Polemik PPDB Sistem Zonasi, Sekolah Swasta Minta Kadispendik Diganti

Polemik PPDB Sistem Zonasi, Sekolah Swasta Minta Kadispendik Diganti

Polemik PPDB Sistem Zonasi, Sekolah Swasta Minta Kadispendik Diganti
Polemik PPDB Sistem Zonasi, Sekolah Swasta Minta Kadispendik Diganti

Para kepala SMP swasta meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengganti Kadispendik

Surabaya setelah ramai protes soal PPDB sistem zonasi.

Tuntutan itu disampai secara tertulis kepada Pada Sabtu (6/7) lalu ke Bu Risma. Mereka berharap tuntutan penggantian Kadispendik bisa direalisasikan.

Surat tersebut atas nama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya tertanggal Kamis (4/7).

Surat dengan Nomor 018/MKKSMP Swasta Surabaya/VII/2019

itu ingin menggambarkan kondisi pendidikan di Kota Surabaya.

BACA JUGA : Cobaan Apa Lagi Ini, Giliran SMP Swasta Sulit Mendapatkan Siswa Saat PPDB

 

Inti surat lima lembar tersebut adalah SMP swasta di Surabaya kekurangan murid lantaran kebijakan dalam PPDB SMP negeri.

 

Pada 2018, mereka hanya menerima 14 ribu siswa.

Hal itu mengganggu operasional sekolah.

Tahun ini mereka sebenarnya bisa berharap ada normalisasi dengan pembagian siswa yang wajar.

 

Baca Juga :

260 Nama Calon Siswa Hilang dari Pengumuman Kelulusan PPDB

260 Nama Calon Siswa Hilang dari Pengumuman Kelulusan PPDB

260 Nama Calon Siswa Hilang dari Pengumuman Kelulusan PPDB
260 Nama Calon Siswa Hilang dari Pengumuman Kelulusan PPDB

Pengumuman hasil seleksi penerimaan peserta didik baru ( PPDB) SMP negeri 2019

di laman ppdb.slemankab.go.id pada Kamis (4/7) tak bisa diganggu gugat. Meskipun hasil pengumuman itu tidak sempurna.

Karena masih ada 260 nama calon siswa yang “hilang” atau bermasalah. Jumlah itu sekitar dua persen dari total 12.500 pendaftar PPDB.

Berdasarkan hasil musyawarah pejabat dinas pendidikan dan para kepala sekolah SMP

negeri, ke-260 siswa tersebut tetap akan diakomodasi. Asal nilai mereka masuk kriteria pada pilihan pertama, kedua, maupun ketiga sekolah yang dituju. Dinas menggaransi para calon siswa tersebut tetap akan diterima di sekolah terkait.

Masuknya nama mereka di sekolah tertentu tak akan mengubah status calon siswa lain yang ‘terlanjur’ diumumkan bahwa telah diterima. Siswa tersebut tak akan tergeser meskipun nilainya lebih rendah dibanding nama yang belakangan masuk.

 

Konsekuensinya, sekolah harus menambah kuota kursi. Solusi itu menjadi win-win solution

akibat kisruh pada sistem pe-ranking-an di website pengumuman PPDB.

BACA JUGA: Ananda Gagal PPDB Jalur Zonasi, tak Daftar ke Swasta karena Ortu tak Mampu

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini tidak menampik adanya permasalahan tersebut. Dia berdalih, kekacauan yang terjadi akibat kesalahan sistemik. Di mana siswa yang seharusnya bisa diterima di sekolah pilihan pertama justru terlempar di pilihan ketiga. Bahkan ada yang namanya hilang.

“Kami beri kesempatan sekolah menambah kuota siswa. Ini sebagai jalan tengah atas persoalan tersebut,” ujarnya (5/7).

 

Sumber :

http://www.imfaceplate.com/danuaji88/what-is-geography-concept

Ananda Gagal PPDB Jalur Zonasi, tak Daftar ke Swasta karena Ortu tak Mampu

Ananda Gagal PPDB Jalur Zonasi, tak Daftar ke Swasta karena Ortu tak Mampu

Ananda Gagal PPDB Jalur Zonasi, tak Daftar ke Swasta karena Ortu tak Mampu
Ananda Gagal PPDB Jalur Zonasi, tak Daftar ke Swasta karena Ortu tak Mampu

Salah seorang pendaftar PPDB (penerimaan peserta didik baru), Ananda (15)

mengaku sedih lantaran masuk di dalam zonasi SMA Negeri 1 Tarakan, tetapi tidak diterima.

Sebelumnya ia sudah mendapatkan penjelasan dari panitia pelaksanaan PPDB bahwa tidak memenuhi persyaratan, yang mana kartu keluarganya terbilang baru. Seingatnya kartu keluarganya diurus Desember 2018 lalu.

Namun saat itu masih dalam status sementara, karena tidak mendapatkan blangko. Pada 20 Juni 2019, barulah ia mendapatkan kartu keluarga baru, yang artinya berselisih beberapa hari sebelum dilaksanakannya PPDB, 24 Juni lalu.

“Karena katanya KK saya baru. KK sudah lama diurus tapi masih pakai KK s

ementara karena tidak dapat blangko. 20 Juni baru dapat blangko. Saya pindahan dari KTT, tapi sudah satu tahun di Tarakan. Sekolah di SMPN 4 Tarakan,” terangnya kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

 

Di kartu keluarganya tertera alamat Karang Balik RT 9. Ia merasa ini masuk dalam zonasi SMA Negeri 1 Tarakan. Tak diterima di SMAN 1 Tarakan, ia pun bertolak ke SMKN 1 Tarakan. Namun sayangnya, ia tak mampu bersaing dengan nilai pendaftar lainnya.

BACA JUGA: 4 Siswa Baru SMP Favorit Mengundurkan Diri Gegara Surat Keterangan Domisili

 

“Nilaiku 19, sainganku tinggi-tinggi nilainya. Dan yang gakin (keluarga miskin) diterima semua. Sedangkan kami yang tidak ada gakin, setengah mati cari sekolah. Saya ke SMKN 2 Tarakan, katanya tidak bisa karena pendaftaran hanya sekali,” bebernya.

Tak putus asa mencari sekolah negeri, ia pun bertekad mendaftar di SMK Negeri 3 Tarakan, yakni di daerah Juata Laut. Meski sadar benar jaraknya cukup jauh dari tempat ia tinggal, apa boleh buat. Namun sudah berakhirnya PPDB, ia pun tidak diterima di SMK Negeri 3 Tarakan.

 

Sumber :

https://justpaste.it/haribesarislam

Overriding Methods, Class Extends pada Java

Overriding Methods, Class Extends pada Java

Overriding Methods, Class Extends pada Java
Overriding Methods, Class Extends pada Java

Buatlah catatan siswa yang lebih khusus yang berisi informasi tambahan

tentang pengetahuan komputer siswa. Tugasnya adalah meng-extend class StudentRecord yang mengimplementasikan pelajaran sebelumnya. Cobalah untuk meng-override beberapa method yang ada dalam superclass StudentRecord.

File: StudentRecord.java

public class StudentRecord {
public String name;
private String address;
private int age;
private double mathGrade;
private double englishGrade;
private double scienceGrade;
private double average;
private static int studentCount;

 

//Menghasilkan nama dari Siswa

public String getName(){
return name;
}

//Mengubah nama siswa
public void setName( String temp ){
name = temp;
}

//Menghitung rata – rata nilai Matematik, Bahasa Inggris,IlmuPasti

public double getAverage(){
double result = 0;
result = ( mathGrade+englishGrade+scienceGrade )/3;
return result;
}

//Menghasilkan jumlah instance StudentRecord
public static int getStudentCount(){
return studentCount;}
}

File: StudentRecordExample.java
public class StudentRecordExample
{
public static void main( String[] args ){
StudentRecord afrilRecord = new StudentRecord();

//Memberi nama siswa
afrilRecord.setName(“Afril”);

//Menampilkan nama siswa
System.out.println(afrilRecord.getName() );

//Menampilkan jumlah siswa
System.out.println(“Count= “+StudentRecord.getStudentCount());
}

class CobaOverride extends StudentRecord {
@Override
public String getName(){
System.out.println(“afril juga student loooh….”);
return name;}
}
}

2. Buatlah class abstract yang dinamai Shape dengan method abstract getArea() dan getName(). Tulis dua subclasses-nya yaitu Circle dan Square.

abstract class Shape {
private String nm;
Shape(String nama) {
nm = nama; }
public String getName() {
return nm;
}

abstract float getArea();

}

class Circle extends Shape {
int r;
Circle(String nama) {
super(nama);
r= 3;
}
float getArea() {
float luas;
luas = (float)(3.14 * r * r);
return luas;
}
}

class Square extends Shape {
private int sisi;
Square(String nama) {
super(nama);
sisi = 3;
}

float getArea() {
float luas;
luas = sisi * sisi;
return luas;
}
}

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/tujuan-dan-ciri-ciri-teks-ulasan.html

Definisi Kerangka Karangan

Definisi Kerangka Karangan

Definisi Kerangka Karangan
Definisi Kerangka Karangan

Definisi

 

Kerangka karangan merupakan rencana atau draf dari suatu tulisan yang memuat inti atau garis besar dari karangan yang akan dibuat. Kerangka karangan berisi ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, dan terstruktur. Kerangka karangan merupakan prototype atau miniatur dari sebuah karangan.

 

Manfaat outline bagi penulis

  1. Membuat tulisan lebih terkonsep secara menyeluruh. Dengan adanya outline, penulis memilki batasan-batasan topik dari tulisan yang dibuatnya.
  2. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Sebuah karangan memiliki tiap-tiap bagian yang berbeda klimaksnya. Dengan adanya outline, penulis bisa menentukan kapan klimaks itu diletakkan, karena tidak setiap bagian perlu diberikan klimaks, dan tingkat klimaksnya pun berbeda-beda.
  3. Menyusun karangan secara teratur. Adanya outline memudahkan penulis menyusun karangan. Penulis dapat melihat apakah gagasan-gagasan tersebut sudah tepat, sinkron, dan disajikan dengan baik dan terurut.
  4. Menghindari penggunan topik yang berlebih. Penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.
  5. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan rincian-rincian yang ada pada outline, penulis dimudahkan dalam mencari data-data yang berhubungan deng tulisannya.

 

Syarat kerangka karangan yang baik

  1. Tesis atau Pengungkapan Maksud harus jelas
  2. Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
  3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan  harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar dengan jelas.
  4. Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang akan dicapai dengan topik itu. Dari topik dan tujuan itu tersusun tema yang  jelas.
  5. Harus menggunakan simbol yang konsisten.

 

Pola Susunan Kerangka Karangan

  1. Pola Alamiah

adalah susunan kerangka berupa urutan unit-unit kerangka karangan yang sesuai dengan kenyataan di alam. Unsur alamiah didasarkan atas dimensi-dimensi kehidupan, seperti atas – bawah, melintang – menyebrang, sekarang – nanti, ,dulu – sekarang, timur – barat, dan sebagainya. Pola alamiah dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu berdasarkan :

–      urutan ruang

–      urutan waktu

–      urutan topik

  1. Pola Logis

Pola logis adalah susunan kerangka yang sesuai dengan urutan. Macam-macam urutan logis antara lain:

  1. a) Urutan klimaks dan anti klimaks
  2. b) Urutan sebab-akibat (kausal)
  3. c) Urutan pemisahan masalah
  4. d) Urutan umum – khusus
  5. e) Urutan proses

Agar tingkatan-tingkatan dalam kerangka karangan jelas hubungannya, dipergunakan simbol-simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkat yang sederajat.

Simbol-simbol berupa:

         Topik tingkat 1: angka Romawi I, II, dan seterusnya

         Topik tingkat 2: huruf kapital A, B, dan seterusnya

         Topik tingkat 3: angka Arab 1, 2, dan seterusnya

         Topik tingkat 4: huruf kecil a, b, dan seterusnya

         Topik tingkat 5: angka Arab dalam kurung (1), (2) , dan seterusnya

         Topik tingkat 6: huruf kecil dalam kurung (a), (b), dan seterusnya

Semakin penting atau tinggi sebuah unit, semakin ke kiri tempatnya. Semakin kurang penting atau rendah unitnya, semakin ke kanan tempatnya.

Dapat pula disusun sbb:

         Topik tingkat 1: angka Arab 1. (dengan titik)

         Topik tingkat 2: Angka Arab 1.1 (tanpa titik)

         Topik tingkat 3: angka Arab 1.1.1 (tanpa titik)

         Topik tingkat 4: angka Arab 1.1.1.1 (tanpa titik)

         Topik tingkat 5: angka Arab 1.1.1.1.1. (tanpa titik)

         Topik tingkat 6: angka Arab 1.1.1.1.1.1 (tanpa titik)

Contoh tipografi penggunaan simbol

  1. GEMPA YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA
  2. Gempa di Asia
  3.    Gempa di China
  4. Gempa diJepang
  5. Gempa di Amerika
  6.   Gempa di Kanada
  7. Gempa di Mexico
  8. GEMPAYANG TERJADI DI INDONESIA
  9. Gempa di Pulau Jawa
  10. Gempa diYogyakarta
  11. Gempa diTasikmalaya
  12. Gempa di luar Pulau Jawa
  13. Gempa diPadang dan sekitarnya
  14. Gempa diPapua

Sumber : http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-243961-Umum-Contoh%20Teks%20Eksplanasi.html

Ini Penjelasan Mendagri Soal Pelibatan Presiden Dalam Pemilihan Rektor

Ini Penjelasan Mendagri Soal Pelibatan Presiden Dalam Pemilihan Rektor

Ini Penjelasan Mendagri Soal Pelibatan Presiden Dalam Pemilihan Rektor
Ini Penjelasan Mendagri Soal Pelibatan Presiden Dalam Pemilihan Rektor

Pemerintah mewacanakan pemilihan rektor perlu dikonsultasikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dikarenakan maraknya ideologi radikal yang masuk ke kampus ataupun universitas.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, wacana itu karena pemerintah ingin menangkal radikalisme. Pada prinsipnya pengendalian kampus atau universitas tetap di tangan rektor yang berwenang dan bertanggung jawab.

“Prinsipnya tetap pemilihan rektor dari hak pemerintah melalui Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi yang pasti akan dikonsultasikan kepada Bapak Presiden,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (5/6).

Ini Penjelasan Mendagri Soal Pelibatan Presiden Dalam Pemilihan Rektor

Mendagri Tjahjo Kumolo (Dok.JawaPos.com)

Menurutnya, rektor setidaknya posisinya setingkat dengan menteri yang memegang amanah seperti kepala daerah hanya ruang lingkup pekerjaanya yang berbeda. Rektor di wilayah pendudikan, sedangkan menteri dan kepala daerah posisinya di bidang pemerintahan.

“Tapi posisi rektor sangat strategis sebagai palang pintu masa depan bangsa,

karena sosok persiapan pemimpin ada di kampus dan universitas,” imbuhnya.

Atas dasar itu, dirinya mewacanakan pemilihan rektor perlu adanya persetujuan dari Presiden Jokowi.

Sebelumnya Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah berencana menyusun kebijakan pemilihan rektor perguruan tinggi yang melibatkan Presiden Jokowi.

Kebijakan itu dilatarbelajangi oleh maraknya ideologi radikalisme yang marak di kampus dan universitas. Selain itu juga untuk memastikan rektor yang menjabat benar-benar menjalankan nilai-nilai Pancasila.

Keputusan ini menurut Tjahjo merupakan hasil komunikasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Presiden Jokowi, dan Menristekdikti Muhammad

 

Baca Juga :

 

 

Syukron Najib, Spesialis Pembuat Miniatur Benda Seni dari Barang Bekas

Syukron Najib, Spesialis Pembuat Miniatur Benda Seni dari Barang Bekas

Syukron Najib, Spesialis Pembuat Miniatur Benda Seni dari Barang Bekas
Syukron Najib, Spesialis Pembuat Miniatur Benda Seni dari Barang Bekas

Hobi rupanya tidak hanya menjadi pengisi waktu luang. Sering kali juga menjadi pijakan pertama dalam memulai usaha. Misalnya, yang dilakukan Syukron Najib. Dari mengutak-atik barang bekas, dia bisa menghasilkan uang.

DITOLAK itu memang tidak enak rasanya. Tapi, gara-gara ditolak, sering kali muncul

motivasi tinggi untuk lebih baik. Penolakan yang diterima Syukron, 20, membuatnya menemukan ”cinta” pada seni kriya.
Syukron Najib, Spesialis Pembuat Miniatur Benda Seni dari Barang Bekas
5 Hal Tentang Syukron (Grafis: Rizky Janu/Jawa Pos/JawaPos.com)

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) itu merintis usaha miniatur unik dari hobinya mengutak-atik barang bekas. Tadinya dia hobi menggambar. Sayangnya, waktu SMP dia ditolak untuk mewakili sekolah dalam lomba menggambar. ”Gambarmu kurang bagus, bikin karya lain saja,” kata Syukron menirukan ucapan gurunya. Alhasil, dia justru melaju dalam perlombaan seni kriya setelahnya.

Langkah awal Syukron mempelajari seni kriya tidak lepas dari sang ayah, Subarno. Bersama Subarno, Syukron belajar membuat miniatur dari barang bekas alias rongsokan. Mulai botol bekas dan karet bekas sandal, sampai bungkus snack. Semua bahan tersebut diubahnya menjadi sebuah perahu layar. Karya itu pulalah yang membawa Syukron menyabet juara III di tingkat Kabupaten Pasuruan.

Percobaan pertama itu membuat dia tidak mau berhenti. Dia terus mengasah kemampuannya d

an membuat karya lain. Lantas, Syukron bergeser untuk mengolah kayu bekas mebel. Sambil mengingat-ingat pengalamannya tersebut, dia memperlihatkan sebuah dokar mini dari kayu yang telah dibuatnya. Memang terlihat persis aslinya. Dokar itu dibuat dari kayu bekas. ”Paling susah kalau menggergaji kayunya. Itu dulu ayah yang mengajari,” ungkapnya.

Hobi itu terus dirawat olehnya. Mengutak-atik bahan apa pun menjadi mainan pajangan yang punya nilai seni. Tapi, saat SMA, Syukron sempat vakum. Kesibukannya sebagai anak pondokan di SMA Darul Ulum Jombang menghentikan hobinya sejenak. Barulah setelah lepas dari SMA, dia kembali melanjutkan kreativitasnya itu.

Selama di UINSA, Syukron merasa ”gatal” untuk mengumpulkan kembali barang bekas. Korek bensol

rusak jadi sasarannya untuk dikumpulkan. Awalnya, lanjut dia, korek itu sekadar disimpan. ”Tapi pas diamati, kayaknya lekuk-lekuknya pas kalau diubah jadi vespa,” katanya.

Kreativitas Syukron yang terhenti tiga tahun rupanya tidak hilang sepenuhnya. Hanya dalam waktu 30 menit, sebuah miniatur mungil berbentuk vespa antik terwujud. ”Cuma ditekuk-tekuk. Semua isi di dalamnya dikeluarin,” terangnya.

Tidak hanya membuat miniatur vespa, dia juga membuat perahu dari karet sandal. Dia sering melihat perahu khas Pasuruan di pantai yang tidak jauh dari rumahnya. ”(Rumahku) hanya 1 kilometer dari pantai. Saya suka cari ide ke situ,” imbuhnya. Lalu, ada pula miniatur kursi yang dibuatnya dari kaleng susu bekas dan peci miliknya yang rusak. Ada pula miniatur sepeda dua dimensi dari barang-barang bekas yang disimpannya di laci. ”Suka ngumpulin aja. Eh, pas muncul idenya, langsung dibikin,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/definition-of-text-review-and-examples/965580

Mahasiswa Bikin Monopoli Khusus Penderita Kusta

Mahasiswa Bikin Monopoli Khusus Penderita Kusta

Mahasiswa Bikin Monopoli Khusus Penderita Kusta
Mahasiswa Bikin Monopoli Khusus Penderita Kusta

Tim mahasiswa Unair berhasil menemukan permainan khusus penderita kusta bernama Motif Kita Sehat

(Monopoli Edukatif Penyakit Kusta Berbasis Kesehatan). Paket permainan yang bersifat edukatif itu berhasil diterapkan pada penderita kusta di Desa Sumber Glagah, Kabupaten Mojokerto.

Materinya terkait tentang perawatan self care penyakit kusta. Tim mahasiswa Unair yang terdiri dari Lidya Victorya Pandiangan, Widya Reghsa Febriyantoro, Magita Novita Sari, M Habib Hidayatulloh, dan Moch Yazid Abdul Zalalil Amin tersebut menuangkan ide mereka tersebut pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM), dan berhasil lolos dari penilaian Dikti, sehingga berhak atas dana hibah program PKM Kemenristekdikti tahun 2017.

Lidya Victorya Pandiangan memaparkan, permainan Motif Kita Sehat ini diperuntukkan bagi penderita kusta

dengan usia yang bervariasi, baik anak-anak hingga dewasa di RT 01 sampai RT 03 Desa Sumber Glagah, Kab. Mojokerto. Bentuk monopoli yang digunakan, pada dasarnya sama dengan permainan monopoli umumnya.

’’Bedanya hanya pada jenis bahan yang digunakan, materi yang disampaikan, dan sedikit perubahan mekanisme bermain.Jenis bahan monopoli ini, tim PKMM menggunakan bahan banner dengan ukuran 2 meter persegi, diisi kotak berjumlah 20 dengan rincian kotak start, masuk rumah sakit (mendapatkan makanan dan minuman yang sehat), bebas berobat (bebas memilih tempat selanjutnya), rumah sakit (harus melempar dadu 3 kali dengan angka yang sama), tantangan, ayo cerita dan 14 kotak materi pengetahuan,’’ paparnya.

Pada materi, dibagi menjadi tiga tingkatan. Yang pertama tentang pengetahuan penyakit kusta

. Kedua tentang sikap dan self care, dan materi ketiga tentang pengobatan MDT (Multi Drug Therapy).

Permainan ini dimainkan oleh 5 orang penderita kusta dan seorang sebagai mediator. Pada akhir permainan ada sesi pemberian reward kepada peserta yang telah menjawab pertanyaan, tantangan, dan Ayo Cerita dengan benar dan paling banyak.

Reward-nya berupa paket sembako, peralatan rumah tangga dan pakaian. Tim Unair juga mempercantik tampilan dalam permainan “Motif Kita Sehat” dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Dalam paket ini terdapat banner ukuran 2 meter persegi, 5 bidak orang, 2 buah dadu,

buku panduan tentang perawatan self care penyakit kusta, tata cara bermain dan CD yang berisikan visualisasi cara bermain dan perawatan self care. Tim mahasiswa Unair juga membentuk kader yang bertujuan agar program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Dengan Pandawa, Unnes Bertekad Dominasi Ajang Mobil Hemat Energi

Dengan Pandawa, Unnes Bertekad Dominasi Ajang Mobil Hemat Energi

Dengan Pandawa, Unnes Bertekad Dominasi Ajang Mobil Hemat Energi
Dengan Pandawa, Unnes Bertekad Dominasi Ajang Mobil Hemat Energi

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes)

tak pernah lelah untuk berkarya. Untuk kesekian kalinya mereka meluncurkan prototype mobil hemat energi. Karya terbaru mereka itu dinamai Pandawa.

Mobil tersebut akan menjadi amunisi utama Tim Pandawa Unnes untuk mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada 6-11 November 2017. Mobil yang sama juga akan diturunkan di Shell Eco Marathon (SEM) pada bulan Maret tahun depan.

Manager Tim Pandawa Rifki Mufti Rahman menyebut kehadiran Pandawa

turut melengkapi seri-seri sebelumnya, seperti Pandawa Urate V, Pandawa Ev dan Pandawa J Pro. Karya-karya tersebut pun telah teruji kualitasnya dengan memenangkan ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) kelas nasional maupun internasional.

”Prototype terbaru ini sudah lolos tes uji dengan mampu menepuh jarak 230 km perliter dengan kapasitas tangki 100 mll, berat 90 Kg dan bahan bakar gasoline,” jelas Rifki.

Dia menambahkan bahwa dirinya bersama timnya sedang dalam persiapan akhir

untuk mengikuti kontes mobil hemat energi. ”Kami tujuh orang telah mempersiapakannya mulaidari tahap produksi selama 3 bulan dari bulan Agustus 2017. Untuk tampil di ITS sudah matang. Sedangkan di Shell Eco Marathon proposal prototype kami lolos untuk ikut tahun depan dan yakin bisa menang,” sebutnya.

Prof. Dr. Rustono, M.Hum, Wakil Rektor I Unnes berharap,karya mahasiswanya tersebut mampu meraih prestasi yang mengharumkan nama kampusnya. ”Ini merupakan perwujudan nilai civitas dan tetap maju terus untuk pandawa,” ujarnya.

 

Baca Juga :

 

 

Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda
Cerita Lima Kali Gagal IELTS sebelum Sekolah ke Belanda

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) mengadakan peluncuran buku 20 Kisah

Perantau Ilmu di Gramedia Depok. Acara yang menghadirkan para pengurus dan mantan pengurus PPI Dunia ini berlangsung penuh haru bahagia atas penuturan-penuturan penulis yang mengisahkan keberangkatannya kuliah ke luar negeri.

Salah satunya adalah kisah dari Zakiyah Eke yang untuk dapat bisa meraih mimpinya Eke harus melalui jalan terjal dan berliku. ’’Saya lima kali gagal tes IELTS, saat itu saya sedang bekerja. Uang gajian saya gunakan untuk membiayai persiapan dan ujian IELTS,’’ papar Eke.

Penolakan-penolakan dan kegagalan sudah menjadi makanannya selama tiga tahun

memperjuangkan mimpinya. Saat itu, Eke juga sedang bekerja saat proses mendaftar beasiswa sekolah ke luar negeri, sehingga dia harus putar otak dan membagi waktu untuk belajar dan mempersiapkan persyaratan kuliah di luar negeri seperti IELTS dan surat-surat lainnya.

Khusus untuk IELTS, Eke menyiapkan waktu tersendiri. Eke sengaja datang ke kantor 2 jam

sebelum jam masuk kantor agar bisa belajar IELTS dan juga sepulang kerja Eke meluangkan waktu untuk belajar minimal dua jam. Tetapi, ternyata kedisiplinan belajar tidaklah cukup, butuh dedikasi dan di sinilah kekuatan mimpi diuji.

Tidak serta-merta Eke mendapatkan nilai IELTS yang cukup memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri pada beasiswa atau sekolah yang diinginkan. Eke harus mengalami kegagalan lima kali tes IELTS hingga tes ke enam dapat membawanya kuliah ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah Belanda. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html