Karena ia tidak beristri, maka garis keturunanku pun akan terputus. Dan jika hal itu terjadi, maka akibatnya adalah kebinasaanku. Semula aku senang melihat anakku sedemikian, terutama oleh pekerjaan tapa yang istimewa. Tetapi hal yang sedemikianlah yang terjadi saat sekarang ini, yaitu dengan tidak adanya keturunanku, maka, pada dasarnya tidak ada perbedaan antara aku dengan orang yang melakukan perbuatan dosa, sama-sama menghadapi kesengsaraan”.
”Beginilah yang dapat engkau lakukan jika engkau berbelas kasihan kepadaku. Bikhu itu bernama Jaratkaru, mitalah belas kasihan kepadanya. Suruhlah supaya dia beranak, agar supaya aku dapat pulang ke Pitraloka. Beritahukanlah kepadanya bahwa aku mengalami kesengsaraan yang luar biasa, agar supaya hatinya dapat berbelas kasihan”.

Pada saat arwah itu berbicara

maka semakin deraslah air mata Jaratkaru mengalir. Hatinya terasa seperti diiris-iris dengan sembilu melihat bapaknya menghadapi keadaan yang sedemikian itu, ia berkata: “Tuan…, Hambalah yang bernama Jaratkaru, keturunanmu yang tamak akan tapa, yang mengingini kedudukan sebagai murid brahmana. Hamba mengira, sekarang ini tapa hamba belum selesai, padahal sebenarnya telah mencapai kesempurnaan. 
Jadi sekarang, mengenai jalan tuan pulang ke surga, janganlah tuanku khawatirkan. Biarlah hamba berhenti sebagai murid brahmana, dan mencari istri, sehingga hamba dapat memperoleh keturunan utnuk meneruskan garis keturunan tuan. Tetapi hamba menghendaki isteri yang senama dengan nama hamba, agar tidak ada halangan bagi perkawinan hamba. Jikalau hamba telah mempunyai anak, biarlah hamba dapat menjadi murid brahmana lagi. Tuan…, tenangkanlah hati tuanku”, demikianlah kata Jaratkaru.
Kemudian berjalanlah dia mencari istri yang senama dengan dirinya. Pada saat dia mengembara mencari istri, Maharaja Janameja baru saja beristrikan Bhamustiman. Setelah sepuluh daerah (= desa) dijelajahinya, dia masih belum mendapatkan istri yang senama dengannya. Dia pun menjadi bingung karena tidak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya untuk mendapatkan seorang istri, agar bapaknya keluar dari kesengsaraan.
Kemudian masuklah dia ke hutan yang sunyi, menangis dan memanggil segala dewa, segala makhluk raksasa, katanya: ”Hai semua raksasa, para makhluk hidup yang menjadi penjelmaanmu, hamba bernama Jaratkaru, seorang brahmana yang hendak mencari istri. Berilah hamba istri yang senama dengan hamba, yaitu yang bernama Jaratkaru, supaya hamba mendapat anak, sehingga orang tuaku dapat memperoleh surga.
Demikianlah tangis Jaratkaru. Tangisan Jaratkaru itu terdengar oleh telinga para naga (= ular), meskipun mereka tidak tahua asal suara tangisan tersebut. Tangisan dan keinginan Jaratkaru kemudian dilaporkan oleh para naga kepada Basuki. Maka disuruhlah para naga ini oleh Basuki untuk mencari seorang brahmana yang bernama Jaratkaru tersebut. 
Karena Basuki memiliki adik peremuan yang bernama sama dengan Jaratkaru agar brahmana itu menikahi adiknya, sang Nagagini (naga perempuan) tersebut dan dapat mempunyai anak dari adiknya yang akan diberikan kepadanya, yang merupakan ular betina yang bernama Jaratkaru. Kelahiran anak tersebut diharapkan akan dapat membebaskan mereka (= ular-ular tadi) dari korban ular. Itulah maksud Basuki (menyuruh ular-ular itu pergi mencari seorang brahmana bernama Jaratkaru).
Jadi, ketika terdengar oleh mereka tangis Jaratkaru, gembiralah mereka dan memberitahukan kepada Basuki supaya mengundang Jaratkaru dan diberikan kepada adiknya. Tertariklah hatinya kepada Jaratkaru. Dibawa pulanglah ia (= Jaratkaru) oleh Basuki, dan dikawinkannyalah dia serta dinikahkanlah dia dengan upacara yang meriah. Selama dia (= Jaratkaru) duduk di tempat duduk, berkatalah Jaratkaru kepada istrinya:
“Saya akan mengadakan perjanjian dengan engkau. Jika engkau mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan kepadaku, apalagi melakukan perbuatan yang tidak pantas, maka aku akan meninggalkan engkau”.
Demikianlah kata Jaratkaru kepada istrinya. Mereka pun hidup bersama. Dan setelah beberapa lama mereka hidup bersama, mengandunglah si naga perempuan Jaratkaru. Terlihatlah tanda kehamilan itu oleh si suami. Maka mulailah muncullah dalam kepikirannya, ”inilah saatnya aku akan meninggalkan isteriku”. Maka ia minta kepada istrinya untuk menungguinya saat ia tidur. Ia mohon untuk menaruh kepalanya dan tidur dipangkuan istrinya, katanya: Pangkulah olehmu kepalaku waktu tidur”. 
Dengan hati-hati si istri memangku kepada si suami. Sangat lama dia tidur, hingga waktu senja, waktu sembahyang. Teringatlah si naga perempuan Jaratkaru, katanya: “Sekarang adalah waktu sorenya para dewa. Waktu ini tuan brahmana harus membuat doa. Sebaiknya dia dibangunkan. Jikalau menunggu sampai dia terbangun, pastilah dia akan marah, karena dia sangat takut kalau sampai suaminya  terlambat sembahyang karena itu bagi dia merupakan tugas agama kepada para dewa.” 
Lalu dibangunnyalah sang suaminya:
“Hai tuanku Maha Brahmana, bangunlah tuanku! Sekarang waktu telah senja, tuanku, waktu untuk mengerjakan tugas agama. Bunga telah tersedia serta bau-bauan dan padi.”
Demikianlah katanya sambil mengusap wajah sang suami. Kemudian bangunlah Jaratkaru. Sungguh diluar dugaan, ternyata dari mata Jaratkaru keluar cahaya kemarahan yang luar biasa dan mukanya memerah karena marah.
Katanya: “Cih! Engkau naga perempuan yang sangat jahat, engkau sebagai istri menghinaku.  Sampai hati engkau mengganggu tidurku. Tidak layak lagi tingkah lakumu sebagai istri. Oleh karena itu aku akan meninggalkan engkau sekarang ini.”
Demikianlah, Jaratkaru kemudian meninggalkan sang istri. Karena kasihnya yang sangat besar kepada suaminya, ikutlah si naga perempuan, dan lari memeluk si suami:
“Hai tuanku, maafkan hamba tuanku! Bukan maksud hamba menghina tuanku, saat hamba membangunkan tuanku. Hamba hanya mengingatkan saat sembahyang tuan, tiap senja. Salahkah itu, apakah aku harus menyembah tuanku. Seyogyanyalah engkau kembali … tuan yang terhormat. Karena jika hamba telah melahirkan, anak itu akan menghapuskan korban ular bagi saudara-saudaraku, dan tuanku dapat membuat tapabrata lagi.”
Demikianlah kata si naga perempuan meminta belas kasih. Jaratkaru menjawab: “Memang, adalah suatu yang pantas jika engkaumengingatkan hamba untuk memuja dewa ketika senja tiba. Tetapi hal itu tidak dapat mengubah kataku untuk meninggalkan engkau. Aku tidak akan tersesat. Itu kehendakku. Janganlah engkau kuatir. Asti, itulah (nama) anak itu. Anak itu akan menolong engkau kelak dari korban ular. Tenangkanlah hatimu”.
Kemudian pergilah Jaratkaru. Dia tidak dapat ditahan lagi. Si naga perempuan memberitahukan kepada Basuki akan kepergian si suami. Dia memberitahukan semua ucapan Jaratkaru dan memberitahukan bahwa perutnya ada isinya. Bersuka citalah Basuki mendengar itu semua. 
Setelah beberapa lama, lahirlah anak laki-laki dengan tubuh sempurna. Dinamailah anak itu Astika, karena si bapak mengucapkan “asti”. Anak tersebut dipeliharalah oleh Basuki, dididik serta diasuh menurut segala apa yang diharuskan bagi brahmana, dirawat dan diberi kalung brahmana. Dengan lahirnya Astika, maka arwah yang menggantung di ujung bambu itu dapat melesat pulang ke Pitraloka, menikmati pahala tapanya, yaitu tapa yang luar biasa. Patuhlah Astika, sehingga dapat membaca Weda. Diijinkannyalah dia untuk mempelajari segala sastra, mengikuti ajaran Bhrgu. 
Demikianlah cerita tentang Astika. Dia adalah orang yang membuat naga Taksaka terhindar dari korban ular maharaja Janamejaya.
Baca Artikel Lainnya: